Senin, 16 November 2015

Stres dalam Tragedi Indomi Pake Telor

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar stres lewat kata pengantar Tragedi
Indomi Pake Telor)
_________________________________________________________________









__________________

Kata Pengantar
__________________

"Au sude karejo di bagason, inda adong hamu namangutureskon au.
Mate noma hamu gonan" adalah kalimat umum yang cukup sering terdengar
di Angkola, sebagi bukti bahwa stress ini juga sampai ke Tanah Batak.

Jika diterjemhakan secara bebas maka artinya, "Cuma aku yang kerja
di rumah ini, tak ada Cle'an yang perduli sama aku. Mati ajala semua
kalian lebih bagus". kata si Boru Lubis sambil melemparkan piring
yang dicucinya, indu tu ramba-ramba-an.

Para kawan dimanapun berada...!

Jika diantara Cle'an ada yang punya Ilmu, tolanglah dulu ambil Cle'an
stress ini dari Tanah batak. Soalnya, tambah tahun tambah menular,
apalagi dengan adanya internet sekarang ini, tambah banyak halak
hita-i yang strss, sampai-sampai yang tidak sibilangan-pun dibilang-
bilangnnya".

Udahlah dibilang-nya di dunia nyta, dibilang-nya pula di dunia maya
lewat macam status yang terkadang membuat pembacanya turut ketakutan.

"Tidak punya mata kau ya...! kalau berjalan itu jangan pakai kaki,
pakai mata" katanya. Diwaktu lain dia berkata, "Akulah manusia
termiskin di dunia ini, mau makan indomi pake telor saja, saya
ketakutan. Takut tak mampu saya membayarnya". Dll.

Ehem...!

Sesungguhnya Indomi pake telor diatas, adalah obat stres, tapi tak
mampu pula dia membelinya. Jadi mau bagaimana lagi, "Mau tak mau
stres berkepanjangan bukan...? Tragedi bukan...?




















Nah...!

Stress memang bagian dari kehidupan kita, mereka yang mampu mengenda
likannya niscaya akan terhindar dari macam hal yang sifatnya negatif.
Pun sebaliknya, jika stress sudah tak terkendali, bukan saja dapat
merugikan diri sendiri, juga dapat merugikan orang lain.

Berikut info mengenai steress. Ambil manfaatnya...dan...

Selamat menyimak...!



_______________________________

Sekilas Info mengenai Stres
_______________________________





















Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu
dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan
apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak
pasti dan penting.

Stres adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu
sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat.

Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif,
karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan
potensi hasil.


















Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja
yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang
menaikkan mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari
pekerjaan mereka.

Stres bisa positif dan bisa negatif. Para peneliti berpendapat bahwa
stres tantangan, atau stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja,
beroperasi sangat berbeda dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi
dalam mencapai tujuan.

Meskipun riset mengenai stres tantangan dan stres hambatan baru tahap
permulaan, bukti awal menunjukan bahwa stres tantangan memiliki banyak
implikasi yang lebih sedikit negatifnya dibanding stres hambatan.


Sumber-sumber potensi stres


















* Faktor lingkungan

Selain memengaruhi desain struktur sebuah organisasi, ketidakpastian
lingkungan juga memengaruhi tingkat stres para karyawan dan organisasi.
Perubahan dalam siklus bisnis menciptakan ketidakpastian ekonomi, misalnya,
ketika kelangsungan pekerjaan terancam maka seseorang mulai khawatir ekonomi
akan memburuk.

* Faktor organisasi



















Banyak faktor di dalam organisasi yang dapat menyebabkan stres. Tekanan
untuk menghindari kesalahaan atau menyelesaikan tugas dalam waktu yang
mepet, beban kerja yang berlebihan, atasan yang selalu menuntut dan tidak
peka, dan rekan kerja yang tidak menyenangkan adalah beberapa di antaranya.

Hal ini dapat mengelompokkan faktor-faktor ini menjadi tuntutan tugas,
peran, dan antarpribadi.

* Faktor-faktor Penyebab Stres Kerja (Stressor) Karyawan





















Stres kerja yang dialami seseorang dipengaruhi oleh faktor penyebab stres
baik yang berasal dari dalam pekerjaan maupun dari luar pekerjaan. Faktor
penyebab stres kerja yang dibahas dalam penelitian ini hanya faktor
organisasional, yakni faktor yang berasal dari dalam pekerjaan yang
mencakup tuntutan tugas, tuntutan peran, tuntutan hubungan antarpribadi,
struktur organisasi, kepemimpinan organisasi, dan tahap hidup organisasi.

Tuntutan tugas adalah faktor yang terkait dengan pekerjaan seseorang.
Tuntutan tersebut meliputi desain pekerjaan individual, kondisi kerja,
dan tata letak fisik pekerjaan.

Sebagai contoh, bekerja di ruangan yang terlalu sesak atau di lokasi yang
selalu terganggu oleh suara bising dapat meningkatkan kecemasan dan stres.
Dengan semakin pentingnya layanan pelanggan, pekerjaan yang menuntut faktor
emosional bisa menjadi sumber stres.



















Tuntutan peran berkaitan dengan tekanan yang diberikan kepada seseorang
sebagai fungsi dari peran tertentu yang dimainkannya dalam organisasi.
Konflik peran menciptakan ekspektasi yang mungkin sulit untuk
diselesaikan atau dipenuhi.

Tuntutan antarpribadi adalah tekanan yang diciptakan oleh karyawan.
Tidak adanya dukungan dari kolega dan hubungan antarpribadi yang buruk
dapat meyebabkan stres, terutama di antara para karyawan yang memiliki
kebutuhan sosial yang tinggi.

* Faktor pribadi


















Faktor-faktor pribadi terdiri dari masalah keluarga, masalah ekonomi
pribadi, serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri
seseorang.

Survei nasional secara konsisten menunjukkan bahwa orang sangat mementingkan
hubungan keluarga dan pribadi. berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan,
retaknya hubungan, dan kesulitan masalah disiplin dengan anak-anak adalah
beberapa contoh masalah hubungan yang menciptakan stres.

Masalah ekonomi karena pola hidup yang lebih besar pasak daripada
tiang adalah kendala pribadi lain yang menciptakan stres bagi karyawan
dan mengganggu konsentrasi kerja karyawan.[2] Studi terhadap
tiga organisasi yang berbeda menunjukkan bahwa gejala-gejala stres
yang dilaporkan sebelum memulai pekerjaan sebagian besar merupakan
varians dari berbagai gejala stres yang dilaporkan sembilan bulan
kemudian.



















Hal ini membawa para peneliti pada kesimpulan bahwa sebagian orang
memiliki kecenderungan kecenderungan inheren untuk mengaksentuasi aspek-
aspek negatif dunia secara umum.[7] Jika kesimpulan ini benar, faktor
individual yang secara signifikan memengaruhi stres adalah sifat dasar
seseorang.[7] Artinya, gejala stres yang diekspresikan pada pekerjaan
bisa jadi sebenarnya berasal dari kepribadian orang itu.

Akibat

Merokok berkaitan dengan gejala stres

Stres menampakkan diri dengan berbagai cara. Sebagai contoh, seorang individu
yang sedang stres berat mungkin mengalami tekanan darah tinggi, seriawan,
jadi mudah jengkel, sulit membuat keputusan yang bersifat rutin, kehilangan
selera makan, rentan terhadap kecelakaan, dan sebagainya.

Akibat stres dapat dikelompokkan dalam tiga kategori umum: gejala
fisiologis, gejala psikologis, dan gejala perilaku.

Pengaruh gejala stres biasanya berupa gejala fisiologis.[8] Terdapat riset
yang menyimpulkan bahwa stres dapat menciptakan perubahan dalam metabolisme,
meningkatkan detak jantung dan tarikan napas, menaikkan tekanan darah,
menimbulkan sakit kepala, dan memicu serangan jantung.

















Stres yang berkaitan dengan pekerjaan dpat menyebabkan ketidakpuasan
terkait dengan pekerjaan.[9] Ketidakpuasan adalah efek psikologis
sederhana tetapi paling nyata dari stres.[9] Namun stres juga muncul
dalam beberapa kondisi psikologis lain, misalnya, ketegangan, kecemasan,
kejengkelan, kejenuhan, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan.

Gejala stres yang berkaitan dengan perilaku meliputi perubahan dalam
tingkat produktivitas, kemangkiran, dan perputaran karyawan, selain
juga perubahan dalam kebiasaan makan, pola merokok, konsumsi alkohol,
bicara yang gagap, serta kegelisahan dan ketidakteraturan waktu tidur.


















Ada banyak riset yang menyelidiki hubungan stres-kinerja. Pola yang
paling banyak dipelajari dalam literatur stres-kinerja adalah hubungan
U-terbalik.

Logika yang mendasarinya adalah bahwa tingkat stres rendah sampai
menengah merangsang tubuh dan meningkatkan kemampuannya untuk bereaksi.
Pola U-terbalik ini menggambarkan reaksi terhadap stres dari waktu ke
waktu dan terhadap perubahan dalam intensitas stres.




















Mengatasi Stres dapat diatasi atau diringankan dampaknya dengan cara:

Mengkonsultasikan masalah yang sedang dihadapi kepada psikiater atau
rekan kerja atau teman dekat

melakukan olahraga ringan

mengkonsumsi bahan makanan kaya gizi

menonton acara komedian atau lawak


_____________

Penutup
_____________



















Demikian infonya para kawan sekalian...!

dan mari kita akhiri postingan ini dengan salah satu obat stres yang
populer dari tanah batak yaitu Ubat ni Stress.

Selamat malam...!






__________________________________________________________________________
Cat :
Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis. Wikipedia bukan pengganti dokter.
Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.

cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar