Kamis, 24 Maret 2016

HUT RI Ke-71 Th.2016 dan Imperium Belanda


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Belanda sebagai Negara terjajah dan Belanda
sebagai Negara Penjajah / Imperium Belanda )
__________________________________________________________















___________________

Kata Pengantar
___________________

Para kawan sekalian...!

Dalam rangka menyambut datangnya HUT RI Ke-71 (17 Agustus 2016), penulis
akan menyajikan beberapa postingan mengenai Negara Belanda, al :

1. Imperium Belanda (Potingan ini sendiri)
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/03/hut-ri-ke-71-th2016-dan-imperium-belanda.html

2. Negara Belanda dalam hubungannya dengan Pengertian, Sejarah, Geografi,
   Pemerintahan, Ekonomi, Olah Raga, Masakan, link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/03/negara-belanda-pengertian-sejarah.html

3. Kota Amsterdam dan Seluk Beluknya, link
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/03/wisata-amsterdam-pengertian-jumlah.html

4. Wisata Belanda (Pemukiman Nelayan Belanda, link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/03/wisata-belanda-pemukiman-nelayan-holand.html

5. Wisata Belanda: Desa Giethoorn Vinece-nya Nederland dan
   Hasil Reklamasi-nya Belanda link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/03/wisata-belanda-desa-giethoorn-vinece.html

6. Tulip : Pengertian, Sejarah, Jenis, Cara Tanam emiliharaan
    dan Animasi Tulip Belanda, Link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/03/tulip-pengertian-sejarah-jenis-cara.html

7. Kincir Angin Belanda dan Pesonanya, link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/03/kincir-angin-belanda-dalam-pesona.html

Penulis pikir info-info ini menadi penting sebagai gambaran kira-kira
seperti apa Hubungan Belanda deng Indonesia sebelum dan Sesudah 71 Tahun
Indonesia merdeka.

Dan tentu semua ini akan tergambar jika macam postingan diatas dapat
kita pahami.

Selamat menyimak...!


__________________________________________

Sekilas Imperium Belanda
__________________________________________


















Ket :
Peta Imperium kolonial Belanda. Hijau terang: wilayah-wilayah yang dikuasai
oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda; hijau gelap: wilayah-wilayah yang
dikuasai oleh Perusahaan Hindia Barat Belanda.


* Pengertian

Imperium Belanda (bahasa Belanda: Nederlands-koloniale Rijk) adalah wilayah-
wilayah yang pernah dikuasai oleh Belanda dari abad ke-17 hingga abad ke-20.
Belanda mengikuti jejak Portugal dan Spanyol dalam membangun imperium kolonial
seberang lautan.

Hal ini turut didukung oleh keterampilan Belanda dalam bidang pelayaran dan
perdagangan, serta munculnya gelombang nasionalisme yang menyertai perjuangan
mereka dalam meraih kemerdekaan dari Spanyol.

Bersama Inggris, Belanda mendirikan jajahan dengan model negara kapitalis
tidak langsung yang pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan-perusahaan
kolonial, yaitu Perusahaan Hindia Timur dan Hindia Barat Belanda. Pada masa
ini, penjelajah-penjelajah Belanda seperti Willem Barents, Henry Hudson dan
Abel Tasman menemukan wilayah-wilayah baru bagi bangsa Eropa.

Dengan semakin berkembangnya kekuatan angkatan laut Belanda sebagai kekuatan
utama pada akhir abad ke-16, Belanda mulai mendominasi perdagangan dunia
pada paruh kedua abad ke-17, periode ini dikenal dengan sebutan Zaman
Keemasan Belanda.

Namun, Belanda harus merelakan koloni-koloninya, beserta statusnya sebagai
kekuatan dunia, jatuh ke tangan Inggris dan Perancis setelah Perang Revolusi.
Meskipun demikian, wilayah-wilayah seperti Hindia Belanda (sekarang Indonesia)
dan Suriname tetap berada di bawah kontrol Belanda hingga runtuhnya imperialisme
Eropa pasca-Perang Dunia II.

Sejak tahun 1950-an, Belanda masih menguasai negara-negara konstituen yang
kemudian membentuk Kerajaan Belanda. Saat ini, negara-negara yang termasuk
ke dalam Kerajaan Belanda adalah Belanda, Aruba, Curaçao, dan Sint Maarten.





























Ket :
Penggambaran Imperium Belanda yang mewakili Hindia Belanda pada tahun 1916.
Awal (1543–1602)































Ket :
Deklarasi kemerdekaan Provinsi Belanda dari raja Spanyol, Philip II

Wilayah yang kelak akan membentuk Republik Belanda pada awalnya
adalah bagian dari federasi yang dikenal dengan Tujuh Belas Provinsi.
Wilayah ini diperintah oleh Kaisar Romawi Suci dan Raja Spanyol,
Charles V.

Ia mengelola wilayah ini di bawah pemerintahan langsung pada tahun
1543. Pada tahun 1566, para penganut Protestan[catatan 1] memberontak melawan
pemerintahan Katolik Roma Spanyol, yang memicu meletusnya Perang Delapan Puluh
Tahun.
Dipimpin oleh William dari Oranye, kemerdekaan Belanda diproklamirkan pada
1581 dengan disahkannya Undang-Undang Abjurasi. Pemberontakan ini menyebabkan
terbentuknya sebuah republik Protestan merdeka di utara, namun Spanyol
baru mengakui kemerdekaan Belanda secara resmi pada tahun 1648.

Selama berabad-abad sebelum penguasaan Spanyol, provinsi-provinsi di pesisir
Belanda (dahulu bernama Holland) dan Zeeland telah menjadi pangkalan penting
dalam jaringan perdagangan maritim Eropa.

Lokasi geografisnya menyediakan akses mudah ke pasar Perancis, Jerman, Inggris
dan Baltik. Perang dengan Spanyol menguras banyak dana dan mendorong para
pedagang untuk pindah dari Antwerp – sebuah kota besar di Flanders yang
kemudian menjadi salah satu pusat perdagangan di Eropa – ke kota-kota
di Belanda, terutama Amsterdam, yang dengan cepat menjadi pusat
pelayaran, perbankan, dan asuransi di Eropa.

* Pusat Perdagangan

Berkembangnya Amsterdam sebagai salah satu pusat perdagangan di Eropa
pada tahun 1580-an mendorong Belanda untuk memperluas jaringan
perdagangannya keluar Eropa Utara, terutama ke Mediterania dan Levant.

Pada 1590-an, kapal-kapal Belanda mulai melakukan transaksi perdagangan
dengan Brasil dan Pantai Emas Belanda (Ghana) di Afrika, dan terus berlanjut
hingga ke Samudera Hindia dengan transaksi barang dagangan yang menguntungkan,
yaitu rempah-rempah.

Hal ini mendorong munculnya kompetisi langsung antara Belanda dengan
Portugis, yang telah mendominasi jaringan perdagangan selama
beberapa dekade dan telah mendirikan pos-pos perdagangan di Brasil, Afrika,
dan Samudera Hindia untuk memfasilitasi kegiatan perdagangan mereka. Namun,
persaingan dengan Portugis ini tidak sepenuhnya dilatarbelakangi oleh faktor
ekonomi; sejak 1580, setelah kematian Raja Portugis Sebastian I, banyak
bangsawan Portugis yang ikut berperang dalam Pertempuran Alcácer Quibir,
dan mahkota Portugis juga digabungkan dengan Spanyol melalui "Penyatuan Iberia"
di bawah pemerintahan penerus Kaisar Charles V, yaitu Philip II dari Spanyol.

Dengan mengambil alih dominasi Portugis dalam perdagangan dunia, Belanda
pada dasarnya bertujuan untuk memaksa Spanyol agar mengalihkan
sumber daya militer dan keuangannya untuk membantu Portugis mempertahankan
posisinya, alih-alih untuk memadamkan perjuangan kemerdekaan Belanda.

Hal ini kemudian memicu berkobarnya Perang Belanda-Portugis yang
berlangsung selama beberapa dekade.

Pada tahun 1594, Compagnie van Verre (Perusahaan Tanah Jauh) didirikan
di Amsterdam. Perusahaan ini bertujuan untuk mengirimkan dua armada ke
kepulauan rempah-rempah Maluku.

Armada ini berlayar pada tahun 1596 dan kembali pada 1597 dengan
kargo yang penuh dengan lada, yang pada saat itu harganya sangat
mahal dan mampu menutupi biaya pelayaran.

Pelayaran kedua (1598–1599) menghasilkan keuntungan bagi Belanda
hingga 400%. Kesuksesan pelayaran ini menyebabkan didirikannya
sejumlah perusahaan yang saling berkompetisi untuk memfasilitasi
perdagangan. Kompetisi ini ujung-ujungnya memicu terjadinya perang
harga di Eropa.

* Zaman keemasan Belanda (1602–1652)

Karena perang harga dan munculnya berbagai permasalahan yang
disebabkan oleh persaingan antar perusahaan, Perusahaan Hindia
Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oost-Indische Compagnie,
VOC) didirikan pada tahun 1602.

VOC diberikan hak khusus untuk memonopoli perdagangan Belanda
di Tanjung Harapan hingga ke Selat Magellan dalam jangka waktu
21 tahun. Direktur VOC, "Heeren XVII", diberikan hak untuk mendirikan
"pos dan benteng", menandatangani perjanjian-perjanjian, meminta
tambahan tentara dan armada angkatan laut, serta untuk mengobarkan
peperangan.

Perusahaan ini sendiri didirikan sebagai perseroan terbatas,
serupa dengan saingannya, Perusahaan Hindia Timur Inggris (EIC)
milik Kerajaan Inggris. Pada tahun 1621, Perusahaan Hindia Barat
Belanda (WIC) didirikan dan diberikan hak untuk memonopoli
perdagangan di wilayah-wilayah yang tidak dikontrol oleh rekan
VOC nya, yakni di Atlantik, Amerika, dan pantai barat Afrika.

* Konflik Phillip II-Belanda


Perang Spanyol-Belanda adalah bagian dari upaya Belanda untuk
mencapai kemerdekaan dan memperoleh kebebasan beragama selama
Perang Delapan Puluh Tahun.

Perang ini sebagian besarnya berlangsung di benua Eropa, namun juga meluas
hingga ke wilayah seberang laut Philip II, termasuk di tanah jajahan Spanyol
dan Portugis, pos perdagangan, dan benteng-benteng yang pada saat itu dimiliki
oleh Raja Spanyol dan Portugal.

Belanda diambil alih oleh Dinasti Habsburg Spanyol saat Kaisar Charles V
membagi kepemilikan Imperium Habsburg setelah ia turun takhta pada tahun 1555.

Pada tahun 1556, Pemberontakan Belanda meletus dan pada 1558, Republik
Belanda mulai terbentuk dan segera memulai invasi untuk merebut koloni-
koloni Spanyol dan Portugis di Asia dan Amerika, termasuk usahanya untuk
mengambil alih Filipina.

* Catatan

Kontroversi muncul terkait dengan tanggal mulainya pemberontakan; banyak
sejarawan yang bersikeras bahwa perang berawal pada tahun 1568, karena ini
adalah tahun pertempuran pertama antar tentara.

Namun, karena adanya periode panjang kerusuhan antara Protestan vs. Katolik
yang mengarah ke perang ini, tidaklah mudah untuk memberikan tanggal yang
tepat terkait dengan awal dimulainya perang.

Kekerasan terbuka pertama yang memicu perang adalah ikonoklasme 1566 yang
dikenal dengan Iconoclastic Fury (bahasa Belanda: Beeldenstorm), dan
terkadang kerusuhan dalam melawan Spanyol seperti Pertempuran Oosterweel juga
dianggap sebagai titik awal perang.

Kebanyakan sumber menyatakan bahwa invasi pada 1568 yang dipimpin oleh William
dari Oranye adalah awal resmi perang; artikel ini menggunakan pandangan yang
ini. Awal perang kadang-kadang juga ditetapkan pada penangkapan Brielle
oleh Gueux pada tahun 1572.

____________________________

Penutup dan Kesimpulan
____________________________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan berikut kesimpulan yang dapat penulis sampaikan :

1. Negara Belanda sekarang ini sebelum menjadi Negara Indonesia pada masa
   lampau juga merupakan Negara Jajahan.

2. Penjajah Negara Belanda adalah Spanyol yang kemudian menjadi merdeka
   di abad 16.

3. Setelah merdeka dari Spanyol, maka Belanda bersama Inggiris mencari
   Negara jajahan Mereka di Erofa dan Asia yang salah satunya adalah
   Indonesia

4. Indonesia pada kahirnya mutlak menjadi jajahan Belanda, setelah terjadi
   perang Revolusi, yang mana Inggiris dan Prancis mengambil alih negara-
   negara hasil jajahan Belanda di Erofa (Inggiris kerjasama dengan Prancis).

Para kawan...!

Selamat malam...!
https://www.youtube.com/watch?v=c1RdWYeQX9U























____________________________________________________________________________
Cat. Sumber :
* Wikipedia
* Video Tayang Youtube :

http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar