“Muda mangulang rap margulu, ippal songon palu-palu. Pambangunan bisa lalu muda gogotta di padomu "SALAMAT MAMBANGUN ANGKOLAKU TU SUDE SENDI KEHIDUPAN"

Minggu, 19 Agustus 2012

"PERINGATAN HUT RI KE-67 DI SIPIROK"

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Si ingoton di na tading jadi tauladan di namamboto)
Oleh : Rizki Fattah Srg & Rahmat Parlindungan Srg __________________________________________________________________

Assalamualaikumwarahatullahiwabarakatuh

Syukur Alhamdulil hita panjatkan ke hadirat Allah Swt, ima namangelehen hahorasan di hita sasudena. Salawat dan salam hita panjatkon tu nabitta nabi besar Muhammad Saw, ima namanogu-nogu hita sian dalan na golap tu dalan na torang.



Merdeka...! Merdeka...! Merdeka...! Taqabballahu Minna Wa Minkum, hu Minna
Wa Minkum, shiyaamana wa shiyamakum. Minal Aizin wal faizin,"Selamat Idul
Fitri 1433 H".

Para koum sisolkot, dongan, ipar, ito iboto, tulang boru ni tulang, tarlobi
lobi panitia dan pelaksana peringatan HUR RI ke-67 di Sipirok...!
Video telah saya lihat, dan hati ini rasanya tidak puas jika saya tidak
memberikan pendapat pada kejadian "Luar biasa dan menyentuh hati" ini.
Untuk itu mohon ijin  memberi pendapat :

______________________________________________________________

Sekilas Pendapat Pada Kesadaran Masyarakat Sipirok Akan Arti Kemerdekaan
______________________________________________________________

Melihat secara umum kesadaran masyarakat Sipirok pada arti kemerdekaan
menurut hemat saya lewat penilaian comment-comment FB cukup lumayan, kalaupun
tidak menyajikan comentar  paling tidak jempol selalu ditujukan pada status
yang berhubungan dengan kemerdekaan. Dan terhadap semua ini tentunya kita
semua dapat saling memaklumi.

Iwan Edwar Hutasuhut mengatakan, "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan
dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang
merdeka (Disampaikan saat pidato HUT Proklamasi 1963)".

Sedangkan Zaki Ong mengatakan, "Kemerdekaan itu rasa. Tak ada bila tak di
rasa. Kemerdekaan itu kemauan. Mau untuk bangkit meski. Tak ada uluran cinta"

Terhadap pernyataan keduanya saya sangat setuju, karena itu pula peringatan HUT
RI ke-67 di Sipirok sangat saya setuju dan pantas untuk dibanggakan. Bangga
atas kesadaran ni para anggi, abang, uda atupun para oppung yang ada dalam
tayangan video tersebut. Merdeka anggi...! Merdeka abang...! Merdeka uda...!
Merdeka oppung...!
_________________________________________________________

Bangga Atas di Adakannya Peringatan HUT RI Ke-66 dan 67 di Sipirok
_________________________________________________________

Kurang lebih, ada 20 group yang saya ikuti di FB dan baru dari Sipirok
saya melihat status yang menayangkan Peringatan HUT RI seperti ini.
Ini artinya, Masyarakat Sipirok telah memberi nilai lebih dibanding
daerah lain di tapanuli.

Para kawan...!

Pada saat diadakan Peringatan HUT RI ke-66, kesan yang tibul dipikiran
saya pada saat itu adalah adanya motif dari sesuatu yang agak susah saya
nyatakan, tapi memberi kesan agar "Sipiroklah yang menjadi ibukota Tapsel".
karena itu upacarapun diadakan untuk lebih meyakinkan pihak tertentu
sekaligus membuktikan bahwa kesadaran masyarakat terhadap arti kemerdekaan
cukup tinggi. Karena itu, peringatan HUT RI ke-67 tidak akan mungkin di
laksanakan jika kinginan masyarakat untuk menjadikan pertapakan kantor
bupati tidak jadi di Sipirok.

Ternyata, penilaian saya salah para kawan. Peringatan HUT RI ke-67
tetap dilaksanakan, dan saya melihat sudah tidak ada motif, atau tidak
ada hubungannya dengan urusan kantor bupati mau letaknya dimana. Karena
itu pula, saya yakin upacara ini memang murni datang dari hati nurani
masyarakat sipirok. Salam hormat saya pada panitia HUT RI ke-66 dan
para pelaksana atas adanya kekeliruan penilaian, saya minta maaf.

Untuk sub judul ini, saya berharap kiranya kedepan upacara ini menjadi
acuan/pedoman atau perbandingan bagi masyarakat tapanuli lainnya
untuk melakukan hal yang sama. Merdeka...merdeka...merdeka...!

______________________________________________________

Analisis Tata Upacara Penaikan Bendera HUT RI ke-67 di Sipirok
______________________________________________________

Pada Peraturan Pemerintah No.40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan
Republik INdonesia Pasal 7 dikatakan, "Pada hari raya nasional yang
istimewa ini sudah selayaknya dikibarkan bendera kebangsaan. Maksud
pasal ini tidak mengharuskan, akan tetapi menyerahkan pengibaran
bendera kebangsaan pada 17 Agustus itu kepada perasaan kebangsaan
penduduk bangsa Indonesia".

Para kawan...! Menyimak isi pasal tersebut, maka tata cara pengibaran
bendera ini dan pemilihan tempat atau lokasinya adalah sesatu yang
benar. Para panitianya menurut hemat saya cukup bijaksana jika memilih
SD 3/sikola islamiyah yang menjadi lokasinya. Terhadap hal ini, ingin
rasanya memberi pendapat pula bagaiman tepatnya lokasi ini jika di
hubungkan dengan Sejarah Sipirok.

Adapun mengenai pemilihan tiang bendera, pada beberapa keterangannya
di intikan, tidak masalah dari bahan apa yang penting kuat dan
seimbang dengan benderanya.

Ehem...! Mengenai siapa melapor pada siapa, siapa pembaca teks, pembaca
do'a, komandan upaca, penggerak bendera termasuk langkah dalam grak
kekiri atau kekanan, balik kiri atau balik kanan, semuanya sudah cukup
lengkap pas sesuai dengan aturan mainnya. Hem..mmm, trhadap hal ini
ingin rasanya mengucapkan trims pada pak suharman dan pak risman juga
pada guru lainnya yang telah mendidik putra putri sipirok akan hal ini.

Para kawan...! Kalau saja rezeki memungkinkan, sudah kubayaripun teh
manis ni para anggi-i segalas be + sigaret sabatangbe. Bila perlu
para anggi yang terlibat di upacara ini kubelikan aja sepatu bola satu-
satu. Kenapa rupanya, biar sonang hatinya. Hahahaha....Oke, Salut...!
Sado'a hita aso rap murabe rasoki. Botima
__________________________________________________________

Sekilas Info tentang Lokasi SD Islamiyah/HKBP/MSAD dan sekitarnya
__________________________________________________________

Mengacu pada sejarah lingkungan lokasi sesuai sub judul diatas sungguh
banyak peristiwa yang telah berlalu di lingkungan ini. Semuanya berhubungan
erat dengan peran masyarakat sipirok dalam mengusir penjajah, mingkatkan
keimanan masyarakat dan terjalinya persatuan dan kesatuan ummat islam
dan kristen di sipirok.

Lingkungan SD Islamiyah itu pada suatu masa pernah menjadi pusat pelatihan
militer, pernah juga menjadi tempat sekolahnya ummat islam yang melahirkan
kemampuan setingkat kiyai dan seh. Dan semua ini berhubungan erat dengan
dibangunnya MSAD, yang bukan saja pada masa lalu sebagai tempat ibadah
tapi juga sebagi tempat mengatur teknik dan strategi dalam melawan macam
pilitik dari pihak penjajah.

Mengacu pada pengetahuan ini, sungguh sangat tepat SD islamiah yang menjadi
lakasinya. Bagi para kawan yang suka akan wisata  histori, upacara ini
akan membongkar memori-memori yang telah terpendam baik yang dapat dari
sekolah maupun cerita para orang tua.

Andai saja tanah SD islamiyah itu dapat berkata, gunung sibualbuali dapat
berkata MSAD dapat berkata, para pejuang kemerdekaan dari Sipirok, para
kiyai seh ata para pendeta HKBP, pun poken aeknya, "Mereka semua akan
menagis sebagai ungkapan bahagia betapa dihargainya jasa-jasa mereka
oleh para pahoppunya, para generasi penerusnya"

Para kawan...! Marilah kita berseru Indonesia bersatu. Bangun lah jiwanya,
bagunlah badannya untuk Indonesa Raya. Indonesa raya, merdeka.. merdeka...
tanahku...negriku yang kucinta. Indonesia Raya merdeka...merdeka. Hiduplah
Indonesia raya......aaaaaa.

_____________________________________________________________

Meningkatkan Kesadaran Berbangsa dan Negara lewat Sejarah Perjuangan
Sahala Muda Pakpahan, Raja Goda Siregar dan kawan-kawan
______________________________________________________________

Dharma Indra Siregar Gelar Baginda Raja Gorga Pinayungan Ja Somalap Sipirok
Bagas Godang apada saat di adakan Seminar seputar Letnan Sahala Muda Pakpahan
ini di Torsibohi mengatakan, "agar generasi muda lebih mengerti sejarah ada
baiknya informasi seputar kepahlawanan Sahala Muda Pakpahan lebih dipubli
kasian pada generasi muda". ninna tu kuli tintai bahasa najolona tu kuli
internet bahasa sannarina.

Para kawan...! Saya pribadi setuju dengan pernyataan diatas. Sebab hanya
dengan mengetahui/memahami sejarahlah kita-kita ini akan lebih menghargai
pahlawan-pahlawan itu sendiri. Andai saja kita yang pelaku sejarah maka
dengan sendirinya kesadaran itu akan lebih tinggi.

Artina di son, jika kita tidak tahu ise bolandai, ise sibottar matai, ise
sahala Muda Pakpahan, ise Raja Goda Siregar, aha dehe artini Margurilla,
aha muse Bambu runcing, ise muse soekarno, ahai benteng huraba, biasi
bendera akkan na rara dohot nabottar, biarupa molo na gorsing dibaen
sangape na rata, dll, maka kesadaran kita akan arti kemerdekaan itu akan
rendah.

Dohot hata lainna, manadohot iba namarporangi, naungada muse iba disipak
bolanda, sangape iba manyipak bolanda. Naong muse parbinotoan niba mengenai
kejadian on, tarbiama anggiai parro ni kesadaran niba tu arti ni kemerdekaani.
Jadi hanya denga pengetahuanlah kita bisa lebih menyadarinya.

Okke anggia setuju do para kawan tapio mulak Bolandai manjajahita, baru muse
ta alo halai margurilla. Ah...hhhh, najobu maiba.

Para kawan...! Sahala Muda Pakpahan dan Raja Goda Siregar dan kawan-kawan
adalah halak hita yang mangolat Bolandai najolo di aek Horsik Situmba
ketika got rohalai mulak manjajah tu Sipirok dan sekitarnya.

Kepahlawanan nia dison, disebabkon Jenderal perang ni Bolandai ima
Jenderal Spoor kala dohot mate disekitar tempat on dohot dimakamkon di
Simago-mago sampe sannari. (Adongdo carito, bahaso Jenderal on inda
mate di Sipirok, tai mate di Bolanda ning halak bolanda, padahal kuburanna
majelasdo di si mago-mago. On makejam ni Bolandai, jenderal nihalai sajo
nanggo diakui halai na jenderal anggo naso margunabe. Bolanda....bolanda).

Demikian sejarah singkatnya, semoga dapat pula meningkatkan kesadaran
kita akan pentingnya menghargai sejarah. Jika sebelumnya kesadaran kita
attong dapot punten 6, paling tidak molo nung mamboto on jadi putten 7.
Botima. Hehehehehe....
_______________________________________________________________

Pendapat Pada Kehadiran Para Oppung di Upacara Hut RI ke-67 tersebut
_______________________________________________________________

Para kawan...! Dengan hadirnya para oppung ini, saya merasa upacara itu
lebih sakral dan seolah melengkapi upacara yang dilaksanakan di istana
negara. Tatapan para oppung lewat lambang nonverbalnya/mimik atau forum
benar-benar seperti melayang pada suatu masa.

Andai saja para oppung ini adalah penulis dan mereka menulis tentang apa
yang mereka rasakan, betaba sakitnya dijajah, betapa sakitnya kehilangan
iboto, kehilangan suami, tidak bersekolah, berjalan sajapun harus monjap-
monjap. Saya yakin setiap bait yang mereka tulis akan menimbul tangis
bagi kita, "Sungguh apa yang kita perbuat pada negara ini tidak ada apa-
apanya dibandingkan mereka". Merdeka Oppung...! Bimbing kami agar lebih
menghargai jasa-jasa pejuang negeri ini.
___________________________________________

Pendapat pada Tayangan Video HUT RI ke-67
___________________________________________

Bah lumayan mattong, untuk tingkatan kelasta. Hasilnape jelas dan terangdo.
Molo dibanding tu Video HUT RI ke-66 i. Kelebihanna di Video on, halak nai
jelas tarida. Apakah  hal on disebabkon cuaca pada saat upacara sangape
haran ni video nai. Hurang paham auba.

Tentang dimasukkannya musik yang berbau Islami, bagi saya cukup memberi
arti bukan saja karena upacara ini di hari jum'at bulan ramadhan 2012,
tapi juga kemerdekaan itu sendiri adanya di hari Jum'at dan bulan
Ramadhan pula 17 Agustus 1945.

Semoga negeri ini dan orang-orang para penghuninya, adalah negeri dari
orang atau halak yang mendapat ridho dari Allah Swt. mendapat syafaat dari
rasululloh. "Isyfalana Ya Habibana Laka Syafaah Ya Rasulallah Ya Habibi".
____________________

Ucapan Terimakasih
____________________

Para Panitia Hut RI ke-67 di Sipirok, teman saya di FB ini mungkin sudah
mencapai seribu, menilaian sekilas saya pada semuanya adalah orang-orang
yang menghargai jasa-jasa pahlawannya, juga menghargai hasil karya orang
lain. Karena itu, ingin rasanya mewakili mereka mengucapkan terim aksih
pada para panitia atas terlaksananya upacara ini. Dengan tetap berharap
kita semua dalam keadaan sehat wal afiat, barokah rezeki dan full semangat
hingga kita tetap dapat ketemu di HUT RI-ke 68. Botima.

Oya...! Ditayangan itu, saya melihat uda saya yaitu Saja Siregar yang pada
saat ini adalah pengganti orang tua saya. Tatapannya seolah berkata dan
bertanya pada saya "Mana laporanmu regar". Untuk itu lewat tulisan ini
saya ingin mangalaoskon melapor : Rahmat Parlindungan Siregar/Lindung
(Bogor) sehat walafiat. Adi Rahman/Adi (Pakan Baru) juga sehat. Mhd. Nur/
Ammat (Lingga) horas juga. Asnan Ashari (Batam) juga sehat. Begitupun
Rizki Fattah Srg (P.Karimun) sehat juga. Salam tu Nanguda pun para kahanggi.
______________________

Kesimpulan dan Saran
______________________

"Semua kejadian yang terlihat, terasa dan terdengar di kehidupan ini,
penilaiannya berpulang pada diri masing-masing. Khusus mengenai peringatan
HUT RI ke-67 ini saya berharap kiranya memberi pesan moril bagi kita
semua agar lebih semangat mengisi kemerdekaan ini, menciptakan  berobahan
hidup kehal yang lebih baik, hingga berpengaruh pula pada pembangunan
huta hatubuatta".

Para kawan...! Lambok bulung ni eme nalambok marlayang luyung. Lambok
hata binege, ima dalan marhalalungun. "Mohon maaf jika ada yang kurang
berkenan pada tulisan saya ini.

Haporas nisi torbis nai durung di las niari, horas jala torkis
nian hitaon mulai saat sadarion lopus tu pudi ni ari, botima.

Ya Rasululloh...! Isyfalana Ya Habibana Laka Syafaah Ya
Rasulallah Ya Habibi. Ya Rasulallah Ya Nabi Lakasysyafaah
Wa Hadza Mathlaby.

Ya rasululloh...! berikan kami syafaatmu kekasih Allah, karena hanya
engkau yang memberi syafaat. Syafaatmu ya rosululloh adalah
harapan kami. Amin...amin...amin ya robbal alamin.

Wabillahi taufik wal hidayah...
wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.(rfs/rps).
_______________________________________________
Cat :
Sampai 1 Januari 2013 dilihat 46 kali

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar