Kamis, 13 Maret 2014

Pemilihan Presiden 2014 : Gelar-gelar Kesukuan Kepresiden


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak macam gelar kepresidenan SBY yang diberikan macam
suku bangsa Indonesia dan mencari hubungannya dengan pemilihan
Presiden 2014 - Post. 6)
_______________________________________________________









__________

Pengantar
__________

Seperti kita ketahui,jabatan Presiden Republik Indonesia Soesilo
Bambang Yoedhono akan berakhir di tahun 2014 ini sekaligus akan
dilaksanakannya Pemilu untuk menggantikan beliau.

Sehubungan dengan hal tersebut, penulis angkolafaceboook.blogspot.
com ingin mengetahui, "Gelar-gelar apa saja yang telah diberikan
macam suku bungsa Indonesia pada belia, serta bagaimana aturan
mainnya".

Setelah mengetahui hal ini, dipenutup tulisan,penulis akan mencoba
mencari hubungannya dengan manfaat gelar tersebut bagi suku yang
memberi dan menerima.

Oya...! Tulisan ini adalah pendalaman dari postingan sebelumnya
yang menguraikan seputar "247 suku di Indonesia dalam hubungannya
dengan suku Presiden RI masa lampau".

Alamatnya ada pada link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2014/03/pemilu-2014-247-suku-bangsa-di.html

Selamat menyimak...!
_______________________________________________

Sekilas tentang Pemberian Gelar Kepresidenan
_______________________________________________

Dapat diketahui lewat lin K
http://id.wikisource.org/wiki/Undang-Undang_Republik_Indonesia_Nomor_20_Tahun_2009
__________________________________________________

Macam Gelar Presiden dari Suku Bangsa Indonesia
__________________________________________________

1. Dari Suku Toraja (Gelar : Anakaji to Appamonang Ri Luwu)

[LUWU] Setelah mendapat gelar adat rakyat Toraja, Kamis (20/2)
sore, Presiden Susilo Bambang (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono
kembali mendapatkan gelar adat dari rakyat Luwu, Sulawesi Selatan
(Sulsel). Upacara pemberian gelar dilakukan di istana Datu Luwu,
Jumat (21/2) siang.

Presiden SBY menerima gelar adat Anakaji to Appamonang Ri Luwu.
Gelar ini bermakna pengeran mulia, sang pengangkat martabat
di Luwu. Sementara Ibu Ani mendapatkan gelar Wara-wara'e Ri
Manjapai yang bermakna putri yang berwajah bersinar cemerlang
dari Majapahit.

Berita lebih lanjut di :
http://www.suarapembaruan.com/nasional/presiden-sby-dapat-gelar-adat-luwu/49961

2. Dari Suku Banjar (Gelar : Tutuha Banua Nang Batuah)

BANJARMASIN - Pemberian gelar kebangsawanan dalam komunitas
masyarakat Suku Banjar, Kalimantan Selatan, yaitu "Tutuha
Banua Nang Batuah" kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
tak bermuatan politis.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Lembaga Budaya Banjar (LBB)
Datuk Mangku Adat Adjim Arijadi, di Banjarmasin, Rabu, menanggapi
isu, dugaan pemberian gelar Banjar kepada SBY bermuatan politis.

"Pemberian gelar Tutuha Banua Nang Batuah (orang dituakan di
masyarakat Suku Banjar yang memiliki tuah/keuntungan, baik
secara materiil maupun imateriil), murni dari LBB. Tak ada
muatan politis" tandasnya.

Lebih lanjut di :
http://www.jambura-online.com/kategori/nasional/presiden-sby-dapat-gelar-tutuha-banua-nang-batuah-.html#.Ux8uBj1_vSk


3. Dari Suku Batak (Gelar : Susilo Bambang Yudhoyono Siregar)

RIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Ruhut
Sitompul, putra suku batak  yang senang atas penghargaan kepada
Presiden SBY yang kini mendapat gelar kehormatan dari Lembaga Adat
Batak Angkola. SBY mendapat tambahan marga Siregar, sementara
Ny Ani Yudhoyono marga Pohan.

Gelar diberikan seperti dijelaskan dalam rilis yang diterima
wartawan dari panitia melalui Biro Pers Istana, Selasa (18/01/2011).
Gelar diberikan di Museum Batak, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige,
Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Lebih lanjut di :
Penulis: Rachmat Hidayat

4. Dari Suku Melayu (Gelar : Masih dirahasiakan)

JAMBI, KOMPAS.com--Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi, Hasip Kalimudin
Syam mengatakan, Susilo Bambang Yudhoyono merupakan Presiden pertama
yang mendapatkan gelar adat dari Jambi.

"Kalau untuk Presiden, Jambi baru pertama kali ini memberikan adat.
Tetapi tokoh nasional seperti Kasad Edi Sudrajat dan Faisal Tanjung
pernah memperolah gelar adat," kata Hasip, ketika dihubungi di Jambi,
Senin.

Di Sumatera sendiri, menurut Hasip, Presiden SBY sudah mendapat gelar
adat dari Provinsi Sumatera Barat dan Riau.

Mengenai prosesi pemberian gelar adat, Hasip mengatakan ada beberapa
item acara yang dihilangkan mengingat singkatnya waktu dan keamanan.

"Semestinya ada prosesi penjemputan bagi penerima gelar adat itu
ditiadakan, lalu prosesi penerimaan dengan acara adat juga dihilangkan,"
katanya.

"Penyambutan dengan syair agama, kalau bahasa kita dengan kasidah juga
dihilangkan," katanya lagi. Namun prosesi pencak silat, rebana dan
kepala kerbau masih ada.

Menurut dia, dihilangkannya beberapa rangkaian acara tersebut tidak
menghilangkan makna gelar adat tersebut.

Hasip masih merahasiakan gelar adat yang akan diberikan kepada Presiden,
dengan alasan sesuai dengan ketentuan adat. "Nanti pada saat pemberian
gelar, baru diumumkan nama gelarnya," jelasnya.

Lebih lanjut di :
http://tekno.kompas.com/read/2011/09/20/11383437/sby.presiden.pertama.dapat.gelar.adat.jambi

5. Dari Suku Palembang (Datuk Pengayom Seri Setia Amanah)

Menyoal fenomena adanya rencana Lembaga Adat Sumatera
Selatan memberikan gelar Datuk Pengayom Seri Setia
Amanah kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Susilo
Bambang Yudhoyono saat membuka lounching Visit Musi 2008
pada 5 Januari 2008 mendatang yang merupakan kali kedua
Lembaga Adat Sumatera Selatan mengatas namakan masyarakat
adat Sumatera Selatan memberikan gelar, setelah sebelumnya
pada 16 November 2007 lalu, Sri Sultan Hamengkubuwono X
dianugerahi gelar Datuk Pengayoman Seri Wanua oleh Lembaga
Adat Sumatera Selatan.Pemberian gelar adat merupakan salah
satu bentuk manifestasi masyarakat adat suatu tempat dalam
bersopan santun. Dan sudah sewajarnya dalam menerima tamu,
kita senantiasa mengindahkan dan menghormati tamu dengan
tata cara adat sopan santun yang mencakup tata krama dan
adat istiadat setempat yang masih lazim berlaku.

Lebih lanjut di :
http://sugionosejarah.wordpress.com/2013/10/30/suku-palembang/

6. Dari Suku Flores ( Gelar : Kraeng)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama rombongan
saat tiba di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa
Tenggara Timur, Kamis (18/10/2012 ), disambut dengan
acara adat berupa tarian Tiba Meka dan Manuk Kapu.
Presiden dan rombongan tiba di di Rumah Dinas Bupati
Manggarai, yang merupakan tempat dimana Presiden dan
Ibu Ani akan menginap selama berada di Ruteng, tadi
sore, Kamis (18/10) pukul 17.30 WITA. Selain disambut
dengan acara adat, Presiden juga dianugerahi Gelar Adat
Manggarai yang tertinggi, yaitu 'Kraeng'.

Lebih lanjut di :
http://www.setkab.go.id/berita-6091-di-ruteng-presiden-dapat-gelar-adat-kraeng.html

7. Dari Minangkabau Gelar : Yang Dipertuan Maharajo
   Pamuncak Sari Alam)

TEMPO Interaktif, Padang:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
dan istri, menerima gelar adat Sangsako Minangkabau dari
Masyarakat Tanjung Alam dan Pewaris Kerajaan Pagaruyung di
Istano Basa Pagaruyung,Jumat.

Yudhoyono mendapat gelar "Yang Dipertuan Maharajo
Pamuncak Sari Alam," sedangkan Nyonya Ani mendapat gelar
"Puan Puti Ambun Suri". Upacara adat pemberian gelar
diadakan di Balai Adat Kenagarian Tanjung Alam oleh
para penghulu Kerapatan Adat Nagari Tanjung Alam.
Keduanya mengenakan baju kebesaran adat Minangkabau.

Sumber :
http://www.tempo.co/read/news/2006/09/22/05584591/Presiden-Yudhoyono-dan-Istri-Terima-Gelar-Adat-Minangkabau

8. Dan dari suku lainnya
______________________________

Gelar yang di Tolak Presiden
______________________________

Panglima TNI Anggap Berjasa Bangun TNI

JAKARTA – Berbagai gelar sudah pernah dianugerahkan kepada Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mulai dari gelar di bidang pendidikan
seperti gelar doktor honoris causa, maupun gelar adat. Hampir seluruh
gelar tersebut diterima yang bersangkutan dengan tangan terbuka.

Namun, kemarin (9/1) SBY menolak gelar yang diberikan Panglima TNI
Jenderal Moedoko. Di hadapan Presiden SBY, para petinggi TNI/Polri
dan peserta Rapat Pimpinan TNI/Polri di PTIK, Moeldoko mengungkapkan
keinginannya untuk menganugerahkan gelar Jenderal Besar kepada
Presiden RI keenam tersebut.

Menurutnya, SBY dinilai pantas mendapat gelar tersebut karena
jasanya dalam membangun TNI. “Semangat yang kuat dari Bapak SBY
untuk membangun TNI yang handal, kami TNI tidak salah kiranya kalau
Jenderal Purnawirawan Presiden SBY mendapatkan anugerah Jenderal
Besar. kira sangat tepat kita berikan kepada Presiden,”papar
Moeldoko pidatonya pada Rapim TNI/Polri di STIK-PTIK, kemarin.

Namun sayang, niat baik Moeldoko tersebut ditolak yang bersangkutan.
Terkait penolakan tersebut, SBY bahkan sampai mengutus Mensesneg
Sudi Silalahi untuk segera menggelar konferensi pers di Kantor
Presiden, kemarin. Dalam konferensi pers tersebut, Sudi menuturkan
bahwa SBY menyatakan perlu segera merespon rencana pemberian gelar
tersebut.
“Tadi (kemarin), kita mendengarkan bahwa panglima TNI mengatasnamakan
TNI dan jajarannya, ingin memberikan penghargaan Jenderal Besar kepada
Bapak presiden. Oleh sebab itu, saya kira perlu respons dari Bapak
Presiden saya sampaikan, supaya nanti tidak simpang siur pemberitaan
mengenai hal ini,”papar Sudi.
Sudi melanjutkan, Presiden SBY mengapresiasi bahkan mengucapkan
terimakasih atas rencana penganugerahan gelar tersebut. Namun,
dasar pemberian gelar tersebut dinilai tidak cukup kuat.

Lebih Lanjut di :
http://www.radarbanyumas.co.id/sby-tolak-gelar-jenderal-besar/
____________

Penutup
____________

Demikian infonya para kawan...! Dan info ini bertujuan juga
untukmenguatkan isi postingan :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2014/03/pemilu-2014-antara-kesukuan-dan.html

Selamat malam...!
________________________________________________________
Cat :

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar