Jumat, 15 April 2016

Sriwijaya Air : Pengertian, Sejarah, Insiden, Arti Logo dan Animasi


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Sriwijaya Air dalam hubungannya dengan
Pengertian, Sejarah, Insiden, Arti Logo dan Animasi)
________________________________________________________________________




___________________

Kata Pengantar
___________________

Beberapa link dibawah ini berhubungan dengan pesawat terbang, al :

http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/04/airasia-pengertian-sejarah-insiden.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2013/08/citilink-enaknya-kopi-kapal-api-dalam.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2015/03/lion-air-dan-anak-medan-dalam-time-is.html

Untukk melengkapinya, berikut info sekitar "Sriwijaya Air"


Selamat menyimak...!

__________________________________________

Sekilas info Sriwijaya Air
__________________________________________







* Pengertian

Sriwijaya Air adalah sebuah maskapai penerbangan di Indonesia.
Sriwijaya Air didirikan oleh keluarga Lie (Hendry Lie dan Chandra
Lie) dengan Johannes Bundjamin dan Andy Halim. Saat ini Sriwijaya
Air adalah Maskapai Penerbangan terbesar ketiga di Indonesia,dan
sejak tahun 2007 hingga saat ini tercatat sebagai salah satu
Maskapai Penerbangan Nasional yang memiliki standar keamanan
kategori 1 di Indonesia.

Bersamaan dengan sebagian besar maskapai penerbangan Indonesia lainnya,
Sriwijaya Air (termasuk anak perusahaan Sriwijaya Air, NAM Air) berada
dalam daftar maskapai penerbangan yang dilarang di Uni Eropa karena
alasan keamanan pada Desember 2014.

* Sejarah Sriwijaya Air










PT Sriwijaya Air lahir sebagai perusahaan swasta murni yang didirikan
oleh Chandra Lie, Hendry Lie, Johannes Bunjamin, dan Andy Halim.
Beberapa tenaga ahli yang turut menjadi pionir berdirinya Sriwijaya Air
diantaranya adalah Supardi, Capt. Kusnadi, Capt. Adil W, Capt. Harwick
L, Gabriella, Suwarsono dan Joko Widodo.

Sriwijaya Air didirikan dengan tujuan untuk menyatukan seluruh kawasan
Nusantara seperti keinginan raja kerajaan Sriwijaya dahulu yang berasal
dari kota Palembang. Keinginan tersebut kemudian diwujudkan melalui
pengembangan transportasi udara.

Pada tahun 2003, tepat pada hari Pahlawan, 10 November, Sriwijaya Air
memulai penerbangan perdananya dengan menerbangi rute Jakarta-Pangkal
pinang PP, Jakarta-Palembang PP, Jakarta-Jambi PP, dan Jakarta-Pontianak PP.

Pada mulanya Sriwijaya Air hanya mengoperasikan 1 armada Boeing 737-200
yang kemudian seiring waktu terus ditambah hingga memiliki 15 armada
Boeing 737-200.

Sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pemenuhan pelayanan
publik yang lebih baik, Sriwijaya Air kemudian menambah dan memperluas
jangkauan penerbangannya dari Barat ke Timur sekaligus menambah pesawat
dengan seri yang lebih baru,yaitu Boeing 737-300,Boeing 737-400, Boeing
737-500W,dan Boeing 737-800NG.

Maskapai ini sempat memesan 20 unit Embraer 175 dan Embraer 195 pada Paris
Airshow 2011,namun kemudian pesanan ini dibatalkan dikarenakan alasan
operasional, dan kemudian digantikan oleh Boeing 737-500W.

Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa Sriwijaya Air akan memesan Embraer
kembali,yang akan dialokasikan ke anak perusahaannya, yaitu NAM Air.

Pada Agustus 2007, Sriwijaya Air mendapatkan penghargaan keselamatan
penerbangan dari Boeing, yaitu Boeing International Award for Safety
and Maintenance of Aircraft, diberikan setelah inspeksi dilakukan
selama beberapa bulan oleh tim dari Boeing Company.

Pada 1 Agustus 2011, Sriwijaya Air meluncurkan buku panduan berbahasa
braille dan program khusus untuk penanganan terhadap para Tuna Netra
yang terbang dengan maskapai tersebut. Para awak kabin telah dilatih
secara khusus untuk menangani penumpang yang memiliki kelemahan tersebut,
diantaranya dengan cara pendekatan personal dan dengan sentuhan fisik.

Pada 16 Juni 2015 di Paris Air Show 2015, Sriwijaya Air mengumumkan
pemesanan pasti 2 unit 737-900ER dengan 20 unit 737 MAX 8 sebagai opsi
yang akan diambil pada masa depan.

Pesanan ini merupakan pertama kalinya Sriwijaya Air memesan pesawat
yang benar-benar baru dan langsung dari pabriknya. Kedua 737-900ER milik
Sriwijaya Air telah tiba bersamaan pada 23 Agustus 2015.[3]

Pada Agustus 2015, Sriwijaya Air kembali mendapatkan sertifikasi
keselamatan penerbangan, yaitu Basic Aviation Risk Standard(BARS) yang
dilakukan oleh Flight Safety Foundation, berbasis di Amerika Serikat.

* Arti Logo dan Livery Sriwijaya Air




















Ket :
Logo

berupa RU-YI (Cina), yang berarti bahwa apa yang kita inginkan atau
usahakan harus yakin tercapai

Warna Putih

Melambangkan semua karyawan Sriwijaya Air harus memiliki hati yang
bersih, sebersih warna dasar armada Sriwijaya Air

Warna Biru

Melambangkan Sriwijaya Air berkeinginan melanglang buana ke
seluruh pelosok Nusantara tercinta

Warna Merah

Melambangkan bahwa para pimpinan dan karyawan Sriwijaya Air harus
berani dan bijak dalam menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan

Tulisan Sriwijaya Air

Melambangkan bahwa Sriwijaya Air harus menjadi perusahaan yang besar dan
terkenal seperti Kerajaan Sriwijaya yang namanya terukir dalam sejarah
nasional dan regional

Lekukan Hati diatap Pesawat

Melambangkan bahwa para pimpinan dan karyawan harus mempunyai rasa
memiliki (sense of belonging) dan rasa cinta terhadap perusahaan

Daftar perusahaan di Group Sriwijaya Air[sunting | sunting sumber]

Dalam perkembangannya, Sriwijaya Air juga mendirikan beberapa anak
perusahaan yang hampir keseluruhannya menggunakan istilah NAM sebagai
akronim kecuali untuk NAM Air, sebagai bentuk penghargaan kepada
Ayahanda dari Bpk. Chandra Lie, yaitu Bpk. Lo Kui Nam. Berikut
diantaranya :

NAM Air - Maskapai Pengumpan Sriwijaya Air yang didirikan pada
26 September 2013, kemudian terbang untuk pertama kalinya 11 Desember 2013.

National Aviation Management - Sekolah Penerbangan yang berbasis di
Pangkal Pinang, lebih dikenal sebagai NAM Flying School.

National Aircrew Management - Sekolah Awak Kabin Group Sriwijaya Air
yang berbasis di Jakarta. Dikenal juga sebagai NAM Training Center.

National Aircraft Maintenance - Berperan dalam perawatan kecil Pesawat
Terbang Group Sriwijaya Air. Perawatan utama dilakukan di GMF AeroAsia
di Jakarta atau AiRod Sdn Bhd di Kuala Lumpur, Malaysia.

Negeri Aksara Mandiri - Berperan dalam produksi Inflight Magazine
"SRIWIJAYA" yang digunakan Sriwijaya Air dan NAM Air.


* Insiden









27 Agustus 2008 - Sriwijaya Air Penerbangan 062 tergenlincir di Bandar
Udara Sultan Thaha Syaifuddin saat sedang mendarat. Kejadian ini disebabkan
kerusakan yang terjadi pada sistem rem. Tidak ada korban jiwa

27 Januari 2010 - Sriwijaya Air dengan rute Jakarta - Padang
tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

20 Desember 2011 - Sriwijaya Air SJ 230 PK-CKM rute Jakarta -
Yogyakarta tergelincir di Bandara Adisutjipto. [6] Tidak ada korban jiwa

13 Oktober 2012 - Sriwijaya Air Penerbangan SJ 0021 Medan - Padang
salah mendarat di Bandar Udara Tabing . Tidak ada korban jiwa

27 Maret 2013 - Sriwijaya Air penerbangan Medan ke Padang tergelincir
ketika baru saja mendarat di Bandara Internasional Minangkabau.
Tidak ada korban jiwa.

* Galeri

Salah satu Boeing 737-200 milik Sriwijaya Air.



Boeing 737-300 milik Sriwijaya Air.



Boeing 737-400 milik Sriwijaya Air.



Pesawat Boeing 737-500WL milik Sriwijaya Air di Bandara Juanda, Surabaya.



________________

Penutup
_______________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!
____________________________________________________________________________
Cat :


http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar