Wednesday, March 6, 2013

DOLOK SIMAGOMAGO ( SIPIROK na JEGES )






_________________________
Jika Katua-i bertanya, "apakah video yang diambil/disematkan
dati youtube ke blog, terus di "dipalu" di blog akan
"kontak" kembali ke youtube (angkanya bertambah)
maka jawabannya "Olo...Katua...martamba...!".

Oya...! Pada  pencipta lagu dan vokalisnya.
angkolafacebook.com  beserta para pengunjungnya
mengucapkan "Terimakasih" atas adanya hasil
karya ini. Kiranya ke depan lagu-lagu dari
wilayah Angkola Sipirok lebih maju. Horas...!
_______________________________________

Cat : Muda marmayam tu si mago-mago
Ulang lupa silua sikkoru
Muda dijalahan video simago-mago
jalahi sian ginjang, patoluhon sian toru.


PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

3 comments:

  1. On sambungan ni argumen na dikutip ni kahang i. Inda lengkap kutipan i dongan:

    "Jika UU 37 dan 38 Tahun 2007 memandang kota Sipirok tak layak jadi ibukota, atau jika kedua UU yang sama memandang Gunung Tua dan Sibuhuan tidak tepat menjadi ibukota karena berbagai alasan, misalnya katakanlah terlalu ”kuno” semua kota itu, atau karena lain-lain alasan yang bersifat objektif maupun subjektif, tentulah kedua UU itu tak akan segan-segan menunjuk sebuah nama lain yang bukan kota, misalnya dengan menyebut ”ibukota Kabupaten induk Tapanuli Selatan adalah Kecamatan Sipirok”. Benarkah?

    Di bawah ini ada sebuah perbandingan yang tepat menjadi rujukan.

    Pada bagian Keempat tentang Ibukota, UU No 45 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Nias Utara di Provinsi Sumatera Utara, pada salah satu pasalnya (Pasal 7) secara eksplisit menyebutkan bahwa Ibukota Kabupaten Nias Utara berkedudukan di Kecamatan Lotu. Kecamatan Lotu adalah salah satu dari 11 Kecamatan yang terdiri dari 1. Kecamatan Lotu; 2. Kecamatan Sawo; 3. Kecamatan Tuhemberua; 4. Kecamatan Sitolu Ori; 5. Kecamatan Namohalu Esiwa; 6. Kecamatan Alasa Talumuzoi; 7. Kecamatan Alasa; 8. Kecamatan Tugala Oyo; 9. Kecamatan Afulu; 10. Kecamatan Lahewa; dan 11. Kecamatan Lahewa Timur.

    Jadi jika UU akan menunjuk sebuah nama tempat yang bukan kota yang akan dibangun menjadi ibukota (Kecamatan) ia tidak akan sungkan-sungkan menyebutnya secara jelas sebagaimana terlihat pada UU No 45 tahun 2008 di atas.

    Jangan pula diabaikan bahwa dalam pasal 7 penjelasan UU Nomor 37 Tahun 2007 dipertegas lagi bahwa “Yang dimaksud dengan Gunung Tua sebagai ibukota Padanglawas Utara berada di Kecamatan Padang Bolak”.

    Sekali lagi, jika Sipirok sebagai ibukota Tapanuli Selatan itu boleh di tempat lain di luar kota Sipirok, tentu redaksi perundang-undangan (UU Nomor 37 Tahun 2007 dan Nomor 38 Tahun 2007) akan dibuat eksplisit seperti yang dimaksudkan.

    Tidak boleh dilupakan bahwa sebelum keputusan memekarkan sesuatu daerah terlebih dilakukan pemenuhan persyaratan yang di antaranya tentang Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTK) dari tempat yang akan dijadikan sebagai ibukota. Sipirok (Tapanuli Selatan) memilikinya. Gunung Tua (Padanglawas Utara) memilikinya, begitu juga Sibuhuan (Padanglawas). Jika ada yang menganggap RUTK itu salah, agaknya masalahnya menjadi lain. Sebenarnya orang yang berfikir seperti itu lebih baik menolak UU 37 dan 38 sehingga pemekaran Tapsel dibatalkan saja.

    Jangan kiranya ada anggapan yang mengesankan bahwa orang-orang yang memperjuangkan kota Sipirok sebagai ibukota adalah kalangan yang tak mau bersatu, yang tak maju, na gutgut, dlsb. Justru terbalik. Mengapa pihak yang memperjuangkan pelaksanaan UU didiskreditkan?

    ReplyDelete
  2. https://nbasis.wordpress.com/2011/07/07/kota-sipirok-ibukota-tapanuli-selatan-bukan-yang-lain/

    ReplyDelete
  3. Trims comentarnya nbasis. Saya paham comentar ini sambungan dari persoalan 3 tahun yang lalu. Horas...!

    ReplyDelete