Thursday, September 27, 2012

"NAKKOK AU TU DOLOK"

"SELAMAT PAGI PARA KAWAN"
(Menyimak lirik lagu "Nakkok au tu dolok" dalam hubungannya dengan Ilmu Komunikasi dan Ajaran Agama Islam) Oleh : Rahmat Parlindungan Siregar _______________________________________________________

Para kawan...! Mohon ijin kasih pendapat :
_______________________

Kata Pengantar singkat
_______________________

Dari hasil pengalaman mendengar lagu-lagu batak, jika dilihat efek yang timbul pada pendengarnya hanya ada dua yaitu perasaan senang atau perasaan sedih.

Saya tidak pernah mendengar lagu menimbulkan
"perasaan ngeri", kecuali lagu yang satu ini, judulnya "Nakkok Au tu Dolok".

Bagiamana ngerinya lirik lagu ini adalah hal yang mau penulis
gambarkan lewat pendapat pribadi. Hal lainnya mencoba mengana-
lisa lagu lewat Ilmu Komunikasi dan Ajaran Agama islam,
sehingga tulisan ini lebih memberi manfaat.
_________________________________

Lirik Lagu "NAKKOK  AU TU DOLOK"
_________________________________

Cipt.   : NN
Voc.   : Trio Ambisi

Nak....kok au tu dolok, da tuat au.... tu  toruan da inang...
hube...reng tu si amaun, hube...reng tu hambirang...
sude...  mauli bulung..., huida humaliang....
beha ma au.... da hundul au... martutukkian....

Hui...ngot lakkakki... hu ingoti las somarujung dainang....
nunga... sambor nipikku parsibaran ...lapa-lapa....
didok... sibaran kido...asing godang hangalan...
mate ma au...mate di paralang-alangan...

Sittakkon au da porhas...likkupkon au sombaon,
buatkon au da begu... ulang hu taon nasongonon...
la la la la la...la la la la la ...la la la la la

Tumangon noma langge da inang...ulang sikkoru amonge
tumangon noma au mate da inang...ulang mangolu amonge...

* Pendapat pribadi pada materi/inti pesan lagu :

Bagi saya, lagu ini meberikan gambaran adanya keputus-
asaan bagi seseorang karena kehidupan yang terlalu susah
dan mencari solusi lewat kematian.

"Tumangon noma langge da inang...ulang sikkoru amonge
tumangon noma au mate da inang...ulang mangolu amonge..."

Lebih baik mati daripada hidup, itu inti pesan singkatnya
bagi kawan yang kurang paham bahasa batak.

"Sittakkon au da porhas"  cabut nyawaku wahai yang punya
kekuatan. "Likkupkon au sombaaon" matikan aku wahai
yang kusembah. "Buatkon au da begu" Tarik nyawaku
wahai makhluk halus. Adalah gambaran singkat terje-
mahannya para kawan parsaro melayu. Hahahahaha....
________________________________________________

Sittakkon au da porhas, likkupkon au sobbaon,
buatkon au da begu dalam hubungannya dengan efek
komunikasi
________________________________________________

Saya tidak tahu bagaimana konsep dipikiran para kawan
mengenai sub judul diatas. Namun dipikiran saya kalimat
ini benar-benar ngeri. Dan kengerian ini memberi saya
pemakluman, mengapa orang-orang dulu memberi sesembahan
kepada apa yang disebut porhas atau begu. Berikut
pengalaman saya :

* Di Losung Aek Anturmangan

Pada suatu hari sekitar jam 12 siang, saya berada di losung
aek/kincir air anturmangan. Matahari tepat ke ubun-ubun
sementara suara ketukan losung yang memang senang manduda
silih berganti, begitupun  suara gemericik air sungai yang
dipinggir kincir seolah memacu ketukan losung tersebut.
Pada saat yang sama, tiba-tiba saja saya melihat ular
sebesar paha orang dewasa  lewat dari depan saya.
(Tidak di ukur panjangnya dan beratnya)

Ah..gh...ngerinya saya rasa bukan main pada saat itu, saya
merasa seperti tidak menginjak tanah lagi, manyikur, mali
tondi dan terasa seperti ada yang mengangkat saya...dst

* Di Bulu Golap Dalan tu Huraba/Bulu Mario

Ditempat ini juga pernah saya alami kengerian, ketika saya
berjalan sendirian pada saat magrib. Bunyi kresek-kresek
di tengah bambu pinggir jalan itu, membuat saya jadi ingin
tahu dan ternyata yang saya lihat adalah oppui/harimau.
Dan saya tahu itu dari belang-belangnya.

Ngerinya bukan main pada saat itu, badan kita yang kecil
terasa bertambah kecil, manyikur, lombam dan malitondi,
Kaki juga terasa seperti tidak menginjak tanah. Ada
perasaan, memang ada satu kekuatan yang tak terjangkau
oleh pikiran kita dan serasa menarik kita....dst.

* Tempat lainnya

Najolo anggia, pas lagi latihan pramuka di simago-mago,
itinggalkon dongan au rohamu, lilu. Lutcat-luncatna
di panggulangan noma. Najobuan anggia kejadian ni on.

Torus waktu manembak najolo, masuk sian  pamasuan.
Lutcatna di mandurana. Macam-macam peristiwa di gunung
sibualbuali-i di alami.

Gunung sibualbuali itu hanya indah dari jauh kawan, kalau
kita sudah masuk kedalamnya ternyata disana itu banyak
penduduk naso tarida. Karena itu saya yakin disana itu
bukan saja camat yang ada, tapi juga bupatinya ada.

Olo. Botuldoda. Saulakon noma hita marcarito.
Panjangbe umur. Botima.


* Efek Afektif Komunikasi

Para kawan...!

Dalam buku "Ilmu Filsafat Komunikasi" Karangan Jalaluddin
Rakhmat dikatakan, "Sitimulus/rangsangan keadaan lingkungan
atau situasi sangat berpengaruh pada efek afektif interper
sonal"

Jika "kejadian di losung aek anturmangan dan bulumario" di
atas dihubungkan dengan istilah Sittakkon au da porhas,
likkupkon au sobbaon, buatkon au da begu maka semakin
percayalah saya agama sipelebegu itu ada karena adanya
kengerian/kekuatan tertentu pada sesuatu yang tak masuk
dalam logika.

Karena itu, semakin percaya pula saya, bahwa orang-orang
jaman dahulu itu (sebelum masuk agama islam) lebih mudah
putus asa di bandingkan setelah masuk agama islam ke
daerah batak. (Situasi dan kondisi pada saat itu yang ber
pengaruh pada efek afektif/perasaan putus asa bisa jadi akan
dicari solusinya lewat jalan pintas / ajaran ni opputta najumolo
suhuti tidaklah selengkap ajaran islam-pen).

* Motif  Komunikasi

Jika "Lirik Lagu nakkok au tu dolok" dihubungkan dengan
Motif Komunikasi maka keputus asaan yang terjadi pada
lagu tersebut disebabkan tidak adanya perobahan hidup
ke yang lebih baik dan ada keyakinan sudah tidak mungkin
akan terjadinya lagi perobahan hidup yang lebih baik.
___________________________________________________

Lirik Lagu (Materi Pesan) dalam Tinjauan Islam
___________________________________________________

Kehidupan adalah perjalanan yang penuh tantangan dan
ujian. Kehidupan diciptakan Allah SWT untuk menguji siapa
di antara kita yang paling baik amalnya.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu,
siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha
Perkasa lagi Maha Pengampun.(QS. 67:2).

Jika kita memahami dan meyakini hakekat Kehidupan yakni
ujian , maka kita akan lapang dada ketika menerima
cobaan. musibah dan siap mental untuk menerima tantangan
kehidupan dari Allah SWT. Kita tidak akan mudah putus asa
karena yakin Allah SWT tidak akan memberikan ujian yang
melebihi kemampuan kita. “Allah tidak membebani seseorang
melainkan sesuai dengan kesanggupannya”(QS. 2:286).

Para kawan...! Uraian diatas adalah kutipan dari situs
"The Imagination" dengan judul "Putus asa dalam tinjauan
islam.

Dan jika dihubungkan dengan lirik lagu, jelas lagu tersebut
menggabarkan keputus asaan seseorang. Dan islam punya
jalan keluarnya seperti yang terurai di atas.

Selamat pagi dan selamat berakivitas...! Tetap semangat
dan hindari keputus asaan. Botima puang atapun kele.
____________________________________________________
Cat :
*Link lagu Nakkok Au tu dolok : Ison ma ate...!
*Samapai 1 Januari 2013 dilihat 35 kali
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment