Wednesday, June 27, 2012

"KRIYA SEBAGAI KARYA SENI DAN FILOSOFI"

#SELAMAT PAGI TAPANULI#
(Memahami Istilah Kriya Sebagai Karya Seni dan filosofi")
________________________________________________________________

Para kawan atau naposo nauli bulung nihuta...!

Berikut info atau pendapat mengenai kriya di Tapanuli, khusunya Tapsel. Semoga memberi manfaat tuk mengulang atau menambah pengetahuan kita. Ya kita...! kita do hita. Hita do kita. Kita do kita. Hita do hita.....hehehe...ne botul kele.

__________________________________

Pengertian Kriya, Art dan Estetika
__________________________________

Para kawan...! "Kriya adalah kegiatan seni yang menitik-beratkan kepada keterampilan tangan dan fungsi untuk mengolah bahan baku yang sering ditemukan di lingkungan menjadi benda-benda yang tidak hanya bernilai pakai, tetapi juga bernilai estetis" Ninna/katanya di Wikipedia.

Sedang kan mengenai arti "Art atau seni" dikatakan : adalah karya seni yang melibatkan aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu ... Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi....Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.

Para kawan...! Berdasarkan uraian diatas ada 2 hal yang dapat saya tangkap mengenai "Kriya" 1. Kriya sebagai karya seni 2. Kriya sebagai Filosofi.
_________________________

Kriya Sebagai Karya Seni
_________________________

Mengenai Kriya sebagai karya seni, khususnya tentang kriya Sipirok, Budi Hutasuhut mengatakan pada salah satu situs : "Kriya Sipirok Secara umum, kebudayaan di pesisir Sumatera Utara kuat bernafaskan Islam. Kerajinan tangannya banyak menggunakan ragam hias tanaman, berupa ranting – ranting yang menjuntai di gelayuti buah, bunga dan dedaunan atau floral springs yang ditata di dalam sebuah kerangka geometris yang rapi"

Penulis setuju dengan pernyataan diatas, dan hal ini sangat jelas terlihat dibeberapa hiasan bagunan (rumah/masjid) yang dibangun pada masa lampau. Dan lebih jelas lagi ketika hal ini kita amati diwilayah PSP sampai arah Mandailing.

Tak terkecuali pada tenunan, motif-motif  hiasannya sungguh terasa perbedaannya dengan tenunan daerah lain. Bahkan antara wilah Batak saja  sangat terlihat perbedaannya.

Sedangkan mengenai kriya dengan hiasan hewan dikatakan Budi Hutasuhut, "Karena kebudayaan Islam, maka jarang ditemukan gambaran hewan atau manusia, Hanya sesekali kita dapat menemukan wujud kupu – kupu atau burung pada suatu Kriya.

Para Kawan...! Kriya lainnya yang dimaksud sebagai karya seni disamping uraian diatas anta lain ulos/gobar/paroppa atau yang berhubungan dengan wastra, aneka beads (manic manic) yang dipadu dengan macam bentuk lainnya. Juga yang disebut sebagai aksesories
 _______________________

Kriya Sebagai Filosofi
_______________________

Para kawan...! ketika menulis sub judul di atas, saya teringat pada salah satu lagu dari Nainggolan Sister yang mengatakan : "Hutonun gobari diho, lao podomanmu borngini ito. Hupatu du do tuho holong khi..." syairnya dalam lagu yang berjudul "Hutonun Gobari diho"

Mengenai hal ini pada situs "Kain Indonesia" dikatakan pula : Sebenarnya Ulos dapat digunakan untuk pakaian sehari-hari. Namun, pada acara-acara tertentu, ulos dianggap sebagai perantara pemberi berkat dari orang yang dihormati, Acara pemberiannya dinamakan mangulosi"

Sela njutnya dikatakan : "Selain itu, ulos juga dianggap sebagai perlambang kasih sayang. Semisal, sehelai ulos pemberian orang tua saat pernikahan, dianggap sebagai sarana memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar anaknya diberi kebahagiaan.

Jadi jelas para kawan, bahwa ulos yang merupakan salah satu kriya punya makna filosofi bagi halak hita. Begitupun hasil kriya lainnya tentu ada makna filosofinya. Lebih jelasnya, pada situs Sipirok Kriya Art dikatakan : "....kain adat setempat berperan penting dalam kehidupan tradisional suku Batak dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka. Kain ini mampu memperkuat hubungan antar sesama dan mempererat hubungan antara generasi tua dan generasi muda. Kain juga dianggap sebagai ungkapan doa penenunnya kepada yang menerima. Sang pembuat kain sudah mengetahui untuk peristiwa apa kain untuk dipakai sehingga doanya pun bisa disesuaikan"
_____________

Kesimpulan
_____________

Para kawan...! Uraian-uraian diatas tentunya sudah cukup jelas bagi kita, tentang pengertian kriya, wujud/bentuk kriya dan nilai filosofisnya. Karena itu rasanya cukup pantas sebagai putra-putri tapanuli untuk terus berkarya, menghargai atau mendukung perkembangan kriya Tapanuli ini ke masa-masa mendatang.

Dengan majunya kriya-kriya dari Tapanuli, atas kerja keras dan ijin Allah Swt, Insya Allah kehidupan ekonomi kerakyatanpun akan lebih baik dan nama tapanulipun akan lebih dikenal. Hahahahahaha.....

Selamat Pagi, selamat Beraktivitas. Senang dapat berbagi informasi untuk generasi penerus tapanuli. Horas...! Tentang Wastra Sipirok ada di sini
____________________________________________________________
Vhie Han Rtg, Sabril Ramadhan Cintanya Rain dan 4 orang lainnya menyukai ini.
Cat :
*Sampai 1 Januari 2013 dilihat 44 kali
*Link ke tempat produksi langsung : http://sahatainstitute.blogspot.com/

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment