Jumat, 05 Oktober 2012

"NORMA MARKUSIF DI SADA MASA"

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Mengenang tanda masuknya "Dunia Dalam Berita" sebagai tanda
berakhirnya masa markusif ) ~Rps~
__________________________________________________

Para kawan...! Mohon ijin kasih pendapat tentang status yang pernah dikirimkan Haidir Siagian mengenai "Pergaulan naposo nauli bulung/muda-mudi ni halak hita yang sekarang ini telah
memberi kesan lebih bebas.

Tujuan penulisan adalah sebagai pembanding, masukan untuk para generasi naposo nauli bulung Sipirok hingga kedepan etika pergaulan itu lebih terjaga.
___________________________________________________

Arti Dunia Dalam Berita Bagi Naposo Nauli Bulung
Angkola di sada masa
___________________________________________________

"...teteten...tenten...tenten...nnnn...
....teteten...tenten...tenten...nnnn...
kita menantikan dunia dalam berita...
....teteten...tenten...tenten...nnnn...
....teteten...tenten...tenten...nnnn..."
 ...tut...tut...tut...tet..."

Demikian bunyi ilustrasi yang setiap malam terdengar
di Sipirok Angkola tempoe doloe. Bunyi ini bukanlah
pertanda ronda malam telah di mulai, tapi pertanda
sudah masuk "Dunia Dalam Berita" lewat siaran TVRI
Jakarta.

"Selamat malam..." demikian kata Yasir Denhas untuk
memulai membacakan berita dan biasanya beliau
ditemani oleh Teuku Melinda.

Para anggi...! yang mungkin pada saat ini berusia
17 sampai 30 tahun.

"...teteten...tenten...tenten...nnnn..." pada masa
yang telah berlalu untuk masyarakat umum Angkola bukan
saja sebagai "tanda" dimulainya dunia dalam berita
tapi juga sebagai "Tafsir" telah berakhirnya masa
martandang/pacaran di bongin ni ari. Dan suara/bunyi
ini selalu terdengar jam 9 malam.

Tanda berakhir masa martandang atau markusip ini
tidaklah ditetapkan berdasarkan musyawarah, tetapi
para orang tua/koum sisolkot lainnya berbuat seolah-
olah tanda ini adalah hasil musyawarah dalam melindungi
putri mereka dari para partandang borngin.

Hahahahaha....

Dan hasilnya para anggi...! Saya tak berani bilang
100 persen ampuh. Tapi saya punya keyakinan "Nyaris
100 persen ampuh" Dengan alasan, setan, baik dalam
pengertian yang sebenarnya (iblis) maupun setan yang
datang dari diri manusia yang dalam basa hitanya
mungkin disebut "hantau balau" menjadi tak bisa
menggoda para muda-mudi untuk "marstiopan, marsitula-
kan,  marsigoitan maupun marsibursikan di golap-
golap di bongin ni ari.

Hehehehe....taringot na doba.
__________________________________________________

Konsekuensi bagi pelanggar kesepakatan dan Peringatan
dari para orang tua dan koum sisolkot lainnya
__________________________________________________

Para anggi...! Karena pada masa itu, waktu masuknya
"Dunia Dalam Berita" sebagai tanda berakhirnya masa
martandang atapun markusif maka terjadilah kosekuensi
bagi banyak pihak :

Bagi Orang Tua :

Seolah ada perintah dari masuknya "Dunia Dalam Berita"
tersebut untuk selalu bertanya dimana sudah putrinya
berada. "Mai dia kakakmu Rauli, ne madunia dalam berita
do on, napo masuk ku bagas lakna" kata sang ibu.


Sangape, "Butet...! Tudia dopeho inang, ne madunia
dalam berita do..." ning uma muse sian dapuran sambil
manyiapkon bolgang atcogot manyogot (tolo di ligin
gambarda anggia...tai ulang leleng).

Bagi Masyarakat Umum :

Uda, Naguda, anggi, abang sangape kakak niba, ter-
masuk para opung-oppung akan semua mengingatkan
bahwa jam 9 malam bagi seorang putri halak hita
sudah tidak boleh berada di luar rumah, apalagi
yang namanya hetceng.

Bagi Nauli Bulung :

Akan dianggap sebagai orang yang kurang baik (nasopade)
diantara kawan-kawannya jika masih berpacaran diluar
rumah jam 9 malam ke atas.

Bagi Naposo Bulung :

Jotjot dapot lojana sajo, jika mengunjungi pacarnya
sampai jam 9 malam ke atas. Karena sang pacar/nauli
bulung tersebut akan sangat takut pada orang tuanya
jika masih menemuinya.
__________________________________

Kesimpulan dan Ucapan Terimakasih
__________________________________

Uaraian diatas adalah salah satu gambaran tempoe doeloe,
bagaimana para orang tua, para koum sisolkot lainnya
dalam mengawasi putrinya terhindar dari pergaulan yang
tak beraturan/suka-suka. Dan sepanjang yang saya ketahui,
pergaulan naposo nauli bulung sangat terjaga pada masa
itu.

Bagaimana dengan keadaan sekarang....?

Keadaan pergaulan sekarang, penulis tidak mengetahui persis.
Tapi besar harapan, semoga norma-norma pergaulan naposo-
nauli bulung tetap terjaga di hitaan.

Trims pada Haidir Siagian atas diturunkannya status ini.
Semoga dapat menjadi masukan bagi kita semua, khususon
tu bonapasogitta.

Dan selamat malam....!
________________________________________________
Cat : Sampai 14 Mei 2013 dilihat 55 kali.
- Bagi koum yang memposting image/gambar pada tulisan ini, saya
ucapkan terimaksih termasuk pada sang ibu di atas (Image dapat
dari situs ni halak hita, tapi sudah lupa goarna).
- Bagi kawan...yang ingin mendengar kembali "Dunia
Dalam Berita Taon '80-an" telah disiapkan pada sudut kanan
bolog.  Sangape "Link on", bagi yang ingin langsung ke youtube.
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

2 komentar: