Saturday, September 15, 2012

"PUTRA BUANA BAGAS NAGODANG SIPIROK DI SADA MASA"

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Mengenang Masa Kejayaan Fc. Putra Buana Di Era Taon 80-an)
~Bagian Satu~
____________________________________________________________

Para kawan...! Salam olahraga anggia...! Hidup Putra Buana, Hidup PSHS hidup Pc. Sipirok, Angkola, Tapsel maupun Pesemes/PSMS Medan...Horas...!

Mohon ijin menggali memori jo anggia. Memori di sada masa dimana "Putra Buana" Sipirok Bagas Nagodang menjadi juara terbaik se kec. Sipirok.

Para kawan...! Ingatan memori ini terjadi sekitar tahun
83,84,85 atau 86 (Insya Allah tidak salah). Diyakinikinya
alasan ini tidak salah karena pada masa ini juga, "Maradona"
sedang diagung-agungkan oleh seatro pencinta sepakbola
dunia karena kehebatannya pada piala dunia 82 dan keberhasilan
nya pada piala dunia 1986 dengan nomor punggung andalan 10.

Para kawan...! Berikut uraian peristiwanya :
_______________________________________________

Saotik Mengenai Marahalim Harahap dan Marahalim Cup
_______________________________________________

Para kawan....! "Marahalim Harahap" adalah Gubernur Sumatra
Utara pada periode 1967-1978. Beliau adalah orang Tabusira
Tapanuli Selatan.

Karena kecintaannya pada sepakbola dan keaktifannya dibidang
olah raga maka nama belia "diabadikan menjadi salah satu piala
bergilir dalam turnamen sepakbola nasional" yakni piala
"Marah Halim Cup".

Para kawan...! seperti kita ketahui, "Mara Halim Cup" di taon
70 an dan 80-an sangat jaya-jayanya, sehingga tidak saja pialanya
diperebutkan di tingkat desa-desa, kecamatan, kabupaten tapi
tapi juga nasional dan internasional.
____________________________________________

Mara Halim Cup pada tingkat Kecamatan Sipirok
____________________________________________

Para kawan...! Seperti kita ketahui, Ehem...! Maraptabotobe...
Ido...! bahwa, salah satu tujuan diselenggarakannya pertandingan
sepakbola tingkat huta di huta manapun adalah untuk mendapatkan
bibit-bibit baru yang potensial dan siap di didik untuk dapat
diandalkan mengharumkan nama pada pertandinan tingkat propinsi
se nusantara.

Tapanuli Selatan, Kecamatan Sipirok yang sudah merasa akrab
dengan Marahalimnya karena jadi gubernur, tentu akan menjadi
sangat akrab dan mendukung atas diselenggarakannya pertandingan
sepak bola "Marahali Cup (MHC)" ini.

Singkat kata para kawan...! Masing-masing hutapun di Kecamatan
Sipirok membentuk FC-nya dan memberi nama sesuai dengan selera
dan alasan-masing-masing Fc.

Para kawan...! Pada masa itu, Hutasuhut lebih suka menyebutnya
PSHS (Persatuan Sepakbola Hutasuhut dan Sekitarnya), PSPS...
Paranjulu dan sekitarnya, dll. Sedangkan parbagas nagodang
Sipirok memilih FC-nya dengan nama "Putra Buana".

Kakakakakaka...kkk...kkk...

"Putra buana, memang bukan sembarang nama kawan, nama itu
mencerminkan keperkasaan, kedamaian, kekokohan, keuletan,
kehipasan dan ketigoran seperti "kokohnya MSAD", damai-
nya poken aek dan parjaungan, hipasnya sibualbuali dan tigornya
patung "Toga Siregar" di Muara sana" kata si Ampera pada masa
yang telah berlalu.

Para kawan...! Bagaimana "Putra Buana" memainkan kehipasannya
lewat gelandang kirinya "Ja Kaderen" kekokohan beknya yang bahasa
ortunya di sebut "Ja Koling" serta kelengketan kipernya
"Baginda Pilo-pilo" dalam mengalahkan FC-Fc lainnya se Kecamatan
Sipirok Hingga menjadi Juara 1, berikut kisahnya kawan
(....bersambung)

Selamat malam...!
_____________________________________________
Cat :
*Sampai  6 Pebruari 2013 dilihat 42 kali
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment