Monday, August 5, 2013

Mar Boru Dayak Sian Kalimantan Mar Bayo Batak Sian Sumatra (Kasih sayang yang berbalas / holong marbalos holong)

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menambah pengetahuan sekitar suku dayak dan memberitahu inti
pesan lagu "Marboru Dayak" pada suku dayak sekaligus merayu
boru dayak)
______________________________________________________________










"Kurang lebih 1.340 jumlah suku bangsa di Indonesia, demikian hasil
sensus BPS tahun 2010" tulis situs wikipedia lewat alamat :
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_bangsa_di_Indonesia

Dari hasil pengamatan penulis dan dari sekian banyak suku bangsa di  Indonesia,
hanya suku bangsa bataklah yang paling sibuk memikirlan putranya entah
menikah dengan suku mana.

Hal ini sangat terasa lewat karya seni musik batak antara lain :
- Marboru Sunda (Supir angkot do au inang)
- Marboru Padang  (Halak nadenggan doi)
- Marboru Jawa / Boru Solo (manis gula jawa, manis boru jawa))
- Marboru Cino (Cino Sidikalang)
- Marboru Jerman (Turis jerman datang ke danau toba)

Dua dari judul diatas, telas penulis beri pendapat lewat blog ini yaitu :
Marboru Sunda lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/06/antara-tapanuli-selatan-dengan-bogor.html
Sedangkan marboru Padang  lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/06/memadukan-systim-kekerabatan.html

Bagiamana dengan marboru Dayak...? adalah isi dari postingan ini.
Selamat menyimak...!
_____________________

Sekilas Suku Dayak 
_____________________




















* Hal asal kata Dayak :

Dayak mungkin juga berasal dari kata aja, sebuah kata dari
bahasa Melayu yang berarti asli atau pribumi.

Arti dari kata ‘Dayak’ itu sendiri masih bisa diperdebatkan.
Commans (1987), misalnya, menulis bahwa menurut sebagian pengarang,
‘Dayak’ berarti manusia, sementara pengarang lainnya menyatakan
bahwa kata itu berarti pedalaman.

Commans mengatakan bahwa arti yang paling tepat adalah orang yang
tinggal di hulu sungai.[25] Dengan nama serupa, Lahajir et al.
melaporkan bahwa orang-orang Iban menggunakan istilah Dayak
dengan arti manusia, sementara orang-orang Tunjung dan Benuaq
mengartikannya sebagai hulu sungai.

* Pengertian Dayak

Dayak[4][5][6][7][8][9] atau Daya (ejaan lama: Dajak atau Dyak
[10][11][12][13]) adalah nama yang oleh penduduk pesisir pulau
Borneo diberi kepada penghuni pedalaman yang mendiami Pulau
Kalimantan (Brunei, Malaysia yang terdiri dari Sabah dan Sarawak,
serta Indonesia yang terdiri dari Kalimantan Barat, Kalimantan
Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan).

* Hal orang dayak yang tidak terlalu paham dengan istilah dayak

Mereka juga menyatakan bahwa sebagian orang mengklaim bahwa
istilah Dayak menunjuk pada karakteristik personal tertentu yang
diakui oleh orang-orang Kalimantan, yaitu kuat, gagah, berani
dan ulet.Lahajir et al. mencatat bahwa setidaknya ada empat
istilah untuk penuduk asli Kalimantan dalam literatur,
yaitu Daya', Dyak, Daya, dan Dayak. Penduduk asli itu sendiri
pada umumnya tidak mengenal istilah-istilah ini, akan tetapi
orang-orang di luar lingkup merekalah yang menyebut mereka
sebagai ‘Dayak’.

* Hal Suku di Kalimantan

Menurut sensus BPS tahun 2010, suku bangsa yang terdapat di
Kalimantan Indonesia dikelompokan menjadi tiga yaitu suku
Banjar, suku Dayak Indonesia (268 suku bangsa) dan suku
asal Kalimantan lainnya (non Dayak dan non Banjar).

Istilah untuk suku penduduk asli dekat Sambas dan Pontianak
adalah Daya (Kanayatn: orang daya= orang darat), sedangkan
di Banjarmasin disebut Biaju (bi= dari; aju= hulu).
Jadi semula istilah orang Daya (orang darat) ditujukan
untuk penduduk asli Kalimantan Barat yakni rumpun Bidayuh
yang selanjutnya dinamakan Dayak Darat yang dibedakan
dengan Dayak Laut (rumpun Iban).

* Hal sebutan dayak dalam hubungannya dengan agama

Istilah "Dayak" paling umum digunakan untuk menyebut
orang-orang asli non-Muslim, non-Melayu yang tinggal
di pulau itu.[17][18] Ini terutama berlaku di Malaysia,
karena di Indonesia ada suku-suku Dayak yang Muslim
namun tetap termasuk kategori Dayak.

Di Banjarmasin, istilah Dayak mulai digunakan dalam perjanjian
Sultan Banjar dengan Hindia Belanda tahun 1826, untuk menggantikan
istilah Biaju Besar (daerah sungai Kahayan) dan Biaju Kecil
(daerah sungai Kapuas Murung) yang masing-masing diganti menjadi
Dayak Besar dan Dayak Kecil. Sejak itu istilah Dayak juga
ditujukan untuk rumpun Ngaju-Ot Danum atau rumpun Barito.

Selanjutnya istilah “Dayak” dipakai meluas yang secara kolektif
merujuk kepada suku-suku penduduk asli setempat yang berbeda-beda
bahasanya khususnya non-Muslim atau non-Melayu.

Cat : Penulis adalah Batak Muslim karea itu postingan ini
akan sangat erat dengan pandangan muslim penulis.

Berikut Dayak muslim tempoe doloe :

Masyarakat Dayak Barito beragama Islam
yang dikenali sebagai suku Bakumpai
di sungai Barito tempo dulu (Dok.Wikipedia)
























* Hal Budaya :



















Budaya masyarakat Dayak adalah Budaya Maritim atau bahari.
Hampir semua nama sebutan orang Dayak mempunyai arti sebagai
sesuatu yang berhubungan dengan "perhuluan" atau sungai,
terutama pada nama-nama rumpun dan nama kekeluargaannya.

Berikut salah satu tari syukuran atas panen raya dari suku dayak :




Sedangkan video dibawah ini adalah video pemilihan
gadis dan bujang dayak :

_______________________________________

Konflik antara suku Dayak dan Madura
_______________________________________

Dayak (istilah kolektif untuk masyarakat asli Kalimantan) telah
mengalami peningkatan dalam konflik antar etnis. Di awal 1997 dan
kemudian pada tahun 1999, bentrokan-bentrokan brutal terjadi
antara orang-orang Dayak dan Madura di Kalimantan Barat dan
Kalimantan Tengah. Puncak dari konflik ini terjadi di Sampit
pada tahun 2001. Konflik-konflik ini pun kemudian menjadi topik
pembicaraan di koran-koran di Indonesia. Sepanjang konflik
tahun 1997, sejumlah besar penduduk (baik Dayak maupun Madura)
tewas. Muncul berbagai perkiraan resmi tentang jumlah korban tewas,
mulai dari 300 hingga 4.000 orang menurut sumber-sumber independen.[

Pada tahun 1999, orang-orang Dayak, bersama dengan kelompok-
kelompok Melayu dan Cina memerangi para pendatang Madura;
114 orang tewas.Menurut seorang tokoh masyarakat Dayak,
konflik yang terjadi belakangan itu pada awalnya bukan antara
orang-orang Dayak dan Madura, melainkan antara orang-orang
Melayu dan Madura.[55] Kendati terdapat fakta bahwa hanya ada
beberapa orang Dayak saja yang terlibat, tetapi media massa
membesar-besarkan keterlibatan Dayak. Sebagian karena orang-
orang Melayu yang terlibat menggunakan simbol-simbol budaya
Dayak saat kerusuhan terjadi.

Pendapat penulis :




Semoga konflik seperti yang terurai diatas tidak perlu lagi terjadi
untuk masa-masa mendatang, hingga negara kita tercinta ini dapat
di puja-puja bangsa, dapat berjaya dan dapat   menciptakan rasa
senang bagi penduduknya.

Tanah airku tidak kulupakan
kan terkenang....



Pada para saudara saudari sebangsa dan setanah air, penulis blog
mewakili blogger suku Batak mengucapkan :












_______________________________________

Video Musik "Marboru Dayak" Dari Trio Relasi
_______________________________________

Berikut lagunya para boru (anak gadis) suku Dayak.
Selamat  menikmati...! Mainkan sulimnya (suling) lae
Poster Sihotang. Sorap mabotobe hita on / biar sama-sama
tahu kita semua. Musik...!















Komentar penulis pada anak gadis suku dayak sehubungan
dengan video musik di atas :

Sudah bukan rahasia, bahwa para putra Batak pada umumnya setelah
lulus sekolah akan mencari sendiri jalan hidupnya. Mencari dan berusaha
guna mendapatkan hidup yang lebih baik. Ini tidak berarti para boru
Dayak bahwa di daerah kami tanah batak tidak bisa mendapatkan hidup
yang lebih baik. Tapi demikianlah pada umumnya, lebih banyak yang
berkeyakinan di tanah perantauanlah hidup yang lebih baik itu.

Hebatnya para ito boru dayak (ito=panggilan umum antara pria dan wanita)
para orang tua di tanah batakpun banyak yang setuju akan hal ini, sehingga
meski dengan berat hati para orang tua tersebut "Rela memberangkatkan
putranya untuk merantau". meski dia tahu resiko yang akan dia terima
bisa :

- Putranya tidak akan pernah pulang lagi tanpa suatu alasan
- Putranya meninggal tanpa diketahui dimana jasadnya
- Putranya pulang kampung tapi justru pulang karena sudah tinggal tulang
- Putranya pulang tiba-tiba sudah bawa menantu dan cucu
- Dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan lainnya yang bisa saja
  terjadi pada putranya, tanpa belia dapat berbuat apa-apa, kecuali
  cuma ber tamiang (ber do'a).

Tamiang boru dayak...atau do'a cewe kalimantan...! Itulah yang pada
umumnya dapat diperbuat para ibunda di tanah batak yang merelakan
anaknya untuk merantau.

Para putri sidenggan roha nauli lagu (putri yang baik dan cantik), penulis
blog angkolafacebook.blogspot.com punya 2 orang kawan di Kalimantan
dan menurut cerita kawan lainnya, mereka ini telah menikah dengan kalian,
dengan kalian para putri dayak itu.

Karena itu, jika putra batak yang menjadi jodoh kalian itu orangnya baiknya,
penuh perhatian dan tanggungjawab, rela memberikan holongnnya (holong=
cinta) setulus hati mohon kiranya kalian balas holongnya itu dengan holongnya
kalian juga dengan setulus hati.

Tak ada salahnya sekali-kali berpikir, bahwa putra batak yang menjadi jodohnya
itu adalah orang yang terkadang hidupnya serba salah dan serba susah. Dari
satu sisi dia harus mempertanggungjawabkan keluarganya, tapi dari sisi lain
dia juga punya tanggungjawab pada orang tuanya yang mungkin saja sudah
tua pula tinggal di tanah batak sana.

Para putri boru dayak atau mungkin para boru lainnya, boru jawa, boru
sunda , boru sulawesi atau boru ambon secara umum para putra batak
yang lahir dan besar di Tanah Batak adalah orang-orang pekerja keras,
tanah batak itu seolah menempa semua putranya untuk tidak melupakan
tanah kelahirannya tanah dimana mungkin tangis lebih banyak di nikmatinya
dari pada tawa.

Sekali lagi...! berikan holong berikan cinta setulus hati para boru dayak agar
para orang tua kami di tanah batak sana merasa senang, begitupun para
saudara kami yang lainnya, terutama para borutulang kami / poreban (boru
tulang adalah istilah pada putri batak yang menurut adat batak adalah calon
utama dan diutamakan sebagai jodoh putranya).

Jika hal ini dapat terlaksana niscaya, "Ketentuan Tuhan yang mengatakan
jodoh di tangan Tuhan" akan lebih berterima bagi semua orang. Karena
semua orang merasa senang siapapun dan suku apapun yang menjadi
jodohnya atau jodoh putra-putrinya.

_________________________________________

Analisis isi pesan video "Marboru Dayak" di atas
_________________________________________

Sisi tinjauan analisis penulis :

* Inti pesan :

1. Memberitahu bahwa seorang putra Batak yang merantau ke tanah
    Kalimantan guna untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik

2. Waktu sudah berjalan tiga puluh tahun tapi kabar berita tidak ada.

3. Suata saat ibunya mendapat kabar dari kawan putranya tersebut
    bahwa beliau telah menikah sama putri suku dayak.

4. Beliau si putra batak dalam agu ini memang tidak memberitahu
    mengapa belia tidak pulang, apakah karena merasa bersala atau
    karena tak punya uang tak dapat di pastikan

5. Begitupun ibunya berharap agar anaknya pulanglah dulu, bawa saja
    parumaen (menantu) atau pahoppu (cucu) ku itu karena saya rindu.

6. "Saya juga ingin memberimu "boras si pir ni tondi tu simanjujung" mi.
    (boras=beras akan diberikan pada si putra batak guna lebih menghidup
    kan tondi (tondi=sesuatu yang disakralkan pada diri manusia yang dapat
    memberi arah, semangat, keyakinan atau keberanian) pada putranya"
   kata si ibu lewat lagu tersebut.

* Etika Lagu (terpenuhi / cukup terjaga)

Lagu tersebut penuh tutur kata, tidak ada maksud atau tujuan yang
merendahkan suku dayak

* Estetika (terpenuhi / cukup terjaga)

Penampilan penyanyi dan video klipnya cukup menjaga pandangan mata
penontonnya (mereka berpakaian sopan).

* Perasaan Keadilan (terpenuhi / cukup terjaga)

Siapapun pendengar atau yang melihat lagu ini tidak akan ada yang merasa
dirugikan karena sesuatu aksi atau ucapan (Suku batak tidak akan menjadi
rendah diri dengan mendengar lagu ini begitupun suku dayak) adil intinya.

_______________________________________________

Video Musik Batak dan Dayak dalam pesan cinta
_______________________________________________














Komentar penulis :

Untuk para putri dayak...!

Video dengan judul "Manjalaki Boru" itu adalah lagu yang berisi
pesan seorang putra batak "Sedang mencari cewe / putri batak
untuk mejadi istrinya.

Banyak sudah desa-desa (7 Desa) yang sudah dilaluinya tapi
satupun tidak ada yang mau padanya dengan macam alasan :

- ada yang bilang tidak mau karena dia sudah punya pacar
- ada yang bilang tidak mau karena orangnya pendek dan hitam
- ada yang bilang tidak mau karena orang bau kali
- ada yang bilang tidak mau karena pembohong
- Dan ada pula yang bilang mau, tapi marpikir majo.
  kalau mau ya mau dong, mengapa lagi harus berpikir.
  kan begitunya.


Para putri dayak atau gadis Kalimantan...! Penulis blog memberitahu
pada kalian, tapi jangan kalian bilang-bilang, banyak memang para
putri batak itu tak mau sama putra batak dengan macam alasan
seperti gambaran di atas.

Tapi percayalah...! para putri batak itu banyak juga yang berakhir
dengan penyesalan kenapa dia tidak mau pada masa dulunya. Bagaimana
tidak...!

Para gadis dayak...!

Putra batak itu umumnya pekerja keras lho, rajin beribadat, jujur,
santun dalam berucap serta perhatian sama istrinya, karena itu
jangan heran kalau ada cewe dari suku lain yang mau sama orang batak,
baru tiga tahun saja sudah bisa punya rumah, kalau sudah lima tahun
tinggal menambbah 1 juta lagi udah bisa dia punya mobil. Kalian
bisa bayangkan jika sudah menikah 10 tahun paling tidak putra batak
itu sudah jadi haji. Hebatkan...! mangkanya bayak para putri batak
itu yang tidak mau pada masa lampaunya jadi menyesal, "menyesal
tangis tubagasan" begitulah kira-kira.


Untuk para putra batak...!

Jelas video dengan  judul "Pantun mekat bujang " di atas adalah
sebuah petunjuk bahwa ada putri dayak yang sedang kesepian,
rindu entah pada siapa, sampai sampai badannya kurus kering.
Tak kasihan apa kalian sama beliau, khususnya untuk para putra
batak yang tak laku-laku dope.

Berangkat kalian ke Kalimantan kenapa, banyak disana cewe-cewe
cantik kawan, lembut dan ayu lagi penuh pesona. Hitam manis
hidung mancung, siap jadi istri dalam pimpinan bangganteng
putra batak. Apalagi...! Berangkatlah kalian rame-rame habis
arrayo on. Maukan...! Hahahahahaa....kacian de halak batak
na laku tu boru hita....hehehehe...jangan mangamuk da kapala...!

_____________________________________

Rayuan Bayo Batak Pada Boru Dayak
_____________________________________

Bayo Batak :

Cucuit...cuit...cuit...cuit...cuit...ttt...
Pis...tak...! Halo dik-e...! bang Regar ini...bayo Batak dari
Angkola...cita-cita tinggi tapi putus sikola. Macammananya dek...
udah pahamkan sedikit banyak mengenai putra batak itu...?

Boru Dayak :

Udala bang Regar...! Hebat-hebat orang abang ya...salut saya...!
tapi bang....

Bayo Batak :

Tapi apa dik-e...! Tak usah bertapi-tapila...langsung aja...
diterima apa di tolak nih cinta abang...?

Boru Dayak :

Jangan sekarangla bang Regar...! Udah ada pacarku...!

Bayo Batak :

Udahla...lupakan aja pacarnya itu...sama abang aja...pokoknya
cerah dik-e...cerah...

Boru Dayak :

Tapi bagaimana caranya bang Regar...biar saya bisa jatuh cinta
sama abang...!

Bayo Batak :

Gampang itu dik-e...tapi entar kalau sudah saya kasih tahu
perbuat ya dek...biar senang ni hati abang...!

Boru Dayak :

Ya...janji bang Regar...dengan senang hati adek lakukan...!

Bayo Batak :

Adik-e kan punya mata, indah lagi kaya bola pingpong...
Nah...adik-e...! Main matala sama abang...entar baru abang
tangkap pake mata abang juga...terus abang turunkan kehati...
mudahkan...!

Boru Dayak :

Iya...ya...bang...ya...! Kan orang-orang juga bilang ; Darimana
datangnya cinta, dari mata turun ke hati...! Okela bang Regar
kalau begitu...! Siap-siap abang ya...adek mau main mata nih...!

Bayo Batak :

Silakan dik-e...!

Boru Dayak :























Bayo Batak :























Ket :
Uraian diatas hanyalah ilustrasi humor para saudara pembaca
blog Angkolafacebook.com.

Pada intinya penulis ingin menyampaikan, "Semoga para putra
Batak yang telah menikah dengan para putri dayak menjadi
keluarga-keluarga yang mendapat ridho dari Allah Swt.
Menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah. Botima
anggia. Salam hormat saya untuk kalian.
_____________________________

Video Pernikahan Adat Dayak
_____________________________



____________

Penutup
__________

Demikian info yang dapat disajikan pada malam hari ini para kawan.
Semoga memberi manfaat bagi kita, khsusnya bagi pembaca boru dayak
yang telah menjadi jodoh dari putra batak yang mungkin saja mampir
ke blog ini suatu saat. Botima (begitulan).

Selamat malam...!



Comentar penulis pada video ini di youtube :

Saya merasakan ada pesan moral yang dalam; ada sebuah
pengakuan betapa tak berdayanya manusia di bandingkan
jubata. (Mulajadi nabolon (Batak), TME (umum) Allah Swt
(Islam). Jadi sangat wajar jika kita minta padaNya agar
selamat dalam dunia ini.
Salut untuk suku dayak dan Horas Kalimantan. Untuk
perluasan wawsan budaya saya ada di :
angkolafacebook.blogspot.com/2­013/08/mar-boru-dayak-sian-kal­imantan-mar-bayo.html


______________________________________________________
Cat. Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak
http://sambas-borneo.blogspot.com/2012/02/melayu-jakarta-betawi-melayu-sambas.html
http://www.azamku.com/pakaian-adat-tradisional-indonesia/
http://siitintaputih.blogspot.com/2010/11/indahnya-bumi-kalimantan-baratwithpic.html
Marboru Sunda :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/06/antara-tapanuli-selatan-dengan-bogor.html

Marboru Padang :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/06/memadukan-systim-kekerabatan.html

Marboru Dayak :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/08/mar-boru-dayak-sian-kalimantan-mar-bayo.html

Marboru Lampung :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/11/marboru-lampung-pariban-yang-terabaikan.html

Marboru Jawa :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/11/marboru-jawa-romatisme-gadis-jawa-dalam.html

Marboru Batak :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/11/marboru-batak-boru-ni-raja-namalo.html

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment