Monday, January 23, 2012

"SIREGAR PARTANGGA SABOLAS"

#SELAMAT SORE BAYO DAN BORU REGAR SEDUNIA#
(Sekilas Pendapat Pada Perinsif Dasar Marga Siregar" _____________________________________________________

Bayo dan boru Regar Sedunia...! Hahahahaha...mantap bukan judul/slogan/prinsif/filosofi diatas. Yah...! kiranya cukup mantap di samping enak dibaca dan perlu. Botimajo sapukul.

Pukulan kaduana kahanggi tottu jawabana noma tu, sakalinai tu, aso jelas tu ; apa maksud siregar partangga sabolas on, siapa yang mengeluarkan prinsip parmargaon on, bagaimana prinsif ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ? tottu ninna noma.

Hahahaha...pertanyaan diatas ingin saya jawab lewat tulisan ini, tapi karena awa tak tahu apa jawabannya jadi tak bisa lah pula awa jawab. Uda dari dulunya awa ngitu kahanggi.

Singkat kata aso cepat sidung tulisanon, adong sabolas tangga/anak tangga ni parmarga siregar nailehen ni opputta najolo tuhita sebagai marga Siregar. Tujuanna agar dibikin sebagai tuntunan hidup disamping ajaran agama dan propsionalisme hasil dari parsikolaan dan pengalaman hidup masing- masing. Dan tangga inilah yang mau disampaikan lewat tulisan ini. Itunya.

Oke...! Langsung saja...singsing lengan baju...taratuk... tak...tuk...tak...tak...tuk-tak suara ketikan dan hasilnya:
_______________________________________
TANGGA SADA DOHOT DUA
Pantun Hangoluan, Teas (tois) Hamatean
_______________________________________

Nilai moralitas memiliki keniscayaan mutlak untuk kemaslahatan. Ini tidak bisa ditawar. Sosiobilitas seseorang bukan cuma ia harus dikenal di mana-mana, tetapi juga wajib menjadi bagian penting dan bahkan katalisator bagi dunia dan zamannya. Ibarat sebuah perhelatan politik, Siregar dituntut tak cuma memiliki popularitas, tetapi juga elektibilitas.

Kedua hal itu tentu amatlah berbeda. Seseorang bisa amat populer karena sesuatu atau berbagai hal, tetapi belum tentu disuka oleh sebanyak yang mengenal. Ringkih dalam perilaku dan budi amat dipantangkan. Penerimaan atas norma dan mendukung segala kebajikan yang sudah ada tidak cukup, tetapi juga harus selalu inovatif ke depan, tidak berpangku tangan dan tanpa penghindaran dalam tanggungjawab sekecil dan sebesar apa pun. Jika seseorang akan berperilaku sebaliknya, itu artinya kiaamat bagi dia (teas hamatean).
______________________________________________________________
TANGGA TOLU, OPAT DOHOT LIMA
Marbou (hou) di tapian, Ehem laho tu jabu, Batuk laho tu sopo.
_____________________________________________________________
Tapian (tempat mandi) bisa difahamkan dalam simbol amat luas. Tetapi orang berbersih diri dan dengan tak mungkin tak membuka aurat. Berilah orang yang sedang dalam aktivitas itu sebuah kesempatan kecil untuk mengetahui kedatangan orang lain sehingga tak perlu melihat dan mengetahui bagian-bagian tubuh yang memang harus disembunyikan dari penglihatan orang lain. Aib orang mestilah ditimbun bersama untuk kemudian menonjolkan kelebihan-kelebihannya yang pantas diwarta-luaskan.

Saat akan memasuki rumah (meskipun itu rumah sendiri) berilah salam. Ehem cumalah sejenis suara yang bahkan mungkin lebih sepele dari sign yang dipancarkan sebuah handphone saat kemasukan sms. Aktivitas yang amat privacy biarlah menjadi urusan non publik dan saat belum si ap lebih baik orang yang ada di rumah menunda masuknya orang lain. Sikap yang sama dituntut bahkan saat memasuki sopo.

Konsep sopo adalah gubuk yang berfungsi mengamankan perbe kalan, peralatan dan mungkin juga persenjataan. Bisa saja seseorang sedang berada di situ. Tetapi entah siapa pun, itu (boleh jadi seorang pencuri), Siregar menghendakinya untuk diberi kesempatan apakah akan lari atau mempersiapkan alasan apologies tentang mengapa ia berada di sopo itu.
______________________________________
TANGGA ONOM DOHOT PITU
Pahae simanggurak, Pahulu sitimpulon
_____________________________________
Bepergian kemana saja mestilah memberi berkah dan perubahan. Ke hilir membawa sesuatu, ke hulu juga demikian. Ia tak boleh menjadi beban bagi orang dan zamannya. Sisi ini memang lebih berkonotasi material. Jadi bedakanlah saat para pejabat turun ke daerah yang kerap menjadi amat merugikan daerah karena orang-orang lokal diwajibkan memberi persembahan korupsional. Partangga na sabolas mengutuk perilaku itu. _______________________________________________
TANGGA LAPAN DOHOT SAMBILAN
Tampak na do rantos na, Rim ni tahi do na gogo _______________________________________________
Masyarakat adalah sebuah pengelompokan sosial manusia degan kontrak tertentu atas dasar kesamaan nilai, norma, budaya dan lokalitas. Hidup yang penuh dinamika dan arus perubahan kerap membuat perbedaan-perbedaan di antara sesama warga. Hadapilah setiap orang sesuai kemauannya dan apa adanya dan tentu saja kesepakatan-kesepakatan diplomatik maupun kerjasama praktis lebih disukai.

Hidup memang tidak untuk perang, tetapi tatkala perang itu menjadi satu-satunya jembatan untuk damai, maka partangga na sabolas meneguhkannya untuk ditempuh. kesepakatan-kesepakatan diplomatik maupun kerjasama praktis lebih disukai. Hidup memang tidak untuk perang, tetapi tatkala perang itu menjadi satu-satunya jembatan untuk damai, maka partangga na sabolas meneguhkannya untuk ditempuh. ___________________________________
TANGGA SAPPULU DOHOT SABOLAS
Saongi dalan, Ulosi tungko-tungko.
___________________________________
Nilai yang sarat humanisme ini berintikan obligasi moral untuk mewujudkan maslahat umum. Jalan pun harus dipayungi agar tidak menjadi licin. Gundukan pun harus diberi tanda agar setiap orang terhindar dari mara bahaya.
______________
KESIMPULAN
______________
Para bayo dan boru Regar Sedunia :

- Uraian mengenai setiap tangga/filosopi diatas adalah kutipan dari salah satu situs mengenai marga siregar.

- Pendapat saya pribadi, saya merasa sungguh sangat tinggi rasa peduli ni oppungta najolo tu generasi penerusna. Dan terhadap hal itu pantas rasanya kita berterimakasih sekalian berkata " "Iam Sorry Oppung, on dope binoto parbinotoanon, mudah-mudahan tarlaksana, botima ate oppung ?" hahaha...

- Filosofi ini diposting ketika Parmarga Siregar memberikan Marga "Siregar" pada "Susila Bambang Yudhoyono" dengan gelar "Patuan Sori Mulya Raja".

- Karena itu, jika para bayo dan boru Regar ada yang ingin menyampaikan salam kepada pak SBY Siregar, maka dipersilakan. Bila perlu sampaikan sekalian kritik yang sehat dan membangun. Harana kahanggimu doi kahanggi. Bila porlu hebatdo bapak nimmu attong aso semangat mada, Kakakakakaka...kkk...semoga menjadi pengetahuan yang manfaat.

Enter...! Lama kalipun. Sakalinai so cepat lalu. Enter....! Ido marputar do palang. (rfs). ________________________________________________________________
Khairul Adi Putra Siregar, Soel Bahrie Siregar, Dimas Regar dan 5 lainnya menyukai ini.

No comments:

Post a Comment