Minggu, 06 September 2015

Music Arab /Musik Al Arabia dan Arabian Pop Hits (Full Album)

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Musik Arab /Musik Al Arabia dan Arabian
Pop Hits - Full Album)
___________________________________________________________________












___________________

Kata Pengantar
___________________

Sekitar Tiga hari yang lalu penulis memasukkan beberapa Video Musik
Qasidah Arab, Erofa, India, ddl ke situs dengan lamat :
http://galeri2msad.blogspot.com/

Dua hari setelah memasukkan video-video tersebut, penulis mendapat
saran dari seorang pemilik video Arabian Musik, seperti terlihat
dibawah ini :







Terhadap video musik tersebut penulis menjadi ingin tahu :

1. Bagaimana gambaran sejarah perkembangan Musik Arab...?

2. Diman kedudukan video musik diatas dalam pekembangan
   musik Arab...?

Para kawan...!

Jika anda ingin tahu juga maka selamat menyimak...! dan
mengenai kedudukan Video tersebut akan penulis jawab di
penutup postingan.
________________________________________________________________________

Sekilas Musik Arab dalam hubungannya dengan Pemahaman Umum, Dasar
Musik, Harmoni, Tangga Nada dan Orkestra
________________________________________________________________________


























Ket :
Permainan Gambus dalam Musik Arab

* Pemahaman Umum

Musik Arab atau Musik Al Arabia (Bahasa Arab: الموسيقى العربية /al-mūsīqā al-‘Arabīyah)
adalah musik dari Arab Saudi, termasuk beberapa genre and gaya musik dari Arab
klasik hingga musik pop arab dan musik keagam
2. Baan.

* Dasar Musik Arab

1. Harmoni Musik Arab

Sifat Musik Arab adalah monofonik, artinya tidak berdasarkan susunan
kontrapun atau harmoni seperti Musik Barat. Sedangkan tangga nada
yang dipakai adalah yang disebut maqam (jamak: maqamat), yaitu
susunan nada-nada yang tidak ditala sempuna (well tempered) seperti
halnya musik barat.

Sifat dari monofonik ini terlihat pada musik qasidah yang berupa
nyanyian tunggal iringan rabana, jadi melodi hanya dengan iringan
pukulan irama.

Seperti diketahui juga, bahwa susunan maqam juga mengenal 1/4 nada
yang tidak dipunyai tangga nada barat (hanya 1/2 nada). Contoh adzan
memiliki liku-liku melodi yang rumit. Sehingga bisakah maqam ditulis
dalam notasi barat? Jawabnya: tidak bisa.

Dengan demikian, Musik Arab tidak ada susunan harmoninya. Sususnan
melodi arab adalah unisono, yaitu melodi diimitasi dengan suara
gambus secara unisono.

2. Harmoni Barat untuk Tangga Nada Minor

Biasanya Melodi Arab dipresentasikan sebagai Tangga Nada Minor dalam
sistem Tangga Nada Musik Barat, sehingga juga mengikuti kontrapun
atau harmoni Musik Barat. Dan ini yang dipakai dalam Musik Arab Modern.

3. Orkestrasi Musik Arab

Oleh sebab itu dalam susunan orkes simfoni, maka permainan cello
biasanya secara unisono, bukan kontrapuntis, sedangkan bass bermain
secara nada dasar menurut teori musik barat. Dan uniknya, permainan
gambus memberi warna saja dan bukan kontrapuntis.

________________________________________________________________________

Sekilas Musik Arab dalam hubungannya dengan Masa Pra Islam, Permulaan
Masa Islam dan Masa Awal Islam
________________________________________________________________________

1. Masa Pra-Islam

Musik Al Arabia berakar dari pembacaan puisi pada Masa Pra Islam yang
disebut sebagai Masa Jahiliyah. Informasi mengenai hal ini sangat sedikit,
namun dipercaya pada masa Abad V hingga VII. Pembacaan puisi pada masa
itu disebut shu`ara' al-Jahiliyah (شعراء الجاهلية) atau "Puisi Jahiliah", yang
merupakan pembacaan puisi dengan suara tinggi dan irama tertentu.

Musik pada waktu itu mempunyai peranan penting dalam Mistik, Sihir,
dan Jin (mahluk halus). Alat musik seperti Rebana, Gambus, dan Rebab.
Ciptaan musik pada waktu itu adalah sangat sederhana, yaitu membaca
tangga nada Arab yang disebut Maqam.

2. Permulaan Sebelum Masa Islam

Maqam Al Arabia atau melodi pada tangga nada (moda) yang dipakai dalam
Musik Al Arbia Tradisional, ini adalah melodi yang dikembangkan pada
sebagai frase, modulasi atau improvisasi.

Al-Kindi (801–873) adalah salah seorang ahli Musik Al Arabia.
Sedangkan Abu al-Faraj al-Isfahani (897–967) menulis Kitab al-Aghani
sebagai encyclopedia kumpulan puisi dan lagu yang terdiri atas 20 jilid.
Al-Farabi (872-950) menulis tentang Musik Islamiah dengan judul Kitab
al-Musiqi al-Kabir (Buku Besar Musik). Hingga kini sistem melodi
Al Arabia ciptaannya masih dipakai. Al-Ghazali (1059–1111) menulis
tentang azas-azas Musik Persia.

3. Masa Awal Islam

Arabic maqam adalah moda(musik) yang dipakai dalam Musik Arab
tradisional. Kata maqam berarti jenis melodi yang disusun pada
tangga nada Arab.

4. Al Andalusia

Bangsa Moor dari Arab pernah menjajah Spanyol dan Portugis pada
tahun 711 – 1492. Sehingga budaya Spanyol dan Portugis pada waktu
itu dipengaruhi oleh budaya Arab.

Budaya ini disebut dengan Moresco, yaitu pengaruh budaya orang
Arab dari Suku Moor. Peninggalan ini lebih dikenal dengan nama
Budaya Al Andalusia. Di Andalusia Spanyol pada Abad XI merupakan
pusat pembuatan alat musik Arab.
________________________________________________________________

Sekilas Gambaran Pengaruh Musik Arab Terhadap Musik Dunia
masih dalam hubungannya dengan Sejarah Perkembangan
Musik Arab
________________________________________________________________

* Alat Musik

Diperkirakan, bahwa berbagai alat musik klasik yang ada di Eropa
berasal dari Arab. Misalnya Lute berasal dari Gambus, Biola dari
Rebab, Gitar dari Qitara, dsb.

Musik troubador di Perancis mempunyai kesamaan dengan yang ada di Arab.
Misal lain, do, re, mi, fa, sol, la, si juga ada kesamaan dengan
sistim Arab: Durr-i-Mufassal - dal, ra, mim, fa, sad, lam.

* Abad XVI

Bartol Gyurgieuvits (1506 - 1566) telah menjalani 13 tahun sebagai
budak pada Penguasa Ottoman. Setelah ia berhasil melarikan diri,
ia menerbitkan buku De Turvarum ritu et caermoniis di Amsterdam
tahun 1544. Ini adalah sebuah buku di Eropa yang menjelaskan tentang
musik dalam kehidupan masyarakat Islam. Di India, Kerajaan Mughal
menerapkan masyarakat Islam dan Hindu.

* Harem Wanita

Dahulu perbudakan meluas ke seluruh dunia. Pada masa Kerajaan Romawi
perbudakan telah berlangsung dari budak Afrika ke Pasar Wilayah Arab.
Budak kulit hitam dari Zanzibar teramsuk yang terbaik dalam hal
kualitas bernyanyi dan tarian.

Dalam buku Epistle on Singing Girls yang ditulis oleh Mu'tazilite
dalam Al-Jahiz pada Abad IX mengatakan bahwa para budak penyanyi
dapat menghasilkan uang berlimpah. Penulis mengatakan bahwa Budak
Wanita Abyssinian dalam lelang berharga 120,000 dinar lebih dari
pada budak biasa. Suatu Festival Abad VIII menyebutkan ada 50 budak-
wanita bernyanyi dengan Gambus sebagai latar dari Penyanyi Jamilia.
Tahun 1893, kelompok Little Egypt dari Suriah membuat sensasi pada
Pasar Malam di Chicago (Amerika Serikat).

* Pemain Musik Wanita






















Ket :
Musisi di Aleppo (kota kedua setelah Damaskus, Suriah), Abad XVIII,
Musisi Pria memainkan Rebana, Gambus, Suling, dan Penyanyi.

Pemain musik wanita. Mereka umumnya memainkan alat musik Gambus, kanun
(zither, dan ney (suling). Pada tahun 1800, berbagai alat musik militer
Turki telah masuk sebagai alat musik orkes di Eropa piccolo, cymbal,
dan tambur.

Pemain musik wanita hingga 9 SM tidak ada. Mereka umumnya sebagai
pasangan dalam Catur, pembacaan puisi cinta, dalam minum anggur.
Setelah serangan di Mesir, Napoleon melaporkan tentang Kebudayaan
Penguasa Ottoman. Villoteau mengungkapkan bahwa tabu kalau pria
menyanyi di hadapan pendengar wanita, sehingga harus penyanyi
wanita juga.

Sejak dahulu biasanya musik Arab diajarkan secara turun temurun, namun
setelah tahun 1800 baru ada notasi musik Arab.

* Abad XX

1. Awal Formasi Sekuler




























Ket :
Musisi di Aleppo (kota kedua setelah Damaskus, Suriah), 1915.

Pada Abad XX, Mesir adalah negara pertama yang memiliki perkembangan
kemerdekaan, setelah lebih dari 2000 tahun di bawah penjajahan negara
lain. Musik Turki, terkenal selama Kerajaan Ottoman, kemudian diganti
dengan musik nasional. Kairo menjadi pusat perkembangan musik baru.

Salah seorang penyanyi wanita yang sekuler adalah Umm Kulthum, kemudian
diikuti oleh penyanyi Lebanon bernama Fairuz. Keduanya menjadi terkenal
selama Abad XX dan merupakan penyanyi legendaris dari Musik Arab.

2. Pengaruh Musik Barat

Sekitar tahun 1950 hingga 1970, Musik Arab mulai nuansa barat seperti
halnya dengan Abdel Halim Hafez. Setelah tahun 1970 beberapa penyanyi
merupakan perintis Musik Pop Al Arabia, umumnya dengan gaya barat namun
dengan alat musik dan syair arab. Sehingga terjadi campuran antara
Barat dan Timur.

Setelah tahun 1990 muncul beberapa artis dengan gaya campuran Barat
dan Timur seperti Amr Diab, Najwa Karam, Samira Said, Hisham Abbas,
Angham, Asalah Nasri, Kadhem Al Saher, Mostafa Amar, Nawal Al Zoghbi,
Ehab Tawfik, Mohamed Fouad, Diana Haddad, Mohamed Mounir, Elissa, Latifa,
Cheb Khaled, George Wassouf, Hakim. Mungkin nama-nama ini masih asing
bagi kita.

Tahun 1996, Amr Diab - dengan lagu Habibi ya Nour El Ain, merupakan
sukses besar di Timur Tengah bahkan di dunia bagi orang arab.

3. Franco Al Arabia

Bentuk Musik Barat bertemu Musik Timur, adalah sama dengan Musik Pop
Al Arabia. Ini merupakan campuran antara musik barat dengan musik timur
yang dikenal dengan istilah Musik Pop Al Arabia seperti yang dinyanyikan
oleh Dalida dari Mesir, Sammy Clarke dari Lebanon, Aldo dari Australia.
Meskipun Pranco Al Arabia adalah istilah untuk musik campuran Musik Barat
dan Musik Timur Tengah, namun ini sebenarnya suatu genre Musik Al Arabia
dengan Italia, Musik Al Arabia dengan Perancis, tentu saja termasuk Musik
Al Arabia dengan gaya dan syair berbahasa Ingris/Amerika.

*  R&B, reggae, dan hip hop Al Arabia

Musik Al Arabia juga mengalami perkembangan R&B, Reggae and Hip Hop
pada waktu akhir-akhir ini. Pada umumnya dalam bentuk rapper dengan
gaya musik tradisional Musik Pop Al Arabia seperti penyanyi Ishtar
dalam Habibi Sawah;. Juga penyanyi Maroko bernama Elam Jay terhadap
musik genre Gnawa yang bercampur dengan R&B dalam judul Gna witone Styla.

Variasi lain adalah Musik Gnawa dimainkan dengan gaya Musik Maroko yang
diperkenalkan oleh Darga. Juga Gaya Casablanca, mengolah campuran Musik
Gnawa dengan Reggae. Seperti diketahui bahwa artis Reggae seperti
TootArd dinyanyikan pada waktu Suriah menduduki Dataran Tinggi Golan
dan Walaa Sbeit dari Israel. Pada Revolusi Tunisia, lagu Revolusi Hijau
yang dinyanyikan oleh artis Palestina adalah yang sangat terkenal
oleh Mahmoud Jrere ) kelompok rap.

Shadia Mansour penyanyi Palestina keturunan Inggris, dikenal sebagai
Penyanyi Rap Hip Hop Al Arabia. Umumnya masalah tentang Palestina.

Sedangkan Darine dangan gaya R&B dan pukulan irama reggae. Hal ini
membuat kritikan dan reaksi kemersial.

* Elektronika Al Arabia

Musik Dansa Elektronika adalah genre lain yang menjadi poluler, yang
dipengaruhi oleh Musik Amerika Serikat, Musik Eropa, Musik Australia,
maupun Musik Barat lainnya. Terkadang lagu genre Musik Elektronika Al
Arabia mengabungkan alat musik elektronik dengan alat musik tradisional
Timur Tengah. Artis seperti Richii dalam lagu Ana Lubnaneyoun.
Perkembangan Musik Elektronika Al Arabia sangat dekat dengan kehidupan
Klab Malam.

* Jazz Al Arabia

Jazz yang melanda dunia, juga masuk di Timur Tengah, dan muncul istilah
Jazz Al Arabia. Awalnya alat musik Saxophon diperkenalkan oleh musisi
Samir Suroor, tentunya dengan gaya oriental. Permainan Saxophone ini
terlihat pada lagu-lagu Abdel Halim Hafez, dan juga pada Kadim Al Sahir
dan Rida Al Abdallah. Hal ini terlihat jelas pada Rahbani Bersaudara.
Juga pada Fairuz yang diciptakan oleh anaknya bernama Ziad Rahbani,
yang juga sebagai perintis jazz oriental, terlhat dalam penampilan
Rima Khcheich, Salma El Mosfi, Latifa. Banyak karya musisi Mohamed
Mounir yang keluar pada tahun 1977.

Jazz Al Arabia juga berpengaruh pada musik jazz pada
Avad XX, yaitu:

Gaya Moda dari Anouar Brahem dan Rabih Abou Khalil
Gabungan suara elektronika dari Dhafer Youssef
Gaya pop jazz dari Titi Robin dan Toufic Farroukh
Gaya akustik muda dari Hamdi Makhlouf, Amine dan Hamza M'raihi, dan
Jasser Haj Youssef

* Musik Rock Al Arabia

Tahun 1950 Musik Rock melanda dunia, termasuk pada Musik Al Arabia. Hal
ini terlihat pada kelomok Musik Rock Al Arabia yang mencamplurkan dengan
Musik Heavy Metal, Musik Alternatif Rock, berdasarkan nuansa Al Arabia.

Musik Rock Al Arabia menjadi perhatian kelompok musik di Timur Tengah
seperti JadaL dan Akher Zapheer dari Jordania, Mashrou' Leila dan Meen
dari Lebanon, Massar Egbari, Sahara rock band, Wyvern dan Cartoon Killerz
dari Mesir, Khalas dan Chaos band dari Palestine dan Acrassicauda dari Irak.

Band Hoba Hoba Spirit dari Maroko juga terkenal di wilayah Maghrebi.
Sedangkan Rachid Taha dari Aljazaiusr memainkan campuran Musik Rock
dan Musik Rai.

* Alat Musik Arab Tradisional

1.  Gambus (Gitar Arab)

Gambus adalah sebangsa gitar yang dipakai di Musik Arab, memiliki 6 jenis
dawai rangkap, dawai yang dipakai adalah usus kambing atau nylon,
biasanya setiap dawai rangkap sehingga ada 12 dawai semuanya, tidak
ada fret (jadi seperti biola, papan polos, nada ditentukan dengan posisi
jari seperti main biola), sedangkan plektrum disebuta dalam bahasa Arab
sebagai risha (artinya bulu). Sekarang dawai dibuat dari nylon yang
dibungkus kuningan atau tembaga) seperti dawai gitar.

Gambus memiliki suara rendah yang unik. Gambus Arab berbeda dengan yang
ada di Turki, Armenia, atau Yunani. Di Turki terdapat berbagai tala,
dan berbeda dengan yang ada di Arab. Nama lute di Eropa adalah berasal
dari Arab, yaitu al oud.

2.  Qanun (Kecapi Arab)

Qanum adalah alat musik dawai seperti kecapi atau zither yang berasal
dari Harpa Mesir, dan dimainkan sejak Abad X, kemudian dibawa ke Eropa
pada Abad XII. Arti Qanun sebenarnya adalah Hukum.

Bentuk Qanun adalah seperti trapesium dengan papan suara yang datar untuk
81 dawai, di mana dibagi 3 kelompok akord. Cara memainkan adalah dengan
meletakkan diatas pangkuan atau meja, dibunyikan dengan petikan jari di
mana terdapat 4 plektrum dipasang pada ujung 4 jari (bukan jempol) setiap
tangan, dawai ditumpu oleh penunjang (brigde) pada kulit domba atau ikan
yang menutupi sebagian qanun yang segi empat (jadi suara dibuat dengan
resonansi kulit domba/ikan tersebut). Pemain juga akan membuat Maqam baru
dengan tangannya, termasuk untuk modulasi.

Pemain maestro qanun adalah: Muhammad El 'Aqqad (Mesir),
Abraham Salman (Iraq).

3. Nay (Serunai Arab)

Nay (bahasa Parsi berarti reed atau yang dipakai untu Clarinet), atau kalau
di Sumatera disebut Serunai. Alat ini memiliki 9 sambungan, dengan 6 lubang
(seperti pada suling bambu) dan 1 lubang dibawah untuk jempol (seperti pada
rekorder).

Berbagai panjang untuk setiap tala nada. Cara meniup seperti suling, untuk
nada tinggi dengan tiupan lebih. Meskipun kelihatan sangat sederhana, namun
cukup sulit, terutama kalau mau mendapat suara khusus harus berpengalaman.

Maetro nay adalah: Bassam Saba (Lebanon).

4. Rebana (Tamborin Arab)

Rebana yang dikenal di sini adalah berasal dari Arab, terutama dipakai
untuk Qasidah, Musik Melayu, maupun Dangdut, yang juga kita kenal dengan
bama tambourine (di Arab disebut sagaat. Ukuran bervariasi, kalau dalam musik
Dangdut disebut kendang dengan kulit lembu, dan suling dari bambu, namun di
Arab biasanya memakai kulit domba (banyak di sana) atau kulit ikan. Ukurannya
biasanya dengan diameter 20 cm dan tinggi 8 cm, diberi krincingan tembaga
sebanyak 5 pasang.

Karena kulit domba atau ikan sangat sensitif terhadap kelembaban udara,
maka sebelum main mereka sering memanaskan di atas api lebih dahulu.
Oleh sebab itu mereka sering membawa cadangan. Sejak tahun 1980, sudah
ada yang modern, dibuat dari aluminium atau palstik, kemudian kulitnya
diganti dengan plastik juga (tentunya hal ini untuk menjaga kestabilan
terhadap kelembaban udara). Malah ada rebana yang dapat ditala seperti
halnya timpani.

Maestro rabana adalah: Mohamed El 'Arabi (Mesir), 'Adel Shams Eddine
(Mesir), Hossam Ramzi (Mesir).

5. Buzuq (Mandolin Arab)

Kata buzuq berasal dari Turki, pada masa prajurit Ottoman, yang berarti
kepala terbakar. Awalnya alat musik ini dibuat dari sepotong kayu tunggal
yang dipotong dan digerus, namun sekarang sudah berupa beberapa lapis kayu
untuk membentukny, dan juga putaran dawai sudah dengan mekanik seperti gitar.

Alat musik ini mempunyai papan jari yang panjang dan dawai logam, dimainkan
dengan petikan plektrum tanduk, sekarang dari palstik. Dawai logam memberi
suara yang nyaring, baiasnya dimainkan secara tunggal dan tidak dalam
kelompok pemusik Arab (band), dan biasa dijumpai di Suriah, Lebanon,
Palestina, dan Yordania, terutma dalam hubungan dengan Musik Gypsy.
______________

Penutup
________________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan jika pertanyaan pada, kata pengantar di atas harus penulis jawab
maka jawaban penulis :

1. Maka video musik diatas merupakan lagu Pop Arab yan cukup
    terkenal atau populer.

2. Orang Arab menyebutnya "Pop Al Arabian" atau "Arabian Pop".

3. Irama musik yang dipakai dalam Pol Al Arabian ini adalah irama
    musik hasil perpaduan antara Musik Barat dan musik Arab.atau
   Timur Tengah.

4. Irama-iarama musik ini bukan saja cukup terkenal di Mesir, tapi
    juga daerah lainnya seperti Libanon, Maroko, Palestin, dll.

5. Juga cukup terkenal di daerah Empang - Bogor, yaitu suatu tempat
    di wilayah Bogor yang mana penduduknya banyak berasal dari
    Timur Tengah.

Para kawan terjawab sudah pertanyaan penulis dan pada "Arabic Network"
yang menyarankan penulis untuk menikmati Video musik di
atas, penulis ucapkan Terimakasih.

Selamat malam...!

Dan musik "Pop Arabian" lainnya unuk anda :

_____________________________________________________
Cat :



PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar