“Muda mangulang rap margulu, ippal songon palu-palu. Pambangunan bisa lalu muda gogotta di padomu "SALAMAT MAMBANGUN ANGKOLAKU TU SUDE SENDI KEHIDUPAN"

Rabu, 10 April 2013

Warga Bogor Wisata ke Danau Toba


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Mendengar cerita wisata siboru Hutasuhut ke Danau Toba
bersama ananda Rino Inovasi Siregar pada hari raya Idul Fitri 2012)
Oleh Rahmat Parlindungan & Rino Inovasi Siregar
___________________________________________________

Peta Danau Toba dan Sekitarnya












_______________

Pendahuluan
_______________

video


Para kawan...!

Pada masa yang telah berlalu tepatnya Lebaran Idul Fitri 1433 H
atau Agustus 2012 ananda penulis (Rino Inovasi Siregar) bersama ibunya
Megawati Hutasuhut pulang kerumah oppungnya/atok-nya di Air Bersih
Medan.

Tujuan pulang ataupun mudik bahasa umumnya adalah untuk mengantar
keberangkatan oppungnya Parlindungan Hutasuhut ke Mekah. Dan
setelah semuanya acara terlaksana hingga keberangkatannya, maka ibu
dan anak inipun beserta keluarga lainnya (Koum dari Sulawisi) memutuskan
untuk wisata ke Danau Toba.

Tujuan wisata secara umum tetntunya pula sudah sama kita pahami, ada
yang bilang untuk santai, untuk memperluas wawasan atau untuk menambah
pengetahuan sebagai perwujudan rasa cinta pada tano batak itu.

Para kawan...!

Waktu telah berlalu, photo-photo bukti wisatapun masih tersimpan di Hp
dan hari ini mereka berkata pada penulis blog, "Ingin ah...berbagi informasi
lewat blog angkolafacebook.com tentang wisata Danau Toba, boleh ngak..?"
Tanya mereka.

Dan terhadap hal ini penulis blog menjawab, "Boleh kenapa tidak...! Siapa
tahu dari sekian banyak pembaca internet ada yang membutuhkan informasinya.
Silakan...silakan...mana dia photo-photonya dan bagaimana ceritanya...? Lanjut
penulis...untuk kemudian menuliskannya.

Ahem...ehem...ehem...! Demikian cerita mereka para kawan...!
_______________

Keberangkatan
_______________

"Mulai dari keberangkatan saya, sampai ke penurunan saya belum
pernah saya mendapat kedudukan adalah anekdot protes orang batak
yang tidak pernah dapat tempat duduk naik kereta api Bogor -
Jakarta karena tidak seimbangnya tempat duduk dengan jumlah
penumpangnya" Kata si Piul pada penulis setiap turun dari kereta
api di Bojonggede tempoe dulu.

Kereta Api Bogor Jakarta









Para kawan...! Pernyataan ini bukanlah mengada-ada. Penulis yang
menjalani hidup di bogor ini kurang lebih 15 tahun memang punya
pengalaman penuh mengenai kereta api ini. Bahkan Kereta api yang
disebut kelas eksekutif sekalipun tetap saja penuh sesak. Apalagi
yang namanya kereta api ekonomi yang sudah jelas-jelas ditujukan
bagi yang berekonomi lemah, seperti penulis.

Hahaha...tentunya tidak demikian halnya dengan kereta api Medan -
Tebing, tempat duduknya cukup longgar dan nyaman, hingga
pemandangan pertanian - perkebunan sepanjang perjalananpun dapat
ternikmati.

Stasiun Kereta Api Medan












Suasana dalam kereta api Sri Bilah






__________________________________________

Sampai di Tempat Wisata Danau Toba
__________________________________________

* Inna Hotel

Para kawan...!

Jika kita mengacu pada situs
http://desnantara-tamasya.blogspot.com/2011/07/daftar-hotel-di-
sekitar-danau-toba.html

maka untuk wilayah Parapat saja tersedia sebanyak 45 Hotel.
Sedangkan di Pulau Samosirnya ada sekitar 39 hotel.  Karena
itu pantaslah Danau Toba memang bukanlah tempat wisata
lokal tapi juga sudah tingkat internasional.

"Kami pilih hotel yang di Parapat, "Inna Hotel namanya" demikian
kata Rino Inovasi Siregar (ananda penulis). Hotel ini katanya
bukanlah hotel yang terbesar atau terbagusnya di Danau Toba,
tapi bisa dibilang Hotel yang sedang-sedang saja" katanya
pada penulis. Yang mana dipikiran penulis, "Amma ananda ku ini,
baru sekali dua kali masuk hotel sudah tau pula bilang bagus
tidaknya. Okelah Regar..." begitu kata hati penulis.

Katanya pada penulis, biaya nginap hotel ini untuk satu malam
dan satu kamar dengan dua tempat tidur 500 ribai pada saat
itu. Dan tentang servisnya, "Cukup bagus katanya" meskipun
dalam beberapa situs lainnya para wisatawan menilai hotel
ini "Rata-rata".

Dan yang paling berkesan adalah pemandangan sekitar hotel.
"Indah, menawan dan menakjubkan" kata Megawati Hutasuhut ini
pula sama penulis.


Suasana di Inna Hotel















Dan terhadap semua pelayanan dari "Inna Hotel" para ananda
dan ibunya ingin berkata, "Terima Kasih Inna Hotel atas
pelayanannya, semoga kedepan lebih bagus".

* Tomok


"Danau Toba memiliki wisata alam yang luar biasa, wisata
spiritual, wisata sejarah, atau pun wisata arsitektur
dan kuliner. Suasana yang sejuk dan menyegarkan, hamparan
air yang jernih, serta pemandangan yang memesona dengan
pegunungan hijau adalah sebagian kecil saja dari deskripsi
keindahan Danau Toba yang mengagumkan".

Demikian tersaji lewat situs
Pada situs http://www.indonesia.travel/id/destination/48/danau-toba
dan ini artinya, Tomok sebagai bagian dari Pulau Samosir itu
hanyasalah salah satu tempat wisata sub kecilnya, sub lainnya
tentunya masih banyak.

Para kawan...! Kata ibu satu putra ini, setelah kapal bersandar
maka anda pertama kali akan melihat patung ucapan selamat
datang di Tomok dn patung ini tidaklah jauh dari sandaran
kapal.

Tugu Selamat Datang di Tomok









Dan disekitarnya anda dapat membeli macam souvenir khas Batak.
sperti kaos dengan aksara batak toba, gantungan kunci, topi, dll

Macam Souvenir dari Tomok









Pada situs http://id.wikipedia.org/wiki/Tomok
dikatakan tentang Tomok :

Tomok adalah sebuah desa kecil yang terletak di pesisir timur
Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara. Dari Medan tempat
ini membutuhkan waktu kurang lebih 4-5 Jam sampai di Parapat
Kp. Tomok
dengan mobil carteran atau bus
antar kota. Ekstra satu jam
lagi untuk menyeberang dari
Ajibata ke Tomok. Desa ini sangat
menggantungkan kehidupan para
masyarakatnya pada bidang
agraris, perdagangan dan pariwisata.
Desa yang ukurannya
tidak terlalu luas ini tampaknya
sudah cukup mendapat
pengaruh modernitas yang cukup
besar di kalangan masyarakatnya.

Hal ini terbukti dengan persandingan antara makam, gereja tua,
becak motor dan kehidupan masyarakatnya yang cukup menguasai
penggunaan bahasa Inggris pada saat bertemu dengan wisatawan
asing.
Banyaknya makam dan benda-benda peninggalan zaman megalitik
dan purba menjadikan lokasi ini sebagai salah satu situs
kebudayaan Batak yang cukup terkenal di kalangan wisatawan.

Lokasinya yang terletak tepat di tepi dermaga penghubung ke
Parapat juga memudahkan para wisatawan mengunjungi tempat
ini. Makam besar seperti Makam Raja Sidabutar dan keluarganya,
Museum Batak, Patung Sigale-Gale, Batukursi Tomok,
Patung Gajah, HKBP Resort Tomok dan gereja gereja yang
sederhana memenuhi daerah ini. Ditambah pula dengan adanya
resort yang berada di Tuk Tuk Siadong yang semakin mengukuhkan
daerah ini menjadi tempat pariwisata.

Ketika hal ini, saya perjelas pada boru Hutasuhut ini, beliau
menjawab, "Ya...! Memang demikian adanya, tapi waktu kami
tak cukup untuk wisata histori sedalam itu" katanya.

* Batu Gantung

"Adalah salah satu pemandangan yang akan kita lihat dari
Kapal ketika menuju Tomok. Dan tak jarang ketika tiba
di sekitar pemandangan para penumpang kapal sama-sama
ingin bergerak ke pinggir kapal untuk melihatnya. Untung
hal ini telah diketahui oleh sebagian orang, sehingga
melihatnyapun harus bergantian guna tetap menyeimbangkan
kapal" Demikian kata ibu wisatawan dari Bogor ini.

Para kawan tentunya kita sudah sama tahu bagaimana kisah
dibalik batu gantung ini. Begitupun,  bagi yang ingin
tahu lebih banyak dapat  melaju lewat link :
http://visitsamosir.wordpress.com/2011/01/03/batu-gantung-
dan-asal-usul-nama-kota-parapat/

Dan kisah ini telah digambarkan oleh Rita Butar-Butar
lewat lagunya yang berjudul "Batu Gantung"

Ehem...! Musik pargitar...!


video

__________________________________________________

Pulang Kembali ke Medan untuk kemudian melanjut ke Bogor
__________________________________________________

Sudah demkian halnya kawan. Disebut berwisata karena orang yang
berwisata tersebut tidak akan mungkin tnggal ditempat wisatanya
selamanya. Hahahaha...

Dan ketika ia tinggal dalam waktu yang agak lama di tempat wisatanya
maka dia di sebut "mulak tu huta meskipun hutanya sebagai tempat
wisata. Akhir cerita, para wisatawan tersebutpun mulak bersama
para koum lainnya ke Medan untuk kemudian melanjutkannya ke
Bogor. Dan sekarang 10 April 2013 ada di Bogor dalam keadaan
sehat walafiat. Botima.

"Ya Allah ya Tuhan kami, syukur padaMu sampai detik ini kami di
berikan kesehatan hingga keindahan alam Tano Batak itu dapat kami
nikmati. Semoga rezeki kami, rezeki para saudara kami, rezeki para
kaum muslimin muslimat lebih murah nian, lebih terbagi nian hingga
keindahan alam ciptaanMu ini dapat kami nikmati bersama.

Amin ya robbal alamin.
________________________

Penutup dan Catatan Penulis
________________________

* Pernutup

Istri penulis Megawati Hutasuhut ini, bisa dibilang adalah bagian
dari Marga Nainggolan itu karena ibunya adalah Nainggolan dan
Nainggolan itu tentunya bagian dari tano batak itu pula, bagian dari
Danau toba itu pula dan bagian dari Samosir itu pula. Karena itu
melalui penulis ingin menghadiahkan lagu bagi para Nainggolan
lainnya dari Nainggolan Sisters juga dengan judul "Pulo Samosir"
Selamat mendengarkan...!

video

Semoga tempat wisata andalan pulau Sumatra ini, andalan ni
halak hita ini, balak Batak ini lebih maju nian kemasa-masa
mendatang.

* Cattatan Penulis  : 

Hahaha...seru juga hidup ini...! Jika penulis menyimak photo
anak dan istri ku ini ada perasaan bersala juga. Mereka sepertinya
tidak menikmati 100 % wisata itu. Ah...semoga rezeki terbagi,
kapan-kapan kita ulang. Bersama bos kalian Rahmat Parlindungan
Siregar. Alagleh...!

Para kawan...! 

Bukan tidak mungkin, bukan hanya penulis saja yang pernah mengalami
seperti ini. Membiarkan anak istrinya secara sengaja atau tidak sengaja
berwisata sendiri. Hal ini sering terjadi pada para suami yang punya
pekerjaan dan tanggungjawab tertentu atau karena keterbatasan biaya.

Mengacu pada apa yang penulis rasakan, "Sungguh membiarkan anak
istri berwisata sendiri tidaklah bijaksana". Karena itu jika penulis
boleh memberi saran pada pembaca blog ini, hususnya bagi yang
sudah berkeluarga, maka saya ingin berkata, "Bersamalah kawan
dengan anak istri dalam berwisata, hingga wisata itu lebih ternikmati
seratus persen, lebih, asyik dan lebih barokah tentunya".

Terimakasih atas dibacanya tulisan ini dan horas Tano Batak, Horas
Angkola dan horas Dano Toba. "Tio do tao Toba".

Musik....kkk...kkkkk

video
________________________________________________________
dan situs lannya sesuai dengan alamat di atas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar