Selasa, 30 April 2013

"ANJUNGAN SUMATRA UTARA TMII : RUMAH BATAK ANGKOLANYA MANA ?"

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Mencari jawaban sekaligus menyarankan solusi agar rumah adat Batak
Angkola ada di Anjungan Sumatra Utara Taman Mini Indonesia Indah)
___________________________________________________________________







Para kawan...!

Sebelum penulis mengurai lebih banyak tentang Anjungan Sumatra Utara
mari terlebih dahulu kita nikmati video "Siguleppong" Berikut ini. Video ini
adalah salah satu kegiatan di Anjungan Sumatra Utara dalam rangka merayakan
HUT TMII yang ke-38 (20 April 2013) :





Tulisan ini adalah sambungan dari http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/04/
anjungan-sumatera-utara-rumah-tanpa-suku.html  yang telah penulis posting
sebelum HUT Taman Mini Indonesia Indah yang ke-38.

















______________

Pendahuluan
______________

Mengacu pada uraian postingan sebelumnya, penulis berniat akan mengunjungi
Anjungan Sumatra Utara Pada HUT ke-38-nya, tapi sayang sikon pada saat itu
tidak memungkinkan. Hingga penulis hanya dapat mengunjunginya pada tanggal
24 Maret 2013 (4 hari setelah HUT-nya).

Tujuannya penulis mengunjunginya hanya ingin memperjelas, benarkah di
Anjungan tersebut tidak ada "Rumah Batak Angkola" seperti yang telah
dituliskan oleh http://catatanavantgarde.wordpress.com/2013/03/31/ 
anjungan-sumatera-utara-rumah-delapan-suku/ lewat postingannya yang
berjudul Anjungan Sumatra Utara Rumah Delapan Suku.

Karena itu tulisan inipun seputar pertanyaan di atas dengan selingan macam
video sub suku di Sumatra Utara yang pernah tampil di TMII (sebagai
bukti pendukung tak di perhitungkan Suku Angkola di TMII-pen).

__________________________________________________________

Pemandangan sekilas lingkungan Taman Mini Indoesia Indah
__________________________________________________________

Musik tari terlebih dahulu dari Nias :





Para kawan...! Berikut beberapa photo sederhana yang menggambarkan
suasana Taman Mini Indonesia Indah pada 24 April 2013 :






______________________________________________________

Pemandangan sekilas Anjungan Sumatra Utara (dalam areal anjungan)
______________________________________________________

Berikut hasil cepretannya :







Dari gambar tersebut tentunya tergambar pula, bahwa Anjungan Sumatra
Utara itu tidaklah terlalu sempit, masih ada ruang / tanah bagi sub
suku lainnya yang ingin membangun rumah adatnya.
___________________________________________

Bangunan Batak Toba sebagai Bagunan utama
___________________________________________

Bagunan ini ada 2 tingkat para kawan...! Tingkat satu / dasar berisi
macam miniatur yang mengambarkan antara lain : Sejarah adanya suku
Batak di Pusuk Buhit, sejarah Belanda dalam hubungannya dengan Tanah Batak,
sejarah masuknya agama Kristen dan islam ke tanah Batak, sejarah terciptanya
macam sub suku batak, dll.

Termasuk macam miniatur dari gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat
batak. Begitu juga dengan macam pakaian adat dari masing-masing sub suku
batak.

Yang juga cukup menarik dari keberadaan rumah batak toba ini adalah
disiapakannya / dipamerkannya macam hal yang berhubungan dengan budaya
seni musik Batak. Seperti macam gondang batak atau uning-uningan.

Berikut gambar pendukungnya :








Adapun bangunan bangunan lainnya menurut hemat penulis, tidaklah
selengkap bangunan batak toba sebagai cerminan dari keseluruhan
sub suku Batak. Seperti bangunan Batak Simalungun kecendrungannya
hanya menyediakan macam hal yang berhubungan dengan kebudayaan
mereka. Begitu juga dengan sub suku batak lainnya.




______________________________________________________

Hanya 6 Petunjuk Bagunan yang mewakili Sumatra Utara
______________________________________________________





Berikut 5 gambar petunjuk itu para kawan dan 1 tidak terlihat
karena pada saat di kodak (istilah Angkola) petunjuk tersebut
tertutup baju salah seorang pemain musik dari Medan yang sedang
latihan pertunjukan budaya Melayu Deli.







Berikut tari sebelum di lanjutkan tulisan ini para kawan :






_____________________________________

Tidak ditemukan Rumah Adat Angkola
_____________________________________

Dengan demikian jelas, di anjungan ini tidak ada rumah adat
Angkola. Apakah tidak ada karena orang angkola itu adalah orang-orang
yang dangol...? Hahahaha...entahlah...!




___________________________________

Kebudayaan Angkola Tetap Terwakili
___________________________________

Para kawan...!

Meskipun di Anjungan tersebut tidak ada rumah adat Angkola tidak berarti
kebudayaan Angkola tidak diwakilkan. Karena dari hasil pengamatan penulis,
beberapa ciri khas Angkola juga sangat terlihat pada rumah Batak Toba.

Menurut hemat penulis, rumah adat batak toba ini adalah rumah utama
dari Anjungan tersebut, karena itu rumah inipun berisi macam informasi
macam miniatur dari keseluruhan budaya Batak.

Berikut hasil cepretannya :







_____________________________________________________

Pentingnya Rumah Adat Angkola di Anjungan Sumatra Utara
_____________________________________________________

Jika penulis boleh memberikan pendapat, penulis ingin berkata rumah
adat Angkola ini sungguh sangat penting ada di anjungan tersebut
dengan alasan :

- Sebagai pengakuan / pengokohan bahwa suku Angkola itu ada. Anjungan
ini dipikiran penulis adalah anjungan gambaran keseluruhan kehidupan
budaya batak yang memberitahu bukan saja pada masyarakat nusantara
tapi juga pada dunia.

- Rumah adat angkola itu nantinya, bisa digunakan sebagai tempat
pameran / pemberitahuan macam hal yang berhubungan dengan suku
batak Angkola, seperti sejarah terjadinya, sejarah masuknya agama
islam, sejarah gajah lumpat, sejarah bungan bondar, baringin dan
bagas nagodang, serta huta-huta lainnya yang semuanya bisa saja
dihubungkan dengan marga yang ada di Angkola.

- Lebih mengakrabkan persatuan dan keatuan dari macam sub suku
di Sumatra Utara. (Jangan terkesan ada "gap" di antara sub suku)

- Sebagai tempat pengembangan seni budaya batak, misalnya mengadakan
pertunjukan-pertunjukan atau rekaman. Apa salahnya lagu kijom ini
sebagian video klifnya berasal dari anjungan terebut. Bukankah hal
ini lebih menguatkan keberadaan suku angkola itu.

Kijom ale kijom...kijom ale kijom...kijom ale dongan
ma dongan...dongan...





___________________________________________________________

Cara membangungun rumah adat Angkola Di Anjungan Sumatra Utara
___________________________________________________________

Para kawan .... !
Rumah adat Angkola tentunya bukan rumah adat pribadi, karena itu
meskipun ada pribadi / orang  Angkola yang punya uang / hepeng tidak
berarti belia bisa membangun sendiri  rumah adat tersebut.

Dari hasil pengamatan, rumah-rumah adat sub suku di anjungan ini
tidaklah dibangun bersamaan waktunya. Hal ini dapat kita ketahui
dari keterangan bangunan tersebut yang memberitahu, kapan mulai
di bangun, siapa yang membangun / pemborong dan kapan diresmikan
serta oleh siapa.

Berikut photo pendukungnya :





________________________________________________________

Peran Pemerintah Tapanuli Selatan (Angkola) yang paling utama
________________________________________________________

Yang paling berperan untuk membuat "ada atau tidak adanya" bagunan
suku Angkola di Anjungan Sumatra Utara ini menurut hemat penulis
adalah pemerintah setempat yaitu Bupati dan jajarannya. Karena
merekalah yang diwakilkan oleh masyarakat Angkola.

Dan dari hasil pengamatan penulis, segala macam bentuk kegiatan
budayapun seperti pertunjukan tor-tor atau opera semuanya
mengatasnamakan pemerintah penyelenggaranya.

Berikut photo pendukung :













_________________________

Kesimpulan dan Saran
_________________________





Dari uraian-uraian diatas tentunyasudah cukup jelas tergambar
bagaimana keadaan Anjungan Sumatra Utara itu.

Dalam hubungannya dengan Angkola, yang bukan saja mengambarkan
sebagai adanya suatu wilayah juga menggambarkan adanya suatu suku,
maka penulis ingin menyarankan pada pemerintah Tapanuli Selatan
agar mempertimbangkan penting tidaknya dibangun rumah adat Angkola
di Anjungan Sumatra Utara.

Jika dianggap tidak penting, mohon kiranya pemerintah setempat
memberikan penjelasan pada masyarakatnya mengapa tidak ada
bangunan tersebut di Anjungan Sumatra Utara TMII. Bukankah
suku Angkola cukup banyak di Jakarta ini...?. (Sodih awa melihat
suku awa ini, sudahlah kurang terkenal, mau di anggap tak ada
lagi. Jangan begitu la puang).

Selamat ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah. Dan semoga
tetap menjadi inspirasi beradaban bangsa :















Berikut "Si Boru Enggan" sebagai penutup tulisan. Si  Boru Enggan
ini di rekam di TMII :


Horas Angkola...! dan selamat malam para kawan...!
______________________________________________________
Cat :
*Penulis adalah suku Angkola (Halak Sipirok, Angkola / Tapsel)
*Penulis tidak menemukan satu kegiatan suku Angkola lewat dunia
maya ini di TMII.
br />
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar