Kamis, 02 Oktober 2014

Dari Gunung Pancar Bogor Sampai ke Gunung Sibualbuali Tapanuli Selatan


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar  Gunung Pancar sebagai bahan
masukan bagi Pemda Tapsel dalam mengolah Gunung Sibualbuali)
_____________________________________________________________










________________

Kata Pengantar
________________

"Kalau saja daerah awa, kampung awa atau huta awa sebagus
seindah, selancar pun serame daerah tano parjalangan awa
tak perlunya awa merantau ini" Bigitunya kadang pikiran
awaba di parjalangan ini.

Awapun tidaknya hebat di tano perantauan ini, "Tetapnya
hais manyogot tuduk potang / dicari pagi petang sudah
habis". Tapi yang seperti inipun awak ngak yakin dapat
di huta awa. Bagaimanla itu...?

Kalaulah awa profesinya di parjalangan ini Tukang Jago
Gunungnya di Bogor ini untuk apa awala di sini, kan
lebih baik di Tapsel, meskipun jadi tukang jago Gunung
Sibualbuali. Iyakan...?

Para kawan dimanapun berada, khsusnya orang Tapsel yang
jadi tukang jago Gunung di Nusantara ini...!

...pun...

Para kawan atau bapak-bapak yang jadi pengurus Pemda
Tapsel saat ini...!

Berikut info sekitar, "Gunung Pancar - Bogor" dari hasil
kunjungan penulis bersama keluarga ke Gunung tersebut
tanggal 28 Sept 2014.

Selamat menyimak...!
_______________________________

Sekilas Gunung Pancar - Bogor
_______________________________

































1. Dalam hubungannya dengan ketinggian dan iklim

Gunung Pancar terletak pada ketinggian 300-800 m dpl dengan
topografi landai sampai bergelombang terjal dengan kemiringan
sekitar 15-40%. Bagian tertinggi yaitu pada puncak Gunung
Pancar 800 m dpl dan Pasir Astana 700 m dpl.

Menurut Schmidt dan Ferguson, kawasan TWA Gunung Pancar
termasuk ke dalam tipe iklim B dengan curah hujan rata-
rata 3.000-4.500 mm/th.

Jumlah hari hujan per tahun berkisar antara 150-250 hari.
Suhu udara rata-rata 24°C pada malam hari dan suhu tertinggi
33°C pada siang hari dengan kelembaban udara rata-rata 58-82%.

2. Dalam hungannya dengan kondisi tanah

Jenis tanah di kawasan adalah podsolik merah kuning dengan
tekstur tanah yang sebagian besar berlempung dengan bahan
induk dari batuan endapan dan bekuan.

3. Dalam hubungannya dengan Keanekaragaman Hayati

























Tutupan vegetasi Gunung Pancar terdiri dari hutan alam dataran
rendah, hutan tanaman dan semak belukar. Tipe vegetasi hutan
alam terletak di lereng sampai puncak Gunung Pancar seluas
15 Ha dengan jenis vegetasi antara lain rasamala (Altingia
exelsa), huru, pasang (Quercus sp.), beringin (Ficus benyamina),
puspa (Schima walichii), saninten (Castanopsis argentea),
jamuju (Podocarpus imbricatus), rotan (Calamus sp.),
dan jenis-jenis liana.

Selain itu terdapat pula tumbuhan epifit yang menempel pada
pohon besar seperti anggrek (Dendrobium sp.), paku sarang
burung (Asplenium nidus), paku tanduk rusa (Platycerium
coronarium).

Tipe vegetasi hutan tanaman menempati sebagian besar kawasan
ini seluas ± 160 Ha. Jenis tanamannya antara lain tusam
(Pinus merkusii), jeunjing (Paraserianthes falcataria),
kayu afrika (Maesopsis eminii) dan meranti (Shorea sp.)
yang ditanam pada tahun 1982/1983.

Sedangkan jenis tanaman lainnya adalah tanaman budidaya
masyarakat seperti singkong dan pisang (Musa sp). Tumbuhan
semak belukar terdiri dari jenis ki rinyuh, harendong, jarong,
saliara, alang-alang dan lain-lain. Satwa yang berada di
kawasan antara lain owa jawa (Hylobates moloch), surili
(Presbytis comata), monyet kra (Macaca fascicularis),
jelarang (Ratufa bicolor), babi hutan (Sus vittatus) dan
jenis-jenis burung seperti elang (Haliastur indus), cucak
kutilang (Pycnonotus aurigaster), ayam hutan merah (Gallus
gallus bankiva), jalak (Sturnus melanopterus), srigunting
(Dicrurus paradiseus) dan enggang (Buceros sp.).

4. Dalam hubungannya dengan Lokasi Gunung Pancar 

Pintu tol Sentul menuju Desa Babakan Madang dan Desa Karang
Tengah dengan kondisi jalan beraspal cukup baik (± 13 Km,
waktu tempuh ± 20 menit).
Kota Bogor - melewati daerah Bogor Baru - Desa Karang Tengah
(± 25 Km, waktu tempuh ± 1 jam).

5. Dalam hubungannya sebagai Tempat Wisata

* Hal Harga Tiket Masuk




















Dari hasil pengamatan penulis, tiket masuk kegunung ini
mereka golong-golongkan sesuai dengan tujuan wisatanya.
Jika hanya sekedar ingin melihat-lihat kondisi gunung
tiketnya sekitar Rp. 10.000 per orang.

Dan jika ingin kewilayah pemandian air panasnya pun jika
ingin mandi air panas itu sendiri akan dikenakanlagi
tiketnya masing-masing.

* Hal Macam pilihan wisata

Datang ke gunung ini jelas sudah merupakan wisata alam
apakah hanya sekedar melihat-lihat atau ingin melakukan
sesuatu yang berkesan, menantang atau yang sifatnya
religi.

Wikipedia Ind mengatakan :

"Gunung Pancar memiliki obyek dan daya tarik wisata yang
cukup menarik, yaitu pemandian air panas, makam keramat dan
menikmati pergelaran kesenian tradisional daerah. Kegiatan
wisata yang dapat dilakukan antara lain :

Wisata alam sambil olahraga (hiking, berkemah, berkuda,
bersepeda, tenis, berenang (air panas), lintas alam) Wisata
konvensi (berwisata sambil melakukan seminar, rapat, konferensi),
Wisata budaya (menikmati pergelaran seni tradisional dan ziarah
ke makam keramat di Puncak Gunung Pancar).

Sarana prasarana wisata di TWA Gunung Pancar diantaranya pusat
informasi, pondok kerja, sarana olah raga, camping ground,
tempat bermain anak, sarana pemandian air panas, shelter,
fasilitas penginapan dan ruang pertemuan.

* Duduk menyantai sendirian atau berduaan




















Tersedianya batu-batu besar di Gunung Pancar ini ternyata
cukup menarik perhatian juga. Banyak para muda-mudi pun para
anggota yang berwisata kegunung ini sengaja berphoto-photo
di atas batu tersebut.

* Warung

Karena Gunung ini dihuni oleh penduduk juga, maka warung
untuk sekedar ngopipun cukup banyak tersedia mulai dari saat
pendakian sampai ke atas. Meski demkian kesan kebersihannya
cukup terjaga. Beberapa tong sampah disediakan juga di
gunung ini, khsusnya pada tempat-tempat yasng ramai di
singgahi para pengunjungnya.

* Hal Persiapan Kenderaan




















Yang namanya gunung tentu tak lepas dari tanjakan yang
kemiringannya nyaris cukup menakutkan, apalagi jalan yang
harus dilalui tidak terlalu bagus atau bayak lobangnya.
Karena itu anda sebaiknya mempersiapkan denderaan anda
hingga siap menghadapi tanjakan dijalan pancar ini khususnya
persiapan rem yang harus selalu pakem.

Padasaat penulis berkunjung, beberapa kenderaan mobil
nyaris atrek kebelakang karena tak kuat di tanjakan.
Untuk ada masyarakat setempat yang siap membantu. Sementara
motor cukup banyak yang harus menurunkan boncengannya dulu
baru melewati jalan-jalan terjal tersebut untuk kemudian
disusul.

* Hal Tempat main keluarga



















Dibeberapa tempat, khusus untuk tempat duduk yang berkeluarga
bersama anak-anaknya tersedia juga di gunung ini. Para anak-
anak juga tetap dapat bermain sambil menikmati sejuknya hawa
pengunungan.

* Hal Pemandian air panas



















Wikipedia mengatakan :
"Gunung Pancar memiliki obyek dan daya tarik wisata yang
cukup menarik, yaitu pemandian air panas, makam keramat dan
menikmati pergelaran kesenian tradisional...".

Penulis sebenarnya tertarik untuk melihat pemandian air panas
ini, tapi sang istri merasa ketakutan untuk melanjutkan
perjalanan kepuncak gunungnya, padahal perjalanan kesana hanya
sekitar 300 m lagi.

Begitupun mengenai kondisi pemandian ini dikatakan oleh
situs :

Karena sudah tidak sabar, saya dan teman-teman langsung menuju
tempat pemandian dan berganti baju. Kami menuruni tangga-tangga
yang retak dan berjumpa dengan beberapa orang yang sudah selesai
berendam. Cukup ramai ternyata.

Yang membuat saya prihatin, tempat ini kurang dikelola dengan baik.
Saya mendapati bilik-bilik pemandian yang miring. Saya bingung
apakah itu efek gempa bumi (kapan gempanya?) atau memang style-nya
begitu. Entah. Tapi saya jadi enggan untuk masuk. Takut rubuh
tiba-tiba euy.

Apakah ini efek gempa?

Di komplek pemandian ini tersedia kolam umum atau kamar pemandian.
Terserah bebas. Kalau tidak risih berendam dengan banyak orang ya
masuk ke kolam umum. Kalau mau lebih privat boleh bayar lagi
Rp 25.000/jam atau Rp 100.000/keluarga/jam.

Setelah berganti baju, perempuan dan laki-laki berpisah.
Yang perempuan ke kolam perempuan, yang laki-laki ke kolam
laki (ya iyalah). Di satu papan yang juga hampir jatuh,
saya melihat keterangan kadar mineral di Gn Pancar ini 100.8
dan kalsium 70.3. Oh ternyata ini bukan kolam air panas belerang.
Pantas ketika saya cium airnya kok enggak bau.

Kebanyakan orang datang ke pemandian ini untuk berobat.
Mulai dari rematik, encok, penyakit kulit dan lain-lain.
Jadi cocok sekali kalau berlibur ke sini dengan keluarga,
bawa nenek atau kakek.

Ternyata dipisah itu enggak asyik yah. Malah garing. Kami lalu
diberitahu seorang pengurus kolam kalau ada kolam pemandian
kecil yang boleh campur lelaki dan perempuan (tetap pakai baju)
di bagian atas kolam biasa. Tidak ada biaya tambahan pula.
Kami pun ambil langkah seribu menuju kolam yang dimaksud dan
langsung mencelupkan kaki.

"AAAAAAAHHHHH panas banget!!" teriakku spontan.

Ternyata kolam ini memang kolam yang paling panas dibandingkan
dua kolam umum di bawah. Syukur enggak langsung terjun satu badan.

Kami akhirnya duduk di tepi kolam dan menyiram-nyiramkan air
mineral ke badan sambil luluran (yang cowok juga ikut luluran).

Selain panas sekali, kolam ini juga dalamnya sebatas dada orang
dewasa. Hanya Hadiyan dan Pak Tarno (Kurniadi) yang akhirnya
berani mencelupkan diri (hingga kepala) ke dalam kolam ini.
Yang lainnya enggak berani, termasuk saya.

Kolam mineral paling panas.

Di papan tadi, dianjurkan pula untuk berendam minimal 20 menit
dan maksimal 30 menit. Ketika tadi kami berada di kolam umum, ada
seorang nenek yang keluar dari kolam, terhuyung-huyung dan ujung-
ujungnya muntah. Mukanya merah padam seperti lagi marah padahal
sebenarnya beliau kepanasan akibat terlalu lama berendam. Waduh.

Selain berendam, kami juga mencoba hal seru lainnya yaitu masker
lumpur mineral. Katanya sih bagus untuk membersihkan kulit mati
dan berjerawat. Satu bungkus bubuk lumpur mineral ini dihargai
Rp 10.000,-. Saya, Oci dan Bazooka pun langsung mencobanya di
muka masing-masing. Enak juga ternyata. Adem.
______________________________________

Sekilas Gunung Sibualbuali - Tapsel
______________________________________

Ini sepotong Gunungnya :









Dapat juga anda perdalam lewat link :
http://sosbud.kompasiana.com/2010/01/08/sipirok-kota-kecil-yang-melahirkan-orang-besar-50264.html


Atau lewat video ini :


Atau ini :
Jelajah Gunung Sibualbuali Pemuda Sipirok Godang Part 1 - 5


________________________________________________________

Masukan/saran bagi Pemda Tapsel dari hasil pengalaman
berkunjung penulis bersama keluarga dalam mengolah Gunung
Sibualbuali sebagai tempat wisata yang lebih profesional
________________________________________________________

* Masukan dan perbandingan

1. Jelas tergambar bahwa Gunung Pancar Bogor sesungguhnya tidak
jauh beda dengan Gunung Sibualbuali - Tapanuli Selatan, khsusnya
dibidang ketersediaan air panas.

2. Dari segi ketinggian, luas, kelengkapan hayati (flora fauna)
jelas gunung Sibualbuali yang lebih lengkap.

3. Tingginya minat masyarakat untuk mengunjungi gunung pancar
Bogor, sesungguhnya bukanlah mutlak karena keindahan, karena
ketersediaan air panas karena kelengkapan hayati, dsb. Tapi
juga karena Pemda Kab. Bogor cukup gencar mmepromosikan tempat
wisatanya.

4. Karena diharapkan Gunung Pancar ini juga dapat meningkatkan
Pendapatan Daerah, maka Pemda Kab. Bogor juga menyediakan
anggaran untuk kelancaran trasportasi ke tempat wisata ini.

5. Selain Pemda setempat, masyarakat Bogor juga sepertinya
telah menjadi Humas dari Gunung Pancar ini, karena itu merekapun
ikut mempromosikan tempat ini yang bukan saja sebagai bahan
pembicaraan diwarung-warung juga cukup gencar pemberitahuannya
lewat media cetak, elektronik pun internet.

* Saran




















1. Jika Pemda Tapsel menginginkan agar Gunung Sibualbuali menjadi
tempat wisata populer di Nusantara, maka hal pertama yang harus
dilakukan adalah menyediakan anggaran untuk mengkelola kemudahan
akses transportasi masyarakat ke Gunung tersebut.

2. Anggaran awal ini tentu sifatnya seperti modal yang mana
beberapa hal di lengkapi, ditunjang, disediakan, dimudahkan
untuk kemudian mengeluarkan keputusan harga tiket masuk bagi
setiap orang yang ingin berwisata ke Gunung tersebut.

3. Bisa saja diadakan kerjasama dengan pihak-pihak tertentu
yang merasa mampu mengelola gunung sibualbuali tersebut sebagai
tempat wisata.

4. Salah satu kisah yang punya nilai jual yang tinggi juga cukup
menantang rasa ingin tahu adalah kisah nai Marbintang dari
Haritte. Jika Kisah atau cerita ini lebih dipopulerkan, penulis
yakin Gunung Sibualbuali bukan saja menjadi tempat wisata alam
tapi juga tempat wisata history.

Cat :
Dalam banyak hal pihak Pemda setempatlah yang memulai untuk
kemudian masyarakat mendukungnya. Jika Pemda saja tidak memulai,
apa pula yang mau didukung...!
__________

Penutup
__________

Demikian infonya para kawan...! Kiranya dapat memperluas wawasan
kita pun dapat nian menjadi bahan masukan khsusnya bagi Pemda
Tapsel dalam mengolah Gunung Sibualbuali sebagai tempat wisata.

Selamat malam...!
_____________________________________________________________
Cat :
"Terkadang tarpikir do di iba, aha maluai dibaen balosna tu
Tapanuli Selatan sebagai tanda bahaso iba marasal sian adu"
ninna do kadang isi ni rohai.

* Udan batu di huta niba, udan sere di huta ni halak.
Lektaboanma di huta.....?"
a. Huta Niba
b. Huta ni Halak


PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar