Showing posts with label Hal Holong. Show all posts
Showing posts with label Hal Holong. Show all posts

Thursday, October 11, 2012

"ANGKOLA VOICE"

#SELAMAT PAGI PARA DONGAN#
(Meyimak lirik lagu "Paposmaroham" dan video klifnya) ___________________________________________________

Para dongan...! Yang mau saya
sampaikan lewat tulisan ini adalah
pendapat pribadi saya pada
"CD Angkola Voice" yang berjudul "Paposmaroham".

Saya sampaikan pendapat ini,
karena lagu ini saya rasa bermakna
dalam untuk "Dapat membentuk
keluarga yang
bahagia" Dan saya pikir, kita semua ingin bahgia juga
bukan...? Hahahaha...sangat bagus jika lagu ini disimak
naposo nauli bulung ni huta yang memang pada akhirnya
akan jadi marbagas atapun mambuat boru.

Berikut uraiannya dongan-dongan....!
__________________________________

Daftar Lagu pada CD Angkola Voice
__________________________________

1. Parjalang
2. Kijom
3. Marsak
4. Sitogol
5. Batang Galoga
6. Supir Lintas
7. Posmaroham
8. Tolu Ari Nai
9. Rara
10. Kecewa
11. Bollo-bollo
12. Sangolu Sahamatean

Para kawan...!

Saya fokus pada lagu No.7 dengan judul :
_________________________________________

Posmaroham Cipt. Ali Rahmat Siregar
_________________________________________

Musikkkk....kkkk......

"...Dongan...margulu dongan marilu...
sekaligus...ma dongan margutu
homa... anggi... da pasonang roha...
maol do.... dapot... diho nasala..."

Demikian lantunan syair bung regar, tepatnya
Ali Rahmat Siregar pada pasangan duetnya
Nurul Tb pada CD  Musik "Angkola Voice" judul
"Paposmaroham".

Para dongan....!

Dongan margulu, dongan marilu sekaligus dongan
margutu memang bukanlah dongan sembarang dongan
dongan...!

Siapapun orangnya, jika dongan seorang pria dan
telah merasa menemukan parumaen ni dainang dengan
ciri-ciri seperti diatas, maka saya sebagai penulis
di angkola facebook ini menyarankan, "Lojongkonma
gonan anggia...manang tudia pe taho". Saya punya
keyakinan kebahagian keluarga akan menjadi milik
anda. Hahahaha...

Para dongan muse...!

Yang saya rasakan nilai estetisnya pada video klif
ini adalah gaya bung regar ini pada saat melakukan
putaran. Putaran berbalik yang kemudian dibalas
dengan putaran berbalik pula oleh sang pasangan
duet mengingatkan saya pada apa yang namanya
"gaya mengeker" suatu gaya yang memang hanya
digunakan pada lawan jenis. Hahahahaha....
sudahkah para kawan pernah melakukannya...?
___________________________________________

Dan terhadap syair bung regar ini, Nurul Tb pun
memberikan jawaban :

Homa... abang...da dongan ngolukku...
nadenggan roha botina burju....
pangelekmi ma abang parmatekku...
homa tappuk ni ate-atekku....

Para dongan...! Termasuk jago jugalah bung regar
ini memberikan jawaban syair pertama diatas.
Hata-hata "parmatekku" benar-benar mencerminkan
hata-hata  Angkola. Dan konotasi ataupun maknanya
sungguh dalam pula.

Artinya attong, sang gadis sangape sang borutulang
yang kadang digambarhon halak hita sebagai boru
natel-tel nabebek-bek menjadi menyerah. Mate
kamus borui hata lainna. Mago telteli, littop
bekbeki sip kohom songon namangan sasagun. Ninna,
gambaran ni parmate nai.
___________________________________________

Untuk lebih meyakinkan calon parumaen, maka bung
regar ini pun menyampaikan janji :

Posma rohamu di parrohakku
nadong na lain be panggottimu
olat ni homa pangabisanna
hupartaonkon tu salelengna

So adong hulala beda hurangna
hita na dua madung saroha
ulang tinggalhon sasada au
tudia ho anggi tu si do au

Hahahahaha.... macam mana tak takluk itu boru tulang.
Siapapun  tahu, jika sudah "Paposmaroham" maka
hati, pikiran dan jiwapun akan menyatu dalam
segala berbuatan, "Songon siala sampagul rap tuginjang
rap tu toru, muda magulang rap margulu" hata
sastrana.
__________________________________________

Harana attong madung songon siala sampagul, maka
sang borutulangpun yang  diwakili Nurul Tb bersama
anak namboru yang diwakili bung regar pada lagu ini
mengahiri syairnya sebagai tanda siap menyambut
kebahagiaan rumaha tangga :

Sugari bolasma pangidoatta
hita nadua totop saroha
unang marsarak haran i bada
rap sadalanan sampe matetta....

Ah...hhhh....anggia...! Indahnya sastra Ankola jika
sudah di syairkan. Tujuan hidup untuk mendapatkan
keluarga yang bebahagia benar-benar tergambar lewat
lagu ini. Salut...salut....salut...!
____________

Kesimpulan
____________

- Bagi saya, syair lagu di atas benar-benar bagus,
isi pesannya cukup jelas memberikan gambaran bagaimana
seharusnya holong bisa diterapkan dalam hidup ini.

- Unsur etika dan estetika sebagai masyarakat Angkola
cukup terjaga. Meskipun ada unsur dangdutnya tapi
"pangeol" ni si boru/ito tetap terjaga, sehingga
saya juga yakin para ha tobangon ni hutapun tidak
perlu merasa malu melihat video klipnya.

- Bagi saya, syair lagu ini cukup pantas dikatakan
sebagai karya seni yang bagus karena bukan saja
timbul kenyamanan/ketenangan hati pada saat
mendengaran juga  mudah untuk di ikuti pendengar.

- Horas lahu-lagu batak...dan jayalah Angkola Voice.
___________________________________________
Cat :
*Bagi dongan yang ingin menikmati lagunya, pangiteanonma pangiteanna.
* Sampai 1 Januari 2013 dilihat 38 kali

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Thursday, September 20, 2012

" A-E-K "

#SELAMAT MALAM ANGKOLA#
(Melihat Aek sebagai sarana hidup, folosofi dan karya seni)
~Oleh Rahmat Parlindungan Siregar~ _____________________________________________________

Para kawan dimanapun berada...! Pada malam ini saya ingin
menurunkan status suatu pendapat pribadi tentang "AEK" atau "Air".

Tujuannya, disamping sebagai pengisi waktu senggang juga
sebagai pembelajaran pemahaman pribadi terhadap aek ini
dilihat dari macam persfektif kehidupan khususnya pada
tiga sisi tinjauan untuk  wilayah Angkola dan sekitarnya
yaitu :

1. Aek Sebagai Sarana vital kehidupan
2. Aek ni laut sebagai abstraksi masa anak-anak
3. Aek godang sebagai sarana bermain muda mudi
4. Aek sebagai filosofi
5. Aek Godang sebagai karya seni
____________________________________________

1. Aek Sebagai Sarana Kehidupan
____________________________________________

Sebagai sarana hidup, dimanapun kita berada aek
memang sesuatu yang sangat penting tak terkecuali
di Angkola yang wilayahnya pengunungan.

Untuk keperluan rumahtangga, bisa di bilang cukup
meskipun musim kemarau. Yang terkadang jadi masalah
adalah air untuk keperluan bersama, seperti untuk
sarana mandi dan air wudhu di mesjid-mesjid.
Terkadang terasa kurang, apalagi  disaat-saat
lebaran, dimana para perantau pulang kampung.

Yang sering menjadi masalah besar adalah air bagi
kepentingan pertanian. "Betapa sedihnya para petani
jika terjadi musim kemarau di Angkola. Apalagi pada
saat baru tanam padi. Kadang-kadang padinya tidak
tumbuh dan kalaupun tumbuh sungguh sangat menyedihkan"
Kata Siregar dalam salah satu statusnya di Kompas.

Terhadap hal ini, ingin rasanya mengulang kembali
apa yang sudah dibilang-bilangin oleh pemerintah,
lembaga kemasyarakatan, naposo nauli bulung dan
para mahasiswa, "Agar irigisi, bendungan ataupun
baronjong dibangun kembali di tempat-tempat yang
seharusnya. Dengan fokus pada bendungan yang telah
lupa au istilahnya, apanya...? Ughhh...mabulkas...
ya mabulkas astau mayup".

Okelah...! Semoga semua pihak mengerti akan hal ini,
akan pentingnya air bagi semua aspek kehidupan.
Botima.
________________________________________

2. Aek Laut dalam abstraksi masa anak-anak
________________________________________

Memahami Wilayah Batak secara umum, dan Angkola secara
khusus tentunya kita sepakat untuk disebut sebagai
wilayah pengunungan. Karena itu sejauh mana pun kita
memandang kalau bukan gunung yang terlihat, ya tor
stirif bukit. Kalaupun kita paksakan untuk melihat yang
lebih jauh, maka yang terlihat adalah langit.

Yah, gunung dan langit itulah yang dapat dilihat
halak hita sejauh manapun matanya memandang di huta
hatubuan sana kawan. Bagaimana dengan laut...?

Ehem...! Ketika penulis masih dakdanak/kecil pertanyaan
yang dapat dipastikan selalu terlontar dari kawan
sepermainan setiap melihat aek godang/sungai adalah
"Tudiama kehe ni aek godangon/kemana perginya air
sungai ini...?" dan kita selalu menjawab "Ke laut
begitupun anak lainya, semuanya menjawab kelaut
meskipun yang bertanya dan yang menjawab sama-sama
belum pernah melihat laut.

Para kawan...! Karena orang tua ataupun guru memberi
gambaran laut itu adalah suatu tempat yang sangat jauh
maka dibuatkanlah kapal-kapalan yang biasanya dari
daun bambu pinggir sungai untuk kemudian dihanyutkan
disungai tersebut agar sampai ke laut.

"Sakkkkkk...." Suara gemericik sungai dan seorang
kawan masa kecil berkata, "Mayup boho anggia kapal...!
paitte au da anggia di laut" katanya dalam suatu
gambaran abstraksisi laut. Ah...! suatu masa yang
indah dan tak mungkin terlupa.
____________________________________________

3. Aek godang Sebagai Sarana bermain muda-mudi
____________________________________________

Para kawan...! Jika dibanding secara umum jumlah sarana
bermain muda-mudi atau naposo nauli bulung ni huta
sekarang ini dengan masa yang telah berlalu tentulah
ada perbedaan meskipun tidak banyak.

Orang sekarang, bisa jadi "Aek Godang" bukan lagi sebagai
sara bermain, karena telah tergantikan oleh" Tangga marda
lan, sopo mangambur dan itik manggas yang sebagian orang
menyebutnya itik mamio atau bebek mamio atau bebek mio.

Para kawan...! Teringat tentang aek sebagai tempat bermain
semasa jadi naposo nauli bulung ni huta tempoe doloe, saya
teringat juga pada "Aek Sagala dan aek siguti".

Kedua tempat ini memang sudah pernah saya gunakan bersama
kawan-kawan sebagai tempat marmayam atau mangan-mangan.
Airnya cukup jernih dan pemandangan sekelingnyapun cukup
menyejukkan mata.

Aek godang yang paling berkesan bagi saya sebagai tempat
bermain adalah aek godang yang kalau kita ke arah Simangam
bat, aek nya ditemukan sehabis bunga bondar 10.

Aeknya bukan saja jernih tapi pemandangannya cukup memberi
kesan dalam ingatan sedangkan nama pemandangannya ... ah...
malupa muse au. Apanya.....egmmmm...lupa kawan. Tapi ada
yang bilang pemandangan/sejenis tor yang menjulang tinggi.
dan tor ini  katanya merupakan tangga kita kalu mau
kelangit.

Ah ...indahnya suatu masa, masa dimana naposo nauli bulung
ta di habiskan marmayam di aek godang.
___________________________

4. Aek sebagai filosofi
___________________________

"Aek godang aek ni laut, dosnirohadi sibaen nasaut"
ini salah satu yang saya ingat kawan mengenai aek
sebagai filosofi.

"Dos niroha" dipikiran saya sama saja dengan "paposmaroha"
dan paposmaroha, bagaimanapun akan si nonim pula dengan
"Sibaen nasaut" Artinya attong, hanya dengan mardosniroha/
marpaposnirohalah kita makanya tujuan kita tercapai.

"Ndang loja aek paihut-ihut rura" adalah pilosofi keduanya.
atau "Air tidak akan letih menuruni lembah" terjemahan
leksikalnya.

Makna  konotatifnya dipikiran saya kawan, jangalah bosan
untuk terus menerus menasehati anak-anak kita jika salah.

Lainnya ada juga umpasa :

"Aek sihurukhuruk tusila nian aek toba. Ndag adongbe
namarungut-ungut, masude hita marlas niroha.

"Aek dalan ni solu sian tur dalan ni hoda
gogo mambahen butong, tua sibahen mamora

Aek sipangolu dompak tu aek sigaol-gaol
leleng ma hamu mangolu Debata ma manghaol-haol.

Aek sihoruhoru di toru ni dolok Martimbang. Rap manimbung
ma hamu ia tu toru, rap mangangkat ia tu ginjang

Bona ni aek puli di dolok sitapongan
Sai tubu ma dihamu angka na uli,
jala sai dor ma nang pangomoan

___________________________

5. Aek Sebagai  Karya Seni
___________________________

"Horas pemirsa, behado kabarna...! Senang dan bahagia
sekali saya bisa ikut di dalam kesenian batak ini,
yang tentunya merupakan kebudayaan bangsa kita" Kata
Andi mariam matalata dalam suatu acara yang mungkin
pada masa lampau hanya dapat didengar oleh pemirsanya
lewat radio diwilayah Angkola.

Selanjutnya dilanjutkan, si ito Andi Mariam Matalata
pemilik suara lembut dari Sulawesi ini,  dengan
berucap:

"Untuk itu sengaja saya pilihkan sebuah lagu yang
sangat manis, tapi mungkin sudah lama tidak anda dengar,
"Aek Sarulla"

Para kawan pencinta seni musik Tapanuli...!

Pada saat saya dengar lagu ini, pikiran saya melayang
pada suatu masa, dimana seorang gadis Angkola yang
bisa saja boru Hutasuhut, sedangan sendirian mendengar
radio dikamarnya, sementara photo sang kekasih sedang
diselipkannya dibawah bantalnya.

Sedangkan mata indahnya sedang melihat langi-langit
kamar untuk kemudian menerawangkan pikirannya ke suatu
tempat yang samar tapi indah.

Pada saat penerawangan ini terjadi, radio disamping
tempat tertidurnya bersyair lewat lagu :

Aek Sarulla.... tu dia ho lao....
Tung ganjang ....ma antong dalan mi....
Sai paboa ....majolo tu au.....
Ni idam ditongan dalan i....

Para kawan...! Seperti saya uraikan  diatas, hampir
semua halak hitai meskipun tidak pernah melihat laut
pada masa lampau, tapi semua tahu bahwa aek godang itu
akan berakhir dilaut.

Laut adalah sebuah abstrasi jawaban, terhadap apa yang
dipertanyakan oleh sang pencipta lagu Aek Sarulla.
Seperti abstraknya suatu kerinduan dari seorang gadis
halak hita yang pacarnya merantau kesuatu tempat.

Sang gadis tidak tahu persis apa nama tempat perantauan
sang kekasih, begitupun pekerjaannya. Yang dia tahu, dia
rindu dan dia ingin mendengar cerita yang indah dari
sang kekasih, cerita tentang kesuksesan cerita tentang
keberhasilan

"Boan barita sian nadao....Patuduhon hinaulimi....
Sai paboa husiphon tu au...Aek Sarulla tudia ho lao..."

kata suara hati sang gadis kawan lewat syair lagunya
ciptaan S. Dis ini.

Para kawan...!

Apakah sang kekasih yang dirindukannya pulang, memang
pulang untuk menemuinya dan membawa berita keberhasilan
atau kesuksesan hingga cintanya menjadi tidak bertepuk
sebelah tangan...? Ah....sang pencipta lagu tidak
memberi gambaran kawan, tidak manyairkannya lagi.

____________________________________________________

Kesimpulan, Saran dan Sedikit pendapat penulis pada
aek sebagai karya seni
____________________________________________________

Melihat kenyataan hidup muda-mudi ni halak hita, saya
yakin cukup banyak yang pada saat tinggal dihuta men
janjikan sesuatu pada pacarnya yang juga halak hita
akan menemuinya kelak jika kehidupannya diperantauan
sudah lebihlayak.

Dan hal ini bukan tidak mungkin, telah menimbulkan harapan
bagi sebagian anak gadis untuk suatu saat memang benar-
benar datang menemuinya atau menjempunya untuk kemudian
memutuskan membentuk rumah tangga yang bahagia.

Kenyataan dilapangan, cukup banyak halak hitai  baik
yang merasa berhasil maupun tidak dengan mudahnya
melupakan janji tersebut tanpa perduli perasaan sang
mantan kekasihnya dikampung yang telah pernah dijanjikan.

Para perantau itu, dengan mudahnya mereka memilih boru
sileban (boru bukan halak hita) sebagai pasangan
hidupnya untuk kemudian mau tidak mau terpaksa juga
harus pulang kampung bersama anak atau istrinya
untuk kemudian ketemu lagi pada mantan kekasih yang
justru membuat sakit hati untuk yang ke sekian kalinya.

Para kawan...! Khusunya naposo bulung yang ingin
merobah kehidupannya lewat merantau. Jika saja boleh
saya mewakili suara gadis boru halak hita yang sekarang
ini ada di huta. Saya ingin berkata, "Kalau mau
merantau merantaulah, dan jangan janjikan akan menjem
put sang kekasih/pacar sangape gandak, karena
sungguh tak dapat ditebak kawan bagamana nasib dalam
dunia parjalangan ini.

"Dengan tidak menjanjikan, berarti anda telah menghin
dari rasa sakit hati boru halak hita. Dan memasrahkan
campur tangan tuhan pada perjalanan jodoh anda"

Para kawan...! Boru halak hita yang dihuta itu, bisa
jadi anggi niba, kakak niba iboto niba sangape boru
tulang niba yang seharusnya perasaannya kita jaga
bersama.

Para kawan...selamat malam....!
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Friday, June 22, 2012

"RINDUKU... PADAMU... OH ...KANDA...IDAMANAKU..., KEKASIH... DIKAULAH ... OH...ADINDA...PUSPITAKU ..."

"SELAMAT PAGI TAPANULI "
(Mencoba Lebih Memahami Cinta Kasih) _______________________________________________________

Hahahahahaha....seru kali juldunyaba...! hahahaha.... hebat...! hebat...! mantap...! mantap...! Mantap....! Sabas...ssssssss ... ! Asyik...kkkkkkkkk...

Okelah dik-e, merapatlah sama abang-e, biar karaoke kita : Musik...kkk...kkk............cok dulu cok...

Adik-e :

Jiwa...rasa....gelora...aaa
kasih...pada...teruna...aaa
bukan...karena intan...permata....
karena... budi...bahasa...

(O...begitunya dik-e, abang kira karena intan permata makanya begelora. Ngak taunya karena budi bahasanya. Abang-e sekarang ya...!)

Abang-e :

Kasih...bukan...paksaan...nnn
sayang...bukan ...mainan...nnn
jiwa...dan raga...jadi taruhan...nnn
oh...ho ho oh ho...pujaan...nnn

(Botul itu abang-e, kasih itu memang bukan paksaan bukan pula mainan. Jika di buat paksaan dan mainan maka akan timbul siksaan bathin. Sambung bo, dik-e...!)

Adik-e :
Rinduku...madamu....uuu
o...kanda...ida...manku...uuu

(Amma ngale...! pake badakmi adik-e)

Abang-e :

Kekasih...dikaulah... o...adinda puspitaku... (Sodap...sodap...sodap...sodap...sodap...sodap...sodap...) __________________________________________________________

Para kawan...! Ada 3 point penting dalam lagu diatas dalam hubungannya dengan terjaganya "Cinta Kasih"

1. Janganlah mencintai atas dasar materi, tapi utamakanlah budi bahasa.
2. Cinta itu adalah anugrah yang kuasa, karena itu jangan di paksanakan
(ingat Kisah Siti N) apalagi di buat mainan.
3. Jika cinta sudah tulus, jiwa dan ragapun siap dipertaruhkan, dan kebahagiaan dalam     taman kencana jadi milik anda. Mengapa tidak...! Biasi inda...! Ne botul kele...!

Para kawan...! Selamat Pagi di hari Jum'at dan selamat beraktivitas. Semoga cinta kasih ini mengiringi setiap langkah kita. Tidak saja untuk urusan kekasih tapi juga tuk semua sendi kehidupan.

Ehemm...! Selamat pagi muse...!(rfs) http://youtu.be/GSV1xAB6KNc
______________________________________________________________

Suka ·  · Bagikan
Rahmat Parlindungan Siregar, Arifin Ritonga dan 9 orang lainnya menyukai ini. PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Thursday, May 24, 2012

"SAI ANJU MA AU"

#SELAMAT MALAM PARA DONGAN"
(Mangaligi Penerapan Holong Saiyas ni Roha)
_________________________________________________________

Para dongan sapar diskusian, yang pada malam ini sedang mengudara lewat istilah Ol atau mengudara lewat nonton media TV, saya ingin berkata "Selamat malam...! Sekali di udara tetaplah di udara" Hahahahahaha...

Lewat udara tentunya kita semua tahu, bahwa artis papan atas Ind Anang Ashanti sedang melaksanakan pesta pernikahannya pada malam ini. Kesan yang saya tangkap begitu, mesranya, romantisnya, "holong saiyas ni roha" dan "holong mengalap holong" itu sungguh terasa. Hingga timbul kesimpulan "ini adalah keluarga yang bahagia mulai sadarion sahat tu pudi ni ari" .

Tapi benarkah akan demikian...? Hehehehe... hanya Allah yang mengetahui. Dipikiran saya, "mempertahankan pernikahan itu jauh lebih sulit dari pada memulai pernikahan itu sendiri" Semua orang punya kekurangan dan tak jarang menjadi kesalahan pula.

Para dongan...!

Tentang cara mempertahankan pernikahan saya jadi ingat pesan syair dari "Nainggolan Sisters" yang mengatakan : Musik.....kkkkkkkkkkkkkkkkk....:

...molo adong nasala,
manang na hurang pam baenan khi.
sai anju ma au...sai anju ma au...ito hasian...nnnn..
sai anju ma au...sai anju ma au...ito na lagu...uuuuuuu.

Kakakakakaka...kkk...kkk...indahnya kasih sayang dan mulianya Allah Swt memberikannya pada kita.

Ehem...! Enter...!
_______________________________________________________________
Irwan Saleh, Sri Musliyanti II dan 13 orang lainnya menyukai ini.

Sunday, May 20, 2012

"MANGALIGI JAWABAN SURAT NI SI BORUTULANG"

"SELAMAT PAGI PARA DONGAN"
(Mangaligi Jawaban Surat Ni Namar Poreban) 2 _______________________________________________

(....sambungan) Berikut jawaban surat dari Borutulang pada Anak Namborunya :

Kepada :
Anak Namboru Parholong
di
Batam Tano Pangarattoan

As. Wr. Wb.

Surat Anak Namboru bersampul biru dengan hiasan renda-renda mas, sudah saya terima. Isinyapun sudah saya baca dengan rasa senang bercampur pilu abangda.

Idia mattong dalanna pilu abangda, tarbayang attong dia betapa sakitnya di doit lipan. Kalau saja waktu dan tempat memungkinkan ingin rasanya ku usap-usap dan ku ombus-ombus kaki abangda yang di doit lipan itu. Huh...huh...huh...sigop sembuhda Anak Namboru.

Teringat tentang kenanganta di Si mago-mago itu, yang telah abang syairkan lewat pantun, inginku berkata, "Malo do hape abangda marpantun ate, sonang hatikuda mambacana Anak namboru. Akupun tak mungkinnya lupa".

Dan sebagai penutup kata atas pemakluman adinda pada keberadaan abangda di Tano Pangarattoan, ingin kusampaikan mimpiku tadi malam pada anak namboru, ketika adinda dipagut ulok. Indonma abangda :

Waktu sema....aaalam bang...aku bermimpi...
ketemu ular...rrr bang, besar sekali...
Ular mengigit bang, jari kakiku....
setelah menggigit ular berlalu...

Anak Namboru...! Lewat surat ini, ingin kusampaikan, jangan kiranya abang seperti ular itu. Abang gigit aku, setelah itu abang berlalu tanpa perduli. Bukankah abangda telah merasakan betapa sakitnya di doit lipan ? Ngak jauh bedanya sakitnya itu bang dengan
di ggit ular.

Abangda...! Sampai detik ini, holong saiyas nirohaku masih tetap tertuju padamu. Jangan biarkan aku terlalu lama dalam penantian di huta hasoranganon. Kutakut...takut sekali Anak Namboru ada kumbang lain yang mulai menggoda.

Segitu la dulu isi suratku ini Anak Namboru, hurang lobina mar- simaapan. Salam untuk dongan-dongannya di Batam ya. Onpe husudahi ma abangda ate...!

Wabillah taufik walhidayah...

Ws. Wr. Wb.

Tano Hasorangan, 14 Mei 2012

ttd

(Boru Tulang si Denggan Roha)

Kakakakakakakaka...kkk...kkkk... Selamat Pagi para dongan, selamat beraktivitas.(rfs)

"SURAT SIAN ANAK NAMBORU PARHOLONG"

"SELAMAT  HARI MINGGU PARA DONGAN"
(Mangaligi Surat Menyurat ni Namar Poreban) 1
_____________________________________________

Berikut contoh surat anggia napaboahan seorang Anak Namboru tidak dapat menemani borutulangnya di hari Minggu ini :

Kepada :
Haholongan Saiyas ni Roha
Borutulang Sidenggan Roha
di
tempat

AS. Wr. Wb.

Sepeninggalan surat ini, sehatnya akuda. Begitupun Borutulang sai sehat pula nian ate. Borutulang...! Mohon maaf, pada hari minggu ini aku tak dapat menemanimu, karena kakiku tadi malam di doit lipan. Sakit sekali rasanya.

Dan dalam rasa sakit ini, hati kecilku berkata agar semua kenangan kita di Simago-mago jangan nian kita lupakan. Untuk mengingat kenangan itu, sekaligus pengganti diriku di sisimu pada hari minggu ini, kutitip sebuah pantun.

Indonma pantunna :

Harimotting di simago-mago
manis rasanya seperti nano-nano
kenangan kita itu unang nian mago
bope hita sering jotjot padao-dao

Demekian pemberitahuan saya. Tetaplah sehat dan salam cupcap untuk borutulang.

Ws. Wr. Wb

Batam Tano Pangarattoan, 13 Mei 2012

ttd

( Anak Namboru Parholong )

Para dongan...! Selamat hari minggu dan selamat berlibur.

Sunday, March 25, 2012

"SOTUNG LUPA HO ITO DIPADATTA NATOGU" "

#RENUNGAN MALAM#
(Sebagai Pengingat Pada Masalah Keluarga)
___________________________________________________

Si dua, dua....aaaaaa. Si tolu, tolu....uuuu. Soootung lupa ho ito...oooo, di padatta na togu....uuu". Demikian lantun ito Evi Sinaga dalam salah satu lagu batak yang berjudul "Si dua-dua".

Mengiringi suara merdunya ito ini, membawa saya pada suatu pemikiran betapa indahnya kasih sayang. Dan kasih sayang ini tak jarang menciptakan suatu janji yang secara umum bisa saja kita sebut "Janji Sehidup Semati". dan dalam sastra batak bisa pula kita sebut "Padaatta na togu".

Dongan ale dongan...! Hidup terus berlangsung, macam tantangan hiduppun kadang tak dapat di atasi sehingga tak jarang pula "Padatta Natogu" itu antara dua anak manusia yang sebelumnya pencinta perdamaian menjadi pencinta paporangan.

Jika hal ini ada dalam satu keluarga, caci mencaci antara suami istri menjadi hal yang biasa, ingkar janji, bohong sana sini, saling merendahkan martabat keluarga, marsisipakan, marsiancaman juga menjadi bagian dari hidup.

Karena itu, cukup banyak pula yang mengahiri "Padatta Natogu" itu di meja pengadilan. "Marsirang Noma Hita" hata penutupna. Tok.. .tok...tok...ning hakimi tolu kali, tanda sirang na.

Dongan ale dongan...! Jika ada diantara kita yang mengalaminya, mungkin perlu kembali menganalisa, mengingat "Padatta Natogu itu" padatta yang terucap di parsobanan, di patcut paradian, di aek lappesong, aek siguti sangape di galanggang partandangani, di aek si jornih atau simago-mago, hingga keharmonisan keluarga kembali terjaga , kembali pada holong mangalap holong donganku, itoku dan borutulangku.

Indah syairnya sebagai bahan pengingat :

Suami :
Ai dang tarlupahon au ito
tikki na dihutai...iiii
uju rap mar meam-meam hita
di tikki naposoi....iiii

Istri :
Tung man sai sonang marlojong-lojong
di haol ho au sian pudi...iiii
dang natar lupahon au ito
hu ingot do sudenai...iiii

Suami :
Ai hurippodo ito
naung lupa ho disi...iii
tikki diparsobanani
uju roma rimbusi...iii

Istri :
Tung mancai gomos do hu haol
asa tung las hita na dua...aaa
sai tong do hu ingot hasian
tikki di parsombanani...iii

Dongan ale dongan, demikian stimulinya, hingga kita dapat kembali pada keharmonisan keluarga. keharmonisan dalam holong-mangalap holong. "Sotung lupa ho ito di padatta na togu, haholongi au saiyas ni roham".

Demikian Renungan malam saya kawan :

Semoga tulisan ini memberi manfaat, sebagai mengingat untuk pemecahan suatu masalah pada masa-masa mendatang, jika memang ada masalah. Sebagai penutup malam :

Singgkap najumolo
pisang si holan namarbari
Ue marsirang nama jolo
bodari songot taulahi

Dongan ale dongan...! Selamat Borngin.
Ito boru ni tulang...! Selamat Malam.

Enter...!(rfs)
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Friday, February 24, 2012

"MARKUSIP-MARTANDANG-MARGANDAK-MARHALLET-MANGEPEK"

#SELAMAT PAGI TAPANULI#
(Sekilas Pendapat Pada Pergaulan Muda Mudi Tapanuli) _______________________________________________________________
Dongan ale dongan, dongan na dua tolu...! kali ini saya tertarik untuk tahu lebih banyak mengenai pergaulan muda mudi atau paergaulan naposo nauli bulung ni halak hita. Dan untuk tahu ini, tulisan inipun saya susun.

Dan semoga pula tulisan ini menambah pengetahuan bagi yang belum tahu dan mengingatkan bagi yang sudah tahu. Tahu dan pengetahuan bahasa filsafatnya, agar lebih mantap tulisan ini.

Hahahahaha...banyak bangat tahunya ate. Olo nikkudo. Nikkudo musedo nimmu, nanggo nimmu ate. Ah...! nahebat ma tulisanon ate. Saroha-roha ate. Olo ate. Pandok ni ate-ate ate. Hahahaha. Sate ate. Tabo ate. Naong ate. Ison ate. olo ate. Hahahaha.
________________________

PENGANTAR SAOTIK ATE
________________________
Seperti kita ketahui, salah satu tahap atau masa yang harus dilalui seseorang sebelum disebut sebagai orang yang sudah menikah atau orang tua adalah "Masa Remaja" yang dalam bahasa Tapanulinya disebut "Masa Naposo Nauli Bulung".

Pada masa ini seorang pria akan menunjukkan ketertarikannya pada wanita ataupun sebaliknya. Ketika ketertarikan ini timbul atau muncul dalam diri seseorang maka timbullah suatu keinginan untuk ketemu secara berulang-ulang. Hahaha... sian dia musedo hub oto on.

Pertemuan atas dasar ketertarikan dua insan lawan jenis ini di Tapanuli sesuai dengan wilayahnya di istilahkan dengan :
1. Marhallet (Taput)
2. Martandang (Angkola/Padang Bolak)
   *Keta hita martandang tu julu-juluan. Tubagas ni da tulang martangga simini. Nauli do
    boruna...dst na)
3. Margandak (Padang Bolak/Angkola/Mandailing)
4. Mangepek (Betak Na Mandailingpe, Nahuboto)

Dongan naposo nauli bulung, ito boru tulang pagar ni huta, dalam praktek martandang ini pada masa yang telah berlalu ada yang namanya "Marhusip". Apa marhusip dan bagaimana seluk beluknya akan menjadi kelanjutan dari tulisan ini. Madung ? Kakakakaka...kkk...madungggggggg...!
____________________________

PENGERTIAN MARKUSIP ATE
____________________________
Markusip manurut au, manurut au doba adalah suatu cara berkomunikasi antara seorang pemuda dengan pajuan hatinya. Cara yang dimaksud adalah pembicaraan seorang pemuda diluar rumah dengan pujaan hatinya di dalam rumah/kamar dengan cara berbisik-bisik karena dilaksanakan di malam hari.
_______________________

ALASAN MARKUSIP ATE
_______________________
Dongan ale dongan, anggi ale anggi, anggi boruni tulang. Berikut beberapa alasan mengapa markusip ini dilaksanakan :

- Seperti kita ketahui adat Batak itu bukanlah sembarang adat. Aturan-aturan main dalam kehidupan bermasyarakatnya cukup jelas. Dan sepertinya masyarakat sepakat pada aturan main (Norma Adat) meskipun aturan tersebut tidak dituliskan.

- Menurut hemat saya, jika seorang laki-laki berkunjung ke rumah pujaan hatinya secara terbuka/diketahui umum/di lihat orang, bukanlah suatu perbuatan baik (Bisa jadi memalukan, pada masa lampau).

- Masuknya agama kristen dan Islam ke tanah Batak sepertinya tidak menentang kegiatan markusip ini (tidak bertentangan dengan ajaran agama islam-pen)

- Mengacu pada ke-tiga uraian diatas, maka timbullah kesepakatan dalam anggota masyarakat Batak untuk melaksanakan satu cara berkomunikasi muda-mudi yang disebut "Markusip".
________________________________

MARKUSIP DALAM PRAKTEK ATE
_________________________________
- Seorang pemuda mendatangi rumah pacarnya/halletnya di malam hari (Bisa jadi sebelum dunia dalam berita, bahasa najolona. Hahahah....) untuk kemudian duduk manis di samping/luar kamar halletnya.

- Sang hallet menunggu didalam kamarnya tanpa melaksanakan komunikasi tatap muka/face to face bahasana aso keren.

- Keduanya saling berbicara tentang topik yang mereka sukai.

- Kecenderungan Pembicaraan bernilai sastra, karena umpasa atau pantun pada jaman dahulu untuk menyampaikan isi hati sangat diperlukan.
_______________________________

PANTUN DALAM MARKUSIP ATE
_______________________________
Dongan ale dongan, dongan siporeban...! Berikut karang-karangan pembicaraan seorang anak namboru dengan borutulangnya dalam komunikasi markusip. Agar lebih seru kita bikin aja si anak namboru bayo regarnya dan si boru hutahusut boru tulangnya. Hahahahaha...bisa bisa aja sibayoregar ini bah : _______________________________________

Si Bayo Regar :
Halo-halo sian carang boru tulang
ipake dakdanak mangkuling-kuling
halo-halo hudokkon boru ni tulang
aso markusipjo dohot makkuling

(Kakakakak...rayuan pertama dope on dengan saksi rongit-rongit yang nakal. Mambego on attong tottu mikim si boru tulang, sonang rohania. Tai nabisa di ida sianak namboru parmikim nai. Harana so natarida halakna. Begitupun attong lek dijawab ma) ________________________________________________________

Si Boru Hutasuhut :
Siskamling da nak namboru markeliling
markeliling ditonga borngin madung
hubege anak namboru makkuling
aso dipasidung dopak sobagas borngin

(Olo tehe, naroha ni si anak namboru. Torus di sambut muse mattong) ____________________________________________________

Si Bayo Regar :
Habang ambaroba boru tulang
nahabang tu tulason
marsapa jolo au boru ni tulang
bia noma ujung ni pargaulattaon

(Kakakakaka...kkk..ninna partata ni boru tulang asok dibagasan roha. Marpikir attong boru tulang on. Idia huboto bia ujung nion, tai napaittehon do iba. Ninna muse rohania, sambil mabalosna)
_____________________________________________________

Si Boru Hutasuhut :
Manjujung ma simanjujung anak namboru
sai di paitte ari-ari nagot ro
muda got dipaujungma pargaulattaon anak namboru
aso di paujungma habis manyuan taon nagot ro

(Mambegeon, marpikir atttong si anak namboru. "Na naleleng dope paitte on" naroha nia. Anggo songoni di pangido majo abit aso bisa ubat ni lungun narohania muse) _____________________________________________________

Si Bayo Regar :
Sai tujolo di tulakkon boru ni tulang
sai tu pudi mambolakangkon
sai majolo hata hudokkon boru ni tulang
lehen bojolo ubat ni lungunkon
______________________________________________

Si Boru Hutasuhut :
Manetek ilu anak namboru haran ni lungun
paitte ari nagot ro saulakon
Indon abit anak namboru ubat ni lungun
simpan jeges sampai ketemu saulakon
__________________________________________

Dongan ale dongan...! untuk mangalehennya maka di buka si boru tulang mattong jendelai. Tapi karena terlalu terburu- buru maka jendela itupun mardorek. Mambege dorekanon, tiba tiba Nantulang berkata, "Butet...! ahade namardoreki ligi jo" ninna.
"Olo Uma", kata si boru tulang pula untuk kemudian berbisik pada anak namborunya, "mangeong boho".

"Ngeong...ngeong... ngeong...ngeong...ngeong" sambut si anak namboru. Pada saat yang samapula, sianak namboru manakkup abit nai liheni tusia untuk kemudian pulang dan terus mengeong demi terciptanya keamanan yang kondusip sampai kerumahnya :

"Ngeong...ngeong... ngeong...ngeong...ngeong...ngeong ...
Ngeong...ngeong... ngeong...ngeong...ngeong...ngeong ...
Ngeong...ngeong... ngeong...ngeong...ngeong...ngeong ...
Ngeong...ngeong... ngeong...ngeong...ngeong...ngeong ...
Ngeong...ngeong... ngeong...ngeong...ngeong...ngeong ...
Ngeong...ngeong... ngeong...ngeong...ngeong...ngeong ..." _________________________________________________________

Dongan ale dongan, dongan saparmayaman, dongan boruni tulang...! Demikian gambaran markusip ala najolo. Semoga memberi manfaat untuk kita semua guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai "Markusip".

Dan sebagai penutup, saya ikutkan video markusip dari you tube ini. Selamat pagi dan Selamat beraktivitas. Rasa senang bahagia semoga bersama kita semua. Botima Ate,
aso hu enter.

Enter...!(rfs)
__________________________________________________________
Cat : Sampai 14 Mei 2013 dilihat 195 kali
Inspirasi penulisan dari Group FB Siregar-Harahap dan Bale-Bale Partandangan.
dan Arman B. Hasibuan Kreasindo juga Soel Baahri Siregar. http://youtu.be/62ZyzbTvvA8
* Sampai 1 Januari 2013 dilihat 110 kali

Tuesday, February 14, 2012

"CINTA YA CINTA, HANYALAH CINTA"

#SELAMAT PAGI TAPANULI# 
(Sekilas Pendapat Pada Lagu Anggun C Sasmi)) _______________________________________________________________
 "semua yang telah aku dapat indah nan gemerlap, suatu hari kan pudar dan sinarnya akan hilang. Sesuatu yang telah aku raih dalam hidup ini tak untuk selamanya. Ini semua sementara" kata Anggun pada alinea pembuka lagunya.

Selanjutnya dikatakan pula : "Yang aku cari hanyalah cinta, hanya cinta tak terganti. Yang aku mau hanyalah cinta, hanyalah cinta kuberi. Selalu ku tunggu hanyalah cinta, hanya cinta tak terganti. Yang aku nanti hanyalah cinta, hanya cinta abadi".

Dongan ale dongan...! yang mau saya sampaikan lewat tulisan ini adalah pemahaman dua kalimat penting pada lagu tersebut yaitu "sesuatu yang aku cari tidak untuk selamanya dan yang aku cari hanyalah cinta". hingga kita dapat berkata :

Tulillama tulilla,
tulilla ni parude-rude
Tudia pe natudia
akkon pake cinta do sude

Sangape
 - Olo da lae ulang be holan na gale Olo do tahe akkon pake cinrta do sude

-  Kakakakaka...kkk...cinta ya cinta...cinta ya cinta, hanyalah cinta. ________________________________________
Se suatu Yang Kucari Tak untuk Selamanya
________________________________________
Ito ale ito...! membaca sub judul diatas, saya duga para ito ingin menjawab, "Au pe polama nahubotoi, di dunia on tidak ada yang abadi" ninnakan ito sian rohai ?

 Hah...! paham do au itoi. Cuma aso lek bahat isi ni tulisanon, lek ditulisma songoni ate ? Memanglah ito...! tidak ada yang untuk selamanya di kehidupan ini. Tapi begitupun sungguh sangat banyak manusia ini mengira apapun yang ingin dia raih terkesan untuk selamanya hingga bagi saya pribadi kadang menimbulkan kebingungan, bagaimana tidak ito :

- Seorang bapak dengan sangat marahnya, mata marrara bohi markerut mardalan munggal-unggal kehe maroban gupak tu kelurahan dengan tujuan got panappul lurahi, harana KTP nia nasidung ninna ma 6 bulan.

 Ito...! bo dehe nasidung, pola mehe got manyabung nyawa iba haran ni KTP on, padahal KTP ma goarna, madung jelas adong masa berlakuna.
Ahhhhh...! nahebatma jolma on, naung jelas adong masa berlakuna masih tetap di inginkan abadi.

- Lainnya bahat dope isi, yang bisa menimbulkan kadang jadi marporang namarakkang maranggi, hanya gara-gara ni parbagian na mungkin sala bagi. Songoni sian dunia pasaranan, hanya gara-gara si dua ribui, siap menyabung nyawa.

 Ah...! ulang mada songoni ate ito sangape dongan, sesuatu yang kita cari itu tidaklah untuk selamanya da. Santai pe tabaen namangoluon, anggo nung rasoki i napala tu dia i. Hahahahaha... maro songon ustat muse iba irasa. Ah..! otak nion pe ba. _____________________________
Yang Aku Cari Hanyalah Cinta
_____________________________
Dongan ale dongan...! Kalaulah kita bahasa Koreakan sub judul di atas maka artina "Homin Cinta mai nahu jalahi" dohot hata marbalikna "Nahujalahi cinta homin" Hahahahaha...ada-ada aja, adong- adong sajo.

Sementara dihitaan, tepatna dipatcur paridian Situmba, Nattulang mandokkon tu borutulang, "Hodehe inang...! mahunasehati doho ulang kho marbagas tu pengangguran. lek got tusi nimmu, harana i do nai salong rohamu. Sannari...! ligibo. Nanggo bisa ipangan cinta inang" ning Nattulang attong, sambil mangaligi slop ni borutulang mayup tu jaean tar songon parmayup ni cintai. Ahhhhh...! cinta ya cinta.

Ito ale ito, ito nauli lagu...! Mengacu pada pernyataan Anggun C Sasmi dengan apa yang dialami si borutulang bertentangan bukan ? Ya, bertentangan. Cinta abadi yang dicari eh...! malah dapot cinta sattokkin harani mayup. Mengapa demikian ? Biaso songoni ?

Hahahaha...mana awa tahu. Songoni ma songoni. Manasib arokku. Arokku doda ito. Begitupun perkiraan jawaban dikesimpulan ma hubaen, aso ulang mulakulak. Tai perkiraan doba. Harana lain jolma lain musedo kasus cintana muda na markasusma cinta.
_____________________
Kesimpulan
___________
 - Memang benar hanyalah cinta, dengan cinta negara kita bisa merdeka. Dengan cinta anak dipasikola, dengan cinta kehe marangkat tu saba, tu kantor sangape tu tonga lautan. Dan dengan cinta pula bukan tidak mungkin anda menjadi berada di huta, di padang, di batam, medan ataupun di manca negara.

 - Khusus untuk naposo nauli bulung para pagar ni huta, bukan tidak mungkin sekarang ini ada sedang sibuk marcelengan guna mangalap si boru tulang saulakon. Ya mangalap dan mangayap dengan cinta. Okelah dongan, selamat marcelengan.

- Untuk namarsaripe, bukan tidak mungkin pula dengan cinta menjadi marporang untuk kemudian berdamai lagi dan marporang lagi hingga si butet marbagas dan si utcok mambuat boru.

Yah...! cinta ya cinta. Cinta penuh arti dan penuh makna, bisa bikin hidup lebih berarti atau sia-sia.

 - Dongan ale dongan, ito ale ito...! apapun bentuk cinta anda, mari sama kita tingkatkan hingga kehidupan ini men jadi lebih nyaman. Lebih berarti, lebih berharga. Oya kawan...! salam sama Anggu C sasmi kalau kalian ketemu, sungguh apa yang dikatakannya itu benar. Dan salam juga tuk semua.

 - Dan jangan lupa oleh-olehnya, di sudut bawah status ini telah di siapkan sesuatu untuk dijempol. Dipersilakan memilihnya. Selamat pagi dan selamat beraktivitas. Enter...! bersama musik pagi. Musikkkkkkkkkkk....kkkkk....(rfs). http://youtu.be/-UTxPLjXSTQ Anggun - Hanyalah Cinta (Live 16 Tahun Telkomsel) www.youtube.com
_______________________________________________________
Herawati Siregar menyukai ini.

Tuesday, February 7, 2012

"HAHOLONGA...AAAN...NNN...NNN...! "

#SELAMAT PAGI TAPANULI#
(Mencari Makna dari Istilah "Haholongan") _______________________________________________________________  

Kakakakaka...kkk...kkk...entah siapa yang memulai, saya tidak tahu. Entah apa penyebabnya saya juga tidak tahu. Yang saya tahu dari hasil pengamatan nyaris 80 % isi status dari FB berhubungan dengan "Haholongan". Jumlah yang cukup banyak bukan ? Dan hebatnya, nyaris pula status ini tidak mengenal usia dan tidak perlu seleksi siapa yang membaca, karena yang penting itu commentnya kalau ada, kalau tidak...! yah minimal jempolnya, "ada jempol berarti holong, tak ada jempol berarti tak holong" kata Ipari si Parholong Harahap.

Hahahaha....demikian sekilas status haholongan yang berbau abstrasi karena belum jelas apa maksudnya.

Dongan ale dongan...! yang mau saya sampaikan lewat tulisan ini adalah haholongan dalam arti yang lebih luas dalam hubungannya :
1. Haholongan sian orang tua tu anakna pun sebaliknya
2. Haholongan sian suami tu istrina pun sebaliknya
3. Haholongan sian bayo tu gandakna pun sebaliknya
4. Haholongan ni Nabi tu Ummatna pun sebalikna
5. Penutup; Efek Afektif dalam ilmu Komunikasi Ehem......!

Paulak hosa mjo sabatang sebelum dipatorus ate ? hahahaha................................................... ___________________________________________________________
Holong ni Orantua tu anakna
____________________________
Anggonarohakku tak usah lagilah kita marsiparcaritoan ate, Ilehenpe hepeng di iba najolo lek tong do ninna haran ni holong. So dilehenpe lek tong muse do ninna haran ni holong. Jadi got bia dope niba. Ipasikola madungdo, baju arrayope lek nai tabusido. Manganpe lek natong do di urahon muda natarlambatma. Iogar aya niba pe iba lek natong do ogar mabiar. Mabiar orangtua kehe iba sian bagasi jadi susana tusia. Naing dope mamikirkon tangkisan tu serangan ni inang niba.

Ulangbe masalah aso lek maju iba namngoluon, marudan marlas niari siap ortui. Pat diginjang ulu itoru bila porlu ninna. Akka namarutang dope sebagian bukti adong ni holongi.

Ulangbe tu karas nai, nada tottu marpanyongon, mangan ube ni sihim, batu nirimbang pe amang huporngas, margule sira, mardalan gumapagapa, manuat ju momba-jomba, adalah gambaran bahasa sastranya.

Dan terhadap hal ini, pada orangtua saya almarhum dan almarhumah, saya ingin berkata :

“ Alalohummag firli wali-wali daiya warhamhuma kama robbanaya sagirong” Ya Allah, Ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil. “Sayangi mereka ya Alloh, haholongi mereka ya Allah sebagaimana mereka menghaholongiku diwaktu kecil. Amin, amin, amin ya robbal alamin.
_________________________________________________________________

Holong ni Suami tu istrina
___________________________
Dongan ale dongan, bope di urusan parsaripeon on au napo bahat pengalaman, tapi sepertinya tergambar "seru juga". Kadang marudu jogal, maradu djungal. Maradu garang, maradu takkang. Kadang muse maradu malas marsipalayasan sahingga ro tupikirani "Betak namar begu-begu do holong diparsaripeonon" naroha.

Dongan-dongan, ito iboto...! percayakah kalian bahwa ada begu di holong ni namarsaripe. Kiranya kalian tak usah percaya karena parsaripean itu sendiri terjadi karena adanya holong. Kalau setuju lebih baik ditingkatkan, misalnya dengan mengingat janji di parsobanan, sapu tangan namaraek, cinta saiyas ni salju parumaen sitiruon, parumaen naburju, gita cinta di SMA, kenagan di aek siguti, cinta manuat di simago-mago dan mangan pocal bersama. Hahahahaha....mangan pocal bersama. Hebat kalila itu.

Dongan ale dongan...! memang manurut data, jumlah perceraian di Nusantara on madung maningkat do ninna sian taon tu taon, tarmasuk mai data ni halak hita. Harusongnipe, nangkon pola pikirkon harana so narsirang hita ate, paling martinendo. Ipe san tokkindo. Muse senina doi", nimmu.

Yang pasti holong ku diho selamanya, inda akan manyiborang apalagi taripar nimmu Ipar.

"Haholongan...aan...n...nnn...! "Haholongan...aan...n...nnn...! "Haholongan...aan...n...nnn...! Hodo Anggi....iii.
______________________________________________________________
Holong ni Bayo tu Gandakna pun sebalikna __________________________________________
Kakakakaka..kkk..., holong dibidang parualangan ataupun pargandakon ataupun parhalleton ini juga tak kalah seru. Bahkan berada diurutan pertama dalam menaklukkan logika berpikir. Bagaimana tidak kawan, seorang kawan, si Hasibuanma ta ibaratkon rela mengeluarkan anggaran ratusan ribu hanya untuk mangaligi "Bukkulan nibagas ni gandak nia".

 Ah....! Bukkulan nibagas mehe anggia liginon. Naso tidak-tidak doho hurasa Hasibuan ba. Bo dehe anggia cintai buta, anggo bisa lek pake logika dobaen cintai. Ulang be si lubis, majelasdo pengangguran, akkon nagot lojongkonon nia muse ma ningia boru tulang niai. Aha so marsak aya, sandia do dapot biaya horja ni i molo ro tuttutan si pihak mora.
 Ah...! hamu peda Lubis, marpikir hoda mang.

Ulang be si Regar nasian Bagasnagodangi, mangaligi si borutulang si boru Hutasuhut dengan salibon songon same ni saba jae, par gincu yang mirip rara ni jambu erang, parbajuna bagaikan orang melayu deli, juga dukungan basaen namar kibar-kibar serta jilbab si pitu lapis, membuat holongi katanya inda habis-habis.

Ulang be parbadak nai, sekedar apus do ni ngia tai marombun, mangalakka nai, biasa-biasa juodo tai anggun. Sisilon nai pas songon sikulandak na poso, parmikimnai ngak jauh beda dengan bulan si opat bolas.

"Mate pe jadi, siap ma au mamparjuangkoni, asal ma na dapot" katanya pula. Ah...! hopeda Regar, holongmu attong ro haran ni bentuk fisikdo, ima ben nasusa martahanda. Perhatihon juo do attong rohana da. Sidenggan roha de borutulangi sanga inda. Ne on dottong. Holong memang penting, anggo bisa sian roha do attong harorona da. Madung ?
Kakakakakaka...kkkk...

"Haholongan...aan...n...nnn...! "Haholongan...aan...n...nnn...! "Haholongan...aan...n...nnn...! Hodo boruni tulan...gggggggg.

Oke dongan-dongan, intina : Holong dinamargandak tetaplah jaga dengan baik-baik hingga holong itu dapat pula berbalas holong. Holong mangalap holong. Ido na botul. __________________________________________
Holong ni Nabi tu Ummatna pun sebalikna __________________________________________
Sehubungan attong lagi musim peringatan Maulid Nabi sannari aha salana, aso lek tatingkatkobe holongta tu nabitta Nabi Besar Muhammad Saw. Harana beliaudo dongan- dongan nama nogu-nogu hita sian nagolap tu natorang.

Anggo taringot ni lappetdo, muda na dohot ma attong para dongan dipangarattoan nabe memperingatina, anggap ma songoni madung di pangan. Nimmu. Mudah-mudahan, dengan memperingati Mailid Nabion attong "Rasa Holongta tu Nabitta" sai martamba-tam ba nian. Ima intina. Selamat memperingati anggia sudena. Ate ibot. ______________________________________________
Penutup : Efek Afektif dalam penerapan Holong ______________________________________________
Dongan ale dongan...! Dalam Ilmu Komunikasi ada 3 effek komunikasi ninna. Ninna doba katua kapala. Sada goarna efek kognitif. Paduana Afektif, dohot patoluhon efek Behavioral.

Dongan Regar, Lubis, Hutasuhut sangape Harahap...! efek afektif ning gurui ima efek yang timbul pada perasaan kita hingga dapat menimbulkan perasaan nyaman sangape manjadi sonang roha niba, bisa mambaen maruba perasaan niba. Ima hata lainna.

Nagot dokonon dison dongan ale dongan, bahaso parbuatan niseseorang, sangape parkataan ni halak nai haholongi i, bisa mambaen jadi marhurang holong niba. Sementara molo diturutkon bisa mambaen jadi putus muda martandang, jadi sirang muda di naparsaripe.

Haran ni-i, efek afektif naro tu iba on bisa do dikendalihon sesuai hagiot. Artina dison, goyak ni rohaniba tu halak di uba manjadi holong roha niba tu halak. Carana, ketika kebencian itu datang atau sogo ni roha ro, maka tanamkan/sadarkan dalam hati bahaso au manghaholongiho dengan mengucapkan haholongan dalam bentuk intonasi sehingga menimbulkan effek nyamanan yang mengarah pada tindakan ingin menghaholongi dalam hati sipengucap dan si pendengar.

Dongan ale dongan, dongan haholongan. Ito ale ito, ito haholongan, mari sama kita nikmati mengucapan "Haholongan" dalam lagu ini, jika dongan merasa nyaman mendengarkannya, maka holong itu ada pada diri anda dan andalah yang mengendalikannya lewat tajuid dan qolqolahnya.

Hahahahaha.... sungguh holong itu luar biasa. Selamat Pagi dan selamat beraktivitas :

"Haholongan...aan...n...nnn...! "Haholongan...aan...n...nnn...! "Haholongan...aan...n...nnn...! Hodo anggi...iii...!

Jawabbo boru tulang parumaen ni dinang :
http://youtu.be/N1wcSYpRe30

Kakakakaka...kkk... Enter...!(rfs).
_________________________________________________________________
Leoleoleoleoleoleoleoleo Leo, Ramtani Ritonga, Nur Kholiza Hutasuhut dan 2 lainnya menyukai ini.

Sunday, February 5, 2012

"SABAR SAYANG AKU BANG REGAR BUKAN BANG TOYIB"

#SELAMAT PAGI TAPANULI#
(Sekilas Pendapat Pada Pandasoran) ________________________________________________________ Kakaakakakak...kkk...pasang musiki kapala :

Ting...triting.... Ting...ting...ting...ting
Ting...triting.... Ting...ting...ting...ting
Ting...triting.... Ting...ting...ting...ting
Ting...triting.... Ting...ting...ting...ting

Pagi semua dongan halak hita...! Bang Regar, Bang Lubis, Bang Hasibuan, Bang Harahap, dll.

Trutung..tung...tung...tung
Trutung..tung...tung...tung

Kau bilang padaku, kau ingin bertemu
kubilang padamu, oh...ya nanti dulu
aku lagi sibuk sayang, aku lagi kerja sayang
untuk membeli beras, dan sebongkah berlian...

Sayang...! aku..bukanlah bang toyib
yang tak pulang-pulang
yang tak pasti kapan dia datang...
sabar sayang...sabarlah sebentar,
aku pasti pulang karena aku ,
bukan aku, bukan bang toyib....bbbbb. ..................................................
_______________________________________________________

Dongan ale dongan...! dongan nai pandasoran. Ketika usia remaja seorang gadis sangape bujing-bujing sudah usai maka berkatalah adat kita :

Talduskon ma giring-giring Laho mamasukkon golang-golang
Tinggalkon ma inang adat na bujing
Madung jujung adat matobang

Maka ditinggalkon bujing-bujing on mattong sambil mandokkon : Nyekut...nyekut...nyekut...nyekut Nyekut...nyekut...nyekut...nyekut

Rere au baya narere, silalat hian di sigumurung
kehe ma au baya nakehe,
selamat tinggal madi hamunu
tinggal ma baya bilik podoman,
sangape patcur paridian
ilu ni mata namarsaburan,
nagiot mangayupkon habujingan.

Dongan ale dongan...! ketika habujingon telah diayupkon, diayupkon melalui marlojong ataupun dipabuat. Tinggal di huta hatubuan ataupun huta naleban semuanya ini akan masuk pada tahap "Mandasor" Yah...! tahap mandasor, ning halak hita. Dan tahap inilah yang mau saya sampaikan lewat tulisan ini dengan fokus perbuatan suami sebagai supir pandasoran yang bukan bang Toyib
____________
Mandasor
____________
Para dongan sapardiskusian, baik yang sudah mandasor maupun yang lagi mamparsiapkan, saya ingin mengatakan :

- Jika dongan mandasor di huta, dengan tinggal di rumah jatah ataupun tinggal di rumah tulang, besar kemung kinan pandasorannya bisa berjalan lancar. Disana itu ada yang kita sebut dengan orang tua, koum, kahanggi amattua, bujing, dll yang siap setiap saat melancarkan pandasorannya.

- Bagaimana dengan yang tinggal di huta pangarattoan, huta naleban, huta sihadaoan, jauh dari koum sisolkot dengan pekerjaan hais manyogot tuduk potang. Ah........rasanya tak terrasakan lagi dongan. Jika kesedihan hidup banyak yang mengukur dengan menangis. Tapi yang ini lain dongan, "Sada-sada ilui manetek, madabu tu bagasan". Inda taridabe dongan ilui haran ni sedihna nai pandasorani.
____________________________
Hais Manyogot Tuduk Potang
____________________________
Dongan ale dongan, dongan halak hita...! Dongan ale dasar, dasar halak hita...! Sudahlah pendapatan hais manyogot tuduk potang, tinggal di rumah kontrakan, listrik belum dibayar, kreditan banyak, dia bilang pula ngak apa-apa, "Patenang madisi uma ni si butet, sayang do au tuho. Namuli salpu do sude namangoluon" katanya pula dengan sejuta keraguan hidup.

Dongan ni dongan...! jika istri anda adalah wanita karir/ kerja, mungkin masalah lebih mudah mengatasinya. Bagaimana jika tidak, justru anda atau dongan yang jadi andalan penyelesaian semua masalah. Ah..........! rasanya bagaimana ya.

Bisakah dongan merasakan, apa yang dirasakan dongan saripennya, dongan sarahasianya, apalagi pekerjaan dongan juga jauh yang menyebabkan tidak bisa pulang setiap saat. "Ah.....! hangoluan pandasoran. Ho domada Tuhan napa boto- boto on sude, tuho noma au marsorah diri" demikian mungkin kata dongan saripetta tu parangetta, tu usahotta.
_________________________________
Pandasoran Namaroban Hadengganan
 __________________________________
Dongan ale dongan...! jika kita membaca pandasoran ni halak nasukses baik halak hita bope naso halak hita, sepertinya mereka menggunakan rumus yang sama untuk dapat lulus dengan baik, ima :
- Sabar dalam mengatasi persoalan hidup
- Sapangalakka, Sapangambe, sapanaili dalam menykapi semua persoalan
- Terus bekerja dan berdo'a dalam setiap usaha
- Terbuka dalam semua persoalan hidup
- Terus belajar memberbaiki semua kekurangan
- Pasang trik dan strategi dalam efektivitas pekerjaan
- Tingakat rasa sayang, holong mangalap holong, Dll.
____________________________
Sebongkah Berlian Untuk istri tercinta
____________________________
Dongan ale dongan...! ketika saya menuliskan modal untuk lulus dipandasoran ini, saya merasa begitu berat dalam pelaksanaannya. Adakah para dongan merasakan hal yang sama ?

Hahahahaha....b mari sama berjuang para dongan, para kawan untuk dapat lulus dari pandasoran ini, hingga kita dapat menghadiahkan sebongkah berlian untuk parsonduk bolonta, untuk istri kita, untuk dongan saripetta masing- masing. Karena sebongkah berlian adalah simbol kebahagiaan dari satu keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah.
___________________________________
Sala di Pandasoran, Sega tu Pambibiran
___________________________________
Bukan tidak mungkin karena beratnya dapat lulus dari pandasoran,
maka istilah "Sala di pandasoran, sega tu pambiran menjadi polpuler"

Para dongan...! Begitupun, saya yakin kita bisa, karena kita bukanlah bang toyib, tapi bang Regar...hahahaha...bang Hasibuan... kakakaka...bang Lubis...hihihi...bang Harahap...hehehehe... Sabar sayang...! sabarlah sebentar...! aku pasti pulang, karena aku , aku bukan, bukan bang toyib....bbbb.... .................................................... dan ini sebongkah berlian untukmu. Mohon diterima. ........................................................

Sayang...! aku..bukanlah bang toyib yang tak pulang-pulang yang tak pasti kapan dia datang... sabar sayang...sabarlah sebentar, aku pasti pulang karena aku , bukan aku, bukan bang toyib....bbbbb. ...................................................

Ah...damailah kehidupan, damilah keluarga kita, damailah kita semua marga's family community dan damailah pandasoratta.

Selamat pagi dan selamat beraktivitas. Sabar sayang aku pasti pulang. Enter...!Ugh....!(rfs).

http://youtu.be/28DOLLTr_7Y WALI BAND Aku Bukan Bang Toyib with lyrics www.youtube.com dik , maafkn aku karna gak pulang-pulang __________________________________________________________________________ Megawati Hutasuhut, Soel Bahrie Siregar dan 2 orang lainnya menyukai ini.

Tuesday, January 17, 2012

"RUNDUT CINTAKU APA OBATNYA"

#SELAMAT PAGI GROUP FB KITA SELAMANYA SAHABAT# 
(Sekilas Pendapat Pada Sastra Tapanuli)

Wau...! para anggi di group FB "Kita Selamanya Sahabat" tentunya sebagian besar dari kalian masih remaja bukan, yang halak hita bilang "naposo nauli bulung ?" Yah...! sepertinya demikian dari gambaran statusnya dan horas...! senang bisa bikin tulisan/status untuk para anggi. Anggi...! ataupun anggia...!.

Yang mau saya sampaikan lewat tulisan ini adalah pernyataan-pernyatan kasih sayang atau holong dari daerah Tapanuli dengan maksud untuk dapat lebih memahami bagaimana sebenarnya holong ini daerah kita. Dengan pemahaman tersebut saya berharap para anggi sasudena dapat lebih bijaksana dalam menyikapinya karena masalah "holong sangape cinta" ini tak jauh beda dengan "Bonang". Ya...! cinta=bonang, imada maksudku anggia ataupun kele.

Molo bonang targulung rapi tottu tabo ligion, muda got di pake marrait layang-layang tottu lancar pangaraitani. Songoni muse diwaktu manggalasanna. Ulang be tu masalah ni namartonun jadi hipas sidung, songoni muse muda jeges targulung di sikoci; jadi lancar namanjait.

Hubunganna tu cinta sangape holong para anggi ; dengan holong natigor (inda aso idokkon halak iba playboy, inda marpura-pura holong, inda mampermainkon, inda daripada nadong) maka para anggi akan lebih nyaman manjalani hangoluan tahindar dari sumpah serapahnya lawan jenis dan juga dari sugari-sugari.

Tapi kalau sebaliknya anggi, tak jauh beda dengan rundutnya bonang, ipadiar hatcit ulu mangaligina, igulung stres. Alhasil isipak noma jadina. Hebatna sala sipak muse margu- lung tupati, mangalilit dan akibatnya iba noma banting dibaen bonangi, idekken ia iba. Botima.

Hubunganna tu cinta anggi-i, molo bahat gandak sangape ualang jadi bahat musema gabus, bahat muse fulsa habis songoni hepeng banubusi segaret, bahkan sebagian jadi minum-minum noma, sude siala sude siolu, modom pesala so modom pe sala. Marhepeng bisa mambaen marsalaan pangalaho, apalagi mur namarhepeng. Karejo pekadang jadi sego haranni rundut ni cintai. Belum lagi pakkuling ro songon naso di abas, ninna.

Para anggi...! berikut beberapa kutipan sastra Tapanuli khususnya sian lagu/musik yang berhubungan dengan holong : _____________________________________________________________
Judul : SIHOL HIAN AU

...holongmi tu holongkhi, songon ronggur namanggora udani. Rohami tu rohakki, songon aek tu nama uasi Sihol hian au- sihol hian au tuho, romaho tu au, romaho tu au khasian. Inti Pesan : Menceritakan kerinduan seseorang pada kekasihnya, dan dalam kerinduannya banyak hal membayanginya salah satunya “Sopo” (Gubuk kecil yang biasanya ada di sawah/ladang. Makna Lagu : Kerinduan adalah bagian dari kehidupan. Karena itu tidak bisa dipisahkan dari diri manusia. ____________________________________________________________
Judul : RAULI

Rauli...igot au, sai ingot au Ito. Rauli...nangpe naung muli ho Ito rohakki sai hot tuho. Rauli...paima ma di nipimi paboa onku do tuho, ise do na sala... ise do na sala di hita na dua... Inti Pesan : Menceritakan sepasang kekasih sudah sama-sama sepakat mau menikah, hal ini sudah disampaikan pada orang tua si gadis, tapi tiba-tiba si gadis berpaling pada laki-laki lain. Makna Lagu : Mempermainkan kasih sayang akan menyebabkan penderitaan pada sebelah pihak. Hal ini akan lebih berbahaya jika sudah berkeluarga.
_______________________________________________________________
Judul : SANDIWARA
...Tu magon ma Ito hita marsirang, luluima pangganti ki sai dirippu di na denggan, di sasude na didokmi. Sai unang ma Ito marsandiwara ho, ai dang di au na songoni. Inti Pesan : Menceritakan salah seorang dari sepasang kekasih yang suka bersandiwara lewat perbuatan dan kata-kata bohong. Pasangannya mengetahui hal ini dan berakibat fatal pada dirinya yaitu menjadi sakit. Merasa tersakiti secara phisik dan psikis menyebabkannya mengambil keputusan untuk marsirang/berpisah. Makna Lagu : Bersandiwara lewat perbuatan dan kata-kata bohong dapat menyebabkan sakit secara phisik dan psikis.
_________________________________________________________________

KESIMPULAN :

Para anggi di Group FB kitaselamnya Sahabat, uraian diatas telah memberikan gambaran obat rundut ni cinta adalah jangan mempermainkannya karena kita sendiri bisa kena batunya. Tuhan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan agar saling menya- yangi dan menim bulkanketentraman diantara mereka.

Allah Swt berfirman : Dan diantara bukti-bukti kebesaran Allah, diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tentram disampingnya. Dan dijadikan-Nya kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir" (Ar-Ruum : 21) Enter...! (rfs)