Rabu, 06 Januari 2016

Marga Batak : Keterkaitan Marga dengan Karir, Olah Raga, Pertanian, Peternakan, Transportasi, Kriminal, Korupsi, Dll

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info Keterkaitan Marga dengan Karir, Olah Raga,
Pertanian, Peternakan, Transportasi, Kriminal, Korupsi, Dll
sebagai link Pertanggungjawaban)
________________________________________________________________















_________________

Kata Pengantar
_________________

Ini-lah gambar itu kawan, yang saya muat pada Link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/12/kucing-dalam-macam-ragam-persoalan-nya.html








di link tersebut, penulis mengurai tentang "Kucing" atau "Huting"
dalam Bahasa Batak-nya, hingga penulis tersasar atau kesasar pada
istilah "Huting do ho Regar".

Para kawan dimana-pun berada, khsusnya kawan atau ale-ale parmarga
Siregar, entah Siregar apa-pun jadilah...!

Menyadari adanya istilah "Huting doho Regar" atau "huting si Regar"
menginspirasi penulis untuk tahu, "Sejauh mana sebenarnya hubungan
Marga-Marga Tanah Batak dengan macam hal diluar dari Marga sebagai
identitas ketuturunan".

Misalnya :
1. Bagamana hubungan Marga dengan Karir, Prestasi
2. Bagimana hubungan Marga dengan rumah sebagai Tempat Tinggal
3. Bagamana hubungan Marga dengan Tanah sebagai sawah atau ladang
4. bagaimana hubungan marga dengan Hewan atau binatang
4. bagimana hubungan marga dengan Korupsi, Penjara
5. Bagaimana hubungan marga dengan Relasi
6. Bagimana hubungan marga dengan trasportasi
7. Bagimana hubungan marga dengan Keputus Asaan
8. Bagimana hubungan marga dengan Usaha dagang

Kawan-kawan sekalian...!

Yang penulis harapkan dari postingan ini adalah adanya suatu gambaran
berupa kesimpulan tentang, "Bagaimana seharusnya Marga-Marga Batak" itu
ditempatkan atau diletakkan diluar letaknya sebagai identitas keturunan
atau generasi atau tarombo".

Selamat menyimak...!

__________________________________________________________

Hubungan Marga-Marga Batak dengan Karir atau Pekerjaan
__________________________________________________________













* Pemahaman Umum

Maka kita-pun tahu, "Marga Batak sebagai Identitas atau sebagai gambaran
garis kerunan" itu terbawa-bawa juga dalam Karir. Misalnya Si Regar
sebagai Kepala Polisi di salah satu wilayah Nusantara.

"Siapa Kepala Polisi di sini Nasution" tanya si Rambe pada si Nasution
untuk kemudian di jawab, "Si Regar Kepala-nya".

Begitu-pun Marga Simbolan, si Pahutar, si Nainggolan, dll bisa jadi
menjadi panggilan bagi seseorang yang punya karir atau pekerjaan
sebagai manager.

Tak terkecuali...!

Dengan mereka-mereka yang memilih profesi sebagai pemilik Toko, Bengkel,
Supermarket, Rumah Makan dan lain-lain. Banyak orang melibatkan Marganya
dalam pekerjaan ini dan tak jarang pula terang-terangan menuliskan
merk dagagnya, seperti :

Toko "LUBIS"
Jual Beli 12 bahan Pokok

Bengkel, "SIMATUPANG"
Terima Panggilan Martukang

RM "Daulay"
Sedia Semua Masakan yang Berbau-bau Padang
(Padang Bolak, Padang Sidempuan, Padang Pariaman, Padang Bulan, Padang
Bujur, Padang-Padang dan Padang lain)

LBH, "Sinabela"
Siap membela yang Banar

*Kesimpulan :
Hubungan Marga dengan Karir atau Pekerjaan itu sangat Erat
dan tidak Merusak Marga sebagai Identitas generasi
_________________________________________________________________________

Hubungan Marga-Marga Batak dengan Kepemilikan Rumah atau 
Tempat Tinggal atau Pertanian atau Perkebunan
_________________________________________________________________________

* Pemahaman Umum

Kita semua tahu, "Beberapa wilayah di Tanah Batak" menggunakan Marga sebagai
nama Kampungnya,  Kampung atau Huta Samosir, Huta Simbolon, Huta Hutasuhut,
Huta Rambe, dll.

Bagi penulis, ini artinya, "Tidak ada larangan bagi oarang batak untuk
melibatkan marga kepada apa saja diluar indentitas marga itu sendiri.

"Sawah siapa yang di sebelah sungai ini..." tanya si Hasibuan pada di Lubis
untuk kemudian di jawab, sawah-nya si "Nambela". adalah gmabaran hubungannya
dengan

lainnya :

Dimana Tinggal si Batubara sekarang ini...? dan jawabannya di Batubara Uda
adalah gambaran lainnya. Dan lain gambarannya sesungguhnya masih banyak.

* Kesimpulan :

Hubungan Marga dengan Rumah, Tempat Tinggal, Lakasi, Pertaian, perkebunan
sungguh sangat erat dan tidak Merusak Marga sebagai identitas dari suatu
generasi.


_________________________________________________________

Hubungan Marga-Marga Batak dengan Hewan atau Binatang
_________________________________________________________

* Pemahaman Umum

"Horbo nise indu Horas...?" atau "Kerbau siapa itu Horas...? Tanya si
Horas pada si Horas, untuk kemudian di jawab si Horas "Horbo ni si naga".
adalah gambaran salah satu gambaran kedekatan marga batak pada Hewan
atau Binatang.

"Ulok do ho ba Nasution...!" adalah gambaran kedekatan lainnya yang
mungkin membuat pemilik marga Nasution keberatan akan penyataannya.

Keberatan lainnya :

"Babi-nya kau .....(sebut narga yang mau disebut)".
"Anjing do ba si...(sebut narga yang mau disebut)".
dan lain-lain-nya.

Juga kedekatan tergambar lewat istilah, "Marmanuk-manuk maritik-itik
noma sannari si Hasibuan-ba...!" atau "Marqurban ninna hubege si Lubis
taon 2017 ate...?" dll.

* Kesimpulan :

Hubungan Marga dengan Hewan atau Binatang sungguh sangat dekat dengan
2 kemungkinan bubungannya pula pada marga sebagai identitas yaitu
marga menjadi terangkat derjatnya dan marga menjadi terhina derajatnya.
_________________________________________________________

Hubungan Marga-Marga Batak dengan Relasi / Pertemanan
________________________________________________________

* Pemahaman Umum

Kita semua tahu ada ratusan suku dan sub suku di Nusantara ini dan
sebagian besar para suku ini mengetahui identitas sesorang dari
Marga yang digunakan.

"Kawan saya juga bang ada orang batak, marga-nya Rangkuti" kata
seorang, orang Ambon di Medan ketika membeli Bika Ambon di Medan
pula. adalah gambaran kedekatan marga pada relasi atau pertemanan.

"Direktur Perusahaan kami ini orang batak Pak. Sitomorang Marganya"
kata seorang pegawai perusaan tersebut pada seorang, orang Batak
yang lagi meliput berita di Perusahaan tersebut, adalah gambaran
lainnya

* Kesimpulan

Hubungan Marga dengan Relasi sungguh sangat Erat bahkan terlalu erat
sehingga memberi kesan pada kesiapan saling membantu jika memang ada
yang perlu di bantu.
_________________________________________________________________

Hubungan Marga dengan Kejahatan Korupsi, Perampokan, Pencopetan,
penodongan dan Pmerkosaan
_________________________________________________________________

* Pemahaman Umum

Fakta berkata, "Marga-marga Batak cukup sering terlihak kaitannya
dengan Korupsi, Perampokan, Pencopetan, penodongan dan Pmerkosaan.

Media elektronik dan media cetak sering memberitakan hal ini.
Dan sepertinya akan susah untuk di protes ata-pun di tiadakan jika
seseorang sudah lebih dikenal marganya dari pada namanya.

* Kesimpulan

Hubungan Marga-Marga batak juga sangat erat pada Kejahatan Korupsi,
Perampokan, Pencopetan, penodongan dan Pmerkosaan jika seseorang
sudah lebih dikenal Marganya dari pada namanya.

_______________________________________________

Hubungan marga dengan Trasportasi
_______________________________________________

* Pemahaman Umum

Kedekatannnya sangat terasa apakah dalam hubungannya sebagai pemilik
atau orang yang menumpang pada suatu trnasportasi. Marga itu tidak
lepas. Dan bahkan...! Beberapa Transportasi menggunakan nama Marga
pemiliknya, apakah sifatnya pribadi atau umum.

* Kesimpulan :

Hubungan Marga-Marga batak sangat erat pada Transportasi dana kalau
bukan-nya hubungannya pada kemudhan dalam urusannya juga merupakan
kebanggaan.
___________

Penutup
___________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

dan jika mau disimpulkan maka ini yang dapat penulis sampaikan :

1. Tujuan ditetapkan Marga bagi seseorang ditanah batak adalah sebagai
   gambaran identitas seseorang. Yang mana Identitas dalam hal inni
   lebih ditekankan pada garis keturunan Patrileneal.

2. Selain sebagai identitas keturunan, ternyata Marga juga dapat di
   hubungkan dengan macam identitas lainnya yang "Tidak ada hubungannya
   dengan Marga sebagai Identitas Keturunan".

3. Dalam banyak hal pelibatan Marga diluar identitas keturunan
   sesugguhnya memberi kesan membanggakan apalagi dengan hal-hal
   yang berhubungan dengan Karir, Pekerjaan, Relasi, dll.

...dan...hanya...!

4. Pelibatan Marga Pada "Hewan atau Binatang atau Tai" dan tindak-
   tindakan "Kriminal-lah" yang merusak marga-marga batak itu sebagai
   Identitas keturunan.

Karena itu...!

5. Mari sama kita letakkan Marga kita masing-masing pada letak yang
   sepantasnya, hingga Marga kita masing-masing lebih terjga
   identitasnya.

...dan...

Jangan kiranya ada kebencian dari siapa-pun orang batak yang tidak
melibatkan / mencantumkan  marga-nya dalam macam aktivitas kehidupan.
Karena alasannya sudah cukup jelas.

Kejelasannya...!

6. Nama seseorang sesungguhnya menjadi urusan dari Individu yang
   bersangkutan, tapi Marga bisa jadi menjadi urusan banyak orang.

7. Urusan banyak orang sudah semestinya lebih didahulukan dibandingkan
   urusan Individu, apalagi urusan-urusan tersebut mendapat perhatian
   media sebagai bahan publikasi.

Singkat kata...!

Letakkan dan Lekat-kan-lah "Marga" anda pada bidang apa saja di macam
aktivitas kehidupan yang memberi nilai positif bagi Marga itu sendiri.

Dan mari sama "Kita Hindari...!"

Meletak-kan dan melekat-kan Marga kita masing-masing pada macam
Aktivitas kehidupan yang bernilai Negatif.

- Jika anda seorang Pencopet, maka populerkan-lah Nama Anda Sendiri.
  Dan jangan Populerkan Marga-nya, karena bisa menyebabkan timbulnya
  "Marga Pencopet"

- Jika Anda seorang Coruptor, maka populerkan-lah nama Anda pada
  banyak orang termasuk pada media. Dan jangan populerkan Marga Anda,
  karena bisa menyebabkan kawan semarga Anda ikut-ikutan jadi Coruptor.

  Haruskah Tanah batak menambahkan satu lagi Cabang marga Siregar
  misalnya hanya kerana telah terbukti lebih dari 72 orang marga
  Siregar di Nusantara ini korupsi...? Tanda tanya.

Begitupun pada istilah :

- Tai kau Regar...!
  Siregar itu bukan tai. Cukup bilang, "Tai kau ini....(Jangan ikutkan
  marganya, macam mana kita ini).

Termasuk pada istilah pelampiasan emosi...!

- Babi kau Regar...!
  Siregar itu bukan Babi. Cukup lampiaskan dengan istilah Babi Kau atau
  Babi Kau anu....jangan libatkan Marga.

Para kawan diman-pun berada...!

Dengan demikian "Ilustrasi Gambar" dibawah ini telah
penulis pertanggungjawabkan.

...dan...

Selamat malam...!

Musik...!

video


______________________________________________________________________
Cat : Mudah-mudahan-la panjang umur ini-ba, biar saya bahas-in
satu- persatu apa saja  yang ada di tamah nat5ak sana. Kenapa rupanya...?
Kalau bukannya pembahasannya benar, ya salah bahas. Paling begitu.
http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar