Tuesday, October 15, 2013

Mandailing Polit : Uji Hipotesis Status FB lewat kisah Ikan Kerek dan pencarian hubungan variabel pada kehidupan sehari-hari etnis Mandailing



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
Menguji Hipotesis Status FB lewat kisah Ikan Kerek dari kota
Medan dan lanjut ke pencarian hubungan variabel Mandailing Polit
dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Mandailing dan Angkola)
*Ditulis dalam rangka menyambut 60 Th IISIP Jakarta
Oleh : Rahmat Parlindungan Siregar
________________________________________________________









__________________

Kata Pengantar :
__________________



























"bagaimana pendapat anda sebagai orang mandailing...???"
Demikian pertanyaan yang diberikan sang pemberi status atas
status kirimannya.

Karena penulis bukan orang Mandailing, maka penulispun tidak
dapat memberikan comentar. Sedangkan mereka sebagai orang
mandailing memberikan comentar, sbb :

1. A.F. Pulungan :
orang mandailing bukan pelit..tapi irit..
baik..mudah bergaul..sopan..ramah..parbada...

2. L.K :
ADONG BOTUL NA...contoh kasus mula adon naorja di
Mandailing.adong dei(bahat)namangalehen amplop namarisi epeng
1000 rupiah me ia.sahinggo mailia doma iba tu koum niba nadi
luar suku niba.

3. I.S Pulungan :
Yang pasti senang, karna mandailing
adalah daerah asal kelahiranku.

4. F.Nasution : slogan ini jadi ejekan buat kita orang
mandailing...

5. L.K :
 benarkah orang Mandailing itu Pelit?Benar.

6.F.Nasution :
bang Latif Khantidak semua pelit..mungkin
sebagian ya...tergantung orangnyalah..

7. A.F : mandipol . . .

8. L.K :
perbandingannya: 10 orang,7 pelit-3 tidak pelit.....
maka ungkapanya adalah..."bisa dikatakan"Mandailing itu Pelit.

9. N.S :
maaf jangan di bilang suku mandailing pelit itu
banyak yg ter singgung karna gk semua orang nya yg pelit itulah
susah nya kita ini sama bangsa nya sendiri di ceritain tpi bang
sa luar masuk kenegeri ini dijilat !

10. B.B :
bohong itu orang mandailing pelit..sepertinya masih
banyak suku2 di indonesia yg lebih pelit dari suku kita
mandailing..bahkan org eropa juga rasa nya pelit2 koq..

11. F.Nasution :
bang Latif Khankasian yang 3 orang..kena
imbasnya

12. L.K : adinda Fakhruddin Nasution@kalo Fakta bicara
kesampingkanlah Nurani.

13. S.A.A. :
ahadei nai politkon i tai ngadong jiba giot
lehenkon ondoma isonbo

14. F.Nasution :
inda politik daon bang Syarif Ary Ayrin...

15. B.Mbg :
Walaupun mengandung unsur kebenaran entah sekian 10%
tetapi tetap sebagai status yang membosankan plus menjengkelkan.

16. B.Tanjung :
mandailing polit adalah tradisi masyarakat
mandailing yg gemar berhemat dan tidak suka berhura2....
dan sebutan itu biasanya diberikan masyarakat luar mandailing
kepada teman2nya yg orang mandailing....

17. A.S :
ibanding angkola ato toba mungkin, tei suku
nalain mandokon "Mandailing is the best"

18. A.S : ipe hanya dalam hal mar-adat maia i da...

19. Z.B Lubis :
mungkin akan lebih baik membaca buku itu
lebih dulu sebelum memberikan komentar

20. S.E. : Bukunya dimana bisa kita peroleh pak?

21. E.D :
saudara LATIF KHAN, anda ngomong tu fakta dari mana??
anda itu ngomomng g'da dasar, pernah saudara buat penelitian
ilmiah tentang orang mandailing???? kalau belum jngn ngomong
tentang fakta la,anda baru jumpa 1 orng mandaling yang pelit,
apa harus anda ponish seluruh mandailing tu pelit????

22. M.Nasution "
Orang Mandailing itu Bukan PELIT, tapi? Mempunyai
Perhitungan yang Matang, Artinya kalau tidak Perlu dan Lebih Banyak
Mudratnya maka Orang Mandailing tidak akan Membelinya atau Memilikinya
atau tidak akan Berusaha Mendapatkan Sesuatu itu..he he he.

23. A.F.Pulungan :
masing2 pendapat sah2 aja...org mandailing
atau suku lain..ada yg pelit ada yg pemurah jd tdk semua org mandaing
pelit..mgkn ada 1 atau 2, bgt jg dgn suku lain..

24. B.N :
Kata siapa org mandailing pelit? Dari banyak suku yg ada
di indonesia suku mandailing termasuk 5 besar yg royal bagi2 uang
tips di hotel tempat saya bekerja,dan ini fakta bung.Ada satu fakta
lagi dan bukan rahasia umum seluruh bisnis hospitality yg pakai
marga KHAN dan kawan2nya dari suku india paling REMPONG,tukang
COMPLIENT dan tentu paling PELIT...maaf ini FAKTA

25. A.F.Pulungan :
india kahe toh..pantasan..

26. A.F.Lubis :
yang bilang orang mandailing pelit (manipol)
berarti pelit...dan yg ga setuju berarti gak pelit....hehehehe

27. S.S.Lubis : G jg.

28. Z.F :
Mau pelit mau ngak ngak ada masalah kan, emang kalau
pelit masalah buat lho dan kalau ngak pelit masalah juga buat lho,
maaf status ini mengandung (bkan hamil ya ) parbadaan

29. M.R. Batubara :
Betul pelit demi kebaikan.

30. M. Nasution :
Gaor Palalu Zul Fikar..he he he

31. A.Nasution :
Orang tersebut mempolitisir dirinya sendiri.
____________________________________________

Jika kita menyimak comentar No.21 di atas, maka jelas beliau (E.D),
mengkehendaki "Untuk diadakan penelitian dulu baru ditarik kesimpulan;
benar orang Mandiling itu Polit atau tidak benar orang mandailing
itu Polit".

Comentar ini mengingatkan penulis pada 2 cara dalam mengumpulkan data
dalam suatu penelitian, yaitu 1. Cara terjun langsung kelapangan (cara
mengambilan data  primer) dan yang ke 2. Cara Study Pustaka / dokumen
(Cara pengambilan data skunder).

Nah...nah...nah...

Kalaulah hasil dari comentarar FB di atas kita ibaratkan "Sebagai suatu
data jawaban dari hasil penyebaran quessioner kepada masyarakat Mandailing,
apa kira-kira yang dapat kita simpulkan dari hasil penelitian tersebut...?"
Adalah hal pokok yang mau penulis jawab lewat postingan ini.

Begitupun...!

Cara penelitian seperti ini tentulah bukan hasil penelitian sempurna
di bandingkan terjun langsung kelapangan, dan sayangnnya tidak pula
penulis punya kepentingan khsusus untuk pergi ke Mandailing meneliti
hal ini.

Dengan kata lain, penulis bukanlah seorang mahasiswa Ilmu Sosial yang
perlu mengadakan penelitian guna kelulusannya dan bukan pula seorang
peneliti sosial  yang bekerja di Lembaga penelitian. Tapi seseorang
yang pernah belajar sedikit "Teori Penelitian Sosial" di IISIP Jakarta.
Dan Ilmu yang sedikit inilah yang coba penulis terapkan untuk menjawab
pertanyaan di atas.

Begitupun, kalau saja si No.21 ini mengajak penulis untuk mengadakan
penelitian mengenai hal ini dengan anggaran dari beliau, tentulah
penulis mau...mengapa tidak...? Hahahaha...sodap sebenarnya mengadakan
penetian CS).

Singkat kalimat, berikut gambaran hipotesis-ya (hypo=dibawah atau sebelum.
thesis=kebenaran atau pendapat atau dalil) :

"Tidak betul orang Mandailing itu polit seperti yang digambarkan oleh
L.K pada comentar status FB-nya (lihat  macam comentar status L.K di atas".

Berikut rangkaian pengujiannya, semoga memberi manfaat dan selamat
menyimak...!
________________

Rumusan Masalah
________________

Mengacu pada macam comentar status FB di atas, maka jelas penyataan
"Mandailing Polit" merupakan suatu masalah besar bagi orang Mandailing.

Rianto Adi dan Heru Prasatya dalam bukunya langhkah-langkah penelitian
sosial mengatakan :

Masalah diartikan sebagai(1) suatu kesulitan yang dirasakan oleh sese
orang; atau (2) suatu perasaan yang tidak menyenangkan seseorang
atas fenomena yang ada/terjadi atau (3) suatu ketidak sesuaian atas
penyimpangan yang dirasakan atas "apa yang seharusnya" dan "Apa yang
ada/terjadi".

Hubungannya dengan tulisan sebagai rumusan masalah, "Betulkah suku
Mandailing polit seperti pendapat L.K pada status FB diatas...?"
masyarakat Angkola...?
____________________________________

Tujuan Penulisan (menjawab masalah)
____________________________________

Tujuan Umum :

Untuk memberikan gambaran betul tidaknya istilah atau pernyataan
Mandailing Polit umumnya bagi orang batak (Angkola, Toba, Simalungun
dan Karo)

Tujuan Khusus :

1.Untuk memberikan gambaran betul tidaknya istilah atau pernyataan
Mandailing Polit pada L.K sebagai salah satu anggota dari group FB
Mandailing.

2. Untuk memberikan gambaran bagaimana sejarah timbulnya istilah
Ikan Kerek dalam hubungannya dengan Mandailing Polit

3. Untuk memberikan saran bagaimana seharusnya suku Mandailing
dan luar Mandailing menyikapi istilah Mandailing Polit
______________________________

Defenisi Suku Mandailing dan Polit
______________________________

Situs http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Mandailing
mengarttikan suku Mandailing, sbb :

Suku Mandailing adalah suku bangsa yang mendiami Kabupaten Mandailing Natal,
Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapanuli
Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten
Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batubara di Provinsi
Sumatera Utara beserta Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat di
Provinsi Sumatera Barat, dan Kabupaten Rokan Hulu di Provinsi Riau.
Mandailing merupakan kelompok masyarakat yang berbeda dengan suku,
Hal ini terlihat dari perbedaan sistem sosial, asal usul, dan kepercayaan.

Sedangkan mengenai Polit yang penulis sinonimkan dengan pelit
dikatakan :

Desi Anwar dalam "Kamus lengkap Bahasa Indonesia" mengartikan
pelit, sebagai berikut : Pelit=kikir, terlampau  hemat.

"1. kikir; lokek: orang -- tidak suka memberi sedekah" adalah defenisi
lainnya dari situs http://www.artikata.com/arti-344329-pelit.html

'pe.lit
[a] kikir; lokek: orang -- tidak suka memberi sedekah" tulis
situs http://kamusbahasaindonesia.org/pelit/mirip

Dari uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan
":Mandailing Polit" dalam tulisan ini adalah suku Mandailing (sebelum terbentuk
 istilah Madina dalam pengertian umum) yang kikir atau terlalu berhemat atau
tidak terlalu mau memberi sedekah baik pada lampau maupun pada masa
sekarang.
______________________________________________________________

Sekilas Sejarah Timbulnya Istilah "Manipol" dalam hubungannya
dengan istilah Ikan Kerek" dan "Manivesto Poltik"
______________________________________________________________

1. Halak Hita yang suka berimajinasi dan manggoari

*Sudah sama kita ketahui bahwa umumnya orang Tapanuli sangat
suka memberi panggilan-panggilan atau sebutan-sebutan tertentu
pada seseorang atau pada suatu kelompok masyarakat tertentu
seperti panggilan Sipirok banggo-banggo halak Sipirok naso
taranggo, cina balengkong mati degendong,

*Jika kita simak baik-baik sesungguhnyalah setiap panggilan
dan sebutan tersebut tidak timbul begitu saja. Ada alasannya
mengapa panggilan atau sebutan tersebut timbul atau tercipta.

*Jika kita simak pula alasannya maka kita akan menemukan sungguh
banyak variasi alasan tersebut. Ada yang memberi kesan cukup logis,
ada, ada yang terkesan mengada-ada atau dibuat-buat, ada yang
terkesanan mengejek, memanas-manasi, dll.

2, Imajinasi Ikan Kerek Dalam Khayal Orang Medan (Tano Doli).

*Al kisah dalam hubungannya dengan orang Mandailing ; di suatu
desa entah desa apa namanya di Mandailing, hiduplah suatu keluarga
yang tidak diketahui apakah kaya atau miskin untuk ukuran jaman dulu
kala.

*Di desa ini seseorang sedang memasak daun ubi, yang mungkin dalam
bahasa setempat disebut bulung gadung. Agar bulung gadung ini rasanya
lebih enak maka masyarakat desa setempat biasanya akan memasaknya
bisa dengan mencampurkan air santan saja dan bisa pula dengan mencampur
kannya dengan ikan saja yang dalam bahasa setempat disebut gulaen atau
mera. Dan bisa pula dengan menggabungkannya; air santan+bulung gadung+
+rimbang+garam secukupnya+ikan atau gulaen.

*Khusus untuk ikan atau gulaen, yang untuk kebanyakan orang di daerah
Mandailing tak terkecuali Tapanuli Selatan Najolo, maka ikan yang di
masukkan pada sayur ubi tumbuk tersebut biasanya bulat-bulat, hingga
ikannya juga langsung dapat di makan sedangkan jumlahnya dan besar
ikannya akan menyesuaikan.

*Beda halnya dengan yang satu orang ini, beliau justru tidak memasukkan
ikannya secara bulat-bulat pada masakan sayur ubi tumbuk tersebut, tapi
malah mencelupkannya seperti halnya "Mencelupkan Teh celup". Teh-nya di
ikat untuk kemudian mencelupkannya atau memasukkan dan menaikkan teh
tersebut pada gelas secara beruang-ulang.

*Begitupun juga dengan seseorang ini, ikan gulaen tersebut dia ikat
utuk kemudian dimasukkannya pada sayur ubi tumbuk tersebut. Dan jika
dia rasa sudah cukup maka ikan tersebut akan ditariknya untuk kemudian
di rasa. Jika rasa ikan tersebut belum didapat, maka ikan tersebut
akan dimasukkannya kembali pada sayur bulunggadung tersebut.

Dalam bahasa setempat kejadian seperti ini disebut "Ikan kerek".
Situs http://nasional.kompas.com/read/2010/08/16/04482725
dikataan :

"Secara sinikal, ikan kerek itu menjadi idiom yang ditujukan
kepada masyarakat Mandailing bahwa mereka pelit!".

*Pelit bukan karena besarnya keinginan untuk menjadi kaya raya,
tapi untuk pertahanan sandang pangan mereka sendiri, khususnya
dibidang ketahanan pangan ikan.

3. Ikan Kerek itu tidaklah populer di Angkola, Toba, 
Simalungun ataupun Karo

*Sepengetahuan penulis, istilah ikan kerek di Angkkola dan juga
daerah lainnya di tanah batak tidaklah terlalu mengenal istilah
"ikan kerek" karena itu istilah ini jarang atau bahkan tidak pernah
digunakan oleh masyarakat Angkola pada orang Mandailing yang memang
jumlahnya cukup banyak juga yang tinggal di Angkola.

*Karena kerek bagi orang Angkola bukanlah berhubungan dengan
kerek (=gerekan sumur), tapi kerek adalah sejenis binatang
yang dalam bahasa indonesianya disebut kera. Begitupun kerek yang
mungkin sama artinya dengan mengkerek atau kerekan cukup sering
digunakan di Medan.

Situs compas.com mengatakan :
Mereka menyebut ikan dengan sebutan ian atau gulaen. Istilah
ini kemungkinan muncul di tanah Deli yang sekarang bernama
Kota Medan ketika etnis Mandailing bermigrasi ke tempat itu.

Di tempat baru itu mereka berinteraksi dengan suku lain.
Pada saat interaksi itu ada warga suku lain yang melihat
cara warga Mandailing menyimpan ikan itu hingga menduga
warga Mandailing menghemat ikan dengan cara mengerek itu.

4. Imajinasi Ikan Kerek menimbulkan persefsi Mandailing Polit
pada saat populer istilah Manivesto Politik

*Mungkin saja sebagian masyarakat Tapsel susah memahami istilah
Ikan Kerek di bandingkan "Mandailing Polit" mka lama kelamaan
istilah "Ikan Kerek" tersebutpun mulai terlupakan dan justru yang
lebih populer adalah istilah "Mandailing Polit". yang kemudian
tersingkat dan terpopulerkan dengan istilah "Mapol". Atau
Manaling Polit.

* Mengenai populernya istilah ini, situs
http://nasional.kompas.com/read/2010/08/16/04482725
mengatakan :

Stigma ini makin bertambah ketika Presiden Soekarno
memperkenalkan Manifesto Politik (Manipol) pada tahun 1959.
Istilah ini dipelesetkan menjadi Mandailing Polit alias
Mandailing Pelit untuk makin menstigma warga Mandailing
yang umumnya sukses hidup di Medan.
























__________________________________

Gambaran Tehnik Pengumpulan Data
__________________________________

Kalau kita mengibaratkan macam comentar Status FB di atas adalah
jawaban dari suatu quesioner dengan pertanyaan :

"Apakah Bapak/Ibu/Saudara/i setuju atau ragu-ragu atau tidak setuju
pada istilah Mandailing Polit...?" maka penulis  memperoleh gambaran
setelah menafsir jawaban quesioner tersebut, sbb :

1. A.F. Pulungan : (Tidak Setuju)
orang mandailing bukan pelit..tapi irit..
baik..mudah bergaul..sopan..ramah..parbada...

2. L.K : (Setuju)
ADONG BOTUL NA...contoh kasus mula adon naorja di
Mandailing.adong dei(bahat)namangalehen amplop namarisi epeng
1000 rupiah me ia.sahinggo mailia doma iba tu koum niba nadi
luar suku niba.

3. I.S Pulungan : (Tidak Setuju)
Yang pasti senang, karna mandailing
adalah daerah asal kelahiranku.

4. F.Nasution : (Tidak Setuju)
slogan ini jadi ejekan buat kita orang
mandailing...

5.F.Nasution : (Tidak Setuju)
bang Latif Khantidak semua pelit..mungkin
sebagian ya...tergantung orangnyalah..

6. A.F : (Ragu-Ragu) 
mandipol . . .

7. N.S : (Tidak Setuju)
maaf jangan di bilang suku mandailing pelit itu
banyak yg ter singgung karna gk semua orang nya yg pelit itulah
susah nya kita ini sama bangsa nya sendiri di ceritain tpi bang
sa luar masuk kenegeri ini dijilat !

8. B.B : (Tidak Setuju)
bohong itu orang mandailing pelit..sepertinya masih
banyak suku2 di indonesia yg lebih pelit dari suku kita
mandailing..bahkan org eropa juga rasa nya pelit2 koq..

9. F.Nasution : (Tidak Setuju)
bang Latif Khankasian yang 3 orang..kena
imbasnya

10. S.A.A. : (Tidak Setuju)
ahadei nai politkon i tai ngadong jiba giot
lehenkon ondoma isonbo

11. B.Mbg : (Tidak Setuju)
Walaupun mengandung unsur kebenaran entah sekian 10%
tetapi tetap sebagai status yang membosankan plus menjengkelkan.

12. B.Tanjung : (Setuju)
mandailing polit adalah tradisi masyarakat
mandailing yg gemar berhemat dan tidak suka berhura2....
dan sebutan itu biasanya diberikan masyarakat luar mandailing
kepada teman2nya yg orang mandailing....

13. A.S : (Tidak Setuju)
ibanding angkola ato toba mungkin, tei suku
nalain mandokon "Mandailing is the best"

14. A.S : (Setuju)
ipe hanya dalam hal mar-adat maia i da...

19. Z.B Lubis : (Ragu-Ragu)
mungkin akan lebih baik membaca buku itu
lebih dulu sebelum memberikan komentar

15. S.E. : (Ragu-Ragu)
Bukunya dimana bisa kita peroleh pak?

16. E.D : (Tidak Setuju)
saudara LATIF KHAN, anda ngomong tu fakta dari mana??
anda itu ngomomng g'da dasar, pernah saudara buat penelitian
ilmiah tentang orang mandailing???? kalau belum jngn ngomong
tentang fakta la,anda baru jumpa 1 orng mandaling yang pelit,
apa harus anda ponish seluruh mandailing tu pelit????

17. M.Nasution : (Tidak Setuju)
Orang Mandailing itu Bukan PELIT, tapi? Mempunyai
Perhitungan yang Matang, Artinya kalau tidak Perlu dan Lebih Banyak
Mudratnya maka Orang Mandailing tidak akan Membelinya atau Memilikinya
atau tidak akan Berusaha Mendapatkan Sesuatu itu..he he he.

18. A.F.Pulungan : (Tidak Setuju)
masing2 pendapat sah2 aja...org mandailing
atau suku lain..ada yg pelit ada yg pemurah jd tdk semua org mandaing
pelit..mgkn ada 1 atau 2, bgt jg dgn suku lain..

19. B.N : (Tidak Setuju)
Kata siapa org mandailing pelit? Dari banyak suku yg ada
di indonesia suku mandailing termasuk 5 besar yg royal bagi2 uang
tips di hotel tempat saya bekerja,dan ini fakta bung.Ada satu fakta
lagi dan bukan rahasia umum seluruh bisnis hospitality yg pakai
marga KHAN dan kawan2nya dari suku india paling REMPONG,tukang
COMPLIENT dan tentu paling PELIT...maaf ini FAKTA

20. A.F.Pulungan : (Ragu-Ragu)
india kahe toh..pantasan..

21. A.F.Lubis : (Ragu-Ragu)
yang bilang orang mandailing pelit (manipol)
berarti pelit...dan yg ga setuju berarti gak pelit....hehehehe

22. S.S.Lubis : (Tidak Setuju)
G jg.

23. Z.F : (Ragu-Ragu)
Mau pelit mau ngak ngak ada masalah kan, emang kalau
pelit masalah buat lho dan kalau ngak pelit masalah juga buat lho,
maaf status ini mengandung (bkan hamil ya ) parbadaan

24. M.R. Batubara : (Setuju)
Betul pelit demi kebaikan.

25. M. Nasution : (Tidak Setuju)
Gaor Palalu Zul Fikar..he he he

26. A.Nasution : (Tidak Setuju)
Orang tersebut mempolitisir dirinya sendiri.

Keterangan :

Dari 26 pertanyaan diatas (comentar telah penulis seleksi guna
mendapatkan jawaban yang valid / satu comentar satu jawaban) maka
kita ketahui

- Yang mengatakan Setuju sebanyak...............  4 orang
- Yang mengatakan Ragu_ragu sebanyak........  6 Orang
- Yang mengatakan Tidak Setuju sebanyak.... 18 Orang
  ________________________________________________________
  .......................jumlah...................................26 Orang

Dengan demikian ada kecenderungan atau sekitar 70 % para comentator
status FB Mandailing Polit tidak setuju pada istilah atau semboyan
"Mandailing Polit".

Dan jika saja quesioner seperti di atas disebarkan pada semua
penduduk mandaling yang telah dewasa baik perempuan maupun laki-laki
maka penulis yakin 70 % atau bahkan lebih dari penduduk Mandailing
itu akan "Tidak Setuju" dengan istilah Mandailing Polit.



______________________________________________________

Tidak ada Hubungan Ikan Kerek dengan kehidupan sehari-hari
masyarakat Mandailing
______________________________________________________

Tak dapat dipungkkiri, salah satu menu utama makan orang
Tapanuli Selatan najolo sampai sekarang adalah ikan atau ihan. Dan
ihan ini bukanlah ihan laut tapi ihan sungai-sungai atau sawah-
sawah di daerah Tapsel.

Karena itu masa panen ikannyapun tidaklah sama dengan ikan laut
yang mana dapat panen setiap hari karena ikannya tersedia dalam
jumlah banyak.

Untuk mensiasati hal ini atau untuk dapat makan ikan dalam jangka
waktu yang lama, maka sebagian besar masyarakatnya pada jaman dahulu
mengeringkan ikan tersebut di atas perapiannya. Dengan cara menggan
tungnnya pada suatu tempat yang terbuat dari rangkaian kawat-kawat
kecil dan tertutup rapi (hampir sama dengan tempat telor ayam yang
mau dimasak pada jaman dahulu).

Karena ikan ini memang digantung di atas perapian (tungku masak)
maka timbullah persefsi bahwa cara memasak ikan tersebut dengan
cara di kerek. Dan cara seperti ini sesungguhnya tidak ada
dalam kehidupan masyarakat Mandailing termasuk Angkola.
_________________________________________________________

Tidak ada Hubungan Istilah Mandailing Polit dengan Kehidupan 
Sehari-hari Masyarakatnya serta perbandingannya dengan
masyarakat  Angkola
_________________________________________________________

*Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Mandailing

Mandailing bertempat tinggal di pendalaman pesisir pantai barat pulau
Sumatra dengan sistem pemerintahan tradisional, tradisi persawahan,
pengembalaan kerbau, pelombongan/penambangan mas, persenjataan dan
perairan.

Kaya dengan mitologi asal-usul marga, Mandailing tercatat dalam kitab
Nagarakertagama pada abad ke 14, namun sulit mendapatkan catatan sejarah
mengenai mereka.

Tanah ibunda Mandailing dibagi kepada Mandailing Godang dan Mandailing Julu.

Masyarakat Mandailing diatur dengan menggunakan sistem sosial Dalian na
Tolu (Tumpuan Yang Tiga) – merujuk kepada aturan kekerabatan marga – yang
diikat menerusi perkawinan dan prinsip Olong Dohot Domu (Kasih Sayang dan
Keakraban).

Sistem pemerintahan Mandailing demokratis dan egalitar. Lembaga pemerintahan
Na Mora Na Toras (Yang Dimuliakan dan Dituakan) memastikan keadilan dan
kepemimpinan yang dinamis.

Gordang Sambilan adalah gendang adat yang terdiri dari sembilan buah
gendang yang relatif besar dan panjang, dan digunakan dalam ucapcara
perkawinan, penabalan dan kematian.

Sabe-Sabe selendang istiadat dipakai untuk upacara adat dan untuk tarian
adat yang disebut Tor-Tor.

Demikian isi situs http://www.mandailing.org

dengan salah satu Comentar yang berhubungan dengan postingan ini yaitu :

syafei lubis berkata pada Ibrahim Nasution :
saya bangga dengan mandailing, tapi ada satu kata yang tidak enak
didengar yaitu manipol(mandailing polit) apa betul orang mandailing
itu pelit. kalau menurut pendapat saya yang pelit itu tergantung
orangya pribadi bukan semua org mandailing dan timbul dibilang pelit
karena memang tidak mampu untuk memberi, horas.maju terus mandailing.

*Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Angkola

Mengacu pada uraian di atas, penulis punya gambaran "Sesungguhnyalah
kehidupan sehari-hari masyarakat Mandailing tidak jauh beda dengan
kehidupan sehari-hari masyarakat batak lainnya seperti masyarakat
Angkola.

- Jika Masyarakat Angkola melaksanakan kehidupan Budaya, maka masyarakat
  Mandailingpun demikian. Dan jika pelaksanaan Budaya Angkola menghabiskan
  biaya, maka Mandailingpun demikian

- Jika Angkola menghabiskan biaya juga untuk pelaksanaan suatu pesta
  adat maka Mandailingpun demikian

- Jika  masyarakat Angkola menghabiskan biaya untuk membeli pupuk untuk
  keperluan pertanian maka Mandailingpun demikian. Beitupun di bidang
  pendidikannya

- Begitupun dibidang lainnya, hingga nyaris tidak ada bedanya Antara
  Angkola dan Mandailing dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
  Atau tidak ada masyarakat Angkola dan Mandailing yang meniadakan
  keperluan sehari-harinya dalam semua sendi kehidupan dengan alasan
  karena beliau pelit atau polit.
______________________________________________

Sekilas gambaran suku Mandahiling di mata penulis
______________________________________________

Jika kita menyimak comentar status diatas maka kita akan temukan
seseorang yang berkata, "Jangan baru kenal seorang halak Mandahiling
lantas menyimpulkan sifat dan tabiat keseluruhan orang Mandailing".

Penulis setujudengan comentar diatas. Dan jika dihubungkan dengan
penulis yang orang Angkola ini ingin berkata, "Mungkin lebih dari 50
orang Mandailing yang penulis kenal selama tinggal di IISIP Jakarta
dan Bogor.

Dan terhadap semuanya penulis ingin berkata, "Tidak menemukan
alasan untuk berkata bahwa para kawan yang orang Mandailing ini
adalah orang yang polit. Bahkan untuk berkata sebaliknya lebih
pantas apa lagi seseorang yang namanya Bang Nas selama penulis
mengenal IISIP Jakarta.

Beliau ini sungguh jauh dari yang namnya polit, bahkan sudah terlalu
dermawan, karena belia cukuprela untuk memberikan sebagian dari
uang gajinya untuk dipakai para mahasiswa membayar uang kuliahnya
yang kekurangan. Karena itu tak heran pula jika pada suatu masa
bang Nas inilah yang paling terkenal untuk para mahasiswa yang
uang kuliahnya bermasalah.

"Semoga almarhum dalam kebaikan perbuatannya pun dengan macam
sedekahnya, dapat menempatkannya di tempat yang diridhoiNya"
Amin ya robbal alamin.
________

Penutup
________

Kesimpulan :

1. Berdasarkan uraian pada gambaran ilustrasi hasil penelitian
   pada masyarakat Mandailing yang terwakilkan lewat jawaban
   para comentator status FB penulis berkesimpulan nyaris tidak
   benar / ada kecenderungan  (70%) tidak setuju masyarakat
   Mandailing dikatakan polit.

2. Berdasarkan uraian pada masalah timbulnya istilah ikan kerek
   sebagai sinonim kata dari istilah Mandailing Polit tidak
   masuk di akal atau kurang logis jika terjadi dalam kenyataan.

3. Berdasarkan uraian pada kehidupan sehari-hari masyarakat
   Mandailing yang hampir sama juga dengan masyarakat Angkola
   maka tidak ada dasar yang kuat untuk mengatakan bahwa
   Mandailing Polit.

4. Berdasarkan pergaulan hidup penulis blog pada para kawan
   atau koum orang Mandailing, penulis tidak menemukan alasan
   untuk mengatakan para kawan-kawan ini adalah Mandailing
   Polit.

Dari ke empat kesimpulan di atas penulis ingin berkata dalam
bentuk teoritis, "Tidak benar orang Mandailing Pelit".





























Saran :

1. Jika anda tidak percaya pada kesimpulan di atas, maka penulis
   mempersilahkan untuk mengujinya kembali, sebab tidak semua
   teori dapat berlaku untuk selama-lamanya.

2. Jika anda bukan orang Mandailing dan punya teman orang
   Mandailing yang menurut penilaian anda memang pelit maka
   hindarilah berkata Mandailing Polit, karena satu perbuatan
   orang Mandailing tak dapat mewakili keseluruhan etnis
   Mandailing.

3. Jika anda orang Mandailing ingin tahu apakah anda memang
   orangnya pelit atau tidak maka tanyalah yang pertama "hati
   anda" karena hati tak dapat mendustakan apa yang dilihatnya.
   Setelah itu baru tanya orang lain.

4. Jika hati anda memberikan jawaban memang anda pelit dan
   orang lainpun demikian maka kontrollah kepelitan anda
   dengan "firman dan hadist". Jangan anda kotrolkan pada
   orang lain, karena orang lain bisa saja membuat istilah
   Mandailing Polit sebagai suatu senjata yang membuat anda
   jatuh bangkrut lambok lute hingga tak punya hepeng sapeserpe.

5. Jika anda orang Mandailing dan membuat diri anda pelit pada
   kawan anda "demi masa depan cerah" atau "demi sibuah hati atau
   demi istri tercinta" akan lebih baik dari pada membuat anda
   menjadi seorang pemberi yang ketakutan disebut kawannya
   Mandailing Polit.

Akhir kata bagi kita ummat Islam di muka bumi ini dengan tanpa
memandang suku, Allah Swt berfirman :

“Sekali-kali janganlah orang yang pelit/bakhil dengan harta yang Allah berikan
kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi
mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang
mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.
Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.
Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 3 : 181).

...pun Rasulullah bersabda :

“Ada dua sifat yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang beriman yaitu
sifat pelit dan buruk sangka.( Hadits riwayat Tarmudzi)”

Selamat malam para kawan dan Hymne Mandahiling untuk anda.......!









__________________________________________________________
Cat :
http://nasaktion.wordpress.com/2007/09/29/siapa-sebenarnya-mandailing-itu/
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=12420:gut-gut-mandailing&catid=25:artikel&Itemid=44

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

No comments:

Post a Comment