Minggu, 30 Maret 2014

Status FB Belasungkawa : Dalam tinjauan Agama Islam, Tarji, khusnul Khotimah dan Selimut Putih



#SELAMAT MALAM PARA KAUM MUSLIMIN MUSLIMAT#
(Menyimak info sekitar "Ucapan Belasungkawa" dalam
status-status FB sekaligus mencari hubungannya dengan
kehidupan bermasyarakat dan beragama Islam)
_________________________________________________________










_________________

Kata Pengantar
_________________

Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakatuh...!

"Biade luai status-status FB "Belasunggkawa / pemberitahuan
kabar duka cita / paboahon namaninggal" naungada hukirimi
dohot nai kirim ni dongani dalam tinjauan ni agama Islam"
adalah keingin tahuan penulis pada minggu ini mengenai
pelajaran agama Islam.

Hal ini menjadi sangat terpikir ketika penulis membaca
status dari temn FB yaitu Ida Lumongga Ritonga yang
memberitahu bahwa orangtuanya (alamarhumah) telah
berpulang kerahmatullah.

Untuk sistematika penyusunan, maka subjudul postingan ini
disusun sebagai berikut :

1. Status belasungkawa dan macam tanggapannya pada FB
   sebagai dasar analisa penulis
2. Macam kemungkinan alasan mengirimkan status belasungkawa
3. Macam tanggapan atau komentar status belasungkawa
4. Hubungan si pembuat status dengan isi status FB secara umum
5. Status FB Belasungkawa dalam hubungannya dengan anak rantau
6. Macam pilihan tanggapan status belasungkawa
7. Status FB yang menyertakan photo orang yang meninggal
8. Bela sungkawa dalam hubungannya dengan tahun duka ummat
    Islam
9. Bacaan "tarji dan Khusnul Khotimah" dalam hubungannya
   dengan bela sungkawa
10. Kesedihan bela sungkawa dalam pandangan Islam
11 Penutup

Adapun hal pokok yang harus diketahui dari semua postingan
ini adalah "Boleh tidaknya status FB tersebut dikirimkan
pada dunia maya".

Selamat menyimak...!
________________________________________________________

1. Status belasungkawa dan macam tanggapannya pada FB
   sebagai dasar analisa penulis
________________________________________________________

Berikut contoh statusnya yang sengaja penulis copy dari FB
dalam pertemanan dengan yang namanya Ida Lumongga Ritonga
(Mohon ijin pada yang punya status dan yang punya comentar-pen)

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. telah berpulang ke
rahmatullah ibunda Hj syarifah hutasuhut. akan dikebumikan
di sipirok tapsel sumut. mohon maaf bila ada kesalahan ibu
kami kpd saudara, teman kerabt semuanya

Sabar Siregar, Juna Siregar, Haidir Aswan Siregar dan 6
lainnya menyukai ini.

1. Magdalena Krisnawati turut berduka cita mbak ...(*)

2. Rahmi Tagore innalillahi w r... turut berduka... mudah2
an arwah almarhumah mendapat tempat yg terbaik di
sisi Allah SWT...

3. Sopia Siregar turut berduka cita, semoga diberi tempat
terbaik di sisi-Nya dan yang ditinggalkan diberi kekuatan

4. Risnawaty Htg Turut berdukacita , mog arwah almarhumah
mendapat yg terbaik disisinya , dan keluarga yg ditinggal
diberikan ketabahan amin.($)

5. Muchlis Simatupang Innalillahi wa innailaihirojiun,,,turut
berduka,,semoga arwah almarhumah mendapat tempat yang layak
di sisi Allah SWT..Aamiin..($)

6. Lis Hendriani Innalillahi wa innailaihi rooji'uun. Semoga
almarhumah mendapat tempat mulia di sisi-Nya. Aamiin.($)


7. Rida Husna Turut belasungkawa sedalam-dalamnya, Da. Semoga
khusnul khotimah dan keluarga tabah.($)

8. Nurur R Bintari Allahumma firlaha warhamha wafuanha...
Ikut belasungkawa..($)

9. Sarinahrahmi Siregar Turt brduka cita bujingku...semoga amal
ditrma dn dilapangkn dlm kubur..Aamiin..ya Ajlah..($

10. Mardiana Piliang Turut berduka cita,semoga arwah beliau mendapat
tempat yg mulia di susi Nya,amin ($)

11. Edy Sujatmiko Turut berduka, aminnnnnthd semua doa di atas,
    salam (*)

12. Poeji Raharjo turut berduka cita. semoga alharhumah diterima
semua amal ibadahnya dan diampuni semua dosa dan kesalahannya

13. Kiki Sutrisno Inna lillahi wainna ilaihi rojiun.smg almarhumah
diampuni semua dosa dan kesalahannya serta diterima di sisi Nya.Ami

14. Syafii Zemud turut berduka cita semoga almarhumah diterima Allah SWT

15. Kelik Pra turut berdukacita kakak (*)

16. Bincar Hamonangan Innalillahi Wainna llaihi Rojiun,Turut berduka
cita da kele, Semoga dosa dosanya Almarhumah diampuni dan
dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT....... Amin (&)

17. Diapari Sibatangkayu turut berduka ya......smg ibunda khusnul
khotimah, amin(&)

18. Charles Maruli Siahaan Ida, dohot manetek ilu da. Semoga keluarga
yg ditinggalkan inang itu diberi penghiburan senantiasa ya.

19 Anthoni Pakpahan Turut berdukacita.....horas" hamu pataru
ompung tu hutanta....(*)

20. Ali Hutasuhut Innalillahi Wainna ilaihi Rojiun ,Semga ttap Iman,Islam
meninggal Khusnul khotimah Amin

21. Kartika Runiasari innalillahi wa inna ilaihi rajiun..
turut berduka ka Ida...(*)

22. Linda Borreg Turut berduka cita kak Ida Lumongga pabahat sobar.....(&)

23. Mhdriduan Harahap Nadohot mahami berduka cita, semoga alamarhun
di tempatkan di sisiNYA.(*)

24. Holong Ni Roha kullun nafsun saiqotull mautdz,,,, ya alloh
yarobbiku,,,panggilan ketigamu telah datang pada bunda kami,,,,
innalillahi wainna ilaihi rojiun,,,, ampunilah bunda kami maafkan
segala silaf dan dosanya walaupu sebesar bji sarrohh,,,lipat
gandakan pahalanya terimalah amal ibadahnya,,,,lapangkan dan sinari
dgn nur rahmadmu kuburnya,,,kasihani dia sebagaimana dia megasihani
kami anak"nya,,,ridhoi dia ya alloh,,,karna ridhonya ridhomu jg ya
alloh pada kami anak"nya,,,,,jadikan kuburnya taman sorga penuh
cahaya rahmadmu ya alloh,,,,,jadikan bunda kami dari golongan orang"
soleha dan masukkan beliau ya alloh yarohman yarohim,,,kedalam
sorgamu jannatun firdaus,,,,,Aamiin yra,,,, sabar buat saudaraku
ahli musibah,,,,selalu doakan bunda kita ya tandanya kita ank yg
soleh,,,, on noma nadiharapkan ni almarhumah umaktai,,,,,,,,
semoga kita dilindungi dan sabar menghadapi ujian hidup ini Aamiin
yra,,,, salam bil maaf ,,,,,

25. Sarie Afri Andri Mbak ida ikut berduka ya, smoga amal ibadah
almarhumah diterima disisiNya. Amin. Keluarga diberi kesabaran...

26. Lince Eppang Nugroho Turut berduka kak, semoga amal ibadah ibunda
diterima di sisi Tuhan YME. semoga kakak dan keluarga diberi ketabahan

27. Ati Oktavia Turut berdukacita, smg amal ibadahnya diterima Allah
subhanahu wata'ala...aamiin ($)

28. Naomy Chandra Sari Innalillahi wainna ilaihi rojiun... Turut berduka
cita ya mba Ida atas kepergian Ibunda tercinta, semoga mendapat
tempat terindah di sisi Allah SWT...

29. Paulus C Nitbani Turut berduka cita ya, Ida. Semoga keluarga diberi
kekuatan oleh Tuhan YME.(*)

30. Grace Gandhi Turut berduka cita ya....(*)

31. Rahmat Parlindungan Siregar Semoga almarhumah ditempatkan Allah Swt
di tempat yang diridhoiNya juga diberikan kelancaran dalam urusan
fardhu kifayahnya. Amin...kami sekeluarga turut berduka cita juga ito.($)

32. Ramadan Pulungan turut berduka smg beliau dpt segala kebaikan dr
Alloh swt dan ahli musibah dpt tabah. Amin.($)

33. Oloan Mulia Siregar turut berduka cita adek dah moga amal ibadah
ibundakita diterima disisinya aminnn ($)

34. Sri Mustokoweni Ida, ikut berduka yang sedalam-dalamnya atas
meninggalnya Ibu tercinta. Smg beliau mendapat tempat terindah di
sisi Allah SWT, diampuni dosa-dosanya, dirahmati alam kuburnya
dan husnul khotimah, amin($)

35. Diyan Srikandini turut berduka cita ya Ida. Semoga dilapangkan
jalannya. Amiin($)

36. Sihar Goeltom turut berduka cita ya..............(*)

37. Bambang Moegono Doaku yg terbaik untuk almarhumah ya mbak. Semoga
amal ibadahnya diterima alloh amiin

38. Kushindarto Darto turut bereduka ya Ito semoga Ibunda mendapat tempat
yang baik di sisi Allah amin.....($)

39. Budi Doank Ikut berduka kak, smg diterima di sisiNYA..

40. Abah Epi Innalillahi...semoga Allah ridlo atas alm ibu....(*)

41. Ziebart Regar Innalillahi wa innailaihirojiun,,,turut berduka,,
semoga arwah almarhumah mendapat tempat yang layak di sisiNya..

42. Zulkarnain Zidane Innalillahi wa inna lillahi rojiun..Turut berduka
cita yg sedalam-dalamnya.Semoga Almarhum di tempatkan ditempat yg
terbaik di sisiNYA. Dan bagi yg ditinggalkan di berikan ketabahan..
Amiin. ($)

Cat :
- Penulis hanya mengcopy 42 cometar pada hari Sabtu 29 Maret 2014
- Penulis mengenal yang buat status pun almarhumahnya
- Mohon ijin pada semua pemilik comentar, agar tanggapannya di muat
  di blog ini guna untuk pengetahuan bersama
_____________________________________________________________

2. Macam kemungkinan alasan mengirimkan status belasungkawa
_____________________________________________________________

Dalam agama Islam perbuatan sesorang itu selalu diukur dari
niatnya, "Innamal akmalu bin niat"













Jika hal ini dihubungkan degan niat dari pembuat status secara
umum maka kemungkinan berada disekitar :

* Niat memberitahu agar para saudara lainnya yang mungkin saja
  selain sebagai teman di FB juga sebagai saudara atau koum.
  Dan hal ini tentu sangat penting, apalagi bagi halak hita
  yang bisa saja dia marah jika tidak diberitahu (Motiv dari
  dalam diri si pembuat status)

* Niat bisa juga datangnya dari si almarhum atau almarhumah
  tersebut yang dalam pikiran sipembuat status memang perlu di
  ketahui oleh teman-teman atau koum dari almarhum/mah tersebut
  (Motiv lebih ditekankan pada keadaan atau kondisi almarhum/
  sipembuat status lebih terkesan seperti perantara)

* Niat sehubungan dengan pengetahuan agama Islam (Pada setiap
  yang meninggal ada urusan fardhu kifayah khsusnya utang
  piutang yang memang perlu diselesaikan jika seseorang telah
  meninggal dunia. (Motiv pengetahuan agama)

* Niat karena putusnya perkara manusia yang meninggal dengan
  yang ditinggal dalam hubungannya dengan amal zariyah, ilmu
  yang diajarkan dan anak yang sholeh















* Niat mohon maaf atas kesalahan yang disengaja dan tidak di
  sengaja selama almarhum masih hidup

* Dan mungkin masih ada motiv lainnya (Silahkan pembaca tambah)

____________________________________________________

3. Macam penggolongan tanggapan atau komentar status FB
    Ida Lumongga di atas
____________________________________________________

Dari hasil pengamatan penulis ada beberapa alternatif tanggapan
pada si pengirim status :

* Tanggapn umum (Hanya memberitahu begitulah hidup kita ini, kita
  datang dariNya dan kembali padaNya).

  Seperti comentar dari : Nomor 1 dan 15, dll

* Tanggapan hanya memfokuskan pada yang meninggal (harapan agar
  Allah Swt menempatkan pada tempat yang diridhoiNya, atau harapan
  agar dilapangkan dalam kubur).

  Seperti comentar dari : Nomor 28, dll

* Tanggapan memfokuskan pada yang meninggal dan yang ditinggal
  (Bagi yang ditinggal diharapkan mendapat tempat yang layak dan
  yang ditinggal agar diberikan kesabaran).

  Seperti comentar dari : Nomor 25, dll

* Tanggapan lengkap harapan pada yang meninggal agar mendapat
  tempat yang di RidhoiNya, ketabahan pada yang ditinggal dan
  pembacaan do'a.

Seperti comentar dari : Nomor : 24 dan 42, dll

Jika comentar di atas dihubungkan dengan status Ida Lumongga
maka kita punya gambaran dilihat dari fokus tanggapam sbb :
















Sebagai tambahan kiranya kita sepakat juga bahwa :















"Like" pada status belasungkawa bukan berarti kita suka
pada kejadian belasungkawanya, karena kita semua
tahu "Belasungkawa tak dapat diperlambat juga di 
percepat".


Like pada belasungkawa adalah like atau tanda suka
pada pemberitahuannya bukan pada kejadiannya. Apa
jadinya belasungkawa kalau tidak diberitahakuan pada
orang lain.

________________________________________________________

4. Hubungan si pembuat status dengan isi status FB yang
   almarhum atau almarhumah secara umum
________________________________________________________

* Anak yang buat status dan orang tuanya meninggal

  Dari hasil pengamatan penulis, status dalam hubungan seperti
  ini yang lebih banyak dan hal ini menjadi logis mengingat
  orag yang meninggal tersebut bisa saja anaknya lebih dari
  satu orang jadi anggota FB

* Saudara atau koum yang buat status

  Ini juga cukup sering terbaca sebagai status dan cukup
  luas dalam prakteknya.

* Teman yang buat status

  Ini lebih dipengaruhi oleh inisiatif kebaikan dari yang buat
  status FB. (Yang punya grouf FB sering buat-pen)
____________________________________________________________

5. Status FB Belasungkawa dalam hubungannya dengan anak rantau
____________________________________________________________

Wau...! Ini mungkin salah satu cerita dari tanah batak yang
sungguh susah untuk menceritakannya, mesterinya begitu dalam
dengan macam variasi dalam hubungannya dengan orang tua yang
meninggal.

Pendapat penulis misteri itu berada disekitar :

- Orang tua meninggal di kampung halaman dikabarkan pada anak
  di parjalangan dengan kemungkinan bisa pulang dan tak bisa
  pulang. Dengan kemungkinan sempat dilihat dan tidak sempat
  di lihat.

- Orang tua meninggal di tanah parjalangan si anak atau si boru
  dengan kemungkinan dikebumikan di tanah parjalangan dan di
  kebumikan di kampung halaman.

- Orang tua meninggal justru diparjalanan itu sendiri (antara
  kampung halaman dengan tanah parjalngan atau sebaliknya)
  dan ini bisa tarjadi karena sakit dan akan semakin terasa
  sakit ketika yang meninggal tersebut justru dibumikan
  di desa orang lain tersebut, hal ini cukup sering terjadi\
  pada masa lampau tahun 40,50, 60 dan 70'an (Cerita orang-
  orang tua-pen)
____________________________________________________

7. Status FB yang menyertakan photo orang yang meninggal
____________________________________________________

Pada waktu yang telah berlalu (kurang lebih satu tahun), penulis
pernah membca status FB di Group FB Bayo dan Boru Regar yang intinya
mengatakan, "Photo-photo orang yang hidup yang telah di upload ke
internet atau dunia maya ini, kelak akan menyiksanya di akhirat".

Terhadap hal ini penulis bisa saja setuju, jika saja yang memberikan
status menguatkan statusnya dengan firman atau hadis atau Ijma atau
pendapat para ustat, karena memang itulah dasar hukum agama islam
itu yang memang harus kita ikuti.

Terlepas dari status FB masa lampau tersebut, penulis berpendapat
mengenai photo-photo orang yang hidup atau yang meninggal yang ada
di internet ini atau dunia maya ini, "Sesungguhnya sudah tidak ada
urusannya dengan orang yang telah meninggal".

Dasar penulis adalah hadist yang mengatakan terputusnya perkara
manusia setelah beliau meninggal (Hadist diatas-pen).

Dengan demkian jelas sudah tidak ada hubungannya photo dengan orang
yang telah meninggal dalam logika berpikir (pikiran Allah Swt yang
memberikan pada manusia untuk digunakan sebagaimana semestinya-pen)
sebagai berikut :

- Andai dirusakpun, di upload sebanyak mungkin, diganti bajunya
  atau kepalanya, photo orang yang  meninggal di internet ini
  tidak akan menyiksa pemilik photo tersebut di akhirat (Tidak
  penulis temukan dasar agama islamnya yang memberitahu bahwa
  cara itu berdosa).

- Manusia sebagai makhluk yang berpikir tentu agama Islam membolehkan
  photo-photo tersebut disebarkan, diberitahukan pada sebanyak mungkin
  orang dengan maksud bukan saja "Mengingatkan adanya kematian" tapi
  juga menstimuli orang yang hidup untuk kemudian teringat pada orang
  yag meninggal tersebut"

- Dengan teringatnya seseorang, maka hadist di ataspun menjadi lebih
  mudah melaksanakannya.

  Misalnya :

  * Setelah melihat photo orang yang meninggal, orang yang hidup jadi
    ingin mendo'akannya agar Allah Swt menempatkannya ditempat yang
    diridhoiya.

  * Ingin menjiarahinya, membacakah ayat-ayat suci sesuai ajaran agama

  * Ingin membantu keluarga yang ditingalkan almarhum atau almarhumah

  * Ingin membantu anak yatim

  * Dll, yang dalam logika berpikir "Sungguh banyak manfaat atau
    kegunaannya mengapa photo orang yang meninggal tetap harus
    di jaga, di sebarkan sebanyak mungkin.

Hal yang hampir sama juga disampaikan situs :
http://nur91-internetdalamislam.blogspot.com/

Katanya tentang FB dalam tinjauan Islam :

Pandangan Islam Mengenai Facebook
Pada era modern ini, kemajuan teknologi adalah sebuah fenomena
alam nyata yang tak terhindarkan dari lini kehidupan umat manusia.
Bahkan seakan-akan alat-alat modern tersebut nyaris merasuk ke
jantung setiap orang, lintas budaya, suku, bangsa, dan agama.

Di antara alat teknologi modern tersebut adalah internet dengan
berbagai variasi program di dalamnya, termasuk di antaranya situs
jejaring sosial yang dinamakan “Facebook” yang kini terkenal
luas dan diminati banyak orang.

Nah, sebagai seorang muslim yang sejati, hendaknya kita menempatkan 
alat ini untuk mendekatkan diri kepada Alloh dan sebagai lahan 
pahala bagi kita berupa dakwah, silaturrahmi dan sebagainya, bukan
malah menjadikannya sebagai alat ghibah (gunjingan), fitnah,
provokasi, gosip, nafsu berahi, dan sebagainya. Oleh karena itu,
pada edisi kali ini sedikit akan kami sampaikan secara ringkas
tentang fiqih penggunaan Facebook dalam syari’at Islam.
Semoga bermanfaat.

Selanjutnya dikatakan :

1. Manfaat Facebook

Di antara manfaat Facebook adalah sebagai berikut:

a. Sebagai sarana dakwah
Facebook bisa digunakan sebagai sarana dakwah yang bagus di
tengah keringnya ilmu dan informasi tentang Islam  yang benar,
sehingga betapa banyak orang mendapatkan hidayah disebabkan
membaca artikel di Facebook atau diskusi di Facebook.

b. Wadah silaturrahmi
Facebook bisa digunakan sebagai wadah untuk menyambung
silaturrahmi antara sesama teman, orang tua, kerabat, murid,
atau guru dan ajang untuk mencari kawan lebih banyak lagi
yang itu hukum asalnya adalah boleh-boleh saja.

c. Menyimpan file/tulisan
Tulisan yang disimpan di komputer bukan tidak mungkin akan
hilang saat komputer terkena virus. Akan tetapi, jika
disimpan di Facebook, maka file tersebut tetap akan selamat
selama account masih aktif.
________________________________________________

6. Macam pilihan tanggapan status belasungkawa
________________________________________________

"Tuhan tidak akan memberi cobaan melampaui batas kemampuan
hambaNya, ketika Dia mengijinkan hal tersebut terjadi, saat itu pulalah
Tuhan telah memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang di hadapi.
Kami keluarga besar ........ turut berduka cita atas....."

"Saya turut berduka cita atas musibah yang kamu alami. Semua ini
hanyalah cobaan, sesungguhnya tidak ada masalah yang tidak ada jalan
keluarnya. Ketika Allah menciptakan masalah sudah tentu Dia juga
menciptakan jalan keluarnya. Tetap tabah sahabat."

"Innalilahi wa inailahi rojiun, Sesungguhnya semua manusia yang
di dunia ini pasti akan kembali padaNya. Relakanlah kepergian
(.......)mu. Tetap tabah sahabatku, suatu saat nanti pertemuan
kedua pasti ada yaitu di alam akhirat."

"Sesungguhnya semua ini hanya cobaan hidup dariNya. Tetap tegar
dan jangan terlarut dalam kesedihan sahabat. Percayalah dia akan
bahagia bersama Tuhannya."

"Inalillahi Wainalilahi Rojiun..
Kami dari keluarga besar ...... ....
Mengucapkan Turut Berduka cita atas meninggalnya Bapak atau
Ibu ,saudara ...........
Semoga Almarhumah ........... diberikan terang jalannyaya,
mendapatkan tempat yang sempurna serta di ampuni segala dosa-dosanya.
Mudah-mudahan diberikan kekuatan dan keihklasan lahir batin semua
keluarga yang sudah di tinggalkanya .
Aminn.."

"Kami keluarga besar ..... ikut berbelasungkawa atas meninggalnya
saudara ..... semoga Allah swt mengampuni dosa-dosa beliau serta
menempatkannya pada tempat yang terbaik disisiNya. Semoga diberikan
ketabahan atas keluarga yang ditinggalkan."

Sumber :
http://www.drogpatravel.biz/2013/07/kata-kata-belasungkawa-berduka-cita.html

_______________________________________________________

7. Bela sungkawa dalam hubungannya dengan 
   tahun duka cita ummat Islam (‘amul hazn)
________________________________________________________

Secara umum, ummat Islam tidaklah terlalu mempopulerkan "Tahun Duka
Ummat Islam", begitupun lewat dunia internet ini cukup banyak juga
yang mempopulerkannya hingga menimbulkan kesan "Seolah suatu kegiatan
yang harus diperingati (Tidak sama dengan maulud atau isramiqraz-pen)

Dari hasil menyimak situs-situs agama Islam penulis berpendapat bahwa
yang dimaksud tahun duka itu adalah "Terjadinya dua kali duka cita
dalam setahun pada Nabi Besar Muhammad SAW, yang mana pada tahun yang
sama meninggal Abu Thalib yaitu paman nabi dan meninggalnya Siti Khadijah
yaitu istri nabi. Dalam istilah islam disebut ‘amul hazn (tahun duka cita).*


lewat situs :
http://muslimah.or.id/kisah/tahun-duka-cita.html

dikatakan :

Dalam perjalanan hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah
tiba suatu masa kala duka bertubi-tubi mendera beliau shallallahu ‘alaihi
wa sallam. Kurun itu dikenal dengan istilah ‘amul hazn (tahun duka cita).*
.......................................................................

Selepas Abu Thalib meninggal, berselang dua bulan — atau tiga hari
kemudian (menurut pendapat ulama lain), wafatlah sang Ummul Mukminin,
Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha. Peristiwa itu terjadi
pada bulan Ramadhan, tahun kesepuluh masa kenabian. Kala itu, umur
beliau mencapai 65 tahun – berdasarkan pendapat yang paling kuat –
sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah berumur
50 tahun.

Sesungguhnya Khadijah merupakan salah satu karunia Allah yang
paling berharga bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dia mendampingi beliau selama empat kurun ketika masa penuh
kegelisahan melanda. Dia mengokohkan beliau pada saat yang sangat
berat. Dia meyakinkan beliau sewaktu risalah datang. Dia membantunya
menanggung beban jihad yang telah berlalu. Dia menolong dengan
segenap jiwa dan hartanya.

Selanjutnya dikatakan mengenai kedudukan Khadizah dimata
Rasululoh :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Dia beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkariku. Dia membenarkanku
ketika orang-orang  mendustakanku. Dia menyokongku dengan hartanya
ketika orang-orang memboikotku. Dan Allah mengaruniakan anak bagiku
dari (rahim)-nya. Padahal dengan (istri-istriku) yang lain, aku tak
mendapatkannya.”(HR. Ahmad; hadits shahih)

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan dari Abu Hurairah.
Dia berkata, “Jibril pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Dia mengatakan, ‘Wahai Rasulullah! Ini, Khadijah telah datang.
Dia membawa bejana berisi bumbu-bumbu, makanan, dan minuman. Jika
dia mendatangimu, sampaikan kepadanya salam dari Rabb-nya.
Kabarkan pula berita gembira tentang rumah di surga untuknya, yang
berbenang emas dan perak, tanpa hiruk-pikuk maupun rasa letih di sana.’”

Setelah kejadi tersebut, tahun duku cita inipun lebih berduka karena
masalah ummat. Situs diatas mengatakan :

Telah terjadi dua peristiwa menyedihkan di antara hari-hari yang
berganti. Hingga tercampur-aduklah semua duka lara di hati Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Belum lagi musibah yang beliau dapatkan
dari kaumnya. Mereka menjadi lancang dan berani terang-terangan menyiksa
beliau sepeninggal Abu Thalib.

Duhai, kegelisahan semakin bertambah-tambah. Sampai beliau pun patah
arang untuk mendakwahi kaum kafir Quraisy. Akhirnya beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam memutuskan keluar dari Makkah menuju Thaif. Harap
beliau, penduduk Thaif akan menerima dakwah Islam. Atau setidaknya
mereka menolong beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghadapi
penolakan kaumnya. Alih-alih mengulurkan bantuan, penduduk Thaif malah
mendera Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan begitu
dahasyatnya! Bahkan dengan siksaan yang tak pernah ditimpakan oleh
kaum Quraisy sekali pun.

Penduduk Makkah yang kafir semakin gencar menghimpit Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, begitu pula terhadap para shahabat beliau. Sampai-sampai,
 Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu mendesak Rasulullah untuk
berhijrah keluar Makkah. Karena itulah, mereka akhirnya keluar dari
Makkah sehingga mereka berjumpa dengan sekumpulan unta yang hendak
menuju ke Habasyah. Kemudian Ibnu Ad-Dughunnah mengembalikannya di
sisinya.

Tumpukan kedukaan yang bertubi-tubi menimpa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam ini membuat tahun tersebut disebut sebagai “tahun
duka cita” (‘amul hazn). Istilah ini sudah dikenal dalam pelajaran
sirah dan tarikh.

sumber :
http://muslimah.or.id/kisah/tahun-duka-cita.html

Mengenai tahun duka cita ini dapat juga diperdalam pengetahuannya
lewat link :
http://arisahmadrisadi.blogspot.com/2012/01/tahun-duka-cita-aamul-huzni-pada.html
________________________________________________________

8. Bacaan "tarji" dalam hubungannya dengan bela sungkawa
________________________________________________________

Situs wikipedia memberikan penjelasan mengenai hal ini :

inna ilaihi raji'un adalah potongan dari ayat Al-Quran, dari
Surah Al-Baqarah, ayat 156.

"(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu
kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan
Allah dan kepada Allah jualah kami kembali."

Bacaan tersebut dikenal dengan sebutan bacaan tarji'. Tarji'
merupakan frase umat Islam apabila seseorang tertimpa musibah
dan biasanya diucapkan apabila menerima kabar duka cita seseorang.
Frasa ini biasanya diterjemahkan "Sesungguhnya kita milik Allah,
dan kepada Allah jualah kita kembali."

Umat Islam mempercayai bahwa Allah adalah Esa yang memberikan dan
Dia jugalah yang mengambil, Dia menguji umat manusia. Oleh
karenanya, umat Islam menyerahkan diri kepada Tuhan dan bersyukur
kepada Tuhan atas segala yang mereka terima. Pada masa yang sama,
mereka bersabar dan menyebut ungkapan ini saat menerima cobaan atau
musibah.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Inna_lillahi_wa_inna_ilaihi_raji'un

“Khusnul Khatimah adalah ujung perjuangan manusia. Manakala
perjuangan terakhirnya berlansung dengan baik, insyaa
Allah ia akan menikmati sisi terakhir dari kehidupannya

di surga”. adalah pengertiannya lewat link :
http://uriehardiyan.blogspot.com/2012/03/makna-kehidupan-khusnul-khotimah_3707.html

_________________________________________________

9. Kesedihan bela sungkawa dalam pandangan Islam
_________________________________________________

Dari hasil belajar pada situs :
http://quran.al-shia.org/id/lib/109.html
penulis menyimpulkan :

* Agama Islam tidaklah menyuruh hambanya untuk "Terlalu bersedih"
  dalam menghadapi bela sungkawa (juga tidak melarangnya untuk
  bersedih, karena Islam jugamengakui kesedihan adalah bagian
  hidup dari ummatnya).

* Kesedihan yang berlebihan jelas sangat dilarang dalam agama Islam
  karena adanya pengakuan "inna ilaihi raji'un" tersebut. Misalnya
  kesedihan yang dilampiaskan dengan cara mangangguk yang dalam
  bahasa Angkola kira-kira ucapan sebagai berikut :

  - "Alale uma biasi itinggalkonho hai, bia ma hai on...olle Tuhanku
    bianama umakkon...." katanya sambil manappar-napparkon tangan nia
    tu dingding ni bagasi.

  - "Among....among....biasi kehe ho among...bia hai on dohot uma...
    among...ulang kho kehe among" kata boru halak hita itu pula
    sambil manarik-narik obuk nia-i.

  - Dll (Semua yang memberi kesan adanya tindakan ketidak ikhlasan
    dari orang yang ditinggal dan ketidak ikhlasan itu dilampiaskannya
    dengan cara memukul-mukul atau menjambak atau mengis kencang, dll)

Lebih jelasnya situs diatas mengatakan :

“Ala inna awliya Allahi la khawfun ‘alaihim wa lahum yahzanun”
(QS. Yunus [10]:62) Ketahuilah! Sesungguhnya para wali Allah tidak
ada ketakutan pada diri mereka juga tiada mereka bersedih.”
Al-Baqarah (2):38, 62, 112, 262, 247 dan 277. Ali Imran (3):170;
Al-Maidah (5):69; Al-An’am (6):48; Al-A’raf (7):35; Al-Zumar (39):61;
Al-Ahqaf (46):13;

Seluruh ayat ini adalah larangan untuk bersedih dan bersusah hati yang
pada umumnya dilanggar oleh para pengidung. Allah Swt juga tidak
memberikan pengecualian bahkan bagi Ahlulbait As. Barangsiapa yang
ingin menjadi wali Allah atau orang beramal, “laa hum yahzanun”
bukan menyebarkan kesedihan dan kepedihan.

Adapun mengenai di ijinkan untuk bersedih dengan batasannya
dikatakan dalam perbandingan dengan kisah Yaqub ketika berpisah
dengan putranya yusuf :

Al-Qur’an tidak mencela kesedihan dan duka cita yang dialami oleh
orang-orang beriman dan budiman. Misalnya al-Qur’an menyebutkan
ucapan Ya’qub yang terpisah dari putranya yang saleh, Yusuf, “Ya‘qub
menjawab, “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan
dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada
mengetahuinya.” (QS. Yusuf [12]:86)

Atau menyatakan,

“Dan Ya‘qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, “Aduhai
duka citaku terhadap Yusuf”, dan kedua matanya menjadi putih karena
kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya.”
(QS. Yusuf [12]:84)

Kita tahu bahwa kesedihan lantaran berpisah dari Yusuf bukan hanya
disebabkan karena jauhnya seorang anak dari ayahnya melainkan
karena Ya’qub tahu bahwa Yusuf merupakan salah seorang nabi besar
Tuhan, orang saleh dan beriman.

Perpisahan ini baginya sangat menyusahkan hatinya dan pada hakikatnya
berharap bertemu dengan salah seorang wali dan nabi Allah Swt.
Kesedihan dan kesusahan ini tidak dicela oleh satu pun ayat dalam
al-Qur’an terkait dengan Nabi Ya’qub karena faktor munculnya
kesedihan dan kesusahan sebagaimana yang disebutkan di atas adalah
salah satu faktor Ilahi.

Sumber :
http://quran.al-shia.org/id/lib/109.html
_____________

12. Penutup
_____________

Demikian infonya para kaum muslimin muslimat yang dapat disajikan
lewat geleri msad ini, semoga dapat memperdalam pengetahuan kita
mengenai agama Islam.

Dan jika semua harus disimpulkan maka penulis ingin berkata :

"Sungguh bagus memberitahu berita bela sungkawa lewat status FB
apalagi dijaman sekarang ini yang mana para kaum kerabat pada
umumnya tidak lagi ada disuatu tempat atau desa. Dan sepertinya
tidak ada seorangpun ummat muslim yang menolak mengetahui kabar
kaumkerabatnya telah meninggal dunia termasuk penulis yang mana
telah memanfaatkan internet ini untuk keperluan kabar bela
sungkawa.

Semoga ridho Allah bersama kita semua dalam mendapatkan kebahagian
dunia dan akhirat. Amin ya robbal alamin.

Wassalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakatuh...!

Dan mohon ijin menampilkan video musik
"Selimut Putih" dari Nur Asiah Jamil
dalam iringan album keluarga penulis yaitu almarhum
Ruslan Basri Siregar (orang tua penulis).

________________________________________________________
Cat :

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar