Selasa, 31 Juli 2012

"BORAS PATI NI TANO"

#SELAMAT PETANG TAPANULI#
(Memahami konsep orang batak tentang makna boras/dahanon lewat mitologi
Batak dan pemahaman arti denotatif dan konotatifnya) ____________________________________________________________

Para kawan...! "Horas bah, habis boras tinggal gabah" adalah istilah yang menginspirasi saya untuk mencari informasi, "Bagaimana sebenarnya orang batak memaknai boras atau dahanon dalam kehidupan ini"

Apakah sesederhana dan sesepele istilah "Habis Boras Tinggal Gabah" Jika
demikian halnya alangkah rendahnya nilai-nilai kehidupan bagi halak batak.
Atau itu hanya istilah keisengan yang datang dari orang yang iseng pula.
Kakakakakaka...kkk...kkkk...., tulisan ini akan coba memberi gambaran
kawan.

Tapi sebelum digambarkan saya ingin berkata "Selamat Menunaikan Ibadah
Puasa 1433 H" Mainkan Regar...!
____________________________

Pengertian Boras dan Dahanon
____________________________

Para kawan berikut beberapa pernyataan yang berhubungan dengan "boras dan
dahanon"

- ...perulangan kata memberi arti lebih dari satu atau berulang-ulang ada
dua kata ..... beras boras, dahanon, harbue, parbue, boras; air sisa
pencuci beras - purik ...

- Orang tua terlebih dahulu harus belajar untuk mengerti pengertian
..... gonina marisi DAHANON (Boras),

- ... dungi dapot dahanon ma nasida, ima di loppa gabe balanjo nasida.
...Jala akka eme nang boras na disimpan di hobbang nunga mulai suda.
.... hita ”  dang di ho dang diau, tumagon tu begu” artinya, daripada
samamu.

Dengan demikian, boras dalam tulisan ini sama artinya dengan dahanon
______________________

Mitologi Batak
______________________

Pada situs Indonesia.com, dikatakan, :
"Mitologi Batak adalah kepercayaan tradisional akan dewa-dewi yang dianut
oleh orang Batak. Agama Batak tradisional sudah hampir menghilang pada
saat ini, begitu juga dengan mitologi Batak. Kepercayaan Batak tradisional
terbentuk sebelum datangnya agama Islam dan Kristen..."

Para kawan...! Dengan demikian, tulisan inipun akan meninjau "Boras Pati Ni
Tano" berdasarkan Mitologi Batak dan bukan berdasarkan kepercayaan agama.
________________________________

Mulajadi Na bolon dan Para Dewa
________________________________

Seperti kita ketahui, menurut konsep orang batak "Mula Jadi Nabolon" adalah
sang pencipta alam semesta ini dan alam semesta ini dibagi menjadi tiga banua
yaitu :
1. Banua Ginjang (Langit dan segala isinya)
2. Banua Tonga (Bumi dan segala isinya sekaligus sebagai perantara ke banua
toru)
3. Banua Toru (Tanah dan segala isinya)

Para kawan...!
Semua banua-banua tersebut dijaga oleh para dewa. Dan khusus untuk "Banua
Toru" sebagai banua yang berhubungan dengan topik bahasan maka kita mengenai
"Boras Pati Ni Tano" yang dilambangkan dengan "Ilik"

___________________

Boras Pati Ni Tano
___________________

Pada Wikipedia dikatakan : "Ilik atau Boraspati ni Tano adalah dewa dalam
mitologiBatak yang digambarkan sebagai seekor kadal. Gambaran Ilik sering
ditemukan di masyarakat Karo di pintu-pintu rumah atau di masyarakat Toba
sebagai gambar ukiran pintu kayu dan gambar hiasan sampul Pustaha (Buku
tentang dewa-dewa)

Nama Boraspati ni Tano berasal dari bahasa Sanskerta Brihaspati yang
menunjukkan sifatnya yang magis dan dewata.

_______________

Kesimpulan
_______________

Para kawan...!

- Dengan demikian "...habis boras tinggal gabah" bukan lah konsep orang batak
mengenai makna dari boras atau dahanon tapi "Boras adalah pati ni Tano".

Karena itu :

- Dalam sisi tinjauan mitologi batak maka "Boras pati ni Tano" adalah gambaran
kesuburan, kemakmuran dari dunia bawah tanah, tanahnya orang batak. (penger
tian denotatifnya)

- Dalam sisi tinjau konotatifnya, bagi saya, "Boras Pati Ni Tano" adalah suatu
proses mengolah keasuburan tanah yang dilakukan oleh petani/parsaba dalam
memproduksi boras/beras atau dahanon.

- Secara umum, proses untuk menciptakan "Boras Pati ni Tano" memerlukan waktu
satu tahun dalam satu kali produksi dan hal ini jelas memerlukan keuletan dan
kesabaran.

- Ketika telah menjadi "Pati Ni Tano = Boras = Dahanon" maka sungguh sangat
pantas pula kita bersyukur dan berkata "Mulia hati parsaba yang telah
menciptakan boras jadi pati ni tano. Dan bukanlah mereka parsaba yang yang
kita sebut "Horas bah, habis boras tinggal gabah".

Selamat petang para kawan...! Mari kita hargai hasil kerja para petani, kalau
bukan kita siapa lagi.(rps)
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar