Rabu, 10 September 2014

Satelit Indonesia Dari Palapa A sampai Palapa E (Dari Palapa Kebanggaan sampai Palapa Pandelean)


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Satelit Palapa)
______________________________________________________________










_______________

Kata Pengantar
_______________
















Salah satu yang dibangga-banggakan masyarakat Indonesia, tak
terkecuali masyarakat Tapsel najolo di tahun "80'an adalah
"Adanya pemberitaan melalu TVRI" bahwa Indonesia telah punya
satelit.

Dan dampaknya bagi masyarakat, "Maka lebih yakinlah mereka
bahwa Stasiun TVRI akan terus dapat mereka tonton di Tapsel
tanpa perlu menggunakan antena Parabola. Dan kenyataannya
memang demikian, "Dengan antena biasapun siaran TVRI dapat
di tonton".














Waktupun berlalu dan stasiun penyiaranpun bertambah banyak,
hingga antena biasa ini kemudian tertinggal untuk digantikan
dengan antena parabola.

Dan untuk keadaan sekarang, sepertinya antena parabola inipun
telah tergantikan dengan yang namanya al :

















Para kawan...!

Adakah hubungan semua ini dengan apa yang diagung-agungkan
oleh masyarat Nusantara tahun '80'an dengan yang namnya
"Satelit Palapa....?" adalah hal yang mau penulis jawab
lewat postingan ini.

Begitu juga dengan :

1. Benarkan satelit Palapa telah di jual oleh Megawati...?
2. Benarkah bahwa pembicaraan-pembicaraan penting
   kenegaraan juga telah disadap gara-gara setelit
   palapa tersebut...?
3. Apakah kira-kira yang diharapkan oleh masyarakat khsusnya
   pada suksesi kepemimpinan hasil pemilu 2014 sehubungan
   dengan satelit Indonesia...?

Mari kita pelajari bersama

....da....

"Selamat menyimak...!
___________________________

Sekilas Satelit Indonesia
___________________________

* Hal Istilah Palapa

Palapa ialah nama bagi sejumlah satelit telekomunikasi
geostasioner Indonesia. Nama ini diambil dari "Sumpah
Palapa", yang pernah dicetuskan oleh Patih Gajah Mada
dari Majapahit pada tahun 1334.
























* Hal Satelit Indonesia pertama

Satelit pertama diluncurkan pada tanggal 8 Juli 1976 oleh
roket Amerika Serikat dan dilepas di atas Samudera Hindia
pada 83° BT. Satelit pertama dari 2 satelit itu bertipe
HS-333 dan bermassa 574 kg.

* Hal satelit ke-2 sampai 4

Kemudian 4 satelit dari seri kedua dibuat, yang kesemuanya
dari tipe Hughes HS-376. Ketika peluncuran Palapa B2 gagal,
satelit ke-3 diatur. Awalnya bernama Palapa B3 dan dijadwalkan
untuk STS-61-H, akhirnya diluncurkan sebagai Palapa B2P.
Sementara itu Palapa B2 diperbaiki kembali oleh STS-51-A,
diperbaharui dan diluncurkan lagi sebagai Palapa B2R.

* Hal Satelit Palapa D

Palapa D dipesan pada tanggal 29 Juni 2007 oleh perusahaan
Indonesia PT Indosat Tbk, kepada Thales Alenia Space. Itu
adalah Spacebus 4000B3 yang akan dibuat di Pusat Luar Angkasa
Cannes Mandelieu.

* Daftar Satelit Indonesia


1. Palapa A1 (8 Juli 1976)
Diluncurkan dari Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral, AS.

2. Palapa A2 (10 Maret 1977-Januari 1988

PALAPA B1




\









Ket :
Astronot Dale A. Gardner memegang kertas bertulisan "For Sale"
setelah Palapa B2 diperbaiki (1984).


4.Palapa B2 (3 Februari 1984)

5.Palapa B2P (21 Maret 1987-Februari 1996

6. Palapa B2R (13 April 1990-2000)
Merupakan Palapa B2 yang diperbaiki oleh Sattel Technologies

7. Palapa B4 (14 Mei 1992)
Diluncurkan dari Kennedy Space Center.

8. Palapa C1 (31 Januari 1996-1999)
Diluncurkan dari Kennedy Space Center LC-36B.
Gagal beroperasi sehingga pada Januari 1999 beralih kepemilikan
ke Hughes dan berganti nama menjadi HGS3.

Desember 2000 disewa Kalitel dari AS di 50º BT dan menjadi Anatolia
1, Agustus 2002 disewa Pakistan di 38ºBT menjadi Paksat1.

9.Palapa C2 (15 Mei 1996-2011)

10.Palapa D (31 Agustus 2009) 16:28 WIB 2024
Diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center (XSLC), Cina.

11. Palapa E (Rencana: 2016)
















___________________________________________________________

Resiko Yang harus diterima Indonesia sejak Satelit Palapa
dijual ke pihak asing
___________________________________________________________

Merdeka.com - Menurut pakar telekomunikasi yang juga Menteri
Pemuda dan Olah Raga, Roy Suryo , sejak satelit Palapa bukan
milik Indonesia, sejak itulah penyadapan kepada Indonesia
dilakukan.























Indosat sendiri dilepas oleh Menteri BUMN Laksamana Sukardi
pada tahun 2002 saat Megawati menjabat sebagai Presiden RI.

Menurut Roy, Indosat memiliki infrastruktur telekomunikasi
paling lengkap, mulai dari jaringan serat optik, satelit
hingga BTS seluler dan FWA. Roy mempertegas bahwa penyadapan
makin jelas setelah Indosat dijual pada pihak asing.

"Saya tidak ingin mengatakan itu zaman siapa presidennya,
namun sejak Indosat dijual itulah penyadapan kian marak
karena satelit Palapa berada di luar kendali," ujar Roy.

Lebih lanjut di :
http://www.merdeka.com/peristiwa/roy-suryo-indonesia-disadap-sejak-indosat-dijual-ke-asing.html

___________________________________________________

Macam pembicaraan yang pernah disadap pihak asing
___________________________________________________

Menyinggung apa yang disampaikan Direktur Utama Indosat Alexander
Rusli yang mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
tidak menggunakan nomor Indosat, Roy menegaskan bahwa ini bukan
soal nomor.

"Tapi jaringan satelit di mana yang disadap adalah satelit Palapa,"
ujar Roy saat memberikan Keynote Speech diskusi bertajuk
'Generasi Muda Bangsa Menyikapi Aksi Penyadapan' yang digelar
Indonesia ICT Institute bersama Kemenpora di kantor Kemenpora
beberapa waktu lalu, Minggu (8/12).

* Tono Suratman (Kolonel)

Mengenai concern Roy terhadap kasus ini, juga karena ada nama
Tono suratman, yang saat itu masih Kolonel, yang juga pernah
disadap. Dan , kini adalah Ketua KONI.

Suryo mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengingatkan mengenai
penyadapan sejak sepuluh tahun lalu. Hal itu bisa dilihat dari
dokumen paparannya di Kepolisian RI mengenai aktivitas penyadapan
yang terjadi di Indonesia.

Dalam dokumen paparannya, 'Perkembangan ICT dan Kasus-kasusnya
di Indonesia', Roy telah menyampaikan ancaman kebocoran informasi.
Hal itu sudah dipresentasikan Roy dalam Rakernis Telematika
Kepolisian RI.

* Habiie dan Andi M. Ghalib

Dalam catatan Roy, yang sempat bocor adalah percakapan
Presiden Habibie saat menjabat dengan Jaksa Agung Andi
M Ghalib mengenai pembelian buffer stock minyak dari
Singapura.

"Kemudian ada juga bocoran hasil rapat intern Polda Papua di
Jayapura 5 Juli 2002 tentang rencana operasi 'Adil Matoa',"
ungkap Roy.


















Sumber :
http://www.merdeka.com/peristiwa/roy-suryo-indonesia-disadap-sejak-indosat-dijual-ke-asing.html
_________

Penutup
_________

Demikian infonya para kawan....!
Dan penulis pikir, "Semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
pada pengantar tulisan telah terjawab lewat macam uraian di atas.

Dan jika boleh bersaran pada Pemerintah RI,
penulis ingin berkata :

"Apapun yang ada di Nusantara ini, di Indonesia ini, kalau
bisa janganlah di jualin. Jangan kalian bikin "Naung adong
gabe suada/yang sudah ada jadi tak ada".






















Selamat malam...!

Indonesia tanah air beta
pusaka....

____________________________________________________________________
Cat : Sumber lainnya Wikipedia

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar