Sunday, April 1, 2012

"ANAKKU SAZALI"

#SELAMAT PAGI TAPANULI#
(Mangaligi Kasih Sayang Orang Tua Pada Anaknya Lewat lagu Melayu) ________________________________________________________

Dongan ale dongan...! Atas dasar rasa senang dan dengan harapan rasa senang pula, pagi ini menyenangkan bagiku menyajikan pendapat singkat mengenai salah satu lagu anak dari Tanah Bunda Melayu, tanah dimana dongan saripe niba magodang.

Hahahahaha...dongan saripe...! Jadi ro songon na tobang irasa iba. Ah.........! bagi nadiama. Tobang pesalado, poso pe sala, apalagi namatobang muse namaposo muse, Ah......... maborati anggia. Kakakakak....indon syairna CS, kirim solom di para gelleng munu sebagai perwakilan dari (Sazali) : __________________________________________________________

Anakku Sazali dengarlah
lagu yang ayahnda karangi
sifatkan laguku hai anak
sebagai sahabatmu nanti

Anakku Sazali juwita
laguku jadikan pelita
penerang digelap gulita
pemandu ke puncak bahagia

Andainya kami t’lah kembali
menyambut panggilan ilahi
laguku biarlah ganti
dijiwamu hidup abadi
penawar imanmu sejati
penjagamu wahai Sazali ____________________________________________________________

Komentar Saotik :

- Dongan ale dongan : Lagu Anakku Sazali dikarang oleh komponis terkenal asal negeri jiran Malasyia, yaitu P. Ramlee.

- Tiar Ramon, penyanyi legendaris asal Padang sekaligus pencipta lagu-lagu melayu Riau maupun Deli pernah menyanyikan lagu ini.

- Kalau dilihat dari materi pesannya, lagu ini jelas punya makna dalam hingga si penyanyinya (siapa aja) menginginkan agar lagu tersebut jadi sahabat.

- Dongan ale dongan, jika dalam istilah halak hita ada perkataan "Tukkot di nalandit sulu-sulu di nagolap" maka "Penerang di gelap gulita, pemandu kepuncak bahagia" bisa jadi punya makna yang hampir sama.

- Yang paling manyintak ate-ate dalam lagu ini (Jika diri dongan-dongan yang jadi si Sazali) adalah :

Andainya kami t’lah kembali
menyambut panggilan ilahi
laguku biarlah ganti
dijiwamu hidup abadi
penawar imanmu sejati
penjagamu wahai Sazali

- Molo nung di pio tuhattai hami amang, baenma lagukkon panggottiku (bisa sajo maksudna sipaingot). Di jiwamu di tondimu sebagai penawar/pencipta/penyelamat/ penebal imanmu. Imanmu sejati anakku, tondikku, urat ni atetaekku.

Dongan ale dongan :

- Jika anda sebagai seorang anak, sebagai seorang Sazali, sudahkah iman anda tebal, iman anda sejati seperti yang di harapkan orang tua anda...? Hahahaha...ison do sabas ni namanulisi dabo, mamukul tulisani.

- Jika anda seorang orang Tua, tentu tak ada salahnya lagu ini anda nyanyikan juga untuk gelleng kesayangan anda bukan ? Hahahahaha...hidup ini memang seru, kadang harapan orang tua kepada kita, kita harapkan juga sama anak kita, karena kita pada akhirnya orang tua juga. Ah.......dunia, serunya !. Ah.....sastra melayu, indahnya !. Selamat Pagi dan Enter...!(rfs).
_________________________________________________________________
Ansyari Hasibuan dan 2 orang lainnya menyukai ini.

No comments:

Post a Comment