Kamis, 16 Oktober 2014

Halalbihalal : Siregar Sedunia Wilayah Tapanuli Selatan dan Tangga Sabolasnya


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Halalbihalal lewat rekaman video Halal
bihalal Siregar Sedunia untuk wilayah Tapanuli Selatan serta
melihat posisinya dalam prinsif siregar partangga sabolas)
____________________________________________________________









_______________

Kata Pengantar
_______________

Horas...horas...horas...

Lambok bulung ni eme
nalambok marlayang luyung
lambok lidung binege
ima dalan marhala lungun
























Marlayang luyung bulung ni eme
matuperper bulung ni bargot
marhalulungun siregari sude
manjalahi dongan aso dapot

Di muara ninna tugu ni toga siregar
di tapanuli selatan bahat  poparanna
di undang aso markumpul sude siregar
ipaboa halal bi halal tu sude poparanna

Muda nung azan ninna bilal
siap-siapma aso sumbayang
bope adong halal bi halal
nanggo sude bisa di undang

Para kawan...! Anggia...! ataupun ale-ale khususnya para anggota
kahanggi parmarga Siregar dimanapun berada....!

postingan ini berisi info sekitar halal bi halal yang penulis padukan
dengan rekaman video "halal bi halal ni siregar se dunia boru dan bere"
yang merupakan hasil kiriman Khairul Adi Putra Siregar di akhir tahun
1435 H ini.

Sesungguhnya penulis tidak tahu banyak mengenai kegiatan ini, karena
penulis tidak terlibat dalam pelaksanaannya.

Begitupun...!

Kegiatan seperti ini sangat penulis sukai, karena itu penulis berharap
"Dengan diadakannya acara ini kiranya parmudaron marga Siregar itu
lebih tarsunggul, ikatan darahnya lebih terjaga dan jalinan komunikasinya
lebih terjalin tidak saja dalam hubungannya di namakahanggi tapi juga
di namar boru atau dinamar bere.

Oya...!

Postingsn ini juga ingin menjawab, "Kira-kira dimana posisi Halal bi
halal ini jika dihungkan dengan prinsif siregar partangga sabolas...?"

Selamat menyimak...!
______________________________________________________

Halal bi Halal dalam hubungannya dengan pengertian 
______________________________________________________

1. KBBI

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan halal bihahal sebagai
“acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran”.

2. Oleh Dr. Quraish Shihab

Halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata bahasa Arab
halala yang diapit dengan satu kata penghubung ba (dibaca: bi)
(Shihab, 1992: 317).

Ada dua arti dalam kata halal.

Pertama,

berarti “diperkenankan”, dan sebagai lawan dari kata haram.

Kedua,

memiliki arti ˜baik” yang terkait dengan status kelayakan produk makanan.

Halal-bihalal juga dapat diartikan sebagai hubungan antar manusia untuk
saling berinteraksi melalui aktivitas yang tidak dilarang serta mengandung
sesuatu yang baik dan menyenangkan. Atau bisa dikatakan, bahwa setiap orang
dituntut untuk tidak melakukan sesuatu apa pun kecuali yang baik dan
menyenangkan. Lebih luas lagi, berhalal-bihalal, Semestinya tidak semata-mata
dengan memaafkan yang biasanya hanya melalui lisan atau kartu ucapan selamat,
tetapi harus diikuti perbuatan yang baik dan menyenangkan bagi orang lain.

3. Oleh Iwan Ridwan bahwa 

Halal Bihalal adalah suatu tradisi berkumpul sekelompok orang Islam di
Indonesia dalam suatu tempat tertentu untuk saling bersalaman sebagai
ungkapan saling memaafkan agar yang haram menjadi halal di sebut “halal
bi halal”. Umumnya kegiatan ini diselenggarakan setelah melakukan salat
Idul Fitri.
___________________________________________________

Halal bi halal dalam hubungannya dengan Qur'an dan Hadist
___________________________________________________

jika dilihat dari Al- Qur an pengertian dan maknanya dapat kita jumpai
dalam beberapa ayat dalam Al-Qur an di antaranya :


فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ

"Fa'fu 'anhum wastaghfir lahum." Maafkanlah mereka /orang-orang
sedang diskomunikatif dengan kita, mohonkanlah ampun bagi mereka.
(QS. Ali Imran : 159)

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh
lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan
kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan
kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS. An-Nahl : 116)


قُلْ أَرَأَيْتُم مَّا أَنزَلَ اللَّهُ لَكُم مِّن رِّزْقٍ فَجَعَلْتُم مِّنْهُ حَرَامًا وَحَلَالًا قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ۖ أَمْ عَلَى اللَّهِ تَفْتَرُونَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan
Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya)
halal". Katakanlah: "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu
(tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?"
(QS. Yunus : 59)

Sedangkan hadistnya :

"Laa yadhulul jannata qaati'un" Artinya, tidak akan masuk
surga orang yang suka memutuskan tali silaturahmi. (Al-Hadits)
____________________________________________________________

Halal bi Halal dalam hubungannya dengan Permohonna maaf
____________________________________________________________

Sangatlah tepat pada acara halalbihalal semua orang mengucapkan mohon
maaf lahir batin. Bisa jadi setelah lahiriah semua orang bisa memaafkan
namun secara batiniah tidak tertutup kemungkinan masih tersisa dendam,
rasa sakit hati. Orang yang seperti ini biasanya secara lahir telah
memaafkan dengan ditandai dengan berjabat tangan, namun secara batin
belum memaafkan sepenuhnya.

Di dalam acara halalbihalal juga dibangun komitmen bersama untuk melepaskan
diri dari segala perbuatan yang haram, untuk selanjutnya menanamkan niat
untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Setelah menyadari hakikat halalbihalal yang penuh pesan-pesan moral sosial
religius tersebut, maka selanjutnya halalbihalal bisa dimanfaatkan sebagai
ajang komunikasi produktif antar berbagai komponen bangsa.

Suasana halalbihalal yang penuh dengan nuansa reigius, kekeluargaan dan
keterbukaan membuat semua orang yang hadir tidak memiliki beban psikolgis
tertentu. Pada saat itulah komunikasi sehat bisa terbangun dengan baik.
Pada gilirannya muncul keinginan untuk saling membantu dan saling
membesarkan.

Sumber :
http://www.islamnyamuslim.com/2013/07/pengertian-dan-makna-halalbihalal.html
__________________________________________________

Halalbihalal dalam hubungannya dengan sejarah
__________________________________________________

Asal-usul tradisi halal bi halal, dari daerah mana, siapa yang memulai
dan kapan kegiatan tersebut mulai diselenggarakan sulit diketahui dengan
pasti.

Drs. H. Ibnu Djarir (ketua MUI Jateng) menulis bahwa sejarah asal mula
halal bi halal ada beberapa versi. Dan ini salah satu versinya :

Menurut sebuah sumber yang dekat dengan Keraton Surakarta, bahwa
tradisi halal bihalal mula-mula dirintis oleh KGPAA Mangkunegara I,
yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa.

Dalam rangka menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, maka setelah
salat Idul Fitri diadakan pertemuan antara Raja dengan para punggawa dan
prajurit secara serentak di balai istana. Semua punggawa dan prajurit
dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri.

Apa yang dilakukan oleh Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru oleh
organisasi-organisasi Islam, dengan istilah halal bi halal. Kemudian
instansi-instansi pemerintah/ swasta juga mengadakan halal bi halal,
yang pesertanya meliputi warga masyarakat dari berbagai pemeluk agama.

Halal Bi Halal adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap
persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang. Fenomena
Halal Bihalal sudah menjadi budaya. Budaya memaafkan, saling mengunjungi
dan saling berbagi kasih sayang.

Halal-bihalal yang merupakan tradisi khas bangsa Indonesia akhirnya
menjadi sebuah simbol yang merefleksikan bahwa Islam adalah agama
toleran, yang mengedepankan pendekatan hidup rukun dengan semua agama.
Perbedaan agama bukanlah tanda untuk saling memusuhi dan mencurigai,
tetapi hanyalah sebagai sarana untuk saling berlomba-lomba dalam kebajikan.

Dibalik kepopulerannya, dari mana asal kata Halal Bihalal? Istilah Halal bi
halal terdengar seperti berasal dari bahasa Arab. Namun sebenarnya istilah
ini sama sekali tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab, tidak pula ada
pada zaman Nabi saw. dan para sahabat. Karenanya, kamus bahasa Arab
juga tak mengenal istilah itu. Justru halal bihalal masuk dan diserap
Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan setelah
menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat
(auditorium, aula, dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu
kebiasaan khas Indonesia.”
____________________________________________________

Halalbihalal dalam hubungannya dengan dunia Arab
dan Indonesia / Asia Tenggara
____________________________________________________

"HalalBihalal adalah hasil pribumisasi ajaran Islam di tengah
masyarakat Asia Tenggara. Halal-bi halal merupakan tradisi khas dan
unik bangsa ini.Meskipun kata ini berasal dari bahasa Arab,
konon masyarakat Arab sendiri tidak akan memahami arti halal-bihalal
yang merupakan hasil kreativitas bangsa Indonesia". tulis link:

https://www.facebook.com/permalink.php?id=386604968031714&story_fbid=517567544935455
selanjunya dikatakan :

Menurut Ensiklopedi Islam, 2000, hingga abad sekarang; baik di negara-
negara Arab mau pun di negara Islam lainnya (kecuali di Indonesia)
tradisi ini tidak memasyarakat atau tidak ditemukan. Halal bi halal
bukan bahasa Arab. Ensiklopedi Indonesia, 1978, menyebutkan halal bi
halal berasal dari bahasa (lafadz) Arab yang tidak berdasarkan tata
bahasa Arab (ilmu nahwu), sebagai pengganti istilah silaturahmi.
Sebuah tradisi yang telah melembaga di kalangan penduduk Indonesia.
________________________________________________________________

Halalbilhalal dalam hubungannya dengan Siregar sedunia untuk
wilayah Tapanuli Selatan  dan wilayah lainnya
_________________________________________________________________

Tentu sudah sama kita ketahui, "Disebut halal bi halal siregar sedunia"
tidak berarti semua siregar yang ada di dunia sekarang ini berkumpul
bukan...? Bukan nimmu mattong...!

Istilah itu sesungguhnya hanyalah suatu isyarat bahwa siregar itu ada
dimana-mana dengan macam nama wilayah tempat tinggal pun dengan macam
profesi termasuk sifat dan tabiatnya. Dan meski ada dimana-mana, tapi
mereka sesungguhnya satu yaitu Siregar, "Siregar sedunia".

Karena banyaknya, maka siregar itupun terdiri dari macam kelompok
persatuannya. Karena itu populer pulalah istilah siregar Bunga Bondar,
siregar Padang Bolak, Siregar Baringin, siregar Medan, siregar Belawan
dan lain sebaginya, termasuk Siregar Tapanuli Selatan.
___________________________________________

Video Halalbihalal Siregar sedunia untuk
wilayah Tapanuli Selatan
___________________________________________


________________________________________________________________

Halalbihalal dalam hubungannya dengan Prinsif dasar Siregar 
partangga Sabolas
________________________________________________________________

n-Basis lewat link :
http://waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=9272:siregar-partangga-na-sabolas&catid=59:opini&Itemid=215
memberikan gambaran tentang Siregar Partangga Sabolas :

....Nah, dalam konteks ini muncul paparan dengan simpul wacana Siregar Partangga
Na Sabolas (Siregar dengan anak tangga 11). Bagi Dharma Indra Siregar, salah
seorang sesepuh yang memberi penjelasan tentang filosofi ini, Siregar itu
memiliki karakteristik partangga na sabolas yang dapat diringkas dalam pepatah
Pantun hangoluan (1), teas (tois) hamatean (2), marbou (hou) laho tu tapian
(3), ehem laho tu jabu (4), batuk laho tu sopo (5), pahae simanggurak
(6), pahulu sitimpulon(7), tampana do rantos na(8), rim ni tahi do na gogo
(rim ni tahi do gogo na) (9), saongi dalan
(10), ulosi tungko-tungko (11). Kredo apa yang dikandung filosofi ini?

Jika uraian diatas dihubungkan dengan video "Halal bi Halal Siregar
Sedunia untuk wilayah Tapanuli Selatan" maka penulis berpendapat
pelaksanaan ini adalah bagian dari tangga "Pantu hangoluan teas hamatean
dan Pahae simanggurak, Pahulu sitimpulon pun Saongi dalan, Ulosi tungko-tungko.

Dan terhadap hal ini diperjelas S.A. Siregar :


Pantun Hangoluan teas hamatean

Pantun Hangoluan, Teas (tois) Hamatean. Nilai moralitas memiliki keniscayaan
mutlak untuk kemaslahatan. Ini tidak bisa ditawar. Sosiobilitas seseorang bukan
cuma ia harus dikenal di mana-mana, tetapi juga wajib menjadi bagian penting dan
bahkan katalisator bagi dunia dan zamannya.

Pahae simanggurak, Pahulu sitimpulon. 

Bepergian kemana saja mestilah memberi berkah dan perubahan. Ke hilir
membawa sesuatu, ke hilir juga demikian. Ia tak boleh menjadi beban
bagi orang dan zamannya.

Saongi dalan, Ulosi tungko-tungko. 

Nilai yang sarat humanisme ini
berintikan obligasi moral untuk mewujudkan maslahat umum. Jalan
pun harus dipayungi agar tidak menjadi licin. Gundukan pun harus
diberi tanda agar setiap orang terhindar dari mara bahaya.

Artinya bagi penulis :

Meskipun prinsif partangga sabolas lebih ditujukan dalam pembinaan komunikasi
siregar dengan kelompok marga lainnya, tapi prinsif ini juga tetap berlaku
diantara marga siregar itu sindiri.

Karena itu...!

Halal bi halal Siregar Sedunia untuk wilayah Tapsel ini juga salah satu
cara untuk tetap dapat mempertahankan prinsif dasar siregar partangga
Sabolas tersebut disamping tentunya untuk saling memaafkan jika
dalam penerapan prinsif Tangga Sabolas tersebut terjadi kesalahan.
































Artinya lagi...!

Jangan sampai attong parmarga siregar itu pandai memberikan teori pada
orang lain tapi mereka gagal di prakteknya, Homin pandokkon sajo doho
malo...!" ninna.



















____________________________

Lain-lain (Penulisan Halalbihalal)
____________________________

Secara selintas, istilah halalbihalal berasal dari bahasa Arab.
Akan tetapi, sebenarnya dalam bahasa Arab istilah tersebut tidak
digunakan. Halalbihalal tidak bisa diartikan secara harfiah,
misalnya (1) halal, (2) bi yang artinya 'dengan', dan (3) halal
sehingga dimaknai 'halal dengan halal' atau ‘boleh dengan boleh'.
Dengan demikian karena ketiga unsur tersebut dianggap sebagai
satu kepaduan, penulisan unsur-unsurnya harus dirangkai
atau digabung. Jadi, penulisan yang benar adalah halalbihalal, 
bukan halal bihalal atau halal bilhalal.

http://www.balaibahasajateng.web.id/index.php/read/home/infobahasa_detail/55/Halalbihalal-atau-Halal-Bihalal
_________

Penutup
_________

Demikian yang dapat disampaikan lewat postingan ini para kawan
khsusnya para anggota kahanggi.

...dan...

Mohon ijin postingan ini saya tutup dengan :

Siregar ninna sian Paranjulu
ima halai parmarga Ritonga
siregar ninna kapala batu
okke maksudna parmarga ritonga

Naong ninna siregar salak
tai adong siregar dongoran
naongi sude nai dok nihalak
pokok na au siregar salak dongoran

Siregar ninna marcabang-cabang
tai batang na adong di Muara
siregar ninna takang-takkang
tai tetap mabiar tu adaboruna

Boru Siregar babiat mamaliaro babiat
Bayo siregar salak marbenteng salak
Boru siregari ulang sai di pabeat-beat
ra dohalai manjomak dohot manyipak

Oppu ni hatunggal sian Sipirok
mambuat boru hutasuhut oppu ni gende
hamu sude siregar sipirok
hormat hamu tu poparan ni oppu gende

Sipirok ninna luat ni harajaon
siregar bunga bondar di bunga bondar
sipaingot napade ikkon do dikarejohon
ulang timbul panyosalan molo nung modar

Para siregar sedunia...!

Penulis angkolafacebook.blogspot.com

mengucapkan :

Salamat Arrayo 1 Syawal 1435 H

Mohon maaf lahir dan bathin...!

Horas...horas...horas...!























_________________________________________________________________
Cat :
* Dikompilasi dari macam sumber
* Juga dukungan photo dari :
http://sibualbuali.blogspot.com/


PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar