Tuesday, January 17, 2012

"LAGU-LAGU OPERA BATAK (OPERA BATAK 3)"

#SELAMAT PAGI TAPANULI# 
(Sekilas Pendapat Pada Lagu-lagu Tradisional Batak Cipt. Mr. Tilhang Gultom)
______________________________________________________________
   Dongan ale dongan, dongan na dua tolu, Mr. Tilhang Gultom adalah seorang maestro dibidang lagu tradional batak. Beliau jugalah yang mempelopori adanya opera batak yang pada puncak kepoulerannya pernah pentas dibeberapa tempat di luar negeri. Beliau ini kelahiran desa Sitamiang pulau Samosir.

Seiring dengan berjalannya waktu dalam dunia maya FB ini, saya tertarik menyajikan 3 hasil karya beliau untuk para dongan dengan tujuan sebagai alternatif pilihan lagu ketika para dongan bosan dengan lagu yang itu-itu juga. Semoga memberi manfaat.
 ____________________
Judul : Simali-mali
____________________
Dongan sapardiskusian, khususnya para barisan iboto jika pada saat sekarang ito dalam posisi "mandasor" membentuk suatu keluarga dan berkat dukungan ito suaminya dibidang kesehatan, karir, rezeki kasih sayang ataupun holong menjadi lebih baik, semua hambatan hidup dapat diatasi dengan baik pula, maka saya ingin berkata, "Bersyukurlah Ito". Sungguh sangat pas dan pantas disyukuri.

Tapi bagaimana dengan satu keluarga yang pada saat mandasornya justru suaminya meninggal, sementara beliau sudah punya boru. Apa kah yang diperbuat sang istri tersebut untuk membesarkan borunya. Bagaimana pula jika kejadian ini terjadi saat perang, seperti pada saat negara kita di jajah Belanda atau Jepang dan suaminya memilih hidup jadi tentara yang kemudian menjadi taqdir buruk baginya. Beliau mati, mati pada saat kasih sayangnya dibutuhkan boru dan istrinya. Mati pada saat beliau belum mengerti arti kemerdekaan.

Ito...! nauli lagu nauli basa, jika tertarik mendengar lagu ini, maka pilihlah penyanyinya Susan Ruth Pakpahan dalam group "Lamtio Voice". Video klipnya juga mendukung isi pesan lagu.
_________________
Judul : Lobu Tua
_________________
Para dongan sangape dongan ni dongan di lauat portibion, andai saya bertanya pada kalian, "apakah pernikahan marporeban atau marboru tulang dalam sistim kekerabatan halak kitai perlu di lestarikan ?" saya yakin jawaban para dongan akan ada disekitar na mainda, najolo doi, ipikirkon majo, hauamu dei, bagi yang tidak mendukung. Dan bagi yang mendukung, tentulah sebaliknya.

Terlepas sian dukung-mendukung di atas, saya ingin memberitahu lagu dengan judul "Lobu Tua" ini menceritakan kisah marporeban pada masa lampau. Masa dimana kebebasan seorang boru dalam memilih calon pendampingnya masih sangat dipengaruhi orang tua. Alasanyapun cukup sederhana yaitu memperteguh parkouman.

Tapi diatas toguhnya parkouman ini ternyata ada siksa bathin bagi si boru, beliau tidak mencintai anak namburunya hingga pada suatu saat memilih hidup untuk "Manimbung tu lombangan"

Dongan ale dongan...! dari sekian banyak pernikahan ala marporeban yakinkah anda semua keluarga tersebut berbahagia. Hanya Allah yang maha tahu. Begitupun saya agak yakin cukup banyak yang tidak bahagia. Dan ini artinya bukan berarti tidak ada yang bahagia. Terlepas lagi dari bahagia dan non bahagianya, jika dongan tertarik mendengar lagu tersebut maka pilihlah penyanyinya Nurianna Nainggolan salah satu lagu dari CD lagu-lagu tradisional Batak. Tampilan vidio klipnya juga mantap, 100 % tergambar gaya ni halak hitai.
_______________
Si Boru Tumbaga
_______________
Adalah suatu kisah pada masa lampau yang mana hak-hak sebagai seorang boru yang tidak punya iboto dalam satu keluarga ditiadakan. Harta warisan orang tua yang secara logika kita seharusnya jatuh pada borunya setelah orang tuanya meninggal menjadi jatuh pada udanya.

Kejadian ini atau aturan adat ini di protes oleh siboru tumbaga. Pada akhir lagu beliau berkata, "O...Tano Batak nauli, boasa marimbar anak dohot boru. Adong hulala hurangna, molo pi natikkos adat ni oppui, ra...molo pinatikkos adat ni oppui... hasangapan doi di bangsa Batak. Lam tarbarita sahat tu luat na dao.

Dongan nadua tolu, lagu ini ditutup dengan syair yang indah oleh Tiham Gultom, katanya, "Oh...sibulung ni bulung tikko rata-rata, padiar ma au jumolo tubu, ajari bangsomon tu natama. Asa di ingot manatap habitcaran dohot hasundutan. asa diparrohahon sangap ni namarharajaon"

Ahhhhhhhhh.......!indahnya satra batak itu ale dongan, mengapa kita tidak menikmatinya, tidakkah dongan-dongan ingin bercerita semua ini pada anak dan cucunya kelak ? Kakakakaka.....selamat pagi dan selamat beraktifitas, ada waktu nikmati lagu ataupun opera dari tanah batak ini. Tanah hasorangan hita sasudena. (rfs)

No comments:

Post a Comment