“Muda mangulang rap margulu, ippal songon palu-palu. Pambangunan bisa lalu muda gogotta di padomu "SALAMAT MAMBANGUN ANGKOLAKU TU SUDE SENDI KEHIDUPAN"

Senin, 03 Juni 2013

ANTARA TAPANULI SELATAN DENGAN BOGOR (Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung)

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak macam info yang berhubungan dengan Kota Bogor dan
menganalisa isi pesan video musik "Oncom Hideung - Bogor Raya-
O Bundar" dari Ichal Rastafara sekalian bikin respon videonya)
Oleh : Rahmat Parlindungan Siregar (Tapanuli Selatan)
_______________________________________________________









Para kawan...!

Ahado...! Apanya...!
Begininya...! Bagaimananya...!
Begini...! Bagaimana...!

Begini...!

Lama nian penulis tarik napas di Kota Hujan ini, kerja keras
banting tulang, kepala di atas kaki di bawah. Ido...! banamai.
Tak tau kapan hari terang, kapan hari gelap. Lanjut...!
Hidup bagaikan telor di ujung tanduk. Amma ngale...! Hidup segan
mati tak mau. Kerakap madai ate...? Olo...! Ahade kerakap...?
Nahubotoba...!

Sebatang kara dalam duka...! Onang hatcit nai,
mulak nomahoda.
hepeng soada...! Mardalanpat kole...!
Kakakakakak....kkk....piga ari maluai mardalan pat
sian Bogor tu Tapanuli Selatan ate...?

Ah...! Baru tau akuba. Ternyata "Bogor itu artinya Bargot dan
bargot itu sama dengan enau bukan...? bukan nimmu mattong,
tapi sama dengan bargot.

Para kawan...!

Hari ini tanggal 3 Juni 2013 adalah "Hari Jadi Kota Bogor yang ke
531" karena itu, malam ini ingin rasnya mengisi blog angkolafacebook
ini dengan macam informasi mengenai kota Bogor pada pembacanya
sekaligus memberikan pendapat pada video musik yang behubungan
dengan kota bogor yaitu "Oncom Hideung - Bogor Raya-
O Bundar" dari Ichal Rastafara.

Selamat menyimak...!
_________________

Sikilas Bogor
_________________

* Hal Wilayah


Peta Kota Bogor
Kota Bogor adalah sebuah kota di
Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Kota ini terletak 54 km sebelah
selatan Jakarta, dan wilayahnya
berada di tengah-tengah wilayah
Kabupaten Bogor.

Dahulu luasnya 21,56 km², namun
kini telah berkembang menjadi
118,50 km² dan jumlah penduduknya
949.066 jiwa (2010).

Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan,
yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan.

Kota Bogor terletak di antara 106°43’30”BT -
106°51’00”BT dan
30’30”LS – 6°41’00”LS serta
mempunyai ketinggian rata-rata
minimal 190 meter, maksimal 350 meter

* Hal Hari Jadi

Hari jadi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor diperingati setiap tanggal
3 Juni, karena tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu
Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.
Sebelum kita lanjut info sekitar Kota Bogor ini, ada
baiknya kita nikmati dulu "Lagu visit Bogor Kasohor"




* Hal Arti Kata Bogor

Warga Bogor menyadap  bogor
(Paragat maragat bogor)
Bogor (berarti "enau") telah lama dikenal
dijadikan pusat pendidikan dan penelitian
pertanian nasional. Di sinilah berbagai lembaga
dan balai penelitian pertanian dan biologi
berdiri sejak abad ke-19. Salah satunya yaitu,
Institut Pertanian Bogor, berdiri sejak
awal abad ke-20.

Demikian wikipedia Indonesia
menerjemahkan kata "Bogor".

* Hal Iklim, topografi, dan geografi

Kota Bogor terletak pada ketinggian
190 sampai 330 m dari permukaan
laut. Udaranya relatif sejuk dengan
suhu udara rata-rata setiap
bulannya adalah 26 °C dan kelembaban udaranya kurang lebih 70%.
Suhu rata-rata terendah di Bogor adalah 21,8 °C, paling sering
terjadi pada Bulan Desember dan Januari. Arah mata angin dipengaruhi
oleh angin muson. Bulan Mei sampai Maret dipengaruhi angin
muson barat.

Kemiringan Kota Bogor berkisar antara 0–15% dan sebagian kecil
daerahnya mempunyai kemiringan antara 15–30%. Jenis tanah hampir
di seluruh wilayah adalah latosol coklat kemerahan dengan
kedalaman efektif tanah lebih dari 90 cm dan tekstur tanah yang
halus serta bersifat agak peka terhadap erosi.

Bogor terletak pada kaki Gunung Salak dan Gunung Gede sehingga sangat
kaya akan hujan orografi. Angin laut dari Laut Jawa yang membawa
banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di
wilayah Bogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan menjadi
hujan. Hampir setiap hari turun hujan di kota ini dalam setahun
(70%) sehingga dijuluki "Kota Hujan". Keunikan iklim lokal ini
dimanfaatkan oleh para perencana kolonial Belanda dengan menjadikan
Bogor sebagai pusat penelitian botani dan pertanian, yang diteruskan
hingga sekarang.

* Hal Disebut Kota Hujan

Suasana Hujan di Bogor
(Dekat Tugu Kujang)
Bogor dikenal dengan julukan kota hujan,
karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi.

Kota Bogor mempunyai luas wilayah 118,5
km². Di kota ini juga mengalir beberapa sungai
yang permukaan airnya jauh di bawah permukaan
dataran, yaitu: Ci (Sungai) Liwung, Ci Sadane,
Ci Pakancilan, Ci Depit, Ci Parigi, dan Ci Balok.
Topografi yang demikian menjadikan Kota Bogor
relatif aman dari bahaya banjir alami.



* Hal Kerajaan Sunda (Hubungannya dengan
Lampung dan Banten serta Prabu Sliwangi dan Kerajaan Pajajaran)

Di antara prasasti-prasasti yang ditemukan di Bogor tentang kerajaan-
kerajaan yang silam, salah satu prasasti tahun 1533, menceritakan
kekuasaan Raja Prabu Surawisesa dari Kerajaan Sunda. Prasasti ini
dipercayai memiliki kekuatan gaib dan keramat, sehingga dilestarikan
sampai sekarang. Kerajaan Padjajaran memiliki pengaruh kekuasaan tidak
hanya seluas Jawa Barat, Jakarta dan Banten tapi juga mencakup wilayah
Lampung.Kerajaan Sunda yang berikbukota di Pajajaran juga mencakup
wilayah bagian selatan pulau Sumatera.

Setelah Pajajaran diruntuhkan oleh Kesultanan Banten maka kekuasaan atas
wilayah selatan Sumatera dilanjutkan oleh Kesultanan Banten.

* Hal Tugu Kujang

Tugu Kujang
Seperti diketahui, Tugu Kujang merupakan
kebanggan warga Kota Bogor yang dibangun
semasa Walikota Achmad Sobana. Nama
Kujang diambil dari senjata pusaka etnis
sunda yang dikenal sejak zaman Kerajaan
Pakuan Pajajaran sekitar abad ke-14.

Pusaka ini kemudian dijadikan lambang
Kota Bogor dan diabadikan di sebuah Tugu
setinggi 25 meter pada 4 Mei 1982 di atas
lahan seluas 26 x 23 meter di pusat Kota
Bogor. Di atas Tugu, berdiri kokoh
ornamen berupa pusaka Kujang
yang memiliki tinggi mencapai 7 meter

Demikian tulis Republika on line lewat alamat
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional /13/06/03/
mnsgea-sambut-hut-kota-bogor-puluhan-budayawan-pawai-obor pada 
HUT Kota bogor 3 Juni 3013 ini.

* Hal Totopong

Totopong Sunda
Situs RRI lewat alamat http://rri.co.id/index.php/
berita/55432/ Seniman-Sunda-Bagikan-Ratusan-
Totopong-di-HUT-Bogor-ke-531#.UayCl9Kcuuk
mengatakan :

Belasan seniman dan budayawan sunda memperingati
Hari Jadi Bogor ke 531 yang jatuh pada hari
Senin (3/6/2013) di halaman tugu Kujang Kota Bogor.


Mereka membagikan "totopong"
atau kain berbentuk segi tiga bercorak
batik yang di gunakan sebagai  ikat kepala. Selain menjadi identitas
suku sunda totopong yang di bagikan gratis kepada pengguna jalan yang
melintasi tugu kujang kota Bogor tersebut agar ingat hari jadi Bogor.

Lebih lanjut Dadang menambahkan totopong memiliki makna filosofis
yaitu membungkus kepala agar tidak besar kepala dalam artian
tidak sombong.

"Jadi dengan di bungkus kepalanya pake totopong mengingatkan agar
manusia jangan jumawa, gumede dan senantiasa rendah hati," tutupnya.

* Hal Lagu Daerah Jawa Barat  (Bogor)




Lirik Lagu "Tokecang"

Tokecang tokecang bala gendir tosblong
Angeun kacang sapependil kosong

Aya listrik di masigit meuni caang katingalna
Aya istri jangkung alit karangan dina pipina

Tokecang tokecang bala gendir tosblong
Angeun kacang angeun kacang sapependil kosong

Para Kawan...!

Arti lagu ini kira-kira sbb :

intinya lagu kecerian sih, biasanya dinyanyikan petani di sawah
sambil bersenda gurau.yg saya tau.

Aya listrik di masigit meuni caang katingalna = ada listrik di
Masjid, terang sekali keliatannya. Aya istri jangkung alit karangan
dina pipina = ada perempuan tinggi kecil, ada tahi alat di pipinya.

Tokecang = Ada tokek makan kacang ! simple
Tosblong=ditusok bolong

Sumber :
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20121029015003AAsaf5w

* Hal Ole-ole Khas Bogor

Roti Unyil Salah Satu
Oleh-oleh Khas Bogor
Lewat situs http://www.memobee.com/7-
kuliner-khas-bogor-516-myreview.html
dikatakan ada 7 ole-ole khas bogor al :

Walaupun letaknya sangat dekat dengan
Jakarta, bukan berarti Bogor membosankan
untuk dikunjungi. Banyak hal -hal yang bisa
jelajahi di Bogor, misalnya kulinernya. Seperti
kota-kota lainnya yang memiliki
ciri khas tersendiri, Bogor juga memiliki ciri
khas tersendiri dalam
kulinernya. Banyak wisatawan yang
mengunjungi Kota Bogor hanya karena
ingin sekadar mencicipi kulinernya yang unik-unik. Inilah kulinr
khas Bogor :

1. Roti Venus/Roti Unyil
2. Asinan Gedung Dalam
3. Gepuk Karuhun dan Ikan Balita
4. Makaroni Panggang
5. Apple Pie
6. Toge Goreng/Geco
7. Es Pala

* Hal Persikabo

Mobil Angkutan Persikabo
Persikabo (singkatan dari: Persatuan Sepakbola
Indonesia Kabupaten Bogor) adalah sebuah klub
sepak bola Indonesia yang bermarkas di
Kabupaten Bogor. Tim dengan julukan Laskar
Pajajaran ini milik Pemerintah Kabupaten Bogor,
merupakan salah satu kontestan Divisi
Utama Liga Indonesia musim 2011/12.

Persikabo didirikan pada tanggal
23 Desember 1973 lalu, klub
sepakbola Kabupaten Bogor atau yang dikenal dengan julukan Laskar
Pajajaran ini, resmi didirikan oleh beberapa Muspida dan praktisi
sepakbola yang ada di Kabupaten Bogor seperti, Caca Samita yang
waktu itu menjabat sebagai Bupati Bogor, Letkol Djuari (Ketua DPRD
Kabupaten Bogor) Didi Suwardi (Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor )
Abdullah Alwahdi (anggota DPRD Kabupaten Bogor), dan Armen Syafii
(Sekretaris Umum KONI).
____________________________

Hubungan Batak dengan Sunda
____________________________

Para kawan...!

Hubungan batak dengan Sunda sebenarnya gak terasa kedekatannya
jika kita menyimak Sejarah HKBP dengan Sejarah Kebun Raya Bogor.
Tapi dalam tulisan ini belum bisa di uraikan karena takut
kepanjangan.

Begitupun untuk menggatikan infonya ada baiknya juga kita nimati
lagu Alusiau dengan lagu Manuk Dadali sebagai simbol kedekatan itu.

Musik...!



Ket :

"Manuk Dadali" adalah lagu berbahasa Sunda ciptaan Sambas Mangundikarta.

Manuk Dadali artinya burung Garuda. Lagu ini juga bernafaskan nasionalisme,
dengan melukiskan keperkasaan burung garuda adalah lambang dari kejayaan
Indonesia.

Lirik Lagu "Manuk Dadali"

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang
Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang
Kukuna ranggoas reujeung pamatukna ngeluk
Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
Tandang jeung pertentang taya bandingannana
Dipikagimir dipikaserab ku sasama
Taya karempan kasieun leber wawanenna

Refrain :
Manuk dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti Indonesia Jaya
Manuk dadali pangkakoncarana
Resep ngahiji rukun sakabehna

Hirup sauyunan tara pahiri-hiri
Silih pikanyaah teu inggis bela pati
Manuk dadali ngandung siloka sinatria
Keur sakumna Bangsa di Nagara Indonesia

Terjemahan :

Terbang melesat tinggi, jauh di awang-awang
Merentang sayapnya, tegak tanpa ragu
Kukunya panjang dan paruhnya melengkung
Menyongsong langit dengan cergas terbangnya

Siapa yang bisa menyaingi keberaniannya
Gagah perkasa tanpa tandingan
Dihormati dan disegani oleh sesama
Tanpa ragu tanpa takut, besar nyalinya

Refrain :
Burung garuda, burung paling gagah
Lambang sakti Indonesia jaya
Burung garuda, yang paling tersohor
Senang bersatu, rukun semuanya

Hidup berhimpun tanpa saling iri
Saling menyayangi, tak sungkan membela
Burung garuda adalah lambang kesatriaan
Untuk seluruh bangsa di negara Indonesia

Dan jika sudah dekat, maka tak  jarang pula antara suku Batak dan
Sunda itu menjadi rapat, ya rapat dalam membetuk satu keluarga :

"Neng...neng...neng pujaan akang" kata si Tigor S. sebagai
awal dari jatuh cinta itu :

Neung geulis pujaan ekkang...
duh ekkang eneng hoyong teupang
upami teu aya pameugan
langkung sae urang tunangan

Musik....!






































Untuk kemudian "Marboru Sunda noma, urusan belakangan" kata
si Tigor S. pula. Musik...!











Inti Pesan lagu di atas :

Memberi tahu bahwa seorang putra batak memilih mengahiri
masa remajanya dengan menikah sama putri Sunda. Pernikahan
antara suka ini dalam adat batak bukan suatu yang dilarang.
Tetapi ada anjuran atau keinginanan dari para orang-orang tua
suku batak (kemungkinan sama juga dengan suku lain-pen)agar
putranya menikah juga sama putri batak khususnya yang disebut
pariban / borutulang.

Mengetahui hal ini, pihak borutulang (putri batak) menyampaikan
keberatan pada orang tua silaki-laki, tapi keberatan ini di
tolaknya. Beliau (Orang tua silaki-laki) rela dengan ikhlas
menerima jodoh anaknya. untuk "Marboru Sunda" sinonim dari
"Menikahi putri suku sunda".

"Horas pahoppuki nang parumaenki" kata siorang tua. Kesejahteraan
untuk cucuku itu juga untuk parumaenki / menantuku itu.
_________________________________________________________________

Pendapat Penulis Pada video musik Oncom hideung
(Analisa Isi Pesan Video Musik Oncom Hideung - Bogor Raya-O Bundar)
________________________________________________________________

Kehidupan akan terus berjalan, kita akan menyelusuri kehidupan
yang akan silih berganti dari massa dan rempat yang berbeda,,
Perjalanan takan mungkin terlewati tanpa makna dan perubahan-
perubahan yang memperngaruhi diri pribadi,, karena dalam setiap
perjalanan adalah pengalaman hidup yang akan mempengaruhi
pribadi kita.

Perjalanan yang sedang kita lewati atau akan kita lalui takan
mungkin dapat kita hadapi kalau kita tak mampu beradaptasi
dengan lingkungan. disitulah kita ingat sebuah peribahasa yang
sangat tidak asing lagi dalam kehidupan kita yakni
"Dimana Bumpi berpijak disitu langit dan junjung".

Demikian Nurul Fitriani, my inspiration, my idea, My World,
berkata lewat situsnya http://naurilvitriano.blogspot.com/2012/01/dimana-
kaki-berpijak-disitu-langit-di.html

Penulis tentu setuju akan hal ini :







...dan bumi pijakan penulis yang berasal dari Tapanuli Selatan ini,
saat ini adalah Bogor. Begitupun langit junjungannya tentunya.

Dan jika kita hubungkan dengan umpasa batak tentu tidak salah







...ninnado, sebagai motivasi keberanian menjalani hidup.
Dan tentunya umpasa ini "hombar" pula dengan firman
Allah Swt :








Para kawan...!  yang penulis maksud dengan "Antara Tapanuli Selatan
dan Bogor pada judul di atas adalah pribahasa, umpasa dan
firman tersebut".

Terlepas dari uraian diatas berikut video musik yang mau penulis
beri pendapat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman selama
tinggal di Bogor :



Ket Fisik Vedeo musik :
_____________________

Reggae = suatu aliran musik yang awalnya
dikembangkan di Jamaika pada akhir era 60-an.

Oncom
Oncom = produk fermentasi yang
dilakukan oleh beberapa jenis kapang,
mirip dengan pengolahan
terhadap tempe.

Bogor = Enau
Hideung = Hitam
Jamming = Menyumbat



Pendapat Penulis :

* Hal Talas Bogor

Talas/keladi/suhat
Disekitar tahun 1989 pertama kali
penulis ke Stasiun Kereta Api Bogor,
penjual talasnya sangat banyak dan
yang belipun banyak. Begitu juga
pada hari-hari minggu cukup sering
kelihatan orang yang bersepeda
santai ke Bogor dari Jakarta
membawa oleh-olehnya "Talas Bogor".
Memang talas Bogor pada
tahun 80-an ini cukup banyak di Bogor.

Tapi sekarang, hanya tempat-tempat
tertentu yang menjualnya sehingga
penulis tidak heran jika penulis (lihat Hal Oleh-
Oleh Bogor pada uraian di atas) tidak mengetahui bahwa Talas
Bogor seharusnya yang utama menjadi oleh-oleh Bogor dan
Bukan roti Unyil (Jauh sebelum ada si Unyil sudah terlebih
dahulu ada talas di Bogor).

* Hal PKL Merajale

Ehem...! Yang namanya Jembatan Merah, Pasar Anyar,
Terminal Merdeka adalah wilayah PKL yang sering meraja lela
itu dan sepertinya pemerintah Kota Bogor kewalahan dalam
mengatasinya sehinga terkesan antara Satpol PP dan PKL
seperti kucing-kucingan, padahal keduanya sama-sama cari
makan. Kerja sama kenapa.

* Hal Anak-anak berkeliaran

Memang masih kita temukan anak-anak yang nebeng di angkot
nyari recehen buat keperluah hidup. Penulis sering lihat
hal ini di wilayah "Air Mancur kota bogor dan Jalan Baru".

Dan jika penyanyi dalam analisa lagu ini bertanya "Sudah
begini tanggung jawab siapa...?" maka penulis ingin menjawab
"Ini adalah tanggungjawab Pemerintah".

UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1 yang  berbunyi Fakir Miskin dan anak -
anak yang terlantar dipelihara oleh negara. UUD 1945 Pasal 34
Ayat 1 tersebut mempunyai makna bahwa gepeng dan anak - anak
jalanandipelihara atau diberdayakan oleh negara yang
dilaksanakan oleh pemerintah.

Semoga Pemerintah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor menyadari
hal ini. Oya...! Di lingkungan penulis yang hanya berjarak
2 Km dengan Pemda Kab. Bogor (Cibinong) cukup sering juga
terlihat orang gila/terlantar. Pemda setempat sepertinya
tidak terlalu memperhatikan padahal itu tugas mereka dan
ada anggaran untuk itu. Ah...mengapa pemda kadang seperti
kura-kura dalam perahu....

* Hal Pohon Tumbang

Pohon tumbang karena kencangnya angin dan derasnya hujan
bukanlah pemandangan aneh bagi penulis yang tiggal di
bogor ini.

Jalan Pajajaran, Jalan Akhmad Yani dan jalan-jalan besar
lannya di Kota Bogor ini umumnya dipenuhi oleh pohon-pohon
besar. Dan memang sering tumbang dan tak jarang pula menimbulkan
korban. Begitupun, menurut hemat penulis justru pohon-pohon
tersebutlah yang membuat kota Bogor ini lebih Asri.

Pohon tumbang untuk mendirikan pabrik atau untuk membuat perumahan
ini yang justru sering menjadi masalah. Mereka bukan saja menebang
satu dua pohon, tapi ratusan bahkan ribuan, sehingga cukup logis
jika ada orang berkata "Bogor sekarang ini sudah panas bung...!,
tidak seperti dulu lagi" katanya.

Penulis tinggal di yang namanya Kelurahan Sukahati dengan
kecamatan Cibinong. Diwilayah kelurahan penulis ini dari hasil
pengamatan lebih dari 20 nama-nama perumahan. Bagaimana dengan
kelurahan lainnya yang mana Kecamatan  Cibinong ini memiliki
12 Kelurahan, bukan tidak mungkin dalam satu kecamatan akan
ada 200 lebih perumahan. Gila benar...!Semoga Pemda Kabupaten
Bogor memper hatikan hal ini.

* Hal Angkot

Memanglah bukan hal yang mengada-ada kawan, jika Bogor ini
digelar sebagai "Kota Sejuta Angkot". Penulis yang setiap
hari lalu lalang di Bogor ini cukup sering mengalami keter
lambatan untuk sampai ketujuan.

Angkot yang salip menyalip dan menaik dan trunkan penumpang
seenaknya cukup sering menimbulkan kemacetan. Kemacetan ini
sering penulis alami di daerah yang namanya Talang / masih
termasuk jalan raya bogor, tugu Kujang dan Pasar Bogor.

Meski begitu, terkadang penulis cukup ikhlas menerimanya
ketika kadang-kadang penulis lihat dibelakang angkot tersebut
ada tulisan, "Pio-pio Manuk, Kota Salak atau Sibualbuali.
"Olo tehe, namanjalahi ngoludo bangsokon / Iya ya...! yang
mencari kehidupannya saudaraku ini)" begitu kata hati.

Semoga kedepan, keberadaan angkot ini lebih tertata rapi
nian di kota parjalangan penulis ini.

* Biar tekor asal kasohor

Istilah ini paling sering penulis dengar pada saat di Kereta
Api Bogor-Jakarta. Biasanya yang mengu capkannya adalah
para pedagang, "tahu...tahu...tahu...! terakhir...terakhir...
tujuh ribu semua...tujuh ribu semua...siapa cepat dia dapat...
tahu...tahu...terakhir...terakhir....mau ke undangan ini...
anak bogor....biar tekor asal kesohor...tahu...tahu...!"
katanya.

Apakah beliau memang tekor...? Belum tentu. Apakah beliau
memang mau ke undangan...?  manala awa tahu. Yang pasti,
"tahu sering menjadi laku, karena disebut anak bogor biar
tekor asal kesohor". Hebat memang anak bogor kawan  kalau
soal dagang...!
_________________________________________________________________

Video Respon untuk Video Musik Oncom Hideung - Bogor Raya-O Bundar
________________________________________________________________



Ket Fisik Video :

Padang Sidimpuan = "Padang na dimpu" (padang=hamparan luas, na=di,
dan dimpu=tinggi)
Endeng-endeng = nyanyi-nyanyi
Pahipas = Percepat

Inti Pesan Video :
Padang Sidempuan itu pernah mendapatkan "Adipura" pada tahun
yang telah berlalu. Vokalis mewakili masyarakat mengucapkan
terimakasih pada walikota dan jajarannya.
___________

Penutup
___________

Demikian yang dapat disajikan malam ini para kawan. Dan semoga
info-info dapat menambah pengetahuan kita.

Sebelum tulisan di tutup :












Selamat malam para kawan, horas Bogor dan Tapanuli Selatan...!
___________________________________________________________
Cat :
*Penulis mengucapkan  terimaksih pada semua pemilik video
yang di posting di blog ini.
* Sumber pendukung lainnya wikipedia
* Sampai 21 Nop 2013 dilihat 790 kali
Marboru Sunda :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/06/antara-tapanuli-selatan-dengan-bogor.html

Marboru Padang :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/06/memadukan-systim-kekerabatan.html

Marboru Dayak :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/08/mar-boru-dayak-sian-kalimantan-mar-bayo.html

Marboru Lampung :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/11/marboru-lampung-pariban-yang-terabaikan.html

Marboru Jawa :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/11/marboru-jawa-romatisme-gadis-jawa-dalam.html

Marboru Batak :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/11/marboru-batak-boru-ni-raja-namalo.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar