Selasa, 10 Juni 2014

Kamus Bahasa Palembang dengan bahasa Batak Angkola


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar perbedaan Bahasa Palembang dengan
bahasa Batak Angkola dalam hubungannya dengan pembagian
bahasa Induk Nusantara yaitu bahasa Austronesia)
___________________________________________________________











Postingan ini adalah pendalaman dari link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2014/06/suku-palembang-dan-batak-angkola.html
________________

Kata Pengantar
________________

"Bahasa Palembang memiliki kemiripan dengan bahasa daerah di
provinsi sekitarnya, seperti Jambi, Bengkulu bahkan provinsi
di Jawa (dengan intonasi berbeda)".

Dimikian kutipan dari situs :
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Palembang
Selanjutnya dikatakan :


Di Jambi dan Bengkulu, akhiran 'a' pada kosakata bahasa Indonesia
biasanya diubah menjadi 'o'.

Dalam bahasa Palembang, awalan me- seringkali tidak diucapkan.
Misalnya:

Jingok (lihat) bila diberi awalan me- akan menjadi "nyingok" bukan
menjingok. Goco (pukul) bila diberi awalan me- akan menjadi "ngoco"
bukan menggoco.

Mengacu pada uraian di atas timbul tanya-tanya bagi penulis :

1. Mengapa Bahasa Palembang hanya mirip dengan bahasa Jambi,
   Bengkulu dan Jawa, sedangkan dengan bahasa Batak Tidak...?

2. Bagaimana cara membuktikan ketidak miripan tersebut...?

3. Dan apa arti ketidak miripan tersebut dalam hubungannya
   dengan Sumpah Pemuda dan Kebudayaan Nasional...?

4. Apa yang dapat penulis sampaikan pada pembaca dengan
   mengetahui kedua kamus tersebut...? (Ada pada kesimpulan)

Selamat menyimak...!
















_________________________________________________________

Beda bahasa Palembang dan Batak Angkola dalam 
susunan kalimat pada arti yang sama
_________________________________________________________

Untuk mengetahui perbedaannya maka penulis :

1. Mengcopy terlebih dahulu Kamus Bahasa Palembang dari sumber :
2. Kemudian penulis tambah atau buatkan kamus tersebut ke bahasa
   batak Agkola
3. Kamus bahasa Batak Angkola tersebut peulis tempatkan dibawah
   kamus Bahasa Palembang dengan nomor urut yang sama.

   Dan Hasilnya sebagai berikut :


* Untuk huruf "A" dalam bahasa Palembang

1. aman / amon = kalau
Contoh: Aman kau ke sano gek, jangan lupo bawa pempek.
Arti: Kalau kamu ke sana nanti, jangan lupa bawa pempek.

1. MUDA/ANGGO = KALAU
CONTOH : MUDA TU SADU HO ANNON, ULANG LUPA MAROBAN PEMPEK
Arti: Kalau kamu ke sana nanti, jangan lupa bawa pempek.
















2. antok = antuk
Contoh: Kartu kau tu antok, ulang oi!
Arti: Kartu kamu itu terantuk, ulang dong!

2. MATTUL/MUTTUL = ANTUK
CONTOH : KARTUMU MATTUL, ULANG LE
Arti: Kartu kamu itu terantuk, ulang dong!

3. asak = asalkan
Contoh: Asak kau dapet cepek, ku enjok mobil la.
Arti: Kalau kamu mendapatnya dengan cepat, saya kasih mobil deh.

3. ASAL = ASALKAN
CONTOH : ASAL MA HIPAS DAPOT HO, HULEHEN MOTOR
Arti: Kalau kamu mendapatnya dengan cepat, saya kasih mobil deh.

4. awak = padahal
Contoh: Awak kau yang salah, nak nyalahke wong.
Arti: Padahal kamu yang salah, mau menyalahkan orang.

4. PADAHAL = PADAHAL
CONTOH : PADAHAL HO DO NASALA, GOT DIPASALAHO AU
Arti: Padahal kamu yang salah, mau menyalahkan orang.

5. awan = siang
Contoh: Awan tadi, budak Kertapati menang lomba bidar.
Arti: Tadi siang, anak Kertapati menang lomba bidar.

5. TONGA ARI = SIANG
Contoh: TONGA ARI-I, HALAK KARTAPATI MONANG LOMBA BIDAR
Arti: Tadi siang, anak Kertapati menang lomba bidar.

* Untuk huruf "B" dalam bahasa Palembang

6. bae = saja
Contoh: Kau bae la yang bayar.
Arti: Kamu sajalah yang bayar.

6. MAJO = SAJA
CONTOH : HO MAJO MAMBAYAR
Arti: Kamu sajalah yang bayar.

7. balak = masalah
Contoh: Dak usah nyari balak la, kagek celako kau.
Arti: Tidak usah cari masalah deh, nanti kamu celaka.

7. PARKARO = MASALAH
CONTOH : UNANG MANJALAHI PARKARO, ANNON MADABU
Arti: Tidak usah cari masalah deh, nanti kamu celaka.

8. balek = pulang
Contoh: Aku abes ni nak balek ke rumah.
Arti: Saya setelah ini mau pulang ke rumah.

8. MULAK = PULANG
CONTOH : AU HABISON MULAKMA TU BAGAS
Arti: Saya setelah ini mau pulang ke rumah.

9. balen = ulang
Contoh: Balen oi, mano ado maen cak tu.
Arti: Ulang dong, mana ada main begitu.

9. ULAKI = ULANG
Contoh: ULAKI JO, IDIAMA ADONG MAIN SONGONI
Arti: Ulang dong, mana ada main begitu.

10. banyu = air
Contoh: Nak minum apo? Jawab: Banyu putih be.
Arti: Tanya: Mau minum apa? Jawab: Air putih saja.

10. AEK = air
Contoh: MINUM AHA DEHO? Jawab: AEK NABOTTAR MA.
Arti: Tanya: Mau minum apa? Jawab: Air putih saja.

11. baseng = terserah/sembarangan
Contoh: Baseng kau la, aku dak melok-melok bae.
Arti: Terserah kamu sajalah, saya tidak ikut
(kalau terjadi masalah, saya tidak ikut kena getahnya).

11. SAROHAMU = terserah/sembarangan
Contoh: SAROHAMUMA, AU NA DOHOT DOHOTAN
Arti: Terserah kamu sajalah, saya tidak ikut
(kalau terjadi masalah, saya tidak ikut kena getahnya).

12. basa = gawat
Contoh: Basa ni! dak pacak gawe galo.
Arti: Gawah nih! Tidak bisa kerjakan semua.

12. HOBARON = gawat
Contoh: MA HOBARANON, INDA BISA HUKAREJOHON SUDE
Arti: Gawah nih! Tidak bisa kerjakan semua.

13. baso = bahasa
Contoh: Ae, baso Inggris bae dak pacak kau, cupu ni!
Arti: Ya ampun, bahasa Inggris saja kamu tidak bisa, pecundang nih!

13. SARO = bahasa
Contoh: BOH, SARO INGGIRIS SAJO HO NABISA, PANGANMA SODAI
Arti: Ya ampun, bahasa Inggris saja kamu tidak bisa, pecundang nih!

14.bebala = bertengkar (mulut)
Contoh: Wong sebelah ni galak bebala sampe subuh.
Arti: Orang sebelah suka bertengkar sampai subuh.

14. MATUBEKBEK = bertengkar (mulut)
Contoh: HALAK SABOLA ON HUM NAMATUBEKBEK SAMPE MANYONGOT
Arti: Orang sebelah suka bertengkar sampai subuh.

15. belagak = tampan, cakep, rapi
Contoh: Wew, belagak nian kau hari ni!
Arti: Wah, rapi sekali kamu hari ini!

15. JOGI = tampan, cakep, rapi
Contoh: Wew, JOGI NAMAHO SADARION
Arti: Wah, rapi sekali kamu hari ini!

16. belago = bertengkar saling pukul
Contoh: Budak kecik tu galak belago, laporke plisi peh?
Arti: Anak kecil itu suka berkelahi, laporkan ke polisi yuk?

16. MARBADA = bertengkar saling pukul
Contoh: DAKDANAKI MARBADA SAJO, PABOA TU POLISI
Arti: Anak kecil itu suka berkelahi, laporkan ke polisi yuk?

17. bengak = bodoh
Contoh: Bengak nian kau ni, baco be dak pacak!
Arti: Bodoh sekali kamu ini, membaca saja tidak bisa!

17. OTO = bodoh
Contoh: OTO NAMAHO, MAMBACA SAJO HO NABISA
Arti: Bodoh sekali kamu ini, membaca saja tidak bisa!

18. begoco = berantem/berkelahi
Contoh: Dak usah jingok jingok, begoco be kito!
Arti: Tidak usah lihat-lihat, berantem aja kita!

18. MARGEDAP = berantem/berkelahi
Contoh: NANGKONSI MARSIPALINGINAN, MARGEDAP MA HITA
Arti: Tidak usah lihat-lihat, berantem aja kita!

19. berejo = bersusah-susah, berusaha
Contoh: Berejo la kau! tula, diomongi dak galak dengar.
Arti: Berusahalah kamu! Makanya, diberi tahu tidak mau dengar.

19. MARKAREJO = bersusah-susah, berusaha
Contoh: KAREJO MAHO, IAPA BOAS NANGGO ITANGIHON HO
Arti: Berusahalah kamu! Makanya, diberi tahu tidak mau dengar.

20. Bi Cek = ibu, bibi, tante; bi cik (bibi kecik) = bibi kecil,
panggilan untuk tante dalam keluarga besar yang paling kecil/
muda.
Contoh: Bi cek! nak ke mano?
Arti: Bibi! Mau ke mana?

20. UMA = ibu, UJING, ; (bibi kecik) = bibi kecil,
panggilan untuk tante dalam keluarga besar yang paling kecil/
muda.
Contoh: UJING GOT TUDIA
Arti: Bibi! Mau ke mana?

21. budak = anak
Contoh: Budak tino Pelembang emang cindo-cindo galo.
Arti: Anak perempuan Palembang memang cantik-cantik semua.

21. BORU = anak
Contoh: BORU PALEMBANG JEGES-JEGES SUDE
Arti: Anak perempuan Palembang memang cantik-cantik semua.

22. buntang = bangkai
Contoh: Depan kelas kito ado buntang tikus.
Arti: Di depan kelas kita ada bangkai tikus.

22. BAKKE = bangkai
Contoh: DI JOLO NI KALASTA, ADONG BAKKE NI MOTCI
Arti: Di depan kelas kita ada bangkai tikus.

23. buyan = bodoh
Contoh: Makonyo belajar biar dak jadi buyan, adekku
Arti: Makanya belajar adikku, agar kamu tidak menjadi bodoh.

23. BITTOT = bodoh
Contoh: HARAN NI I MARSIAJARMA ANGGIKKU, ASO ULANG BITTOT
Arti: Makanya belajar adikku, agar kamu tidak menjadi bodoh.

24. besak kelakar = besar omong
Contoh: Kau tu besak kelakar bae, jadi be idak.
Arti: Kamu itu besar omong saja, jadi aja enggak.

24. GODANG HATA = besar omong
Contoh: HO GODANG HATA SAJO, PADAHAL NAGGO JADI
Arti: Kamu itu besar omong saja, jadi aja enggak.

* Untuk huruf "C" dalam bahasa Palembang

25. cak = seperti
contoh: budak itu rai nyo cak wong nak ngamuk sepanjangan
Arti: Anak itu wajahnya seperti orang mau marah terus.

25. SONGON = seperti
contoh : DAKDANAKI TOPPANA SONGON NA SIAR TORUS
Arti: Anak itu wajahnya seperti orang mau marah terus.

26. cak mano = bagaimana
Contoh: Cak mano ni? pacak dak lulus kito ni
Arti: Bagaimana ini? Bisa tidak lulus kita.

26. BIA = bagaimana
Contoh: BIA NOMAON, NANGGO BISA LULUS HITAON
Arti: Bagaimana ini? Bisa tidak lulus kita.

27. cak itula = ya begitulah
Contoh: Cak itula, basa nian kito
Arti: Begitulah, benar-benar dalam kesulitan kita.

27. SONGONIMA = ya begitulah
Contoh: SONGONIMA, BOTUL-BOTUL MASUSA HITA ON.
Arti: Begitulah, benar-benar dalam kesulitan kita.

28. calak = pintar, cerdik <kadang terkesan curang>
Contoh: Oi calak nian kau e, wong ngaki kau bawak kereta.
Arti: Cerdik juga kamu ya, orang lain jalan kaki kamu bawa sepeda.

28. PISTAR = pintar, cerdik <kadang terkesan curang>
Contoh: PISTAR JUO DOHO BA, HALAK MARDALAN PAT HO MARKARETA.
Arti: Cerdik juga kamu ya, orang lain jalan kaki kamu bawa sepeda.

29. cemeke'an = pelit
Contoh: Cemeke'an nian, goceng be dak ngasi.
Arti: Pelit sekali, mamberi lima ribu saja tidak mau.

29. HOLIT = pelit
Contoh: HOLIT NAMAHO, MANGALEHEN LIMA RIBU PE NARA
Arti: Pelit sekali, mamberi lima ribu saja tidak mau.

30. cetuk = patuk
Contoh: Lakinyo mati dicetuk ulo.
Arti: Suaminya meninggal dipatuk ular.

30. PAGUT = patuk
Contoh: HAKLAHI NIA MATE I PAGUT ULOK.
Arti: Suaminya meninggal dipatuk ular.

















31. cotang = menebak-nebak dalam soal pilihan
Contoh: Cotang 5 bener 4, hebat dak?
Arti: Sembarangan jawab lima soal, benar empat, hebat tidak?

31. KARANG = menebak-nebak dalam soal pilihan
Contoh: HUKARANG-KARANG 5 SOAL, BOTUL 4. HEBAT ATE?
Arti: Sembarangan jawab lima soal, benar empat, hebat tidak?

32. Cucung = cucu
Contoh: Woi cung, kalo kau ke Plaju, belike aku pempek
Arti: Cu, kalau kamu ke Plaju, belikan kakek/nenek pempek.

32. OPPUNG/PAHOPPU/PUNG = cucu
Contoh: WOI OPPUNG/PAHOPPU, MUDA GOT TU PLAJU, TABUSI I AU PEMPEK
Arti: Cu, kalau kamu ke Plaju, belikan kakek/nenek pempek.

33. cindo = cantik
Contoh: Cindo nian tino tu, pacak "peca utak" aman jingokinnyo terus.
Arti: Cantik sekali perempuan itu, bisa "pecah otak" kalau melihatnya terus.

33. JEGES = cantik
Contoh: JEGES NOMA ADABORUI, BISA MAPUTTAR UTOK-UTOK
NIMA MOLO DILIGIN TORUS

Arti: Cantik sekali perempuan itu, bisa "pecah otak" kalau melihatnya terus.
















34. cenela = sendal
Contoh: Woi, jangan pake cenela aku!
Arti: Woi, jangan pakai sendal saya!

35. SOLOP = sendal
Contoh: Woi, ULANG PAKE SOLOPKI!
Arti: Woi, jangan pakai sendal saya!

36. cokot = gigit
Contoh: Hamper be aku tadi dicokot anjing
Arti: Hampir saja saya tadi digigit anjing

36. SARGUT = gigit
Contoh: HAMPIR BA AU NAGKIN DI SARGUT ANJING
Arti: Hampir saja saya tadi digigit anjing

* Untuk huruf "D" dalam bahasa Palembang

37. Dak papo = tidak apa-apa
Contoh: Dak papo la! Cuman denget bae.
Arti: Tidak apa-apalah, cuma sebentar saja.

37. NAPOLA = tidak apa-apa
Contoh: NAPOLA BIAI SATTOKKIN DO
Arti: Tidak apa-apalah, cuma sebentar saja.

38. dak katek / katek = tidak ada (lebih tegas)
Contoh: Dak katek malu nian kau ni!
Arti: Tidak ada malu sekali kamu ini!

38. NAONG= tidak ada (lebih tegas)
Contoh: NAONG ILAMU SAOTIKPE!
Arti: Tidak ada malu sekali kamu ini!

39. dak katek-katek = tidak ada terus
Contoh: Aku pegi ke sano? Dak katek-katek.
Arti: Saya pergi ke sana? Tidak ada terus.

39. NAUNGADA ADONG = tidak ada terus
Contoh: MAKEHE AU TU SADU? NAUNGADA ADONG.
Arti: Saya pergi ke sana? Tidak ada terus.

40. dak terti = tidak mengerti
Contoh: Dak terti aku pelajaran ni.
Arti: Saya tidak mengerti pelajaran ini.

40. NAMANGARTI = tidak mengerti
Contoh: NAMANGARTI AU PARSIAJARANON.
Arti: Saya tidak mengerti pelajaran ini.

41. dewe'an = sendirian
Contoh: Pegi samo siapo kau? Dewe'an be?
Arti: Pergi sama siapa kamu kesana? Sendirian saja?

41. SADA AU = sendirian
Contoh: KEHE DOHOT ISE HO? SASADA AU?
Arti: Pergi sama siapa kamu kesana? Sendirian saja?

42. dulur = saudara
Contoh: Oi dulur! Po kabar?
Arti: Saudara! Apa kabar?

42. KOUM = saudara
Contoh: Oi KOUM! BIA KABAR?
Arti: Saudara! Apa kabar?

43. deken = dulu
Contoh: Ai, ngopi deken biar dak ngantok.
Arti: Aduh, minum kopi dulu agar tidak mengantuk.

43. PAJOLO = dulu
Contoh: Ai, NGOPI AU PARJOLO, ASO ULANG MONDOHONDOK.
Arti: Aduh, minum kopi dulu agar tidak mengantuk.

* Untuk huruf "E" dalam bahasa Palembang

44. emak : ibu
Contoh: Emak, ado yang ngolake aku.
Arti: Ibu, ada yang mempermainkan saya.

44. UMA/INANG : ibu
Contoh: UMA, ADONG NAMANGALAP-ALAPI AU.
Arti: Ibu, ada yang mempermainkan saya.

45. enjuk = beri
Contoh: Enjuk siapo la bunga ni, yo?
Arti: Diberikan dengan siapa bunga ini, ya?

45. LEHEN = beri
Contoh: ILEHEN TU ISEMA BUNGA On ATE?
Arti: Diberikan dengan siapa bunga ini, ya?

















46. ekar = kelereng
Contoh: Ekar aku hargonyo goban, kau punyo?
Arti: Kelereng saya harganya lima puluh ribu, punya kamu (harganya berapa)?

46. KADEREN = kelereng
Contoh: KADERENKON ARGANA LIMA PULU RIBU, ADONG KADERENMU?
Arti: Kelereng saya harganya lima puluh ribu, punya kamu (harganya berapa)?

47.ecak-ecak = pura-pura
Contoh: Kau ni jangan ecak-ecak dak tau.
Arti: Kamu ini jangan pura-pura enggak tau.

47. PAULA-ULA = pura-pura
Contoh: HO UNANG PAULA-ULA SOIBOTO HO.
Arti: Kamu ini jangan pura-pura enggak tau.

48. Eder = benar/beres
Contoh: Gawean kau ni dak pernah eder.
Arti: Kerjaan kamu itu tidak pernah benar/beres.

48. BOTUL = benar/beres
Contoh: KAREJOMU NAUNGADA BOTUL.
Arti: Kerjaan kamu itu tidak pernah benar/beres.

* Untuk huruf "G" dalam bahasa Palembang

49. galar = lantai
Contoh: Kaparke bae mangkok tuh di pucuk galar.
Arti: Letakkan saja mangkuk itu di atas lantai.

49. LANTE = lantai
Contoh: BAENMA MAKKUKI DIGINJANG NI LANTE-I.
Arti: Letakkan saja mangkuk itu di atas lantai.
















Komentar Penulis :
Kamus bahasa Palembang di atas disediakan penulisnnya dari hurup A-Y,
tapi yang diartikannya ke bahasa Indonesia hanya sampai huruf G.

Huruf G-Y tidak semua diartikan ke bahasa Indonesia, karena
itu penulis blog hanya menerjemahkan yang ada artinya saja.

50. gandekan = ahli/jago
Contoh: Wai, budak itu gandekan nian maen ekar.
Arti: Wow, anak itu ahli/jago sekali bermain kelereng.

50. MALO = ahli/jago
Contoh: Wai, DAKDANAKI NAMALOAN MAIN KADEREN.
Arti: Wow, anak itu ahli/jago sekali bermain kelereng.

* Untuk huruf "I" dalam bahasa Palembang

51. idak = tidak
Contoh: Idak galak makan dio dari kemaren.
Arti: Tidak Mau makan Dia dari Kemarin.

51. INDA = tidak
Contoh: INDA GIOT IA MANGAN MULAI NATUARI.
Arti: Tidak Mau makan Dia dari Kemarin.
















51....TU= terlalu
Contoh: IMADA MAHOLITTUo! RASOIMA SANNARI
Arti: Itulah Pelit sekali ! Rasakan kamu Sekarang

52. iwak = ikan
Contoh: Iwak belido emang paleng padek dibikin pempek.
Arti: Ikan Belida Emang paling enak dibikin Pempek.

52. IHAN = ikan
Contoh: IHAN BELIDA PALING TABO DIBAEN PEMPEK
Arti: Ikan Belida Emang paling enak dibikin Pempek.

* Untuk huruf "J" dalam bahasa Palembang

53. Jero = dalam
Contoh: Kambang ini jero nian.
Arti: Empang ini dalam sekali.

53. BAGAS = dalam
Contoh: TOBATON NABAGASAN.
Arti: Empang ini dalam sekali.

54. jeramba = jalan/jembatan
Contoh: Nah, jeramba kayu iko la banyak yang bolong.
Arti: Nah, jalan/jembatan kayu ini sudah banyak yang bolong.

54. PANGITEAN = jalan/jembatan
Contoh: Nah, PANGITEAN HAYUI MABAHAT NAMARLUBANG
Arti: Nah, jalan/jembatan kayu ini sudah banyak yang bolong.

* Untuk huruf "K" dalam bahasa Palembang

kacek = selisih
Contoh: Kacek dikit jugo, dak apo la.
kacuk-an = sanggama
Contoh: Jangan kacuk-an di luar nika ye, doso tu!
kagek = nanti
Contoh: Nak pegi, lum? Kagek, yo.
kambang = kolam
Contoh: Wow, kambang iwak makin cantik bae mak ini ari.
kanji = genit/nafsu seksual berlebihan/binal
Contoh: Jingokla, betino itu kanji nian galak ngucak lanang.
katek = tidak ada
Contoh: Kesian jingok dio, katek duit, katek rumah, katek kerjo.
kecik = kecil
Contoh: Pempek telok kecik seporsi berapo?
kelaso = tikar, alas duduk, alas tempat tidur
Contoh: Bentangke la kelaso tuh, aba kau nih nak tiduk dulu.
kempet = kempes
Contoh: Ai, ban mobil aku kempet pulo.
kendak = kehendak/kemauan
Contoh: Kendak aku ni cak ini, ngapola jadi cak itu?
ketek = perahu
Contoh: Turis tu lagi naek ketek nyebrang sunge musi
kito = kita
Contoh: Wong kito galo.
kleker = kelakar
Contoh: Mang Cek kau tu emang rajo kleker, ngehayal telalu tinggi.
klepeh = dompet
Contoh: Supayo dak dimaling, pastike klepeh ditempek ke jangan baseng.
kocek = potong, kupas
Contoh: Diemla, agek kukocek palak kau!
kambang = empang

* Untuk huruf "L" dalam bahasa Palembang

la = sudah
Contoh: La selesai lum? Lamo nian.
ladeng = pisau
Contoh: Kau buang ke mano ladeng bekas kau nujah tadi?
laju = ayo, akibatnya/jadinya
Contoh: Galak laju, dak galak sudah. (laju = ayo)
Contoh: Lantak bebala, laju keno marah budak tu (laju = akibatnya/jadinya)
lajuke = urusi
Contoh: Aman kau galak, lajuke la.
lanjak'i = mengerjakan, mengurusi
Contoh: Mumpung regonyo murah, lanjak'i la cek
lantak = gara-gara
Contoh: Lantak kau la, jadi rusak komputer aku ni.
lemak = enak
Contoh: Makanan di sini la dak lemak, mahal pulo.
lihai = mahir
Contoh: Lihai nian dio matematika, les di mano dio, yo?
lokak = kerjaan, masalah
Contoh: Kalo ado lokak, kabari bae aku ye mang.
lolo = bodoh
Contoh: Alangke lolo gawe budak kecik tu.
lum = belum
Contoh: Sudah, lum?

55. linjangan = pacar
Contoh: Hai, linjangan kau sekarang sapo?
Arti: Hai,pacar kamu sekarang siapa?

55. GANDAK/UALANG = pacar
Contoh: Hai, GANDAKMU SANNARI ISE?
Arti: Hai,pacar kamu sekarang siapa?


* Untuk huruf "M" dalam bahasa Palembang

madak'i = Masa, sih?
Contoh: Mada'i kito kalah? Perasaan la lemak tekwan kito ni.
mak ini ari = hari gini
Contoh: Mak ini ari, mase ado bae wong yang galak maleng ayam.
Mang Cek = paman
Contoh: Di rumah mang cek aku ado kebon rambutan.
melok = ikut
Contoh: Aku nak ke tempek tino tu, melok dak?
mekek-mekek = berteriak/memekik
Contoh: Oi cek, ngapo dio la dari tadi mekek-mekek?
mekot, milu = ikut
Contoh: Mekot oi ke sano, la bosen aku di siko.
menujah = menusuk
Contoh: Wai, kawu ni mirip yang nujah adek aku dulu tu.
mengot = lengkung
Contoh: Mistar ni pacak mengot pulo.
meseng = buang air besar
Contoh: Budak tu galak meseng di celano aman aku kejutke.
metu = keluar
Contoh: Dio tu dak pernah metu dari kamar sejak ditujah aku.
merep = mirip, menyerupai
Contoh: Yyo merep wong ini.
minta alem = manja, cari perhatian
Contoh: Minta alem nian dio ni.
mentek, mengkek = "belagu", banyak gaya
Contoh: Mengkek nian budak tu!

* Untuk huruf "N" dalam bahasa Palembang

nak = mau
Contoh: Diemla! Nak keno marah guru kawu?
ngambok = pamer
Contoh: Dak usahlah nak ngambok kau tu! Jingok dulu na gambar aku.
ngatoke = mengatakan
Contoh: Walikota ngatoke kalu dio bakal gusur galo pedagang kaki lim.
ngolake = menipu
Contoh: Koko kau tu galak ngolake, ngomong jual ayam bangkok taunyo ayam kampung.
ngota'i = membohongi
Contoh: Ai, kau ni ngota'i aku dari dulu, apo kendak kawu?.
nian = benar
Contoh: Kau cak calak nian kek aku, yo?.
nianan = beneran
Contoh: Nianan pesta-pesta kito malem ni?
ngeribak'i = peduli amat
Contoh: Ngeribak'i kau la, kawu tu siapo?
ngikik = lucu
Contoh: Ngigik nian wong yang bikin kamus ni.
ngenyek = mengejek
Contoh: Budak tu emang galak ngenyek, kesel jugo lamo-lamo.
nyampak = jatuh
Contoh: Ajaib, la nyampak dari lante 30 masi pacak idup
nyenyes = cerewet
Contoh: Aku dak seneng dengan wong nyenyes cak dio.
ngagok'i = menanggapi
Contoh : Berentilah ngagok'i nyo,gek dio nangis

56. nemen = sering
Contoh: Jangan nemen nian maen tempat wong itu.
Arti: Jangan terlalu sering main ke tempat orang

56. JOTJOT = sering
Contoh: UNANG JOTJOT MARMAYAM TU INGANAN NI HALAK.
Arti: Jangan terlalu sering main ke tempat orang

57. nganjok = terjun
Contoh: Jangan galak nganjok dari pagar lagi kau tu.
Arti: Kamu itu jangan suka terjun dari pagar lagi.

57. MANGAMBUR = terjun
Contoh: UNANGHO PUPU MANGAMBUR SIAN HANDANGI.
Arti: Kamu itu jangan suka terjun dari pagar lagi.


* Untuk huruf "O" dalam bahasa Palembang

58. "Obak" = Penjara/Sel
Contoh: Wong galak maling bakal masuk obak.
Arti: Orang yang suka mencuri akan masuk penjara.

58. "HANDANG" = Penjara/Sel
Contoh: HALAK NAJAHAT MANAKKO MASUK HANDANG/KURUNGAN.
Arti: Orang yang suka mencuri akan masuk penjara.

oncak = unggulan
Contoh: Pakela oncak kau, tetep aku tula yang menang pasti.
oplet = angkot
Contoh: Kalu oplet warno merah stop di mano, yo?

* Untuk huruf "P" dalam bahasa Palembang

Pacak = bisa
Contoh: Pacak gilo jugo aku kalo cak ini terus
Palak = kepala
Contoh: Pening palak aku jingok kelakuan dio
Contoh: Lamo-lamo pening palak aku liat kau ni
Arti: lama-lama, pusing kepalaku melihat kamu ini

Panto = cuma
Contoh: Panto itu be dak pacak, makmano kau ni?
Pasak = pasar
Contoh: Pasak Plaju la canggih sekarang, nyaman men nak blanjo
Payo = ayo
Contoh: Ke PIM dak? payo!
Pecak = seperti
Contoh: Badan pecak gorila cak tu, kalahla dio
Pecik = menembak
Contoh: Ae cupu ni, pecik ekar be dak pacak
Peh la = yuk
Contoh: Maen dak? peh la
Penesan = bercanda
Contoh: Jangan langsung tujah2an oi, cuma penesan dio tu
Pocok = atas
Contoh: Dio lagi di pocok, beneri atep
Prei = libur
Contoh: Kapan prei?
punyo = punya

* Untuk huruf "R" dalam bahasa Palembang

Rai = muka, tampang
Contoh: Rai kau make apo? maken cantik bae kw bik
Ringam = benci
Contoh: Ringam nian jadi wong tu!
Rese = habis
Contoh: Ai rese makanan ini

* Untuk huruf "S" dalam bahasa Palembang

Sanjo = bertamu
Contoh: Kagek sincia sanjo ke tempat aku ye, banyak makanan la
Sangkek = keranjang, bungkusan berisi makanan yang dibagikan waktu ultah anak kecil
Contoh: La dapet sangkek lum kau?
Saro = sulit
Contoh: Kalo cak ini saro! jadinyo cak mano? cari dulu turunannyo
Sapo = siapa
Contoh: Sapo bae yang ranking, dapet voucher les gratis disano
Semekuk = berbentuk tak sempurna
Contoh: Dak semekuk nian gambar kau, budak TK be lebih lihai
Sepur = kereta api
Contoh: Ado wong dilindas sepur malem tadi
Sike = pelit
Contoh: Dak usah sike la, awak kayo
Sius = serius
Contoh: Siusan oi? mak mano nian ceritonyo?
Sikok = satu
Contoh: Bagi sikok wong sikok, jangan banyakan
Singit = sembunyi
Contoh: Maleng tu singitan di wc rumah aku
Siru = heboh
Contoh: Dak usah siru! mano buktinyo?
Sedenget = sebentar
Contoh: Sedenget be, dak lemakkan aku kalo dak ke rumah dio
Sekewet = curang
Contoh: Ketauan ye kau galak maen sekewet
Sokor = "sukurin"
Contoh: Sokor! makonyo latihan dulu men nak tanding tu

* Untuk huruf "T" dalam bahasa Palembang

Tako'an = sombong
Contoh: Wong tako'an cak dio emang harus dibasmi
Contoh: Orang sombong kayak dia emang harus dibasmi
Tebudi = tertipu
Contoh: Dak tau aku ini palsu, tebudi aku oleh dio
Tedok = tidur
Contoh: Tedok tu jangan malem malem
Tek aguk = tidak ada kerjaan (tidak digunakan terpisah)
Contoh: Tek aguk nian dio, nyoret nyoret papan
Terajang = hantam
Contoh: Na, nyengir nyengir, terajang gek kau!
Tetak = potong
Contoh: Tetak palak aku kalo kau dapet cepek
Tino = betina/perempuan
Contoh: Budak tino itu begawe di PS
Contoh: Anak perempuan itu bekerja di PS
Tangani = selesaikan, hajar, pukul
Contoh: Dak usah macem macem, tangani gek kau!

Tula = itulah
Contoh: Tula! la ku ngomongi caronyo tu mak ini, dak cayo kau

Tujah = menusuk
Contoh: Ne, kau. Ngapo nyingok-nyingok, kagek ku tujah

Tekak = bandel
Contoh: Kau ni tekak nian, wong apo bukan?
Arti: Kamu ini bandel banget, orang apa bukan?

Tebok = bolong
Contoh: lawang ini tebok galo bekas peluru
Arti: Pintu ini bolong semua bekas peluru

Tekepor = terkapar
Contoh: Peserta gerak jalan banyak yang tekepor

Tekacip = kelamaan menunggu (seseorang/sesuatu)
Contoh: Ai gawe kau ni,aku laju tekacip disini

59. Tegok = telan
Contoh: Tegok bae ubat tu
Arti: Telan saja obat itu

59. BONDUT = telan
Contoh: BONDUTMA UBATMI
Arti: Telan saja obat itu















* Untuk huruf "U" dalam bahasa Palembang

Ucak-ucak = main-main, tidak serius
Contoh: Ae SFC ni maennyo ucak ucak sekarang
Uji = kata
Contoh: Uji dio kalo pacak gawe ke soal ni, nak dienjok cepek ceng kito
Umep = panas / masak / mendidih
Contoh: Bik, banyu tuh lah umep, angkatlah
Untal = lempar
Contoh: Untal tu bener dikit, nyangkut ke atep gek
Ulo = ular
Contoh: Ampir be aku ninjek ulo di sawah

60. Umbel = ingus
Contoh: Kau ni la besak masih umbelan
Arti: Kamu ini sudah besar masih ingusan

60. MONMON = ingus
Contoh: MAGODANG DOHO TAI LEK MONMONON
Arti: Kamu ini sudah besar masih ingusan

* Untuk huruf "W" dalam bahasa Palembang

Wong = orang
Contoh: Wong kito galo, wong Palembang

* Untuk huruf "Y" dalam bahasa Palembang

Yasi = sah
Contoh: Dak yasi pemilu tu, banyak maen calak dio

Perubahan vokal

Beberapa kata dalam bahasa Palembang yang sama dengan
Bahasa Indonesia, hanya berubah vokal akhirnya:

Ado = ada
Apo = apa
Biaso = biasa
Biso = bisa
Dio = dia
Dimano = di mana
Disano = di sana
Iyo = iya
Jawo = Jawa
Jugo = juga
Kemano = ke mana
Kato = kata
Ketawo = tertawa
Kito = kita
Mano = mana
Ngapo = mengapa
Pulo = pula

Bahasa Batak Angkolanya :

Adong = ada
Aha = apa
Biasa = biasa
Bisa = bisa
Ho = dia
Didia = di mana
Disadu = di sana
Olo = iya
Jawa = Jawa
Juo = juga
Tudia = ke mana
Hata = kata
Martata = tertawa
Hita = kita
Idiama = mana
Biasi = mengapa
Peda = pula
__________________________________________________________

Kemungkinan Alasan Terjadinya perbedaan bahasa Palembang
dengan Bahasa Batak Angkola
__________________________________________________________

Lewat situs :
http://putrasriwijaya.wordpress.com/2010/06/19/asal-usul-bahasa-palembang-dari-siguntang-ke-demak/
dikatakan :

Bahasa Palembang berasal dari bahasa Melayu Tua yang berbaur
dengan bahasa Jawa dan diucapkan menurut logat/dialek wong
Palembang.

Seterusnya bahasa yang sudah menjadi milik wong Palembang ini
diperkaya pula dengan bahasa-bahasa Arab, Urdhu, Persia, Cina,
Portugis, Iggris dan Belanda.

Sedangkan Aksara bahasa Melayu Palembang, menggunakan aksara
Arab (Arab-Melayu) atau tulisan Arab berbahasa Melayu
(Arab Gundul/Pegon).***infokito/ahf

Sedangkan situs :
http://protomalayans.blogspot.com/2012/08/suku-batak-angkola.html

Suku Batak Angkola, adalah salah satu suku Batak yang
bermukim di daerah Angkola yang berada di kabupaten
Tapanuli Selatan provinsi Sumatra Utara.

Nama Angkola berasal dari nama sungai di Angkola yaitu
(sungai) batang Angkola. Menurut cerita, sungai ini diberi
nama oleh Rajendra Kola (Chola) I, penguasa kerajaan Chola
(1014 - 1044 M) di India Selatan ketika itu yang masuk
melalui Padang Lawas.

Daerah Angkola sendiri terbagi dua wilayah yang sebelah
Selatan Batang Angkola diberi nama Angkola Jae (Hilir)
dan sebelah Utara diberi nama Angkola Julu (Hulu).

Situs lainya mengatakan :
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak

Orang Batak adalah penutur bahasa Austronesia namun tidak diketahui
kapan nenek moyang orang Batak pertama kali bermukim di Tapanuli
dan Sumatera Timur. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan
bahwa orang yang berbahasa Austronesia dari Taiwan telah berpindah
ke wilayah Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun lalu, yaitu
pada zaman batu muda (Neolitikum).

Karena hingga sekarang belum ada artefak Neolitikum (Zaman Batu Muda)
yang ditemukan di wilayah Batak maka dapat diduga bahwa nenek moyang
Batak baru bermigrasi ke Sumatera Utara pada zaman logam. Pada abad
ke-6, pedagang-pedagang Tamil asal India mendirikan kota dagang Barus,
di pesisir barat Sumatera Utara. Mereka berdagang kapur Barus yang
diusahakan oleh petani-petani di pedalaman.

Dikatakan juga :
http://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_bahasa_Austronesia

Austronesia mengacu pada wilayah geografis yang penduduknya menuturkan
bahasa-bahasa Austronesia. Wilayah tersebut mencakup Pulau Formosa,
Kepulauan Nusantara (termasuk Filipina), Mikronesia, Melanesia,
Polinesia, dan Pulau Madagaskar. Secara harafiah, Austronesia berarti
"Kepulauan Selatan" dan berasal dari bahasa Latin austrālis yang berarti
"selatan" dan bahasa Yunani nêsos (jamak: nesia) yang berarti "pulau".

Jika bahasa Jawa di Suriname dimasukkan, maka cakupan geografi juga
mencakup daerah tersebut. Studi juga menunjukkan adanya masyarakat
penutur bahasa Melayu di pesisir Sri Langka.

Pendapat penulis :

Mengacu pada situs-situs di atas, penulis berpendapat salah satu penyebab
perbedaan bahasa itu adalah adanya perpecahan atau pencabangan dari bahasa 
bahasa Austronesia, sebagai bahasa induk Nusantara sehingga menimbulkan
pula beberaba suku di Nusantara ini mengambil asal usul bahasanya dari
cabang-cabang bahasa Induknya.

"Dapat dilihat bahwa sembilan cabang utama dari bahasa Austronesia
kesemuanya adalah bahasa-bahasa Formosa.

Austronesia

Atayalik (Atayal, Seedik) [nama lain untuk Seediq:Truku, Taroko, Sediq]
Formosa Timur
Utara (Basai-Trobiawan, Kavalan)
Tengah (Amis, Nataoran, Sakizaya)
Barat Daya (Siraya)
Puyuma
Paiwan
Rukai
Tsouik (Tsou, Saaroa, Kanakanabu)
Bunun
Dataran Rendah Barat
Dataran Tengah-Barat (Taokas-Babuza, Papora-Hoanya)
Thao
Formosa Barat Laut (Saisiyat, Kulon-Pazeh)
Malayo-Polinesia (Lihat di bawah)"

Tulis situs :
http://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_bahasa_Austronesia


______________________________________________________________

Alasan perbedaan dengan Sumpah Pemuda 1928 dan Kebudayaan
Nusantara
_____________________________________________________________

Berikut ini adalah bunyi "Sumpah Pemuda"
tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda.
Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Terhadap hal ini, dalam hubungannya dengan keragaman bahasa di
Nusantara situs sabdadewi.com pada saat berdiskusi dengan
Seorang agronomist dari Haryana University, Profesor Ashok Kumar –
tahun 2003/2004 mengatakan :

Pertama dia heran sewaktu penulis memberitahu bahwa “language” itu
“bahasa”. Dia heran, karena di bahasa Hindi dan Bengali, “language”
adalah “bhasa”. Dia lebih heran lagi ketika penulis katakan bahwa
dalam bahasa Jawa berbunyi “boso” (tetapi terpaksa saya tulis “bawsaw”).

Dia bingung, dari mana istilah “bhasa, boso, dan bahasa” itu berasal.
Dia sebagai orang Hindu justru tidak merujuk Sansekrta, malah menduga
dari bahasa Arab atau Urdu. Penulis juga heran, mengapa istilah “bhasa”
itu, kalau benar-benar dari Sansekrta, mestinya di Persia, Jerman,
Inggris, Latin, Yunani, juga mirip paling tidak ada konsonan “bhs”,
tetapi kok jadi “lingua”?

Keheranan Prof. Kumar kedua adalah tentang jumlah bahasa di Indonesia
yang ratusan, tetapi memiliki satu bahasa Indonesia yang dapat diterima
oleh hampir semua orang Indonesia, sehingga dia pernah bertanya “What
language do you speak?” ketika penulis asyik berbincang dengan rekan
dari Aceh dan Bali. Penulis juga heran sendiri, karena antara bahasa
Jawa, Sunda dan Bali itu banyak mengandung kosa-kata Kawi, sedang
hampir 80% kosa kata bahasa Melayu asli punya akar kata Kawi, menurut
Wojowasito atau Zoed Mulder – penulis agak lupa.

Kenyataan itu sangat berbeda dengan negerinya yang besar. Negerinya
punya keragaman ekologi dan ekosistem yang spektakuler. Mulai dari
yang bersalju abadi (Himalaya) sampai yang bergurun (Deccan dan Punjab).
Dari yang daratan utuh (Hindustan) hingga kepulauan (Andaman). Maka
Prof.

Kumar berkhayal, seandainya India memiliki bahasa nasional
yang bisa diterima oleh seluruh bangsa seperti Bahasa Indonesia,
betapa kuat negaranya! Tetapi dia justru heran kepada Indonesia yang
tidak maju-maju. “What’s wrong with the Indonesian?” katanya.
















Penulis menerawang. Ternyata dari Sumpah Pemuda, Bahasa Indonesia
masih merupakan pengikat paling kuat persatuan dan kesatuan Indonesia.
Bahasa konon merupakan salah satu ekspresi kebudayaan bangsa penuturnya.

Pendapat penulis :

Memang benar hebat bangsa Indonesia ini, dari ratusan bahasa yang
ada, kita dapat satukan lewat isitilah "Bahasa indonesia".

Jika profesor Kumar heran mengapa Indonesia tidak maju-maju padahal
bahasanya sudah bersatu, maka penulis ingin menjawab : Mungkin Bahasa
Indonesia itu bukanlah alat atau senjata yang canggih untuk dapat
memjukan negara ini.

Ketika bangsa Jepang, Inggiris, Korea atau Jerman sibuk mempelajari
bahasanya karena bangganya, justru mereka orang Indonesia ikut
pula sibuk mempelajari, bahasa Jepang, Inggiris, Korea atau Jerman
karena katanya ingin maju.

"Sumpah pemuda itu hanya mengingankan "Bahasa Indonesia"
sebagai bahasa persatuan dan sepertinya telah tercapai.

Kebutuhan sekarang ini Bahasa Indonesia itu adalah Bahasa
Kemajuan, tapi Sumpah Pemuda tetap mengingankan bahasa
Indonesia sebagai bahasa pemersatu.

Tanda tanya ...!

Haruskah bunyi Sumpah Pemuda 1928 itu kita renovasi atau
perbaharui bunyinya menjadi :

"Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng
 bahasa kemajuan, bahasa Indonesia...???????"
agar bangsa ini lebih cepat maju...????














________________

Penutup
_______________

1. Adalah salah jika bahasa Asli Palembang mirip dengan Bahasa
   batak Angkola (Padang Siempuan / Tapsel sekitarnya)

2. Bahasa batak Angkola lebih banyak menyerap dari bahasa Melayu
  (indonesia) dari pada bahasa asli Palembang.

3. Cukup banyak penduduk Nusantara mengatakan bahwa batak itu
   kasar. Tapi ketika ditanya apanya yag kasar banyak yang
   tidak tahu.

4. Jika dihubungkan dengan postingan ini, maka ada kesan penggunaan
   kata atau kalimat dengan gaya Batak Angkola memang terkesan kasar
   dan ini jelas akan semakin kasar jika bahasa Palembang itu di
   bandingkan dengan bahasa Batak Toba (Tapanuli Utara).

   - Allangma bagudungi...! (Btk. Utara)
   - Pangan mada anggia motci-i ...! (Btk. Selatan)

5. Meski terkesan kasar bahasa batak itu, tapi dalam penggunaan
   kata atau penyusunan kalimat, kesan "Jelas, Padat dan berisi"
   sangat terasa, sehingga bagus digunakan untuk penyusunan
   berita. Sedangkan Palembang ada kesan kalimatnya bertele-tele,
   tapi halus, karena itu bagus pula dipakai untuk tulisan
   mengarang atau bikin cerpen.

Para HKG "Wong Kito Galo...!

Musik untuk anda :





Para HKS "Halak Kita Sude...!





____________________________________________________________
Catatan :
*http://norhayatikarim.blogspot.com/p/asal-usul-bahasa-melayu.html
* Senang jika suatu saat ada suku lain, menerjemahkan lagi kamus
  palembang dan Batak Angkola di atas sesuai dengan bahasa sukunya,
  hingga lebih terasa bahwa perbedaan itu adalah kekayaan dan
  bukan pertentangan, apalagi permusuhan. Merdeka...!
* Tempalate baca buku diatas, dapat di peroleh lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2014/06/templatebacground-baca-buku.html

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar