Rabu, 19 Maret 2014

DUNIA KIAMAT DI TAPANULI SELATAN


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar 3 kali dunia kiamat Tapanuli Selatan
dalam 5 Tahun terakhir dan mencoba mencari solusi untuk mencegah
dunia kiamat yang ke-4 kalinya)
_____________________________________________________












________________

Kata Pengantar
________________

"Maka kitapun mengetahui di dunia yang belum mengalami kiamat
yang susugguhnya ini (Kiamat ni Tuhan), telah terlebih dahulu
terjadi kiamat". Kata Ustat Batu Bara dari Batu Bara.

"Terjadinya perang duni I dan perang duni II di dunia ini yang
telah berlangsung beberapa tahun yang lalu bisaja di termasuk
kiamat besar" Kata ustat Hutasuhut pula dari Hutasuhut.

"Terjadinya perlawan rakyat Aceh lewat Cutyat dien, rakyat
batak lewat Sisingamangaraja atau Padang lewat Tuanku Iman
Bonjol dalam menggusur penjajah dari bumi pertiwi termasuk
kiamat juga, yang jika kita variabelkan menjadi kiamat yang
sedang-sedang saja atau kiamat satonga godang"
sambung ustat Rambe pula dari Rambe.

"Demonstrasi masyarakat Sipirok ke Kantor Bupati Tapsel,
bentrok masyarakat Batang Toru dengan Penguasa tambang mas
dan bentrok masyarakat Angkola (Tolang sekitarnya) dengan
masyarakat Nias" bisa jadi termasuk kiamat juga yang jika
kita golongkan termasuk kiamat kecil atau menek" kata ustat
Nasution pula dari Nasution pula.

Selanjutnya bia noma nikku...!
Nikku mattong :

Mengacu pada uraian diatas maka penulis ingin berkata,

"Kiamat adalah terjadinya suatu peristiwa dimana dalam
peristiwa tersebut terjadi korban apakah karena luka atau
mati, baik secara sengaja karena perbuatan manusia maupun
tidak sengaja karena perbuatan manusia juga.

Dalam hubungannya dengan postingan ini, maka yang penulis
maksud kiamat Tapanuli Selatan adalah terjadinya suatu
peristiwa di wilayah Tapanuli Selatan sekarang ini yang
mana dalam peristiwa tersebut terjadi marsidorapan,
marsitoparan, marsitunjangan, marsikojaran. marsipisoan,
marsigupakan, marsipakkuran, marsisurbuan, marsitembakan,
marsipamatean oleh dua atau lebih kelompok yang saling
bertikai hingga menimbulkan korban luka-luka, masuk penjara
dan mate pada masa kepemimpinan Bupati Tapanuli Selatan
titik titik Pasaribu.

"Biade lakna, ahado namasa, ise do nasala, biasi bisa tarjadi,
piga nai takkup, bianing Kapolres Tapsel, Bupati-i, DPRD-i,
uma ni si butet dohot ayani si utcok" adalah hal-hal yang mau
penulis gambarkan lewat postingan ini pada 3 peristiwa kiamat
Tapanuli Selatan.

Hal lainya...!

"Ada tidak solusi dalam mengatasi 3 kali kiamat Tapsel ini,
hingga terhindar dari kiamat yang ke-4 kalinya" Juga isi
dari postingan ini yang jika memberi manfaat silakan pakai
jika tidak...! Tidak apa pula tidak anda pakai, jika anda
adalah seorang yang pernah terlibat dalam kiamat tersebut.

Horas be mahita...!

Selamat menyimak...!
_________________________________________________________

Kiamat Dunia ke-1 Tapanuli Selatan :
Kasus Bentrok Warga Sipirok dengan Bupati Tapanuli Selatan
_________________________________________________________

Berikut inti sari atau rangkuman dari Kiamat Dunia ke-1 ini
yang telah penulis tabelkan untuk kemudahan pemahaman :




























Cat :
Sumber sudah tak dicari, karena otak sudah terlalu penuh
dengan data berita kiamat 1 ini (Takut eror-pen)
_______________________________________________________

Kiamat Dunia ke-2 di Tapanuli Selatan :
Kasus Bentrok di Batang Toru bersama Penguasa Tambang Mas
_______________________________________________________

Berikut inti sari atau rangkuman dari Kiamat Dunia ke-2 ini
yang telah penulis tabelkan untuk kemudahan pemahaman :



























Berikut link macam sumber bacaan sebagai dasar penyusunan tabel
tersebut :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2014/03/macam-berita-seputar-bentrok-di-batang.html


Berikut photo-photo sebagian dari dokumentasinya :









































_____________________________________________________________

Kiamat Dunia Ke-3 di Tapanuli Selatan  :
Kasus Bentrok Antara Suku Nias dengan Masyarakat Tolang (Angkola)
_____________________________________________________________

Berikut inti sari atau rangkuman dari Kiamat Dunia ke-2 ini
yang telah penulis tabelkan untuk kemudahan pemahaman :



























Berikut link macam sumber bacaan sebagai dasar penyusunan tabel
tersebut :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2014/03/macam-berita-seputar-bentrok-antara.html


Berikut sebagian photo dari dokumentasinya :







______________________________________________________

Kiamat Dunia ke-4 di Tapanuli Selatan :
Kasus Bentrok ini .....................dengan....ono 
______________________________________________________

Berikut inti sari atau rangkuman dari Kiamat Dunia ke-4 ini
yang telah penulis tabelkan untuk kemudahan pemahaman :





























Berikut link macam sumber bacaan sebagai dasar penyusunan tabel
tersebut (Menyusul - Semoga tidak ada-pen)

__________________________________________________________

Sekilas analisa Penulis Pada 3 kali kiamat Dunia Tapanuli Selatan
dalam hubungannya dengan istilah "Pengalaman adalah guru terbaik".
__________________________________________________________

"Dunia...dunia...!"

Kata umum boru halak hita pada suatu peristiwa yang secara umum
tidak dimengertinya mengapa bisa demikian. Kata ini tentu biasa
kita dengar pula dalam mengucapan intonasi yang memberi kesan
adanya suatu kepasrahan sebagai simbol bahwa peristiwa tersebut
sudah tak sanggup diselesaikannya hingga diserahkannya pada
sang penguasa dunia, pencipta dunia, Allah Swt, "Ho noma nama
boto-boto-on Tuhan" Ninna anggia.

"Pengalaman adalah guru yang terbaik" adalah status ni halak hita
yang mungkin telah di statuskannya pula 10. 20, 70 atau 100 kali
dalam dunia FB hingga cukup wajar jika kita pembaca status FB
tersebut berkesimpulan bahwa orangnya adalah orang bijaksana
karena pengalaman telah dibuat menjadi guru.

Kiamat dunia ke-1 antara masyarakat Sipirok dengan tim Bupati
Tapsel sudah seharusnya menjadi pengalaman bagi masyarakat
Batang Toru, Camat, Buapati Tapsel dan DPRD Tapsel untuk tidak 
menciptakan kelompok konflik di masyarakatnya. Tapi rupanya 
pengalaman tersebut tak dapat mereka buat menjadi guru, hingga 
konflikpun terjadi dan korbanpun berjatuhan.

Dua pengalaman Kiamat Tapsel tersebut seharusnya sudah menjadi
guru pula untuk masyarakat Nias dan Angkola di wilayah Angkola.
Tapi ternyata tidak, terjadi juga bentrok masyarakat Nias dan
Angkola itu.

Jika demikian halnya, "Masihkan pantas kita untuk berkata
bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik...?" Jika penulis
yang harus menjawab, "Maka jelas tidak pantas".

Dan ketidak pantasan ini bukan disebabkan oleh salahnya istilah
"Pengalaman adalah guru yang terbaik" tapi salahnya, "Pengalaman
adalah guru yang terbaik itu hanyalah sebagai objek, sebagai
pembanding, sebagai ibarat bagi subjek/pemberi nilai".

Dan subjek itu adalah saya anda kita, masyarakat sipirok, bupati
Tapsel, masyakat Batang Toru, nias dan angkola yang telah diijinkan
Tuhan (Allah SWT untuk memiliki pikiran, perasaan dan hati nurani.

Tapi...!

Semua yang diberikan Tuhan itu yaitu pikiran, perasaan, hati nurani
tak dapat kita fungsikan untuk memahami istilah, "Pengalaman adalah
guru yang terbaik". karena kita adalah murid-murid yang terbodoh.

Rap mangarasoi jadina, "Sadado mangan sibodak sude hona gotana,
sada do nao oto, sude jadina na bodo-bodo kecuali sibisuk na oto".
______________________________________________________

Sekilas analisa penulis pada kiamat Dunia ke-4 Tapanuli Selatan
dalam hubunganya dengan sibisuk na oto
______________________________________________________

Ehem...ehem...ehem...!

"Marbahasa hita ma hita ate, harana na hita tu hita muse do on.
Sugarima kajadianon attong suatu "perestasi" dari Tapsel, anggo
narohakkku tulisanon pe nanggo homin bahasa Indonesia be baenon,
Bhs. Inggiris, Jerman atau Korea nagot baenon muse nomai aso
umbahatjolma namam botona" ninna rohai.

Jadi anggo pandapotku katua kapala, kemungkinan tarjadina kiamat
dunia Tapsel ka-4 on nagodangan do on. Moloma diporsenkon di
ginjang ni 50 % tarjadi.

Indon alasanna tu :

1. Kiamat dunia ka-4 sebagai pengulangan dari peristiwa 
   (Adanya ketidak puasan dari pihak yang bertikai)

Kiamat duni parjoli narohakku, nanggo adong dope kasepakatan ni-i,
bahaso masalah dinyatakan salose, bope naung di bangun kantor
bupati-i. Nabahatan dope hupardiatehon jolmai mamancing-mancing
yang memberi kesan seperti belum puas.

Songoni muse tu kiamat 2. Paristiwa Batang Toru, bukan tidak
mungkin masih ada pihak-pihak tartentu naso puas dope. Isi
nipikiran ni halak nion biasana, manunggu situasi natepat
andigan di mulai muse (Membaca isi ni pikiran sada ulu, daodo
ummomo dari pada mambaca isi ni pikiran bahat ulu-pen).

Inda tarkaculi tu paristiwa, Nias dohot Angkola-on. Naso
adong dope hubaca barita lopus sadarion napa boahon bahaso
masalah madung salesai.

2. Kiamat Dunia ka-4 sebagai terciptanya peristiwa baru
   (Terjadinya penularan karena sudah jadi penyakit)

Porcaya sangan inda targantung pambaca nomai. Namun sian
hasil pangamatanku, paristiwa demonstrasi sangape bentrok
natarjadi di wilayah Tapanuli Selatan sannari sangape najolo
ro do songon namanular. Nyaris do sude kabupaten na baru
dibentuki bermasalah. Madina adong, Paluta pe songoni,
Palas pe, ulang be Tapsel sangape Tabagsel. Sude adong
demona, sude adong bentrokna, "Pas songon panyakit
namanular".

Jadi panularanon nanggo tarpastihon dope on madung sidung,
bope sude kabupaten na baru dibentuki madung mangarasoi
demo sangape bentroki. Haranni-i, "Bukan tidak mungkin
pada saat sannarion adong kelompok tartentu di Tapsel
najoloi sedang manyiapkon diri nia muse aso katularan
panyakiton. Ima narohakku alasannaba.

Aso taboto hubunganna tu "Sibisuk naoto" anggia, on pe
tapalu majo video musik si bisuk na oto-on. Ahadope,
palu bo...!

Musik...!



Sian hasil manyimak isi pesan ni video-on targambar ma
di au, bahaso "Bope oto si bisuk na otoi, tarnyata ia
pistardo harana attong tarcapai do tujuan niai, namar
borutulangi".

Jadi tarsongonima narohakku panyalesaianna molo nagot
tarjadima kiamat dunia Tapsel na-4 on.

Otona attong hita halak Tapselon (nanggo sudeda-pen) bisa
jadi nanggo paham hita aha nai dokkon "Demograsi Reformasi-i".
Nanggo paham muse hita mungkin aha hak-hakta ni negara on,
aha muse hubungan ni Pamarenta tu hak-hak taon bisa jadi
inda taboto muse. Bahkan aha de guna ni bupati adong, bisa
jadi inda tarjawab bupati, apalagi hita.

Hara ni i attong + muse susa ni namnagolu + hepeng nadong +
keimanan na tipis + holong naso marbalos, dirittaon jadi
gampang dikandalihon halak, na mungkin jadi provokator
hingga tetap tarjadi kiamat dunia ka-4-i.

Maka tarjadima anggia dohot cara panyaloseanna, "Hasil
marsiajar tu sibisuk na oto" ima :

- Muda nagot manyurbu bagasma hamu, baen hamu ma parjolo
  bagas-bagas sian hayu sangape bulu, menekpe, cet bila
  porlu. Baen musepittu-pittuna napola salai.

  Pada saat tajadi bentroki, bagas-bagas naibaen munuima
  surbu, sebagai simbol bahaso hamu sebenarna madung
  manyurbu bagas ni alomunui (Halak barat songoni do
  dibaen halai-pen)

  Ulang attong surbu hamu bagas sikatutui, bagas na se
  sungguh nai, idia halak tinggal molo isurbu hamu. Bia
  molo adong halak dibagasi, uba mate ma anggia halak nai-i.
  Ah...nakejam ma angia-i.

- Muda nagot manappul ma hamu pada saat bentroki, jalahi
  hamu soban sngape hayu, bentuk manyarupai jolma
  baru ma tappul hamu, sebagai simbol bahwa hamu madung
  manappul alomi.

  Molo itappul jolma na sebenarna tottu masuk panjara iba.
  Bia muse, molo marniat ia sian panjara got balas dendam
  muse noma. Al hasil inda sidung masalah.

Ima anggia gambaran parsiajaranna dalam hubunganna tu
video musik, "Si bisuk na oto-on". Diakui diri niba oto,
tai lek dapot nai roha niba. Inda adong muse halak na
dirugihon.
_____________________________________________________

Solusi tambahan Pada 3 kali kiamat Dunia Tapanuli Selatan
_____________________________________________________

Melengkapi tulisan di atas, selain kita semua masyarakat
Tapsel memahami arti istilah, "Pengalaman adalah guru yang
terbaik", mungkin perlu juga memberi saran atau pendapat
pada :

1. Polres Tapanuli Selatan

Kiranya bapak-bapak kita ini, dapat lebih sabar untuk
memahami masyarakat Tapsel itu sendiri, khsusnya mereka
yang masih berjiwa muda. Sungguh pemuda-pemuda sekarang
ini banyak yang tak mampu mengendalikan dirinya/emosinya.

Jika saja waktu terbagi, mohon kiranya menyediakan waktu
untuk memberikan "Pendidikan atau pengajaran di bidang 
Hukum" pada sekolah-sekolah setingkat SMA di Tapsel.

Kasihan mereka, "Sungguh mereka banyak yang pintar menyebut
negara ini negara hukum, tapi ketika hukum ditegakkan
kepadanya dia tidak menerima".

Cukup banyak yang lebih rela menjual sinadongannya asal
anaknya tidak dihukum meski sudah terbukti salah.
Akibatnya kesalahan yang samapun terjadi berulang-ulang
dan hukumpun tidak pernah tegak. Sungguh tiada masalah 
dengan hukum bagi orang yang mengerti hukum.

Tolong pak polisi...!

"Bikin kalian para pemuda Tapsel itu orang-orang yang
mengerti hukum...!

2. Tentara dan Brimob

Sepengetahuan penulis, dibagi-baginya kelompok kerja
ABRI karena mereka punya tugas dan fungsi masing-masing.
Kemanan masyarakat, sesungguhnyalah bukan tugas utama
tentara atau Brimob. Tapi karena keadaan Demograssi
reformasi masih dalam proses mencari jati dirinya maka
dengan sendirinya tentara dan Brimob inipun jadi terlibat.

Secara pribadi penulis ingin berkata, "Trims pada Tentara
Indonesia dan Brimob atas partisifasinya dalam mengatasi
macam kelompok konflik di Nusantara khsusnya Tapsel".

3. DPRD Tapsel

Entahlah...! Dipikiran saya jika saja DPRD Tapsel ini dapat
menjalankan fungsinya dengan baik niscaya 3 kali kiamat
dunia Tapsel itu tidak akan terjadi. Sungguh sikap mereka 
juga tidak terlalu jelas, "apakah mereka itu pelindung
masyarakat atau pelindung Bupati".

"Kesan cuci tanganya sangat tergambar. DPRD sebagai penyampai
aspirasi masyarakat nyaris tak terlihat dari kurang lebih
15 berita mengenai kiamat dunia Tapsel, padahal masyarakat
yang bentrok itulah yang mendudukkannya di DPRD tersebut
(Selektif dalam memilih Pemilu Legislatif 2014-pen)

4. Bupati Tapsel

Penulis tidak tahu apakah kreteria seorang Bupati untuk
dikatakan berhasil atau gagal dalam masa kepemimpinannya.
3 kali kiamat dunia Tapsel dibanding dengan berdirinya
Kantor Bupati Tapsel rasanya tidak pantas untuk dikatakan
bupati tersebut berhasil, bahkan jika dibandingpun dengan
berdirinya bangunan-bangunan lainnya.

"Sungguh di negara demograsi kedaulatan rakyat itu diatas
segala-galanya. Rakyatlah yang membentuk pemerintahan itu,
bukan pemerintah yang membentuk rakyat, hingga cukup logis
pula pemerintah bekerja untuk rakyat.

Dan dari semua urusan rakyat, tiada yang lebih penting 
untuk di urus kecuali nyawa dari rakyat itu sendiri.
___________

Penutup
___________

Demikian sajian penulis blog pada pembacanya. Dan jika semua
harus disingkat dalam satu alinea  :

Maka saya, anda, masyarakat Tapsel, Polresnya, DPRDnya,
Bupatinya dan masyarakatnya termasuk para penguasa atau
pengelola sumberdaya alam Tapsel; mari sama bikin peristiwa
3 kali kiamat dunia Tapsel sebagai pengalaman untuk
mengantisifasi terjadinya kiamat dunia Tapsel ke-4.

Para pembaca angkolafebook.blogspot.com ; Sebagai penutup
tulisan penulis ingin bertanya dan mohon dipilih jawaban
yang paling botul :

* Menilai secara umum atas terjadinya demonstrasi atau
  bentrok di Tapanuli Selatan dalam 3 kali kiamatnya,
  siapakah yang botul...?

a. Masyarakat botul
b. Polres, tentara, brimob botul
c. Bupati dan wakilnya botul
d. DPRD Tapsel Botul
e. Naong nabotul
f.  Botul (Sude siala sude siolu sudedo sala di namangolu)
g. Idia do nabotul

Selamat malam dan horas...!

"Sude siala sude siolu, sude do sala di namangolu"
ning DPRD Tapseli...!

"Sude siala sude siolu, hindaribe sala aso lek mangolu"
Ning Polres Tapsel juo.

"Sude siala sude siolu, sude do halak got mangolu"
ning masyarakat Tapsel muse.

"Sude siala sude siolu, damema mangolu sotabo ngolu"
ning ta mada sude.

"Sude siala sude siolu, denggan ni roha pajenges ngolu"
ning ito muse boru Hasibuani.

Ito boru Hasibuan giliranmu sekarang mengisi postingan ini

Selamat malam muse...! 

__________________________________________________
Cat : Mungkin saja kiamat ke 4 itu pun telah terjadi lewat link :
http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=43481

Alangkah ngerinya Tapanuli Selatan itu, bingung bin bingung.
Mungkinkah benar apa yang disampikan bung Lubis itu,
"Gaja pagaja-gaja landukdo natargappit", hubungan antara
manusia sudah tak bisa dijaga, karena hidup yang terlalu soppit.
Ahhh....hangoluan...!



PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar