Saturday, March 9, 2013

"HIJE GUNUNG SIBUALBUALI"

"SELAMAT PAGI IKAPSI"
(Menyimak info sekitar hije/rusa dan melihat cara berburu
hije di Sipirok Angkola taon 80-an)
Oleh : Team Diskusi IKAPSI & angkolafacebook.com
___________________________________________________

Rambu 13B (banyak satwa
liar dan sering menyeberangi
jalan)
"Terlihatnya image rambu lalu lintas yang
dipasang di Jalan aek Latong pada group
FB IKAPSI" adalah stimuli
mengapa tulisan ini di buat.


Bagi penulis, dengan melihat rambu
lalu lintas tersebut menimbulkan
beberapa pertanyaan :

1. Apa itu Hije dan bagaimana
perkembangannya di Indonesia

2. Mengapa rambu tersebut dipasang
di Aek Latong

3. Mengapa salah satu tem diskusi IKAPSI ini ingin
memakannya. Dan bagaimana rasanya.

4. Bolehkah hije ini di buru di Sipirok

4. Bagaimana pula dengan hije yang di Bogor

Adalah hal-hal yang mau dijawab lewat tulisan ini
para kawan...! Ehem...titik dua (:)
______________________

Pengertian Hije / rusa
______________________

Rusa, sambar, atau menjangan (Bahasa Inggris: deer) adalah
hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia
Cervidae.

Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia yang terbagi
menjadi dua kelompok besar: kelompok rusa dunia lama yang
termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae; serta
kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae.

Secara umum di Indonesia ada 3 jenis rusa :
1. Rusa Sambar - Cervus unicolor
2. Rusa timor - Cervus timorensis
3. rusa bawean - Axis kuhlii
__________________________________________________

Hije di Indonesia - Sumatra
__________________________________________________

Hije Sambar
"Rusa sambar merupakan
rusa terbesar di Indonesia.
Rusa sambar atau dalam
bahasa ilmiah (latin)
disebut Cervus
unicolor menjadi rusa
paling besar diantara
3 rusa asli
Indonesia" ungkap situs http://alamendah.wordpress.com/ 2010/09/30/rusa-sambar-rusa-terbesar-indonesia/

Ciri dan Perilaku. Ciri khas rusa sambar adalah tubuh yang
besar dengan warna bulu kecoklatan dan cenderung berwarna
coklat ke abu-abuan atau ke merah-merahan, warna gelap
sepanjang bagian atas.

Di Indonesia, rusa sambar hidup secara alami di pulau
Sumatera dan Kalimantan. Rusa sambar yang mendiami
Indonesia merupakan anak jenis (subspesies) Cervus
unicolor equinus yang dapat dijumpai pula di semenanjung
Malaysia dan Thailand.

Rusa yang hidup di Sumatera Indonesia ini dapat tumbuh
setinggi 102 cm – 160 cm dengan panjang tubuh sekitar
150 cm. Berat rusa dewasa sekitar 80-90 kg (betina) dan
90-125 kg (jantan). Tanduk rusa sambar juga tergolong
panjang dan bisa mencapai hingga tinggi 1 meter.
_________________________________

Hije Gunung Sibualbuali - Sipirok Angkola
__________________________________

Dapat penulis pastikan, bahwa di gunung Sibualbuali memang
ada hije. Dan penulis sendiri pernah ikut memburunya dan
kalau kurang lebih ada sekitar 10 kali penulis makan hije
selama tinggal di Sipirok.

Gunung Sibual-buali memang cukup luas, tapi dari hasil
pengamatan hije ini memang banyak di Gn. Sibualbuali
sekitar aek latong. (Sangat jarang kedengaran Gn. Sibualbuali
di sekitar "Saba Julu sampe ke Simago-mago ketemu atau
dapat buruan hije-pen).

Dan keberadaan hije ini semakin logis ada di Gn. Sibualbuali
mengingat ketinggannya memang sangat sesuai dengan habitat
hije tersebut.

"Rusa sambar merupakan binatang diurnal yang beraktifitas pada
siang hari. Mereka hidup secara berkelompok dan mendiami
daerah hutan tropis maupun subtropis hingga ketinggian mencapai
2000 meter dpl. (Gn. Sibualbuali berada pada ketinggian 1200
m dari permukaanair laut)
_____________________

Tanduk ni Hije di Sipirok
_____________________

Tanduk rusa hanya dimiliki oleh rusa jantan yang tumbuh
pada umur sekitar 14 bulan. Tanduk pertama hanya berbentuk
lurus dan baru bercabang pada masa pertumbuhan tanduk
berikutnya. Tanduk akan lepas pada umur 10-12 bulan setelah
tumbuh, selanjutnya akan tumbuh kembali.

Jika dihubungkan dengan wilayah Sipirok, dari sekian banyak desa
yang ada, menurut hemas penulis Tanduk Hije ini paling banyak
di desa PadangBulan (Desa sekitar Aek Latong).

Dan umumnya penduduksetempat hanya menggunakannya
sebagai hiasan rumah. Tidak untuk keperluan lain, meskipun
tanduk inimemberi guna juga untuk accecores lainnya.
_____________________________________________

Perbedaan Rasa hije peliharaan dan hije liar
_____________________________________________

Para kawan...! Dipenangkaran rusa Sumatra Utara pernah
diadakan penelitian mengenai hal ini,  katanya lewat
alamat situs : http://repository.usu.ac.id/bitstream/ 123456789/34278/6/Cover.pdf

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas daging
secara fisik dan kualitas secara kimia menunjukkan
perbedaan antara rusa buruan dan rusa yang dipelihara
secara intensif pada nilai pH, susut masak, kadar abu
dan lemak daging

Pemahaman saya mengenai hal ini, memang ada perbedaannya
dari segi rasanya. Dengan kata lain memang terasa lebih
manis (istilah umum) daging hije liar. Dan bukan tidak
mungkin ini pula yang menyebabkan si boru ritonga
mengingin kannya, "pola dapt hije i gadis hamu da tu
hami, maleleng namangan gule hije" katanya untuk
menanggapi status hije tersebut.
______________________________

Hije dan PP No. 7 Tahun 1999
______________________________

Di Indonesia, rusa sambar, sebagaimana 3 jenis rusa lainnya
yang dimiliki Indonesia termasuk dalam daftar satwa yang
dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999.

Meskipun rusa sambar yang juga menjadi rusa terbesar di
Indonesia ini masih berstatus “Resiko Rendah” (Vulnerable),
namun kita tidak boleh lengah untuk senantiasa menjaga
kelestarian rusa terbesar ini agar tidak punah dan tetap
menjadi kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.

Dengan demikian, jelas...! Hije adalah salah satu satwa
yang perlu dilindungi. Adapun mengapa rambu lalintas
tersebut mengapa dipasang di aek latong, "mago asar ni
hije i, nadong be harangan.... pola ma na ro hijei-i.
Sak ni roha ro  modom tu kantor ni kehutanan an i....."
kata R. Pakpahan.

Dan hal ini pun didukung B. Hst, "arokku songoni do ate.
Mago harangan ni, marmuldopan hije i tu dalan ni".
_____________________

Sekilas Hije di Bogor
_____________________

Namun satu fakta yang kadang terlupa adalah rusa totol
sebenarnya bukan fauna asli Indonesia. Berbeda dengan rusa
bawean (Axis kuhli), rusa timor (Cervus timorensis), sambar
(Cervus unicolor), dan menjangan yang asli Indonesia.

Rusa totol yang mempunyai nama latin Axis axis bukanlah
fauna asli Indonesia melainkan berasal dari India dan Sri
Lanka. Binatang yang lucu dan cantik ini didatangkan oleh
Thomas Stanford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris, pada
tahun 1814 untuk menempati halaman Istana Bogor.
____________

Kesimpulan
____________

Para kawan...! E. Sormin menutup diskusi ini dengan
mengatakan, " mari kita jaga.... hewan yg telah menjaga
siklus kehidupan.... mereka ada untuk kita....demikian
Sang Pencipta mewasiatkan kepada kita".

Dengan dikeluarkannya wasiat tersebut dan terjawabnya
soal sebagai tujuan penulisan, maka tulisan inipun
dinyatakan selesai.

Para anggota IKAPSI...! Ahadope anggia, tandatangani hamubo
wasiat on...? dan para kawan lainnya  yang terlibat dalam
diskusi, penulis blog mengucapkan terimakasih. Semoga info
ini memberiguna untuk kita dan generasi Sipirok mendatang.

Selamat pagi dan horas...!

Bagi anda yang tertarik mengenai mengetahui cara berburu
hije di aeklatong/padang bulan/aek sagala Sipirok tempoe
doloe dapat mengikuti lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/03/marburu-hije-di-gunung-sibualbuali_9.html
____________________________________________
Cat :
http://alamendah.wordpress.com/2010/06/12/rusa-totol- bukan-asli-indonesia/
http://alamendah.wordpress.com/2010/06/12/rusa-totol- bukan-asli-indonesia/
http://www.anehdidunia.com/2012/05/arti-rambu-lalu-lintas-terlengkap.html

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment