Friday, February 24, 2017

Kuala Lumpur - Malaysia


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Kuala Lumpur - Malaysia)
___________________________________________________























_________________

Kata Pengantar
_________________

Para kawan sekalian...!

Lewat beberapa link dibawah ini, penuls mengurai mengenai
beberapa Kota di dunia, al :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2017/02/tokyo-city-japan-and-animation.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2017/02/beautiful-place-of-moscow-russia.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2017/02/berlin-city-amazing-berlin-city-in.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2017/02/beautiful-places-city-of-kiev-ukraine.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2017/02/chicago-35-things-to-do-in-chicago-top.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2017/02/beautiful-paris-city-in-france.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2017/02/rio-de-janeiro-brazil.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2017/02/jakarta-city-in-wonderful-indonesia.html

Bagaimna dengan Kota Kuala Lumpur...?

Berikut infonya.

Selamat menyimak...!

____________________________________

Sekilas info tentang Kuala Lumpur
____________________________________












* Pengertian

Kuala Lumpur (sering disingkat KL), atau nama lengkapnya
Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, adalah ibu kota dan kota
terbesar di Malaysia.

Kawasan Wilayah Persekutuan meliputi wilayah seluas 244 km2
(94 sq mi), dengan penduduk sekitar 1,6 juta jiwa (2010).
Wilayah metropolitan Kuala Lumpur atau yang juga dikenal
sebagai Lembah Klang, memiliki jumlah penduduk sebesar
5,7 juta jiwa.[3] Kuala Lumpur merupakan wilayah metropolitan
dengan pertumbuhan paling pesat di Malaysia, baik dalam
jumlah penduduk maupun ekonomi.

Di Kuala Lumpur berdiri Parlemen Malaysia. Kota ini juga pernah
menjadi lokasi kantor pemerintahan eksekutif dan kehakiman,
yang telah pindah ke Putrajaya sejak tahun 1999.[5] Namun
beberapa kantor cabang kehakiman masih berdiri di kota ini.

Kediaman resmi Yang di-Pertuan Agong, yaitu Istana Negara, berada
di Kuala Lumpur. Kota ini juga merupakan pusat kebudayaan dan
ekonomi Malaysia kerana kedudukannya sebagai ibu kota dan kota
utama.Globalization and World Cities Study Group and Network
(GaWC) menilai Kuala Lumpur sebagai sebuah kota global alfa.

Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur adalah salah satu dari tiga
buah Wilayah Persekutuan Malaysia, dan juga sebuah enklaf
dalam negeri Selangor, di pantai barat tengah Semenanjung
Malaysia.

Sejak tahun 1990-an, kota ini telah menjadi tuan rumah dari
berbagai acara olahraga, politik, dan kebudayaan internasional,
seperti Commonwealth Games 1998 dan Formula Satu.Selain itu,
di Kuala Lumpur berdiri menara kembar tertinggi di dunia,
yaitu Menara Kembar Petronas.

Kuala Lumpur dihubungkan dengan dunia luar oleh dua bandar udara,
yaitu Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur di Sepang dan
Bandar Udara Sultan Abdul Aziz Shah di Subang.


* Sejarah








Sejarah modern Kuala Lumpur dimulai pada tahun 1850-an, ketika
Raja Abdullah membayar buruh Cina untuk membuka tambang timah
yang baru dan lebih besar. Mereka tiba di muara Sungai Gombak
dan Sungai Klang untuk membuka tambang di Ampang.

Tambang-tambang ini berkembang menjadi kawasan perdagangan yang
semakin diterima sebagai kota perbatasan. Banyak kemelut yang
dialami Kuala Lumpur, seperti Perang Saudara Selangor, wabah penyakit,
kebakaran, dan banjir.[

Sekitar tahun 1870-an, Kapitan Cina Kuala Lumpur, Yap Ah Loy,
menjadi pemimpin yang bertanggungjawab atas pertahanan dan
pertumbuhan kota ini ini. Ia mulai membangun Kuala Lumpur dari
sebuah tempat kecil yang tidak dikenal menjadi kota pertambangan
dengan ekonomi aktif.
Di penghujung abad ke-19, Mohamed Taib bin Haji Abdul Samad seorang
saudagar Melayu asal Minangkabau, meneroka kawasan Chow Kit dan
Kampung Bahru sebagai kawasan permukiman masyarakat Melayu.

Pada tahun 1880, ibukota Selangor dipindah dari Klang ke Kuala
Lumpur yang jauh lebih strategis.Pada tahun 1881, kebakaran dan
banjir menghancurkan struktur kayu dan atap Kuala Lumpur. Residen
Inggris di Selangor, Frank Swettenham, bertindak dengan mewajibkan
semua bangunan dibangun dari batu bata dan ubin saja.[15] Kebanyakan
bangunan baru menyerupai rumah toko di Cina Selatan, dengan ciri
"kaki lima". Transportasi ke kota ini dipermudah dengan pembangunan
jalur kereta api. Pembangunan semakin pesat pada tahun 1890-an,
sehingga didirikan sebuah Lembaga Kebersihan (Sanitary Board).
Pada tahun 1896, Kuala Lumpur dipilih sebagai ibukota "Negeri-
Negeri Melayu Bersekutu" yang baru.

Berbagai komunitas datang menetap di Kuala Lumpur. Kaum Cina menetap
di sekitar pusat perdagangan Medan Pasar di sebelah timur Sungai
Klang. Orang Melayu, Chettiar, dan India Muslim menetap di sepanjang
Java Street (kini Jalan Tun Perak). Lapangan yang kini dikenal
sebagai Lapangan Merdeka, merupakan pusat kantor pemerintahan Inggris.

Pada masa Perang Dunia Kedua, Kuala Lumpur dikuasai oleh tentara
Jepang dari 11 Januari 1942 hinggga 15 Oktober 1945.[17] Pada tahun
1957, Federasi Malaya berhasil meraih kemerdekaan dari Britania Raya,
dan Kuala Lumpur dipilih menjadi ibukota.[18] Setelah pembentukan
Malaysia pada 16 September 1963, kota ini juga dipilih sebagai
ibukota negara.

Kota ini menjadi saksi dari kerusuhan etnis yang meletus antara
orang Melayu dengan orang Cina pada tanggal 13 Mei 1969.Kerusuhan
ini disebabkan oleh ketidakpuasan orang Melayu terhadap keadaan
sosio-politik mereka saat itu. Kerusuhan 13 Mei menewaskan
sekitar 196 jiwa,dan memicu perubahan kebijakan ekonomi negara.

Kuala Lumpur memperoleh status kota pada tahun 1972, dan menjadikannya
permukiman pertama di Malaysia yang mendapatkan status tersebut sejak
kemerdekaan. Pada 1 Februari 1974, Kuala Lumpur menjadi Wilayah
Persekutuan, sehingga ibukota Selangor dipindah ke Shah Alam
pada tahun 1978.

Pada tahun 1998, sebuah gerakan politik yang dikenal sebagai
"Reformasi" berlangsung di kota ini.[23] Gerakan ini disebabkan
oleh pemecatan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
Pendukung Anwar turun ke jalan dan meminta reformasi di tubuh
pemerintahan.

Putrajaya dinyatakan sebagai Wilayah Persekutuan dan pusat pemerintahan
Malaysia pada tanggal 1 Februari 2001.[24] Fungsi-fungsi eksekutif dan
yudikatif dipindah dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Namun, Parlemen
Malaysia dan kediaman resmi Yang di-Pertuan Agong masih berada di
Kuala Lumpur.

* Geografi









Geografi Kuala Lumpur berciri lembah besar yang dikenal sebagai
Lembah Klang yang berbatasan dengan Pegunungan Titiwangsa di timur,
beberapa pegunungan kecil di utara dan selatan, dan Selat Malaka
di barat. Kuala Lumpur terletak di muara antara Sungai Klang
dan Gombak.

Terletak di tengah-tengah negeri Selangor, Kuala Lumpur pernah
berada di bawah pemerintahan Selangor. Pada tahun 1974, Kuala
Lumpur dipisah untuk membentuk Wilayah Persekutuan pertama yang
diatur secara langsung oleh Pemerintah Federasi Malaysia. Luas
wilayah kota ini adalah 243.65 km2 (94.07 sq mi), dengan
rata-rata ketinggian 21.95 m (72.0 ft).Iklim dan cuaca

Terlindung oleh Pegunungan Titiwangsa di timur dan pulau Sumatra,
Indonesia, di barat, Kuala Lumpur memiliki iklim hutan hujan tropis
(klasifikasi iklim Köppen Af) yang hangat dan cerah, dengan curah
hujan yang lebat sepanjang tahun, terutama pada musim muson timur
laut dari bulan Oktober hingga Maret. Suhu kota ini cenderung
konstan, dengan titik maksimum sekitar 31 and 33 °C (88 and 91 °F)
dan tidak pernah melampaui 37 °C (99 °F), sementara titik minimum
sebesar 22 and 23.5 °C (71.6 and 74.3 °F) dan tidak pernah kurang
dari 19 °C (66 °F). Kuala Lumpur setiap tahunnya menerima curah
hujan sebesar 2,266 mm (89.2 in); bulan Juni dan Juli relatif kering,
namun demikian, curah hujan biasanya melebihi 125 mm (5 in) sebulan.

Banjir sering terjadi di Kuala Lumpur ketika turun hujan deras,
khususnya di pusat kota dan wilayah hilir.[28] Terkadang, wilayah
Kuala Lumpur dan sekitarnya tercemar oleh abu yang berasal dari
kebakaran hutan di Sumatra. Debu tersebut merupakan penyebab
polusi utama di kota ini, yang diperburuk oleh pembakaran emisi
dari kendaraan bermotor dan proses konstruksi.


* Demografi


Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010, Kuala Lumpur memiliki
jumlah penduduk sebesar 1,6 juta jiwa, dengan tingkat kepadatan
penduduk mencapai 6.891 penduduk per kilometer persegi (17.310/mil
persegi). Penurunan tingkat kelahiran yang berlanjut, telah
menyebabkan persentase penduduk di bawah usia 15 tahun turun
dari 33% pada tahun 1980 ke 27% pada tahun 2000.[31] Sebaliknya,
golongan usia bekerja 15–59 tahun justru meningkat dari 63% (1980)
menjadi 67% (2000).[31] Persentase penduduk berusia tua (60 tahun
ke atas) juga naik dari 4% (1980) ke 6% (2000).[31]

Bahasa Melayu yang menjadi bahasa nasional, merupakan bahasa utama
di Kuala Lumpur. Bahasa lain yang digunakan di kota ini adalah
dialek-dialek Kanton, Mandarin, dan Tamil. Bahasa Inggris juga
berperan besar sebagai perantara bisnis dan merupakan mata
pelajaran wajib di sekolah.

Di Kuala Lumpur, beraneka ragam budaya bercampur, seperti Melayu,
Cina, India, Serani, dan juga suku-suku Kadazan, Iban dan suku
asli lain dari Malaysia Timur dan Barat.[31][32] Pesatnya
pembangunan Kuala Lumpur juga menarik perhatian pekerja asing
dari Indonesia, Nepal, Burma, Thailand, Bangladesh, Pakistan,
India, Sri Lanka, dan Vietnam.

Berdasarkan sensus tahun 2010, orang Melayu merupakan yang
terbesar di Kuala Lumpur. Masyarakat Melayu yang mayoritasnya
berasal dari Kepulauan Nusantara, membentuk sekitar 44,2% dari
keseluruhan penduduk kota.[35] Kebanyakan mereka datang dari
Minangkabau, Bugis, dan Jawa.[36]

Pada akhir abad ke-18, ketika Eropa mengalami Revolusi Industri,
banyak pekerja Cina dari wilayah Fujian dan Guangdong dibawa ke
Tanah Melayu untuk bekerja di industri timah yang sedang berkembang
pesat.

Orang Cina di Kuala Lumpur menuturkan berbagai dialek. Tetapi
kebanyakan dari mereka merupakan orang Kanton[38] dan Hakka.
Pada tahun 2010, masyarakat Cina berjumlah sekitar 43,2% dari
keseluruhan penduduk kota.

Orang India membentuk 10,3% dari jumlah penduduk Kuala Lumpur
(2010). Kebanyakan dari mereka beragama Hindu dan menuturkan
bahasa Tamil dan berbagai bahasa lain seperti bahasa Hindi,
Malayalam, Punjabi, Telugu, dan Pashtun. Kebanyakan orang India
dibawa ke Malaysia pada masa penjajahan Inggris.

Agama Islam merupakan agama terbesar di Kuala Lumpur dengan
jumlah pengikut mencapai 46,4% (2010). Agama ini dianut oleh
orang Melayu dan sebagian masyarakat India. Agama-agama lain
yang dianut di Kuala Lumpur adalah agama Hindu (terutama di
kalangan kaum India), Buddha (terutama di kalangan orang Cina),
dan Kristen.


* Pemerintahan lokal









Tugas pemerintahan kota menjadi tanggung jawab Dewan Bandaraya
Kuala Lumpur, sebuah lembaga di bawah naungan Kementerian Wilayah
Persekutuan Malaysia.[41] Dewan Bandaraya Kuala Lumpur bertanggung
jawab terhadap kebersihan dan kesehatan umum, pembuangan dan
pengelolaan sampah dan limbah, perencanaan kota, perlindungan
lingkungan, pengawasan konstruksi, pembangunan sosial dan ekonomi,
dan pemeliharaan prasarana kota secara umum. Kekuasaan eksekutif
dipegang oleh Datuk Bandar yang dilantik dengan masa jabatan
tiga tahun oleh Kementerian Wilayah Persekutuan. Sistem pelantikan
datuk bandar ini berlaku sejak pemilu pemerintah setempat ditunda
pada tahun 1970.

Sejak Kuala Lumpur menjadi Wilayah Persekutuan pada 1 Februari 1974,
kota ini telah dipimpin oleh sembilan orang Datuk Bandar.[43] Datuk
Bandar Kuala Lumpur kini adalah Dato' Ahmad Fuad Ismail, yang
dilantik pada tahun 2008.


* Pariwisata


Sektor pariwisata juga berperan penting dalam ekonomi Kuala Lumpur.
Selain membuka lapangan pekerjaan, sektor ini memperluas peluang
usaha. Berbagai hotel didirikan di kota ini. Kuala Lumpur juga
berkembang menjadi tujuan belanja internasional. Berbagai macam
pusat perbelanjaan dan mal berdiri di kota ini. Pariwisata
konferensi juga semakin berkembang pada tahun-tahun terakhir
dan menjadi komponen penting dalam industri pariwisata.

Tujuan wisata penting di Kuala Lumpur adalah Lapangan Merdeka,
Parlemen Malaysia, Istana Budaya, Istana Negara, Menara Kuala
Lumpur, Museum Negara, Pusat Dagangan Dunia Putra, Tugu Negara,
dan tempat-tempat ibadah seperti Masjid Jamek, Masjid Negara,
dan Masjid Wilayah Persekutuan.[51] Tujuan wisata lain adalah
Aquaria KLCC, Batu Caves, Makam Pahlawan, Pusat Sains Negara,
Jalan Petaling, Royal Selangor, dan Kebun Binatang Negara.

Selain itu, terdapat acara-acara seperti pusat kebudayaan Melayu,
perayaan kebudayaan Cina di Tokong Thean Hou, dan perarakan
Thaipusam di Kuil Sri Maha Mariamman. Di Segitiga Emas (pusat
perdagangan Kuala Lumpur) berdiri Menara Kembar Petronas yang
merupakan menara kembar tertinggi di dunia. Di kota ini juga
terdapat klub-klub malam, kedai arak, dan pusat hiburan,
seperti Beach Club, Espanda, Hakka Republic Wine Bar &
Restaurant, Hard Rock Cafe, Luna Bar, Nuovo, Rum Jungle, Thai
Club, Zouk, dll, yang terletak di sepanjang Jalan P. Ramlee,
Jalan Sultan Ismail, dan Jalan Ampang.

* Retail








Di Kuala Lumpur terdapat 66 pusat perbelanjaan, yang menempatkannya
sebagai pusat retail dan fesyen Malaysia.[52] Pada tahun 2006,
sektor perbelanjaan di Malaysia menyumbangkan RM 7,7 miliar atau
20,8% dari pendapatan pariwisata.[53]

Suria KLCC adalah salah satu tujuan belanja utama di Malaysia
karena terletak di bawah Menara Kembar Petronas. Selain Suria
KLCC, Bukit Bintang memiliki jumlah outlet belanja terbanyak
di Kuala Lumpur.

Bukit Bintang, yang merupakan bagian dari Segi Tiga Emas Kuala
Lumpur, meliputi 3 jalan raya, yaitu Jalan Bukit Bintang, Jalan
Imbi, dan Jalan Sultan Ismail. Di Bukit Bintang terdapat berbagai
kafe, outlet makanan, dan kompleks perbelanjaan seperti Berjaya
Plaza, Berjaya Times Square, Bukit Bintang Plaza, Imbi Plaza,
Kuala Lumpur Plaza, Lot 10, Low Yat Plaza, Pavilion KL, Starhill
Plaza, dan Sungei Wang Plaza. Di Kuala Lumpur juga terdapat
toserba terbesar di Malaysia, yaitu SOGO Kuala Lumpur
yang terletak di Jalan Tuanku Abdul Rahman.

Beberapa kompleks perbelanjaan juga dapat ditemui di wilayah
Bangsar, seperti Bangsar Village, Mid Valley Megamall, dan The
Gardens. Kawasan Damansara di barat laut Kuala Lumpur merupakan
tempat berdirinya satu-satunya cabang IKEA di Malaysia.

Selain itu, terdapat beberapa mall seperti Cathay Multi Screen
Cinemas, The Curve, Ikano Power Centre, Citta Stripmall at
Ara Jaya, dan One Utama.

Selain pusat perbelanjaan, beberapa zona di Kuala Lumpur telah
ditetapkan untuk memasarkan produk lokal seperti tekstil dan
kerajinan tangan. Pecinan di Kuala Lumpur, atau lebih dikenal
sebagai Jalan Petaling, serta Pasar Seni merupakan beberapa
tempat memasarkan produk-produk lokal.



* Arsitektur

Arsitektur Kuala Lumpur merupakan paduan pengaruh kolonial, Asia,
Melayu Islam, modern, dan post-modern.[55] Sebagai sebuah kota yang
relatif muda dibandingkan dengan ibukota lain di Asia Tenggara
seperti Bangkok, Jakarta, dan Manila, kebanyakan bangunan masa
kolonial di Kuala Lumpur dibangun sekitar akhir abad ke-19 dan
awal abad ke-20. Bangunan-bangunan ini menunjukan gaya Moor,
Tudor, Neo-Gothik, atau Yunani-Spanyol.[56]

Sebelum Perang Dunia Kedua, di sekitar pusat kota lama terdapat
banyak rumah toko, kebanyakan bertingkat dua. Rumah-rumah toko
ini terinspirasi dari tradisi Cina Peranakan dan Eropa.

Walaupun sebagian telah dirobohkan untuk pembangunan baru, masih
banyak rumah toko lama yang berdiri di sekitar wilayah Medan Pasar,
Jalan Petaling, Jalan Tuanku Abdul Rahman, Jalan Doraisamy, Bukit
Bintang, dan Tengkat Tong Shin.

Setelah kemerdekaan Malaysia, banyak bangunan bergaya Islam yang
berdiri di ibukota.[59] Beberapa bangunan bergaya Islam adalah
Menara Telekom, Menara Maybank, dan kompleks Dayabumi.Contoh
lain adalah Menara Kembar Petronas yang didesain menyerupai
motif-motif dalam seni Islam.[61]

Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, bangunan bergaya modern dan
post-modern semakin bermunculan. Seiring dengan perkembangan
ekonomi, bangunan-bangunan lama seperti Rumah Bok terpaksa
dirobohkan untuk digantikan dengan bangunan baru. Bangunan-
bangunan dengan kerangka kaca berjamuran di Kuala Lumpur,
seperti Menara Kembar Petronas dan Kuala Lumpur Convention Centre.

* Taman










Taman Tasik Perdana, taman seluas 92 hektare yang terletak dekat
dengan Parlemen Malaysia, sebelumnya merupakan tempat tinggal
seorang pejabat Britania. Taman ini meliputi Taman Kupu-kupu,
Taman Rusa, Taman Anggrek, Taman Bunga Raya, dan Taman Burung
Kuala Lumpur (taman burung terbesar di Asia Tenggara).

Taman-taman lain di Kuala Lumpur adalah Taman ASEAN, Taman KLCC,
Taman Tasik Titiwangsa, Taman Tasik Metropolitan di Kepong,
Institut Penyelidikan Hutan Malaysia,[64] Taman Tasik Permaisuri,
Taman Botani, Taman Ekuestrian, dan Taman Lembah
Barat Bukit Kiara, Taman Tun Dr. Ismail, dan Taman Internasional
Bukit Jalil.

Terdapat tiga hutan di Kuala Lumpur, yaitu Hutan Simpan Bukit
Nanas (10.52 ha), Hutan Simpan Bukit Sungai Putih (7.41 ha),
dan Hutan Simpan Bukit Sungai Besi (42.11 ha).

* Budaya







Kuala Lumpur adalah pusat acara dan kegiatan kebudayaan di Malaysia.
Salah satu tempat budaya terpenting di kota ini adalah Museum Negara
yang terletak di Lebuhraya Mahameru. Museum ini menyimpan berbagai
koleksi artefak dan lukisan yang terkumpul dari seluruh Malaysia.

Di Kuala Lumpur juga berdiri Museum Kesenian Islam yang menyimpan
lebih dari tujuh ribu artefak Islam.[67] Koleksi museum
ini tidak terbatas pada hasil karya kesenian Timur Tengah, tetapi
juga menekankan pusaka kesenian dari Asia, terutama Cina dan Asia
Tenggara. Di Museum Kesenian Islam juga terdapat kubah dan ruang
pameran yang besar. Museum ini terletak di Jalan Lembah Perdana,
di sebelah Masjid Negara.

Dewan Filharmonik Petronas merupakan salah satu tempat acara pertunjukan
seni utama di Malaysia. Orkestra yang mendiami gedung ini adalah Orkestra
Filharmonik Malaysia (MPO).

Balai Seni Lukis Negara yang terletak di Jalan Temerloh merupakan
pusat keunggulan dan amanah warisan seni nasional. Balai seni ini
menerapkan unsur arsitektur Melayu lama yang dipadukan dengan unsur
arsitektur modern. Galeri Petronas yang terletak di pusat perbelanjaan
Suria KLCC merupakan pusat seni murni.

Galeri ini memamerkan hasil karya seni yang berubah-ubah sesuai
dengan tema. Kuala Lumpur Performing Arts Centre (KLPac) di Sentul
West merupakan pusat seni pertunjukan (terutama teater, musik,
dan film) yang tersohor di Malaysia. Selain menjadi pusat produksi
seni lokal, KLPac juga mendukung artis pertunjukan lokal dan regional
yang independen

Setiap tahun, Kuala Lumpur mengadakan festival Malaysia International
Gourmet Festival[70] dan Kuala Lumpur Fashion Week.

* Transportasi









Berkendara sendiri merupakan metode transportasi utama di Kuala Lumpur.
Oleh sebab itu, setiap bagian kota terhubung dengan jalan bebas hambatan.
Sebagai ibukota Malaysia, Kuala Lumpur memiliki jaringan jalan yang
terhubung dengan kota-kota lain Malaysia.

Kuala Lumpur dihubungkan dengan dua bandar udara. Bandar Udara
Internasional Kuala Lumpur (KLIA) yang terletak di Sepang merupakan
bandara utama. KLIA terletak 50 km di sebelah selatan kota, dan
menghubungkan Kuala Lumpur dengan berbagai kota di dunia.

Bandar Udara ini dapat dicapai dengan menggunakan kereta KLIA Ekspres.
Bandara lainnya adalah Bandar Udara Sultan Abdul Aziz Shah, yang
merupakan pintu masuk utama ke Kuala Lumpur dari tahun 1965 hingga
dibukanya KLIA tahun 1998. Kini, bandara ini hanya digunakan untuk
penerbangan charter dan turbopro.

Transportasi publik di Kuala Lumpur terdiri dari layanan bus, taksi,
dan kereta api. Sistem rapid transit di Kuala Lumpur terdiri dari
tiga transportasi rel yang berbeda.

Transportasi rel tersebut adalah RapidKL RAIL, KL Monorail, dan
KTM Komuter. Stasiun KL Sentral berperan sebagai hub utama transportasi
rel. Selain itu, KL Sentral juga menjadi hub bagi jalur kereta antar
kota yang dioperasikan oleh KTM Intercity, dengan layanan hingga
Singapura di selatan dan Hat Yai, Thailand, di utara.

Operator kendaraan umum terbesar di Kuala Lumpur dan Lembah Klang
adalah RapidKL.[78] Sejak mengambil alih tugas Intrakota Komposit
Sdn Bhd, RapidKL telah mengatur ulang seluruh jaringan bus di
Kuala Lumpur dan kawasan metropolitan Lembah Klang[79] demi
meningkatkan mutu sistem transportasi publik Kuala Lumpur.

Di Kuala Lumpur, kebanyakan taksi berwarna merah dan putih.
Perusahaan taksi yang besar, seperti Syarikat Teksi Oren Innovasi
Timur, diperbolehkan pemerintah untuk menggunakan warna selain
dari yang ditetapkan. Taksi-taksi di Kuala Lumpur telah menggunakan
gas alam terkompresi (CNG) sebagai bahan bakar.

Kuala Lumpur dihubungkan ke jalur pelayaran internasional melalui
Pelabuhan Klang. Pelabuhan Klang merupakan pelabuhan terbesar dan
tersibuk di Malaysia.

* Pendidikan







Kuala Lumpur mencapai tingkat melek huruf sebesar 97.5% pada tahun 2000,
tertinggi di seluruh Malaysia.[81] Di Kuala Lumpur terdapat 13 insititusi
pendidikan tinggi, 79 sekolah menengah, 155 sekolah dasar, dan 136 TK.

Terdapat beberapa institusi terkemuka di ibu kota yang sudah ada
sejak satu abad lebih, seperti Sekolah Menengah Kebangsaan Victoria
(1893); Methodist Girls' School (1896); Methodist Boys' School (1897);
Convent Bukit Nanas (1899) dan Institusi St. John (1904).

Di Kuala Lumpur juga berdiri Universitas Malaya sebagai universitas
tertua di Malaysia sejak kemerdekaan negara.[83] Contoh universitas
lain yang ada di Kuala Lumpur adalah Universitas UCSI, Universitas
Perubatan Antarabangsa, Universitas Terbuka Malaysia, Universitas
Kuala Lumpur, Universitas Terbuka Wawasan, dan kampus cabang Universitas
Kebangsaan Malaysia dan Universitas Teknologi Malaysia.

Universitas Pertahanan Nasional Malaysia terletak di Pangkalan Tentara
Sungai Besi, di bagian selatan Kuala Lumpur. Universitas ini
didirikan sebagai pusat pembelajaran teknologi militer dan pertahanan.

* Olahraga








Kuala Lumpur memiliki kompleks olahraga berkelas internasional yang
dibangun untuk Commonwealth Games 1998, yaitu Kompleks Olahraga Nasional
di Bukit Jalil.

Selain itu, kompleks olahraga, lapangan sepak bola, kolam renang,
dan lapangan tenis banyak menyebar di pinggir kota. Kuala Lumpur
juga memiliki beberapa lapangan golf, seperti: Berjaya Golf Course
di Bukit Jalil; Kuala Lumpur Golf and Country Club (KLGCC) dan
Malaysia Civil Service Golf Club di Bukit Kiara.

Kota ini merupakan salah satu tuan rumah Formula Satu,[9] A1 Grand
Prix, dan Motorcycle Grand Prix.[86] Balapan diadakan di Sirkuit
Internasional Sepang, Selangor, di dekat Bandar Udara Internasional
Kuala Lumpur. KL Grand Prix CSI 5*,[87] merupakan acara olahraga
berkuda yang diadakan setiap tahun di Kuala Lumpur. Acara olahraga
tahunan lain yang diadakan di kota ini adalah turnamen bulu tangkis
Malaysia Terbuka, KL Tower Run,[88] dan Kuala Lumpur International
Marathon. Kuala Lumpur juga menjadi bagian dari jalur balapan
sepeda Tour de Langkawi.

________

Penutup
________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!












________________________________________________________________
Cat:
Malaysia Vacation Travel Guide ¦ Expedia

No comments:

Post a Comment