Sabtu, 08 Oktober 2016

Penerapan Fungsi Controling Pemikiran guna Percepatan Pembagunan Angkola Tapanuli Selatan


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Penerapan Fungsi Controling
untuk  percepatan Pembagunan Tapanuli Selatan)
____________________________________________________












____________________

Kata Pengantar
____________________

Lewat video Tayang sisi lain Kota Sipirok di youtube,
penulis melihat sisi "Kantor Bupati Tapanuli Selatan".
dari sekian banyak sisi yang ditayangkan.

"Mantap juga Kantor Bupati ini, kalau sudah selesai
100 %, rasa-rasanya Kantor ini akan menjadi Kantor
Bupati terbaik dan terindah di 33 kab/kota se-
Sumatra Utara" Begitu pikir penulis.

Untuk kemudian berkesinambungan ke pikiran, "Berarti
sudah berhasil-lah perjuangan Pembangunan itu". Itu.

Para kawan dimana-pun berada...!

Perjuangan Pembangunan yang berhasil itu, "Perjuangan
Pembangunan  Kantor Bupati-nya. Kalau perjuangan pada
pembangunan masyarakatnya dalam macam aspek kehidupan,
siapa pula yang bilang sudah berhasil, "justru baru
di mulai...!" Iyakan...?

Teringat pada baru dimulainya suatu proses pembagunan,
maka teringat pulalah penulis pada yang namanya Planning,
Organizing, Actuating dan Controling atau yang dalam
singkatan bahasa sikola disebut POAC.

Ehem...!

Khsusus mengenai "Controling", jelas dan cukup jelas
merupakan hak dari setiap individu masyarakat Angkola
dalam pelaksanaan proses pembangunan.

Dan karenaitu pulalah kenapa setiap Bupati di negara
ini melaporkan pertanggungjawabannya pada masyarakat
lewat langsung atau lewat Dewan Perwakilannya.

Jadi...!

Bagaimana caranya masyarakat melalukan fungsi Controling
dalam proses pembagunan, khsusnya di Tapanuli Selatan....?
Bukankah fungsi ini merupakan pekerjaan seorang mandor
yang selalu berkata, yang ini kesini, yang ono ke sono.
Minggu depan gajian, minggu berikutnya di tunda dulu.

Kawan-kawan sekalian...!

Dalam arti yang lebih luas, "Sesungguhnya Controling
itu dapat dilakukan oleh siapa saja, khsusnya controling
dibidang pemikiran atau cara berpikir.

Dengan kata lain, "Semua masyarakat Tapanuli Selatan"
berwenang mengontrol, mengingatkan, menyarankan pada
pelaksana pemerintahan agar tetap pada jalurnnya.

- Tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada
  kepentingan Individu
- Tetap pempertimbangkan pembangunan mana yang lebih
  di utamakan dari pada yang lainnya
- Tetap mengetahui yang mana kewajiban dan yang
  mana hak.
- Tetap memperhatikan suara masyarakat kecil, suara
  masyarakat bawah, sekalpun beliau tidak memberikan
  suaranya pada seorang pemimpin yang kemudian menjadi
  terpilih.
- Dan lain-lain...dan...lain-lain.

Kawan-kawan sekalian...!

Penerapan Fungsi Controling guna Percepatan Pembagunan
Angkola Tapanuli Selatan yang penulis maksud dalam
postingan ini adalah "Pengontrolan pemikian para
pelaksana pemerintahan Tapanuli Selatan agar tetap
pada jalurnya, tetap pada visi dan misinya karena kita
semua tahu para pemimpin pemerintahan cukup banyak
yang bermasalah dan tak jarang berakhir di penjara,
padahal berakhir dipenjara bukan-lah visi dan misi
dari pemimpin tersebut.

Dan berikut "Controling Pemikiran" yang penulis
maksud :

- Musik dengan, "Judul Perahu Retak" dari Franky
  Sahilatua. Cipt. Emha Ainun Najib.

- Perahu dalam hal ini adalah Kantor BUpati Tapanuli
  Selatan beserta para pelaksana Pemerintahannya,
  yang memang akan menjadi retak (Tafsir Konotatif)
  ketika di Tapanuli Selatan tidak dilaksanakan
  Pembagunan yang merata. Terjadi ketimpangan,

- Ketika terdengar kabar para penyelenggara pemerintahan
  telah menyalahgunakan jabatannya

- Ketika masyarakat mengetahuim bahwa seorang pejabat
  Tapsel mempertahankan perbuatannya yang salah.

...dan...dan...

- Ketika masyarakat itu terantuk batu (Tafsir konotatif),
  menjadi masyarakat pemalas, menjadi masyarakat yang
  tak punya rasa peduli sama sesama dan menjadi
  masyarakat yang suka merusak fasilitas pembangunan
  itu sendiri. "Sona hartokkuon, ruppak...!" Katanya.

...sementara yang lainnya adalah...

- Masyarakat yang baik-baik taat dan tunduk pada
  macam peraturan daerahnya, masyarakat yang peduli,
  masyaraat yang selalu ingin untuk menikmati
  kesejahteraan bersama.

Dan terhadap retaknnya perahu Pemerintah dan terantuk
batunya masyarakat ia selalu merasa heran, heran pada
semua kejadian yang memang susah untuk dipahami.

"Tapi ku heran ditengah perjalanan
muncullah ketimpangan.

Aku heran...aku heran...
yang salah dipertahankan

Aku heran...aku heran...
yang benar di singkirkan..."

Perahu Negriku...
perahu bangsaku...



Musik...!
Ah...lamakali-pun.

Musikkkk...kkkk....
Musikkkk...kkkk....kkkk....kkkk....kkkk....kkkk....kkkk....



______________________________________________________

Syair Musik Perahu Retak dan macam Animasi Angkola 
Tapanuli Selatan dan sekitarnya
______________________________________________________













































































 _______________

Penutup
_______________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan pada semua info yang terjadi penulis ingin
berkata :

1. Selamat atas berdirinya Kantor Bupati Tapanuli
   Selatan, semoga kantor dan para penyelenggara
   Pemerintahan-nya tidak seperti perahu retak.
 
   Sungguh tak banyak yang bisa diharap ke arah
   manapun perahu yang retak akan didayung. Bahkan
   bisa menimbulkan rasa takut.

...dan...

2. Pada masyarakat Tapanuli Selatan, tetaplah
   berjuang untuk mendapatkan kesejahteraan hidup
   itu, sekalipun gelombang setiap saat menerpa.

"Langit mmbentang  cakrawala di depan
melambaikan tantangan...

di atas tanahku, dari dalam airku
tumbuh kebahagiaan

di sawah kampungku, di jalan kotaku
terbit kesejahteraan..."

Syair Franky Sahilatua, sebagai bukti terlaksanannya
fungsi Controling pemikiran itu, sebagai gambaran
tercapinya kesejahteraan itu.

Selamat malam...!

















________________________________________________________
Cat :
Franky S - Perahu Retak




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar