Jumat, 15 Januari 2016

Ikan Mas : Pemahaman Umum, Sejarah, Sinonim, Morfologi, Kebiasaan Hidup dan Jenis-nya

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Ikan Mas dalam hubungannya dengan
Pemahaman Umum, Sejarah, Sinonim, Morfologi, Kebiasaan Hidup
dan Jenis-nya)
____________________________________________________________
























___________________

Kata Pengantar
___________________







Lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2012/10/ikan-mas-saba-jae-1.html
penulis mengurai mengenai "Ikan Mas Saba Jae" yang mana dalam hali ini
"Saba Jae" bukan-lah jenis atau nama Ikan, tapi nama wilayah tempat
memelihara Ikan Mas (Saba Jae = Sawah Bagian Selatan).









Sedangkan lewat link :
........
penulis mengurai mengenai Ikan Mas Saba Julu sebagai lawan dari Ikan
Mas Saba Jae.

Para kawan dimana-pun berada...!

Postingan ini berisi sekitar Ikan mas sebagai acuan untuk menjawab
pertanyaan umum, "Ikan Mas apakah yang umumnya dipelihara di Tanah
Batak dengan fokus Angkola...?"

Jawaban akan dikemukakan pada penutup tulisan.


...dan...

Selamat menyimak...!
________________________________

Sekilas info tentang Ikan Mas
________________________________




* Pemahaman Umum

Ikan mas atau Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang
bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia.

Di Indonesia, ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920-an. Ikan mas yang
terdapat di Indonesia merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan
dan Jepang.

Selain itu "ikan mas punten" dan "ikan mas majalaya" merupakan hasil seleksi
di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidenti
fikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.


* Sinonim










kancra
tikeu
tombro
raja
rayo
ameh
atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya.

* Bahasa asing








Bahasa Inggris: carp
Bahasa Spanyol: carpa

* Sistematika dan Morfologi








Ahli perikanan Dr. A.L Buschkiel dalam RO. Ardiwinata (1981) menggolongkan
jenis ikan karper menjadi dua golongan, yakni

pertama, jenis-jenis karper yang bersisik normal dan
kedua, jenis kumpai yang memiliki ukuran sirip memanjang.
Golongan pertama yakni yang bersisik normal dikelompokkan lagi menjadi
dua yakni kelompok ikan karper yang:

bersisik biasa dan
bersisik kecil.








Sedangkan Djoko Suseno (2000) mengemukakan, berdasarkan fungsinya,
ras-ras ikan karper yang ada di Indonesia dapat digolongkan menjadi
dua kelompok:

kelompok pertama merupakan ras-ras ikan konsumsi dan
kelompok kedua adalah ras-ras ikan hias.
Ikan karper sebagai ikan konsumsi dibagi menjadi dua kelompok yakni:

ras ikan karper bersisik penuh dan
ras ikan karper bersisik sedikit.

Kelompok ras ikan karper yang bersisik penuh adalah ras-ras ikan karper
yang memiliki sisik normal, tersusun teratur dan menyelimuti seluruh
tubuh.










Ras ikan karper yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah "ikan
karper majalaya", "ikan karper punten", "ikan karper si nyonya"
dan "ikan karper merah atau ikan mas".

Sedangkan yang tergolong dalam ras karper bersisik sedikit adalah
"ikan karper kaca" (mirror carp) yang oleh petani di Tabanan biasa
disebut dengan nama "karper gajah".

Untuk kelompok ras ikan karper hias, beberapa di antaranya adalah
"karper kumpay", "karper kaca", "ikan mas merah" dan "ikan koi".

Secara morfologis, ikan karper mempunyai bentuk tubuh agak memanjang
dan memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan.
Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek.

Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan karper ditutupi sisik dan
hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Sisik
ikan karper berukuran relatif besar dan digolongkan dalam tipe sisik
sikloid berwarna hijau, biru, merah, kuning keemasan atau kombinasi
dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya.

* Sejarah Perkembangan di Indonesia










Menurut Djoko Suseno (2000), di Indonesia pertama kali ikan karper
berasal dari daratan Eropa dan Tiongkok yang kemudian berkembang
menjadi ikan budi daya yang sangat penting.

Sementara itu, menurut R.O Ardiwinata (1981), ikan karper yang berkembang
di Indonesia diduga awalnya berasal dari Tiongkok Selatan. Disebutkan,
budi daya ikan karper diketahui sudah berkembang di daerah Galuh (Ciamis),
Jawa Barat pada pertengahan abad ke-19.

Masyarakat setempat disebutkan sudah menggunakan kakaban - subtrat untuk
pelekatan telur ikan karper yang terbuat dari ijuk – pada tahun 1860,
sehingga budi daya ikan karper di kolam di Galuh disimpulkan sudah
berkembang berpuluh-puluh tahun sebelumnya.

Sedangkan penyebaran ikan karper di daerah Jawa lainnya, dikemukakan
terjadi pada permulaan abad ke-20, terutama sesudah terbentuk "Jawatan
Perikanan Darat" dari “Kementrian Pertanian” (Kemakmuran) saat itu.

Dari Jawa, ikan karper kemudian dikembangkan ke Bukittinggi (Sumatera
Barat) tahun 1892. Berikutnya dikembangkan di Tondano (Minahasa, Sulawesi
Utara) tahun 1895, daerah Bali Selatan (Tabanan) tahun 1903, Ende (Flores,
NTT) tahun 1932 dan Sulawesi Selatan tahun 1935.

Selain itu, pada tahun 1927 atas permintaan Jawatan Perikanan Darat
saat itu juga mendatangkan jenis-jenis ikan karper dari Negeri Belanda,
yakni jenis Galisia ("karper gajah") dan kemudian tahun 1930 didatangkan
lagi karper jenis Frankisia ("karper kaca").

Menurut Djoko Suseno (2000), kedua jenis karper tersebut sangat digemari
oleh petani karena rasa dagingnya lebih sedap, padat, durinya sedikit
dan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan ras-ras lokal yang sudah
berkembang di Indonesia sebelumnya.

Pada tahun 1974, seperti yang dikemukakan Djoko Suseno (2000), Indonesia
mengimpor ikan karper ras Taiwan, ras Jerman dan ras fancy carp masing-
masing dari Taiwan, Jerman dan Jepang.

Sekitar tahun 1977 Indonesia mengimpor "ikan karper ras yamato" dan
"ras koi" dari Jepang. Ras-ras ikan karper yang diimpor tersebut dalam
perkembangannya ternyata sulit dijaga kemurniannya karena berbaur dengan
ras-ras ikan karper yang sudah ada di Indonesia sebelumnya sehingga
terjadi persilangan dan membentuk ras-ras baru.

* Syarat dan Kebiasaan Hidup









Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya
tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di
pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan
ketinggian 150–600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada
suhu 25-30°C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang
ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas
(kadar garam) 25-30%.

Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa
berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang
renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang
terdapat di dasar dan tepi perairan.

* Perkembangbiakan









Siklus hidup ikan mas dimulai dari perkembangan di dalam gonad (ovarium
pada ikan betina yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan
yang menghasilkan sperma).

Sebenarnya pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak
tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan mas sering memijah
pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering
yang tergenang air.

Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar.
Menjelang memijah, induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun,
seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air.
Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel
telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.

Sifat telur ikan mas adalah menempel pada substrat. Telur ikan mas
berbentuk bulat, berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot
0,17-0,20 mg. Ukuran telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran
atau bobot induk. Embrio akan tumbuh di dalam telur yang telah dibuahi
oleh spermatozoa.

Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh menjadi
larva. Larva ikan mas mempunyai kantong kuning telur yang berukuran
relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva.

Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari. Larva
ikan mas bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara
0,5-0,6 mm dan bobotnya antara 18–20 mg.

Larva berubah menjadi kebul (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5 hari.
Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan makanan dari luar
untuk menunjang kehidupannya. Pakan alami kebul terutama berasal dari
zooplankton, seperti rotifera, moina, dan daphnia. Kebutuhan pakan
alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya.

Setelah 2-3 minggu, kebul tumbuh menjadi burayak yang berukuran 1–3 cm
dan bobotnya 0,1-0,5 gram. Antara 2-3 minggu kemudian burayak tumbuh
menjadi putihan (benih yang siap untuk didederkan) yang berukuran
3–5 cm dan bobotnya 0,5-2,5 gram. Putihan tersebut akan tumbuh terus.
Setelah tiga bulan berubah menjadi gelondongan yang bobot per ekornya
sekitar 100 gram.

Gelondongan akan tumbuh terus menjadi induk. Setelah enam bulan dipelihara,
bobot induk ikan jantan bisa mencapai 500 gram. Sementara itu, induk
betinanya bisa mencapai bobot 1,5 kg setelah berumur 15 bulan. Induk-
induk ikan mas tersebut mempunyai kebiasaan mengaduk-aduk dasar perairan
atau dasar kolam untuk mencari makanan.

* Jenis-jenis Ikan Mas (Karper)












Saat ini, banyak sekali jenis ikan mas yang beredar di kalangan petani,
baik jenis yang berkualitas tidak terlalu tinggi hingga jenis unggul.
Setiap daerah memiliki jenis ikan mas favorit, misalnya di Jawa Barat,
ikan mas yang paling digemari adalah jenis "ikan mas majalaya". Di
daerah lain, jenis ini belum tentu disukai, begitu juga sebaliknya.
Perbedaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh selera masyarakat dan
kebiasaan para petani yang membudidayakannya secara turun-temurun.

Dari beberapa jenis ikan mas yang telah dikenal masyarakat, "varietas
majalaya" termasuk jenis unggul. Buktinya, varietas ini telah dilepas
oleh Menteri Pertanian tahun 1999 dalam rangka HUT ke-25 Badan Litbang
Pertanian.

Jenis-jenis ikan mas secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok,
yakni ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. Jenis ikan mas konsumsi adalah
jenis-jenis ikan mas yang dikonsumsi atau dimakan oleh masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan gizi yang berasal dari hewan.

Sementara itu, jenis ikan mas hias umumnya digunakan untuk memenuhi
kepuasan batin atau untuk hiasan (pajangan) dan dipelihara di kolam-
kolam taman atau akuarium.

* Ikan Mas Konsumsi

1. Ikan Mas Punten (Carper)















Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang,
Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan
tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau
bulat pendek (big belly).

Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4:1.
Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat,
dan bersifat jinak.

2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya













Tidak diketahui pasti asal usul nama ikan jenis ini, meskipun ada pendapat
bahwa ikan mas strain sinyonya ini jenis ikan hasil seleksi yang secara
taksonomi termasuk spesies Cyprinus Linneaus dan pertama kali di temukan
di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat (Khairuman dan Amri 2008). Beberapa
orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut
sinyonya.

Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih
rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara
panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.

Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata
ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit
ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak
dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki
kebiasaan berkumpul di permukaan air.

Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000—125.000 dan
diameternya 0,3—1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang
kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur
18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxosporea. Kisaran
toleransi pH-nya 5,5—8,5.

3. Ikan Mas Taiwan













Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung
seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga
kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas
taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut
ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari
Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia.

4. Ikan Mas Merah













Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan.
Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam.
Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya,
posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak
menonjol.

5. Ikan Mas Majalaya













Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah
Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek
dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras
ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1.

Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih.
Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air.
Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap,
kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna
kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap.

Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya
relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila,
rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas
atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi,
yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.

6. Ikan Mas Yamato















Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia.
Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan
mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti
Cina dan Jepang.

7. Ikan Mas Lokal


















Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras
atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak
ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini.

Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan
mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya
tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang
yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.

8. Ikan Mas Hias






















Jenis-jenis ikan mas yang digolongkan ke dalam kelompok ikan mas
hias sebagai berikut.

9. Ikan Mas Kumpay
















Ciri yang menonjol dari ikan mas kumpay adalah semua siripnya panjang
dan berumbai sehingga tampak indah ketika sedang bergerak. Warna sisiknya
sangat bervariasi, ada yang putih, kuning, merah, dan hijau gelap.

Bentuk badannya memanjang seperti ikan mas sinyonya. Pertumbuhannya
tergolong lambat. Kadang-kadang, ikan mas ini juga dimanfaatkan
sebagai ikan konsumsi.

10. Ikan Mas Kancra Domas















Bentuk tubuhnya memanjang. Gerakannya mirip ikan mas taiwan, yakni
selalu aktif dan kurang jinak. Sisiknya berukuran kecil dan susunannya
tidak beraturan. Warna sisiknya bervariasi, ada yang biru, cokelat,
atau hijau. Sisik punggungnya berwarna gelap. Semakin ke arah perut,
warnanya semakin terang keperakan atau keemasan.

11. Ikan Mas Kaca




Ciri khas ikan ini adalah sebagian tubuhnya tidak tertutup sisik.
Bagian yang tidak tertutup sisik sepintas tampak bening, mirip kaca.
Di sepanjang gurat sisi (linea lateralis) dan di sekitar pangkal
siripnya terdapat sisik berwarna putih mengilap. Sisik tersebut
berukuran besar dan tidak seragam.

12. Ikan Mas Fancy
\














Bentuk tubuh ikan mas ini memanjang. Sisiknya berwarna putih, kuning,
dan merah. Pada tubuhnya terdapat totol-totol berwarna hitam. Karena
warnanya yang bermacam-macam itulah ikan mas ini disebut fancy.

13. Ikan Mas Koi





















Ikan mas koi atau yang lebih populer disebut koi (saja) ini berasal
dari Jepang. Mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980. Bentuk
badannya bulat memanjang. Warna sisiknya beragam, ada putih, kuning,
merah menyala, hitam, atau kombinasi dari warna-warna tersebut.

Hobiis ikan mas umumnya menyukai ikan koi jenis bastar karena warna
dan pola totolnya yang indah dan menarik. Ikan koi disukai hobiis
karena gerakannya lambat dan cukup jinak.

Ikan koi memiliki beragam nama yang disesuaikan dengan pola dan warna
tubuhnya, misalnya platinum nishikigoi, shusui nishikigoi, shusi
nishikigoi, kohaku nishikigoi, dan taishusanshoku nishikigoi.

* Sebagai makanan

Ikan mas merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dibudidayakan.
China merupakan produsen terbesar dengan menyumbang 70 persen produksi
ikan mas dunia.

Ikan mas juga menjadi ikan tangkapan, terutama bagi pelaku olahraga
pemancingan. Di Eropa, ikan mas dibudidayakan untuk ditangkap di lokasi
pemancingan ikan umum, dan hanya sedikit yang dijual di pasar.
Di Asia Timur, budi daya ikan mas dilakukan sejak periode Yayoi,
300 SM-300 M.


______________________________________________

Penutup dan Jenis Ikan Mas Tanah Batak
______________________________________________





Mengacu pada uraian di atas dan pertanyaan pada kata pengantar postingan
ini, maka jenis Ikan Mas di Tanah Batak pada Umum-nya adalah :

- Ikan Mas Tidak Tahu Aku-ba.

Kenapa rupanya...!

Masa semua-nya harus kita ketahui dalam ini.

Bagus awa dengar musik.

Selamat malam...!

Alusia Au Boru Tulang...?


































video

_____________________________________________________________________
Cat :




http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar