“Muda mangulang rap margulu, ippal songon palu-palu. Pambangunan bisa lalu muda gogotta di padomu "SALAMAT MAMBANGUN ANGKOLAKU TU SUDE SENDI KEHIDUPAN"

Jumat, 07 Juni 2013

"Dari Pendekar Sakti (Kho Ping Khoo) sampai ke Manusia Harimau (S.B. Chandra)"

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak cerita silat Kho Ping Kho dan novel S.B. Chandara lewat
Taman Bacaan Bojonggede - Bogor tahun 90-an awal)
___________________________________________________________








Para kawan...!

Tentunya kita sepakat, "Siapapun orangnya laki-laki atau perempuan
halak hita yang sudah merantau mencapai 20 tahun ke atas" beliau
pasti punya cerita yang panjang tentang kehidupannya di tanah
parjalangan. Tak terkecuali penulis angkolafacebook ini tentunya.

Khusus mengenai penulis, maka penulis punya sepenggal kisah tentang
"Membuka Taman Bacaan" di wilayah Bojonggede - Bogor sekitar tahun
1990-1991. Dan usaha ini di buka tidak lain dan tidak bukan tujuannya
untuk dapat bertahan di tanah parjalangan ini.

Begini kisahnya :

Ilustrasi Toko Grosir
Novel dan Komik di Senen
Pada tahun 1990, penulis punya uang sebesar
500 ribai rupiah. Dipikiran penulis jika hepeng
ini tidak diputar, maka dengan sendirinya akan
habis tanpa arah, apalagi pada saat itu masih
lajang dan tanpa bimbingan.

Untuk mengatasi hal ini, maka penulispun
punya ide untuk membuka, "Taman
Bacaan di wilayah Bojonggede - Bogor.
Ide ini timbul bisa jadi disebabkan
pada masa ini penulis lagi suka-sukanya
membaca novel dan komik.

Singkat cerita, uang inipun pada akhirnya penulis bawa ke "Senen". Ya...!
Senen...atau Pasar Senen Jakarta. Karena memang disanalah pusat dari
penjualan buku-buku komik dan novel se Indoesia ini.

Oya...dari hasil pengamatan penulis, nyaris 80 % penjualnya adalah
halak hita dan tempatnya persis di pinggiran terminal Senen.

Setelah memilih-milih judul pada akhirnya uang tersebut penulis tukarkan
dengan kurang lebih 450 buku. Harga pada masa itu sekitar 750 - 1200
perak.

Bab...! demikian suara buku tersebut setelah penulis turunkan dari
bahu ke lantai motor metro mini jurusan Senen - Manggarai, untuk
kemudian penulispun duduk sambil mangidup-idup. "Bagi nabia maon
namar Jakartaon...siapa suruh datang Jakarta" begitu suara hati
penulis.

Tak buragan...sampailah di terminal Manggarai dan kondektunyapun
bilang, "Habis...habis...habis...!". Ya...! habis sude lae...!
begitu penulis jawab untuk kemudian membuat Si Lae halak hita ini
tersenyum.

Mungkin si Lae ini tersenyum karena "sewa sudah habis" dan tinggal
makan, sementara penulis berkata maksudnya "Hepeng sudah habis"
karena di tukar sama buku novel dan komik.

Para kawan...!

Ilustrasi Rak Taman Bacaan
Ternyata kekuatan modal 500 ribai
tersebut hanya mampu mempertahankan
hidup selama kurang lebih 3 bulan.
Memasuki bulan ke empat dan kelima
mur nadongbe. Pada bulan keenam-nya
saya hitung jumlah novel dan
komik tinggal 200 buku dari 450 buku.

Waktu terus berjalan, pas satu
tahunnya saya hitung tinggal 100 buku.
Tapi meskipun tinggal seratus buku, setiap orang menyewa pasti kita
kasih. Dan memasuki 1 tahun setengah tinggal 50 buku. Dan dititik
sisa 50 buku inilah, penulis menyatakan diri dalam bahasa kerennya
"Gulung tikar" dan bahasa kemelaratannya, "Bangkrut".

Ya...! bangkrut kawan, dan tak seorangpun yang mau menggantikan
kebangkrutan tersebut, hingga penulis mau tidak mau mencari frofesi
lainnya di tanah parjalangan ini. Ah...hebatdo namarjalangonba.

Waktu sudah berlalupun masih tetap bisa "Tarukkar". Hahahahaha....

Tarukkar doi...sipata sidangolonki
tursunggul doi...sipata hinalungun khi
marningot sude...nahotaoni hian
hatcit ngot-ngot...sotarhatahon nian

Musik...!


Ehem...ehem...ehem...!

Bung Regar Kecanduan
baca  cerita silat Kho Ping Khoo
Para kawan...! Setelah sekian tahun berlalu,
maka pada malam ini saya teringat sesuatu yang
mungkin sudah menjadi pertinggal dan
kenang-kenangan di otak ini sehubungan
dengan "Taman Bacaan Penulis"
pada masa lalu itu yakni istilah La Rose,
Kho Ping Khoo, Wiro Sableng,
Pendekar Rajawali, Pendekar Buta,
Rajawali Sakti, Nenek Gending dan
Manusia Harimau.

Istilah "Kho Ping Khoo dan Manusia Harimau" adalah yang menjadi fokus
isi tulisan penulis pada malam ini. Selamat menyimak dan semoga
info memberi manfaat :

_________________________________________________________

Sekilas Kho Ping Hoo dan macam Komiknya dimata penulis Blog
_________________________________________________________

* Hal Asmaraman Kho Ping Khoo

Asmaraman Kho Ping Khoo
"Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo
(juga dieja Kho Ping Ho, Hanzi:
許平和; pinyin: Xǔ Pínghé, lahir di Sragen,
Jawa Tengah, 17 Agustus 1926 –
meninggal 22 Juli 1994 pada umur 67 tahun)
adalah penulis cersil (cerita silat) yang sangat
populer di Indonesia. Kho Ping Hoo
dikenal luas karena kontribusinya bagi
literatur fiksi silat Indonesia, khususnya yang
bertemakan Tionghoa Indonesia yang
tidak dapat diabaikan".

Demikian wikipedia Indonesia membuka
tulisannya mengenai Kho Ping Hoo ini.
Selanjutnya dikatan :

Selama 30 tahun ia telah menulis sedikitnya 120 judul cerita.
Walaupun menulis cerita-cerita silat berlatar Tiongkok, penulis
yang produktif ini tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa
Mandarin. Ia banyak mendapat inspirasi dari film-film silat Hong
Kong dan Taiwan. Karena tidak bisa berbahasa Mandarin, Kho Ping Hoo
tidak memiliki akses ke sumber-sumber sejarah negeri Tiongkok
berbahasa Tionghoa, sehingga banyak fakta historis dan geografis
Tiongkok dalam ceritanya tidak sesuai dengan kenyataan yang
sebenarnya.

Dari sebab itu, karya Kho Ping Hoo akan membingungkan bagi yang
mengerti sastra atau sejarah Tiongkok yang sebenarnya.

* Hal hasil karya Kho Ping Hoo :

* Serial Bu Kek Sian Su

Bu Kek Sian Su
Suling Emas
Cinta Bernoda Darah
Mutiara Hitam
Istana Pulau Es
Kisah Pendekar Bongkok
Pendekar Super Sakti
Sepasang Pedang Iblis
Kisah Sepasang Rajawali
Jodoh Rajawali
Suling Emas dan Naga Siluman
Kisah Para Pendekar Pulau Es
Suling Naga
Kisah si Bangau Putih
Kisah si Bangau Merah
Si Tangan Sakti
Pusaka Pulau Es

* Serial Pedang Kayu Harum

Pedang Kayu Harum
Petualang Asmara
Dewi Maut
Pendekar Lembah Naga
Pendekar Sadis
Harta Karun Jenghis Khan
Siluman Gua Tengkorak
Asmara Berdarah
Pendekar Mata Keranjang
Ang Hong Cu
Jodoh Si Mata Keranjang
Pendekar Kelana

* Serial Pendekar Sakti

Pendekar Sakti (Bu Pun Su)
Ang I Niocu
Pendekar Bodoh
Pendekar Remaja
Serial Dewi Sungai Kuning
Dewi Sungai Kuning
Kemelut Kerajaan Mancu
Serial Gelang Kemala
Gelang Kemala
Dewi Ular
Rajawali Hitam

* Serial Pedang Naga Kemala

Pedang Naga Kemala
Pemberontakan Taipeng

* Serial Iblis Dan Bidadari
Iblis Dan Bidadari
Lembah Selaksa Bunga

* Serial Si Pedang Tumpul

Si Pedang Tumpul
Asmara Si Pedang Tumpul
Serial Sepasang Naga Penakluk Iblis
Sepasang Naga Penakluk Iblis
Bayangan Iblis
Dendam Sembilan Iblis Tua

Serial Sepasang Naga Lembah Iblis
Sepasang Naga Lembah Iblis
Pedang Naga Hitam

*Serial Raja Pedang

Raja Pedang
Rajawali Emas
Pendekar Buta
Jaka Lola









Comentar Penulis :

Memang benar adanya Kho Ping Kho memang seorang penulis fiksi cerita silat.
Nilai lebih yang penulis rasakan dari komik-komik beliau adalah filsafat-
filasafat hidup yang diterima pendekarnya dari setiap guru silatnya.
Sungguh memberi makna dalam kehidupan.

Pmakaian kalimatnya juga tidak terlalu rumit untuk dicerna serta kemampuannya
dalam memancing naluri ingin tahu pembaca sungguh sangat bagus, sehingga
nyaris semua pmbaca komiknya meminta sambungan ceritanya di tempat mana ia
membaca, karena itu pula tidak heran pada tahun 90-an awal taman bacaan
juga sugguh sangat banyak di jabotabek ini.

Berikut salah satu komiknya kawan yang telah di film-kan :



_____________________________________________________

Sekilas Novel Manusia Harimau dan S.B. Chandra
_____________________________________________________

Para kawan...!

Berikut macam informasi dari dunia maya mengenai sub judul
di atas :

* Hal Cerita Manusia Harimau

Perubahan sosok Erwin dari manusia menjadi
manusia harimau selalu menjadi bagian paling
dramatis dan memilukan dalam novel serial
manusia harimau karangan S.B. Chandra ini.

Kisah di atas yang dinukil dari novel Manusia
Harimau Jatuh Cinta menunjukkan momen-
momen yang menggiriskan bagi seorang Erwin,
tokoh utama serial yang terbit sekitar
tahun 1980-an ini.

Perubahan itu tak dikehendaki Erwin.
Ia hanya mewarisi sifat dan
ilmu manusia harimau dari ayahnya,
Dja Lubuk, yang juga mewarisi
dari ayahnya, Raja Tigor. Warisan itu tak
bisa dicabut dan membuntuti ke mana pun Erwin pergi.

Kisah Erwin adalah tangis panjang pewaris terakhir ilmu manusia
harimau dari tanah Mandailing, Tapanuli Selatan.

Keharimauannya membuat Erwin mampu mengobati berbagai penyakit
dan melawan berbagai jin dan setan.

Tapi, keharimauan itu pula yang membuat dia tak enak hidup
layaknya manusia. Dia tak berani jatuh cinta, meski ada puluhan
perempuan cantik yang jatuh hati dan memujanya.

Dia takut bila tiba-tiba perubahan dirinya menjadi harimau terjadi
di tengah pasar dan membuat orang panik dan beramai- ramai
membunuhnya, sebagaimana telah menjadi nasib sejumlah manusia
harimau sebelum dia.

Tak ada kemegahan diri menjadi manusia harimau. Hanya penderitaan
batin berkepanjangan.

















* Hal S.B Chandra (Pengarang)

Chandra, pengarang kelahiran Mandailing dari keluarga perantau dan
petualang, mengelola kisah Erwin dalam serial sepanjang tujuh judul,
dari Manusia Harimau, Manusia Harimau Merantau Lagi, hingga Akhirnya
Manusia Harimau Jatuh Cinta.

Dalam sampul belakang bukunya ada sepotong riwayat Chandra. Dia
mengklaim pernah bertualang ke Malaysia, Aceh, hingga Jambi dan
mengikuti ilmu mistik para guru seperti Inyiek Angku dan Baginda
Samadun.

Chandra menghidupkan kembali legenda manusia harimau yang selama
ini dipercaya sebagian masyarakat Sumatera.

Manusia harimau, sebagaimana juga jin dan mahluk gaib lainnya,
digambarkan hidup membaur dengan manusia.

Berikut video dalam bentuk tari sebagai pendukung betapa dekatnya
cerita manusia harimau dengan Tapanuli Selatan najolo:



_________

Penutup
_________

Memanglah...! Cerita silat di tahun 80-an dan 90-an
masih sangat tinggi peminatnya diwilayah Nusantara
ini. Tapi seiring dengan perkembangan jaman dan banyak
sumber informasi serta lebih rasionalnya cara berpikir
manusia bukan tidak mungkin membuat  buku-buku novel
dan komik ini menjadi agak kurang diminati. Dan bisa
juga disebabkan karena rendahnya produksi buku-buku fiksi
Indonesia dalam 10 tahun terakhir ini.

Demikian yang dapat disampaikan pada malam hari ini,
semoga informasi dapat memperluas wawasan khususnya
pada para anggi di Tapsel sana.

Selamat malam dan horas...!
_______________________________________________________
Cat  Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kho_Ping_Hoo
http://www.ruangbaca.com/ruangbaca/17/ceritasampul7.htm
http://giasittighaliyah.blogspot.com/2012/07/novel-zaman-dahulu-berbau-mistis-i-have.html
* Macam situs lainnya


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar