Kamis, 29 Desember 2016

Hubungan Cerita Putri 7 dengan Kota Dumai



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
Menyimak info sekitar Hubungan Cerita Putri 7 dengan
Kota Dumai)
________________________________________________________











___________________

Kata Pengantar
___________________

Para kawan sekalian...!

Jika mau dijawab langsung, maka hubungannnya adalah...
ini...ini...ini...

Karena adanya ini...ini...ini...., maka terjadilah itu...
itu...itu....

...dan...

Berikut info lengkapnya sekaligus jawaban ini...ininya
dan itu...itu-nya.

Selamat menyimak bersama macam animasi Tari Putri 7 yang
dipentaskan oleh Sanggar TUAH BETUNG dalam Cerita Putri
Tujuh pada Panggung Seni Rakyat 2015 Kota Dumai. Titik.

_________________________________________________________

Cerita Rakyat Riau Putri Tujuh : Asal Muasal Kota Dumai
_________________________________________________________









Dahulu, di Dumai ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh
seorang ratu bernama Cik Sima. Kerajaan tersebut bernama
Kerajaan Seri Bunga Tanjung.

Cik Sima mempunyai tujuh orang putri yang cantik-cantik.
Di antara ketujuh putrinya, putri bungsulah yang paling
cantik. la bernama Mayang Sari.

Suatu hari, ketujuh putri ini sedang mandi di Lubuk
Sarong Umai. Mereka tidak menyadari bahwa ada orang yang
sedang memerhatikan mereka.

Pangeran Empang Kuala yang secara tidak sengaja sedang
melewati daerah itu terkagum-kagum dengan kecantikan
ketujuh putri itu. Namun, matanya terpaku pada Putri
Mayang Sari.

"Hmm, cantik sekali gadis itu. Gadis cantik di Lubuk Umai.
Dumai... Dumai," bisiknya pada diri sendiri.

Sekembalinya ke kerajaan, Pangeran Empang Kuala memerintahkan
utusannya untuk pergi ke Kerajaan Seri Bunga Tanjung untuk
meminang Putri Mayang Sari.

Secara adat, Cik Sima menolak dengan halus pinangan kepada
putri bungsunya, karena seharusnya putri tertualah yang
harusnya menerima pinangan lebih dahulu.


Pangeran Empang Kuala murka mendengar pinangannya ditolak.
Lulu, ia mengerahkan pasukannya untuk menyerbu Kerajaan
Seri Bunga Tanjung.

Mendapat serangan tersebut, Cik Sima segera mengamankan
ketujuh puterinya ke dalam hutan. Mereka disembunyikan di
sebuah lubang yang ditutupi atap terbuat dari tanah dan
dihalangi oleh pepohonan.

Cik Sima juga membekali ketujuh puterinya bekal makanan
selama tiga bulan. Setelah itu, Cik Sima kembali ke medan
perang.

Pertempuan berlangsung selama berbulan-bulan. Telah lewat
tiga bulan pertempuran tidak juga selesai dan pasukan Cik
Sima semakin terdesak.

Korban sudah banyak sekali berjatuhan dan kerajaan pun
porak poranda. Akhirnya, Cik Sima meminta bantuan jin
yang sedang bertapa di Bukit Hulu Sungai Umai.

Ketika Pangeran Empang Kuala dan pasukannya sedang beristirahat
di bagian hilir Sungai Umai pada malam hari, tiba tiba saja
ribuan buah bakau berjatuhan menimpa pasukan Pangeran Empang
Kuala yang sedang beristirahat. Sebentar saja pasukan tersebut
dapat dilumpuhkan. Pangeran Empang Kuala pun terluka.

Dalam kondisi yang lemah itu, datanglah utusan Ratu Cik Sima.

"Hamba datang sebagai utusan Ratu Kerajaan Seri Bunga Tanjung.
Ratu meminta Tuan untuk menghentikan peperangan ini.










Peperangan ini tidak ada kebaikannya bagi kedua belch pihak.
Hanya akan menimbulkan kesengsaraan," kata utusan Ratu Cik Sima

Pangeran Empang Kuala menyadari bahwa pihaknyalah yang memulai
semua kerusakan ini. Akhirnya, ia memerintahkan pasukannya
untuk mundur.

Sepeninggal pasukan Pangeran Empang Kuala, Ratu Cik Sima
bergegas menuju tempat persembuyian ketujuh putrinya. Namun,
ia sangat terpukul, karena dilihatnya ketujuh puterinya telah
meninggal dunia, karena kelaparan.

Peperangan berlangsung Iebih lama dari perkiraan mereka,
sehingga bekal makanan yang ditinggalkan tidak cukup.

Ratu Cik Sima tak kuasa menahan sesal dan kesedihan atas
kehilangan putri-putrinya. la jatuh sakit dan meninggal dunia.

Konon, kata Dumai diambil dari kata-kata Pangeran Empang
Kuala ketika sedang melihat Putri Mayang Sari di sungai. Kini,
di Kota Dumai terdapat situs bersejarah, yaitu sebuah
persanggrahan Putri Tujuh yang letaknya di daerah wilayah
kilang Minyak PT Pertamina Dumai.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Riau Putri Tujuh : Asal Usul
Dumai adalah permusuhan akan menimbulkan kerugian dan penyesalan.

____________

Penutup
____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Bagaimana...?

Dapat Cle'an tangkap hubungan yang dimaksud, tanda tanya :

a. Dapat...!
   Karena saya sudah memabca semuanya

b. Tidak dapat...!
   Karena saya tidak membacanya. Saya cuma melihat
   gambarnya saja..
 

...dan...

Selamat malam...!










_______________________________________________________________
Cat :
Sanggar TUAH BETUNG dalam Cerita Putri Tujuh pada Panggung Seni Rakyat 2015 Kota Dumai
https://www.youtube.com/watch?v=IgcL0s_i5hQ


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar