Rabu, 20 Juli 2016

Coca-Cola dan 11 Pabriknya di Indonesia


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Minuman Coca-Cola)
______________________________________________________________










_________________

Kata Pengantar
_________________

"Tercatat sampai saat ini 11 pabrik Coca-Cola yang beroperasi
di berbagai provinsi di Indonesia, berturut-turut berdasarkan
tahun pendiriannya adalah Jakarta (1971), Medan (1973),
Surabaya (1976), Semarang (1976), Ujung pandang (1981),
Bandung (1983), Padang (1985), Bali (1985), Manado (1985),
Banjarmasin (1981), dan Lampung (1995)."

Demikian gambaran keberadaan Pabrik Coca Cola di Indonesia
ini para kawan sekalian. Hebat bukan...?

Berikut info lengkapnya...!

...dan..

Selamat menyimak...!

__________________________

Sekilas info Coca-Cola
__________________________














* Pengertian

Coca-Cola adalah minuman ringan berkarbonasi yang dijual
di toko, restoran, dan mesin penjual di lebih dari 200 negara.

Minuman ini diproduksi oleh The Coca-Cola Company asal Atlanta,
Georgia, dan sering disebut Coke saja (merek dagang terdaftar
The Coca-Cola Company di Amerika Serikat sejak 27 Maret 1944).

Awalnya dibuat sebagai obat paten saat ditemukan pada akhir
abad ke-19 oleh John Pemberton, Coca-Cola akhirnya dibeli
oleh pebisnis Asa Griggs Candler yang taktik pemasarannya
berhasil membuat Coke mendominasi pasar minuman ringan
dunia sepanjang abad ke-20.

Perusahaan ini memproduksi konsentrat yang kemudian dijual
ke pabrik Coca-Cola berlisensi di seluruh dunia. Pabrik botol
yang memegang kontrak ekskulsif dengan perusahaan ini memproduksi
produk akhir dalam bentuk kaleng dan botol dari konsentrat
tersebut, dicampur dengan air yang telah disaring dan pemanis.

Pabrik-pabrik tersebut kemudian menjual, mendistribusikan, dan
memasarkan Coca-Cola ke toko-toko eceran dan mesin penjaja.

Coca-Cola Enterprises adalah contoh pabrik Coca-Cola, yang
merupakan pabrik Coca-Cola terbesar di Amerika Utara dan Eropa
Barat. The Coca-Cola Company juga menjual konsentrat untuk
air mancur soda di sejumlah restoran besar dan distributor
jasa makanan.

The Coca-Cola Company juga pernah mengeluarkan minuman cola
lain dengan merek Coke, yang paling umum adalah Diet Coke,
kemudian Caffeine-Free Coca-Cola, Diet Coke Caffeine-Free,
Coca-Cola Cherry, Coca-Cola Zero, Coca-Cola Vanilla, dan
beberapa versi khusus berperisa lemon, jeruk nipis, atau kopi.

Menurut Interbrand pada tahun 2011, Coca-Cola adalah merek
termahal di dunia.


* Sejarah








Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886
oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta,
Georgia, Amerika Serikat.

Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian
dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus
akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat
bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan.

Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring
mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di
dunia.

Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen
dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cinderamata
berlogo Coca-Cola. Benda-benda tersebut kemudian dibagi-bagi
di lokasi-lokasi penjualan penting yang berkesinambungan.

Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni
untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian
cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk
memasyarakatkan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan.

Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak
mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan
untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut:

"Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama
sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata
lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan
akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular
pasar.

Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan
periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945,
Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar.

* Jenis-jenis Coca-Cola






Evolusi botol kaca Coca-Cola di Indonesia dari masa ke masa.
New Coke (Baru)
Diet Coke (Tanpa gula)
Coca-Cola C2
Coca-Cola Zero (Penuh rasa, tanpa gula)
Cherry Coke (Rasa buah ceri)
Vanilla Coke (Rasa vanilli)
Coca-Cola with Lime (Jeruk nipis)
Raspberry Coke (Rasa frambus)

The Coca-Cola Company juga telah memperkenalkan beberapa
minuman kola lainnya dibawah merek Coke. Yang paling terkenal
adalah Diet Coke, yang telah menjadi kola diet utama. Selain
itu, ada juga Caffeine free Coke, Cherry Coke, Coke ZERO,
Vanilla Coke, dan edisi khusus lainnya dengan lemon, jeruk
limau, dan bahkan kopi.

* Produksi Coca-Cola di Indonesia







Coca-Cola pertama kali hadir di Indonesia sekitar tahun 1927,
ketika Netherland Indische Mineral Water Fabrieck (Pabrik Air
Mineral Hindia Belanda) membotolkan untuk pertama kalinya di
Batavia (Jakarta).

Produksi Coca-Cola lumpuh pada zaman penjajahan Jepang (1942-1945)
tetapi tepat sesudah kemerdekaan Republik Indonesia, pabrik
tersebut beroperasi dibawah nama The Indonesia Bottles Ltd Nv
(IBL) dengan status perusahaan nasional.

Pada tahun 1971, dengan pertambahan mitra usaha dan modal
didirikannya pabrik pembotolan modern pertama di Indonesia
dengan nama baru PT. The Jaya Beverages Bottling Company.

Tercatat sampai saat ini 11 pabrik Coca-Cola yang beroperasi
di berbagai provinsi di Indonesia, berturut-turut berdasarkan
tahun pendiriannya adalah Jakarta (1971), Medan (1973),
Surabaya (1976), Semarang (1976), Ujung pandang (1981),
Bandung (1983), Padang (1985), Bali (1985), Manado (1985),
Banjarmasin (1981), dan Lampung (1995).

Sejak tahun 1992, Coca-Cola Amatil yang berpusat di Australia
mengakuisisi semua perusahaan bottler Coca-Cola di Indonesia,
kecuali Bangun Wenang Beverage Company (BWBC) yang berlokasi
di Sulawesi. Hasil akuisisi ini membuat bottler-bottler
tersebut menjadi satu perusahaan dengan nama Coca-Cola Amatil
Indonesia. Secara resmi Coca-Cola Amatil Indonesia terbagi
menjadi 2 entitas legal, yaitu PT. Coca-Cola Bottling
Indonesia (CCBI) dan PT. Coca-Cola Distribution Indonesia
(CCDI).[2]

* Jenis-jenis Coca-Cola di Indonesia








Di Indonesia, Coca-Cola diproduksi oleh PT. Coca-Cola Bottling
Indonesia, Bekasi 17520-Indonesia, terdapat tiga versi, yaitu:

Coca-Cola, minuman berkarbonasi rasa kola
Diet Coke, versi diet dari Coca-Cola
Coca-Cola Zero, versi tanpa kalori dari Coca-Cola

* Slogan Coca-Cola versi Indonesia

1927-1950: Minoemlah Coca-Cola
1950-2000: Minumlah Coca-Cola
1983-1993: Coca-Cola Tentu!
1993-2000: Always Coca-Cola
2000-2004: Semangat Coca-Cola
2002-2004: Segarkan Harimu
2004-2006: Segarnya Mantap itu Coca-Cola
2004-2006: Segarnya Mantap
2006-2008: Hidup ala Coca-Cola
2008-2009: Brrr... Hidup ala Coca-Cola
2009: Brrr...ekspresi di hidup ala Coca-Cola
2009-2010: Buka Coca-Cola, Buka Semangat Baru
2010-2011: Buka Semangat Baru
2011-2013: Segarkan Semangatmu
2013-sekarang: Buka Semangat
2015-sekarang: Nikmati Coca-Cola Bersama
2015-sekarang: Nikmati Segarnya Coca-Cola Bersama

* Dampak Bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan bahwa soda dan minuman manis merupakan
sumber utama kalori yang tinggi. Banyak ahli gizi mengatakan
bahwa Coca-Cola dan minuman ringan lainnya dapat berbahaya
jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama untuk anak-anak
muda yang sering meminum minuman ringan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pengguna secara teratur
minuman ringan memiliki asupan rendah kalsium, magnesium,
asam askorbat, riboflavin, dan vitamin A. Minuman ini juga
telah menimbulkan kritik untuk penggunaan kafein, yang
dapat menyebabkan ketergantungan fisik.

Sebuah situs menunjukkan bahwa mengonsumsi dalam jangka
panjang yang teratur menyebabkan osteoporosis pada wanita
yang lebih tua (tapi tidak laki-laki). Hal ini diperkirakan
karena adanya asam fosfat.

Sebuah kritik umum Coke berdasarkan tingkat keasaman diduga
beracun yang telah ditemukan untuk menjadi tidak berdasar
oleh para peneliti; tuntutan hukum berdasarkan gagasan ini
telah diberhentikan oleh pengadilan Amerika beberapa
alasan ini. Meskipun banyak kasus pengadilan telah diajukan
terhadap The Coca-Cola sejak tahun 1920-an, menyatakan bahwa
keasaman minuman ini berbahaya, tidak ada bukti yang menguatkan
klaim ini telah ditemukan. Dalam kondisi normal, bukti-bukti
ilmiah yang menunjukkan keasaman Coca-Cola tidak mengakibatkan
kerusakan langsung pada tubuh.

Sejak tahun 1980 di AS, Coca-Cola telah dibuat dengan sirup
jagung tinggi fruktosa (HFCS) sebagai bahan pembuatan.

Beberapa ahli gizi menyarankan untuk berhati-hati terhadap
konsumsi HFCS karena dapat memperburuk obesitas dan diabetes
yang lebih dari gula tebu . Selain itu, sebuah penelitian
pada 2009 menemukan bahwa hampir setengah dari sampel yang
diuji dari HFCS komersial mengandung zat berbahaya yaitu merkuri.

Di India, ada sebuah kontroversi besar apakah ada pestisida dan
bahan kimia berbahaya lain terdapat di dalam produk kemasan,
termasuk Coca-Cola. Pada tahun 2003 Pusat Sains dan Lingkungan
(CSE), sebuah organisasi non-pemerintah di New Delhi, mengatakan
air soda yang diproduksi oleh produsen minuman ringan di India,
termasuk raksasa multinasional PepsiCo dan Coca-Cola, mengandung
racun termasuk lindan, DDT, yang dapat berkontribusi terhadap
kanker dan gangguan sistem kekebalan tubuh. CSE menemukan bahwa
India menghasilkan produk minuman ringan Pepsi telah 36
kali tingkat residu pestisida diperbolehkan sesuai dengan peraturan
Uni Eropa; minuman ringan Coca-Cola ditemukan memiliki 30 kali
jumlah yang diizinkan.

CSE mengatakan telah menguji produk yang sama dijual di Amerika
Serikat dan tidak menemukan residu seperti Setelah tuduhan
pestisida dilakukan pada tahun 2003., Coca-Cola penjualan di
India mengalami penurunan sebesar 15 persen.

Pada tahun 2004 sebuah komite parlemen India didukung temuan
CSE dan sebuah komite yang ditunjuk pemerintah bertugas
dengan mengembangkan standar pertama di dunia pestisida untuk
minuman ringan. The Coca-Cola telah menjawab bahwa pabrik
filter air untuk menghilangkan kontaminan potensial dan yang
produknya diuji untuk pestisida dan harus memenuhi standar
kesehatan minimum yang sebelum Coca-Cola didistribusikan.

Di negara bagian India Kerala penjualan dan produksi Coca- cola,
bersama dengan minuman ringan lainnya, pada awalnya dilarang setelah
tuduhan, sampai Pengadilan Tinggi di Kerala terbalik hanya
memutuskan bahwa pemerintah federal bisa melarang produk makanan.
Coca-Cola juga telah dituduh penggunaan air yang berlebihan di India.

* Kampanye Open Happiness (Buka Semangat Baru)








Musik memainkan peran sentral dalam kampanye. Lagu Open Happiness
berdasarkan pada awalnya ditampilkan dalam iklan televisi untuk
pasar Amerika. Lagu ini dirilis sebagai single. Ini adalah
kolaborasi antara Cee-Lo dari Gnarls Barkley, Patrick Stump dari
Fall Out Boy, Brendon Urie from Panic! at the Disco, Travis McCoy
from Gym Class Heroes, Janelle Monae, dengan Polow Da Don dan Butch
Walker sebagai produser. Disutradarai oleh sutradara pemenang
penghargaan, Alan Ferguson, video klip untuk lagunya diluncurkan
di MTV pada bulan Juli 2009.

The Coca-Cola Company pada Mei 2009 mengumumkan bahwa ikon pop
Lebanon Nancy Ajram merekam versi bahasa Arab dari Open Happiness,
yang disebut "Eftah Tefrah", yang dirilis di pasar Timur Tengah.

The Coca-Cola Perusahaan kemudian mulai memasarkan Open Happiness
tema untuk pasar Asia Timur pada Juni 2009. Lagu Open Happiness ini
disesuaikan dengan bahasa Kanton untuk di Hong Kong; lagu yang
dinyanyikan oleh bintang pop Hong Kong Joey Yung di negara versi
dari lagu dan video musik.

Sebuah versi dari lagu untuk Singapura dirilis kemudian di bulan
yang sama, yang dinyanyikan oleh bintang pop lokal Derrick Jocie
Guo Holt. Video klipnya difilmkan oleh Warner Music.[7] Pada bulan
Juli 2009 Open Happiness ini diluncurkan di China, di mana versi
lokal dari lagu ini direkam oleh penyanyi dan pencipta lagu Cina
Wang Leehom.[8] Lagu masuk dalam urutan lagu di Amerika Serikat,
Selandia Baru, Perancis, Uni Emirat Arab, dan Australia. Di Cina,
lagu secara bersamaan mencapai nomor peringkat pertama di beberapa
tangga musik.

Pada bulan November 2009, The Coca-Cola Company meluncurkan versi
Indonesia Open Happiness, dengan judul "Buka Semangat Baru". Lagu
ini dinyanyikan oleh Ello, Ipang, dan Berry dari grup hip-hop/rock
Saint Loco, dan bintang pop Indonesia-Filipina, Lala Karmela.

Coca-Cola sebagai sponsor Piala Dunia FIFA[sunting | sunting sumber]
Coca-Cola sering ditunjuk FIFA menjadi sponsor kejuaraan sepak bola
Piala Dunia. Coca-Cola menjadi sponsor Piala Dunia hampir setiap
tahun diselenggarakan Piala Dunia termasuk Piala Dunia FIFA 2010
dan Piala Dunia FIFA 2014.

* Layanan Pelanggan Coca-Cola Amatil Indonesia

Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) juga menyediakan layanan pelanggan
untuk informasi lebih lanjut, saran dan keluhan mengenai produk CCAI.

Pelanggan dapat menghubungi nomor 0800 100 2653 (bebas pulsa) atau
SMS ke nomor 0812 112 2653 atau dapat mengunjungi situs resmi CCAI.

_____________

Penutup
_____________


Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!













____________________________________________________________
Cat :
Iklan Coca-Cola Supermarket - YouTube
Coca-Cola - Asia Pacific University - YouTube

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar