Thursday, November 26, 2015

Nitrogen (N2) : Manfaat atau Keguaan untuk Ban Kendaraan

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban)
_______________________________________________________________












_________________

Kata Pengantar
_________________

Lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/11/nitrogen-n-dan-seluk-beluknya.html
penulis belajar secara umum mengenai Nitrogen.

...dan...

Nitrogen (N2) adalah salah satu jenis Nitrogen tersebut yang
pemanfaatannya akhir-akhir ini banyak digunakan untuk pengisian gas
ban kenderaan.

Dari hasil mengamati, beberapa Pom Bensin di Jabodetabek, dalam 3
tahun terakhir ini tempat pengisian gas Nitrogen ini tambah banyak.
dengan penampilan umum seperti terlihat dibawah ini :



















Para kawan dimanapun berada...!

Berikut info kelengkapannya yang mungkin anda butuhkan sebagai
peneguh pengetahuan yang sebelumnya sudah anda ketahui tapi
belum sedemkian lengkap-nya, hingga anda menjadi ragu untuk
memakai atau tidak.

Selamat menyimak...!

__________________________________________________________________

Sekilas info tentang  Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban dari
sumber – www.saft7.com –
__________________________________________________________________

* Pemahaman Umum

Ban adalah komponen penting pada kendaraan. Apapun kendaraannya (mobil,
motor, sepeda, angkutan umum, truk, dan sebagainya) tekanan gas (angin)
dalam ban perlu diperhatikan agar kinerja (grip/daya cengkram) ban
terhadap jalan tetap optimal dan umur pakai ban menjadi lebih panjang.

Jika tekanan gas di dalam ban lebih rendah dari yang disarankan, maka
bidang yang menapak dan mencengkram jalan tidak merata sehingga bidang
tapaknya menjadi lebih sedikit yaitu hanya pada daerah pinggir ban saja.

Begitu juga jika tekanannya berlebihan dari yang dianjurkan, maka yang
menapak hanya daerah tengah ban saja. Akibat dari kekurangan dan kelebihan
tekanan gas tersebut adalah tapak ban akan menipis tidak merata, sering
orang menyebut “botak luar, atau botak dalam”.

Sebaliknya apabila tekanan gas di dalam ban diisi sesuai anjuran, maka
bidang tapak ban yang mencengkram jalan menjadi lebih luas dan merata.
Untuk keamanan berkendara akan lebih terjamin.

Ban yang habis tidak merata juga bisa disebabkan oleh kerusakan komponen
lain seperti Shock Breaker (Shock Absorber), suspensi, pengereman mendadak,
kondisi jalan, Posisi kelurusan roda (perlu spooring), Keseimbangan roda
(perlu di Balance), dan lain-lain.

Setiap ban yang terpasang pada velg perlu dibalance untuk menjaga
keseimbangan ban saat berputar.

* Gas Pengisi Ban








Ban yang diisi gas (angin) bertekanan tertentu umumnya terdiri dari 21% gas
Oksigen dan 78% gas Nitrogen. Dimana campuran gas tersebut didapat dari
udara sekitar pompa gas/angin tersebut, atau gas yang kita hirup sehari-hari.

Partikel gas Oksigen lebih kecil dibanding gas Nitrogen, sehingga gas
Oksigen bisa tiga kali lebih cepat merembes keluar ketimbang gas Nitrogen,
melalui celah-celah halus sambungan ban terhadap pelek maupun mekanik sekat/
valve pada pentil (ventil).

Secara perlahan tapi pasti, membuat ban mobil akan berkurang tekanan gas nya
dan perlu selalu di cek tekanannya, jika kurang segera tambahkan hingga
sesuai anjuran pabrik mobil maupun spek ban yang digunakan. Tekanan gas
yang kurang membuat berkurangnya keamanan dan kenyamanan, juga membuat
BBM boros.

Udara yang bertekanan cenderung bersifat lembab, untuk yang masih menggunakan
velg dari bahan besi dapat membantu proses terjadinya karat yang tentunya
merusak velg itu sendiri.




















Kita dianjurkan untuk melakukan pengecekan tekanan ban pada kondisi ban
dingin, ini dikarenakan saat ban digunakan (berkendara), suhu gas dalam
ban akan meningkat (panas). Meningkatnya suhu gas tersebut membuat naiknya
tekanan gas dalam ban. gas Nitrogen (N2) di klaim memiliki tekanan yang
stabil terhadap perubahan suhu kerja ban, sehingga akan aman untuk kendaraan
yang sering dipacu kencang (ngebut) maupun mengangkut beban berat.

Ikuti anjuran yang tertera pada panel rekomendasi tekanan ban yang biasanya
terpasang pada pilar pintu mobil maupun rangka motor jika menggunakan ban
standar, atau ikuti anjuran dari ban yang digunakan jika spesifikasi
ban tersebut tidak tertulis dalam panel rekomendasi tekanan ban.







Ket :
Gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban

Dikarenakan partikel gas Nitrogen (N2) lebih besar dibandingkan Oksigen (O2),
maka N2 dapat mencegah terjadinya kebocoran (rembesan) yang menyebabkan
berkurangnya tekanan gas (angin) pada ban. Selain itu Nitrogen aman digunakan
karena tidak bisa terbakar, tidak berbau, dan merupakan bagian dari gas
yang ada di atmosfir yang juga kita hirup sehari-hari.













Untuk membedakan mana ban yang di dalamnya berisi gas biasa dan yang berisi
gas N2, umumnya disepakati dengan menggunakan tutup pentil (ventil) berwarna
Hijau bertuliskan N2 untuk ban yang diisi gas N2.


















* Keuntungan menggunakan N2 sebagai gas pengisi ban

1. Tekanan ban terjaga lebih lama (menjadi lebih jarang mengisi ulang)
2. Daya cengkram dan kinerja ban menjadi optimal (akibat grip yang baik,
   tekanan yang tidak berkurang)
3. Menghemat BBM (tekanan tepat, meringankan kerja mesin)
4. Memperpanjang umur pakai ban (tekanan tepat, habisnya ban akan merata)
5. Meningkatkan keselamatan (tekanan tepat, grip dan stabilitas terjaga)
6. Tidak terjadi oksidasi pada karet ban (memperpanjang umur elastisitas karet ban)
7. Tidak membantu menimbulkan karat (aman bagi komponen besi)
8. Tekanan ban yang stabil terhadap temperatur ban (mengurangi kecelakaan
   akibat pecah ban – overpressure)

N2 sendiri sudah digunakan terlebih dahulu di arena balap, pesawat terbang
dan kendaraan berat khusus, sebelum diperkenalkan ke publik untuk digunakan
di kendaraan sehari-hari mobil maupun motor.

* Kerugian gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban.

1. Harga yang masih mahal

Umumnya berkisar sekitar 10ribu hingga 20ribu rupiah untuk setiap ban.
Belum lagi ada tambahan biaya apabila sebelumnya gas pengisi ban tersebut
bukan N2, karena harus dikuras terlebih dahulu untuk kemudian diisi gas
N2. Biaya kuras berkisar sekitar 5ribu – 10ribu rupiah.

2. Perawatan

Setiap kali ban sudah terisi oleh N2, maka selanjutnya jika tekanan berkurang,
sangat disarankan untuk menambahkannya dengan N2 juga.

3. Ketersediaan

Belum banyak bengkel ban yang menyediakan jasa pengisian N2.

NOTE:
Apabila tekanan N2 berkurang dan tidak ditemukan bengkel yang menyediakan
pengisian N2, kita dapat menambahkannya dengan gas / angin ban seperti
biasa yang mudah ditemui di tepi jalan, sebagai langkah darurat.

Namun apabila kita sudah dapat menemukan bengkel yang menyediakan
pengisian N2, sebaiknya ban tersebut kembali dikuras ulang untuk diisi
kembali dengan gas N2 murni.


Sumber :
– www.saft7.com –

_________________________________________________________

Macam Comentar mengenai Pemakian Nitrogen (N2) pada Ban
_________________________________________________________


Comentar 1 :

Nice Artikel Bro Saft…cuma ada sedikit kekukarangan nih…usul aja yah…
1. Point yg menjelaskan ttg tekanan saat melakukan pengisian dgn N2,
tdk dijelaskan secara detail apakah ban yg diisi oleh N2 hrs diisi
dgn tekanan yg sama spt bila diisi dengan angin biasa ( O2 ). Krn,
berhubung ban yg diisi dgn angin biasa akan lbh cepat mengembang krn
perubahan suhu kerja ban, makanya kita diwajibkan utk mengisi angin
sesuai dgn anjuran pabrikmotor/ban tsb dgn toleransi kenaikan/penurunan
sktr 1-2 point. Lalu, apakah bila ban diisi dgn N2 hrs diterapkan
perlakuan yg sama pula?

Comentar 2 :

waktu saya pasang ban di espede di tanya oleh bapak pemilik bengkel (bukan
montirnya) mau diisi oleh angin biasa atau nitrogen?
terus saya tanya bedanya apa pak?
si bapak menjawab kalo pake nitrogen akan lebih enteng, nanti kayak terbang :)
nah, yg saya tanya kan apakah hal itu betul?
karena di artikel om saft juga kok gak ada membahas bahwa nitrogen lebih
enteng ya? (cmiiw)

Comentar 3 :





















Sebenarnya isi angin biasa maupun nitrogen, asalkan tekanannya tepat,
sama2 meringankan kerja mesin… Tapi.. kalau angin biasa akan lebih sering
harus cek tekanan ban ketimbang yang nitrogen.

Comentar 4 :

Sebetulnya kalo kita isi gas biasa sudah ada gas Nitrogen 78% dan 21% gas
oksigen, artinya 3/4 gas yang ada di ban sudah nitrogen. Jadi apakah betul-
betul signifikan perubahan/manfaat gas nitrogen dibanding angin/gas biasa
dibanding dengan uang yang kita keluarkan dan tidak di semua tempat ada
pengisian gas nitrogen ditambah lagi dengan mobil kita mau berapa lama
jalan dengan kecepatan diatas 120 km/jam (ngebut).

Disamping itu dari 8 keuntungan gas nitrogen, no.1-5 (tekanan tepat)
bisa didapat dengan gas biasa asalkan kita rajin mengkontrol tekanan ban.

Comentar 5 :

Penggunaan ban dengan angin N2 menurut saya kurang banyak manfaat apabila
hanya dengan jalan raya biasa. Kecuali apabila kendaraan itu sering menempuh
perjalanan melalui jalan tol, yang mengharuskan cengraman yang kuat dan
takanan yang konstan.

Jadi kesimpulan saya, apabila hanya jalan biasa, yang lebih banyak stop
and go, mending pake angin biasa. Sebaliknya, apabila sering menempuh
perjalanan jauh menggunakan tol, maka sebaiknya gunakan N2

Comentar 6 :

Gw dah pakai N2 di Ban Motor gw, dan alhasil kayaknya lebih enak aja.
Ohya, gw ngisi di bengkel KMS jl Panjang Kebon Jeruk.

Comentar 7 :

Kalau boleh sy tambahkan salah satu pengalaman konkrit yg diperoleh
dari N2 ini adalah pada saat digunakan pada mobil-mobil ceper yg pakai
ban ber-profil tipis (profil 50, 45, 40, 35). Ban2 ber-profil tipis
tersebut dibuat dengan dinding samping ban yang lebih keras bila
dibandingkan dg yg profil2 tinggi (60, 65, 70), sehingga pada kesehariannya
saat diisi angin biasa, akan terasa ‘keras’.

Dengan N2, mobil akan terasa lebih empuk saat dikendarai. Sy yakin mobil2
yg memakai ban profil tipis pemiliknya adalah orang berada, shg apabila
utk mencoba N2, tidak ada salahnya. Kalau beroleh manfaat, mengapa tidak?
Kalau tidak ya relakan saja lah…. toh biaya mengisi N2 tidak sebanding
dg yg dikeluarkan utk beli ban-nya. ?? hehehehe

Pengalaman serupa sy alami di mobil sy (Suzuki Katana) beberapa tahun lalu,
yg terkenal ‘kayak naik kuda’, setelah isi N2, kerasa lebih empuk deh….
Kijang – Panther, kurang beroleh manfaat ‘EMPUK’ ini …

Comentar 8 :


















Wah seru juga neh komentar dan tanggapan dari teman-teman,
kalau boleh saya juga mau kasi info saja bahwa ban pesawat terbang
itu memang betul diisi dengan Nitrogen dengan tekanan 200 psi untuk
Mainwheel dan 175 psi untuk Nosewheelnya Boeing 737.






Yang harus diketahui adalah ketika pesawat terbang dengan ketinggian
sekitar 10 km dengan suhu udara -7 Deg Cel dan saat landing suhu velgnya
bisa mencapai 300 Deg Cel untuk Mainwheelnya, dan dengan perubahan suhu
yang cukup ekstrim tersebut perubahan tekanan hanya berkisar antara
5 s/d 8 psi saja.

Jadi buat teman-teman tidak usah ragu lagi bila ingin menggunakan Nitrogen
untuk ban kendaraannya krn memang Nitrogen memiliki tingkat keamanan yang
lebih tinggi daripada udara biasa.

Comentar 9 :




















Mo sharing aja hasil pakai N2 di ban motor.
Setelah pake N2 di ban motor depan dan belakang, terasa bantingan
lebih empuk dan jadi gak harus sering2 isi angin lagi karena berkurangnya
tekanan. Terutama kalo motor habis gak dipake beberapa hari dan diparkir
diatas lantai semen, waktu masih belom pakai N2 kalo abis diparkir selama
weekend di atas lantai semen pasti anginnya jadi kurang. Tapi setelah pake N2
tidak terjadi penurunan tekanan angin ban.



Kebetulan ukuran ban motornya lumayan gede, jadi kalo tekanannya kurang
bikin berat lari motornya (http://pioagus.multiply.com/photos/album/1/Pio_Gambot).
Tapi dari yang pernah dicoba, efek empuk pemakaian N2 ini lebih terasa di
ban motor yang sudah berkonstruksi radial, kalo yang masih konstruksi bias
bikin lebih empuk juga, tapi gak se-signifikan yang di ban radial.

Contoh ban tipe radial yang saya pakai Bridgestone Battlax BT92, yang bias
Bridgestone Battlax BT45. Kebetulan merk ban yang sudah ada tipe radial
dan mudah didapat disini baru Bridgestone Battlax ini.

Untuk tekanannya, N2 dinaikian 2psi dibanding waktu pakai angin biasa. Ini
dilakukan berdasar dari profil kontur ban yang dihasilkan.

Contoh di ban yang saya pakai ini, Battlax BT92 160/60-17, waktu pakai angin
biasa tekanannya 35psi. Pada saat diisin N2, ditekanan 37psi baru bisa memiliki
kontur profil yang sama dengan waktu pakai angin biasa. Kontur profil
(kecembungan tapakan ban) sangat penting di ban motor karena sangat berpengaruh
dengan pengendalian dan juga konsumsi bensin.

Comentar 10 :

Setelah membaca komentar2 tentang N2(nitrogen) rupanya ramai juga.
Mengenai Nitrogen oplosan sebenarnya bukan oplosan tapi toko ban
yang menyediakan alat yang fungsinya menyaring udara biasa dan
setelah melalui saringan itu keluar Nitrogen.

Hanya saja kemurnian dari Nitrogen tidak bisa di ketahui. Dan yang
paling dikwatirkan uap air tidak bisa 0% mengingat udara yang dimasukan
hanya dikeringkan ala kadarnya saja.Justru uap air ini yang menyebabkan
tekanan naik

Saya sarankan kalau terpaksa mengisi ban dengan udara biasa datangi
toko /bengkel ban yang kompresor menggunakan pengnyaring uap air
(walau ngga 100% kering)

Sebelum saya promosikan penggunaan Nitrogen di Indonesia chususnya di
jakarta , saya menggratiskan Nitrogen ke pelanggan saya. Ternyata
semua merespon puas. Mobil akan terasa lembut, lebih-lebih pada saat
melalui garis2 putih dijalan

Comentar 11 :







Pengalaman saya dengan N2 memang ada bedanya.

1. Sewaktu menyopiri mobil kijang kapsul ayah saya yang datang menjenguk
cucunya (anak saya) saya kaget ternyata kok empuk waktu lewat polisi tidur
di perumahan saya, padahal biasanya kalau naik kijang siap-siap mentul-mentul.
ketika saya tanyakan ternyata diisi N2.

2. Karena penasaran maka mobil sedan saya kuisi dengan N2. Wah ternyata enak,
empuknya memang tidak terasa bedanya tetapi mobil terasa lengket di jalan
tidak seperti dulu dimana mobil kayak ular, serong kiri dan kanan kalau ada
geronjalan. Jadwal ggisi ban juga lebih lama.

Comentar 12 :

Nitrogen sudah ada di beberapa SPBU, antara lain:
1. Rest Area 19 Jakarta – Cikampek
2. Rest Area 39 Jakarta – Cikampek
3. Rest Area 42 Cikampek – Jakarta
4. Rest Area 13 Jakarta – Tangerang
5. Rest Area 14 Tangerang – Jakarta
6. SPBU Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur
7. SPBU Pemuda Rawamangun Jakarta (setelah Lab School)
8. SPBU Pemuda Rawamangun Jakarta (setelah Arion)
9. SPBU Jl Kramat Raya (
10. SPBU Jatinegara
11. SPBU Jl Radin Inten (DUren sawit) arah Kalimalang
12. SPBU Bintara
13. SPBU Ciawi
14. SPBU Bogor
15. SPBU Jl. TB Simatupang
16. SPBU Cakung
17. SPBU Underpass Bekasi


Comentar 13 :

Dah 3 tahun pake xenia LI biasanya diisi pake angin biasa… terus waktu s
ervice berkala ama orang bengkel diisi gas nitrogen, awalnya kaget kok
mobilku jadi lembut gak kayak waktu isi angin biasa keras banget apalagi
wkt nemu polisi tidur… akhirnya lama-lama jadi kecanduan pake nitrogen
ampe sekarang emang lumayan sih tuh sekali isi Rp 3500,- perban.. tapi
puas mobil jadi nyaman dan gak berisik.

Comentar 14 :

Janganau isi nitrogen kalo pake alat segede kulkas gitu,, coz itu
nitrogen oplosan, nitrogen yg murni adalah nitrogen yg dikemas di
tabung mirip tabung gas elpiji,,,

Oh ya, tutup ventil warna hijau itu cuma buat pamer bahwa ban yg dia
gunakan menggunakan nitrogen, padahal lebih baik tutup ventil berbahan
logam yg didalamnya ada karet, ya tutup ventil bawaan ventil tubeless
untuk motor biasanya, yg dari logam, bukan yg karet,,,

____________

Penutup
____________







Demikian infonya para kawan sekalian...!

Kiranya kita semua telah memperoleh gambaran yang cukup jelas mengenai
Nitrogen ini. Dan semua-nya berpulang pada anda, "Apakah untuk menggunakan
Nitrogen sebagai gas pengisi ban kederaan anda atau tidak.

Dalam hubungannya dengan Hak Individu dalam berusaha di Negara RI ini,
maka penulis ingin berkata :
















Selamat malam...!


__________________________________________________________________________
Cat :
Info Mengenai Angin atau Oksigen sebagai bagian kecil dari Nitrogen
dapat anda ketahui lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/11/rambut-rambut-umum-rambut-kepala-rambut.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/11/angin-pengertian-penyebab-jenis-dan.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/11/masuk-angin-pengertian-penyebab-dan.html


http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

No comments:

Post a Comment