Saturday, March 7, 2015

Hari Perempuan Sedunia : Parumaen Sitiruon Naburju, Hipas Karejo, Ringgas Marsipaingot, Malo Manganju Roha, Marlayangluyung Pamakena, Lambok Panailina Manis Parmikimna, Marcahayo bohina haran ni aek Sumbayangna.


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN KHUSUSON 
PREMPUAN  TANAH BATAK ANGKOLA#
(Menyimak info sekitar Hari Prempuan Sedunia dalam hubungannya
dengan pengertian, sejarah, prempuan dunia, Indonesia dan Tanah
Batak Angkola).
_____________________________________________________________________








________________

Kata Pengantar
________________

Entah berapa bayaklah hari di Dunia ini yang perlu di Peringati...!
Entah diperingati pula atau tidak...!
Entah tanggal-tanggal berapa pula...!
Entah harus diperingati atau tidak, tak tau pula...!

Entah tau pula, perempuan ada hari Perempuan sedunia ata tidak,
tak tau pula...!

Kalau la pula ada perempuan yang tidak tau la pula tentu la pula
perlu di beritahu la pula, agar mereka tahu la pula...!

Nah...!

Untuk anda perempuan, para pembaca angkolafacebook.blogspot.com
penulis memberitahu lewat postingan ini tetang macam hal yang
berhubungan dengan "Gari Perempuan Sedunia ini". Titik.

Selamat menyimak....!

Oya...!

Hari Perempuan Sedunia ini di peringati setiap
Tanggal 8 Maret
_______________________________________________

Selintas Sejarah Hari Perempuan Sedunia
_______________________________________________

Hari Perempuan Sedunia sesungguhnya merupakan kisah perempuan
biasa menoreh catatan sejarah; sebuah perjuangan berabad-abad
lamanya untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat, seperti
juga kaum laki-laki.

Di masyarakat Yunani Kuno, Lysistrata menggalang gerakan perempuan
mogok berhubungan seksual dengan pasangan (laki-laki) mereka untuk
menuntut dihentikannya peperangan; dalam Revolusi Prancis,
perempuan Paris berunjuk rasa menuju Versailles sambil menyerukan
"kemerdekaan, kesetaraan dan kebersamaan" menuntut hak perempuan
untuk ikut dalam pemilu.

Ide untuk memperingati hari Perempuan Sedunia sebetulnya telah
berkembang sejak seabad yang lalu ketika dunia industri ini sedang
dalam masa pengembangan dan pergolakan, peningkatan laju pertumbuhan
penduduk dan pemunculan paham-paham radikal.

Berikut ini adalah kronologi singkat dari beberapa kejadian penting
yang mengiringi perjalanan Hari Perempuan Sedunia.

1909 :
Dalam rangkaian pendirian Partai Sosialis Amerika, Hari Perempuan
Nasional pertama kali diperingati pada tanggak 28 Februari di
Amerika Serikat.Hari hari tersebut kemudian terus diperingati
perempuan pada setiap hari minggu terakhir bulan Februari
sampai tahun 1913.

1910:
Pertemuan kelompok sosialis internasional di Copenhagen, Denmark,
memutuskan untuk memilikii Hari Perempuan Internasional sebagai
penghormatan atas hak-hak asasi perempuan dan mendorong diperolehnya
hak suara bagi semua perempuan di dunia. Keputusan ini diterima
secara bulat oleh semua peserta yang diikuti oleh lebih dari 100
perempuan dari 17 negara, termasuk tiga perempuan pertama yang
dipilih sebagai anggota parlemen Finlandia. Pada saat itu, mereka
belum memutuskan pada tanggal berapa peringatan hari tersebut
akan diadakan.

1911:
Sebagai tindak lanjut dari keputusan yang telah diambil setahun
yang lalu, Hari Perempuan Seduani untuk pertamakalinya diperingati
(pada tanggal 19 Maret) di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss,
dimana lebih dari sejuta perempuan dan laki-laki bersama-sama
turun kejalan. Selain hak untuk ikut serta dalam pemilu dan posisi
di dalam pemerintahan , mereka menuntut hak bekerja, kesempatan
memperoleh pelatihan, dan penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan.

Kurang dari seminggu sejak peringatan tersebut, pada tanggal
25 Maret terjadi insiden tragis di New York yang menewaskan lebih
dari 140 buruh perempuan yang kebanyakan adalah imigran asal
Italia dan Yahudi. Kejadian ini sangat mempengaruhi peraturan
perburuhan di Amerika Serikat dan kondisi kerja yang menyebabkan
insiden ini terjadi kemudian dikecam habis-habisan selama
peringatan Hari Perempuan Internasional tahun berikutnya.

1913-1914
Sebagai bagian dari upaya perdamaian yang berkembang selama
berlangsungnya Perang Dunia I, perempuan Rusia memperingati
Hari Perempuan Internasional untuk pertama kalinya pada hari
Minggu terakhir bulan Februari 1913.

Di belahan Eropa lainnya, pada atau sekitar tanggal 8 Maret
di tahun berikutnya, perempuan berunjuk rasa baik untuk memprotes
perang maupun sebagai ungkapan solidaritas kepada saudara-
saudara perempuan di manapun juga.

1917
Karena dua juta tentara Rusia terbunuh dalam perang, perempuan
Rusia sekali lagi turun kejalan pada hari minggu terakhir di
bulan Februari menyerukan "Roti dan Perdamaian". Para pemimpin
politik menentang unjuk rasa tersebut, tetapi para perempuan ini
tetap bertahan. Dan sejarah mencatat bahwa empat hari kemudian,
Czar (raja) turun tahta dan pemerintahan sementara mengakui hak
perempuan untuk ikut serta dalam pemilu. Hari bersejarah itu jatuh
pada tanggal 23 Februari di Kalender Julian yang digunakan di Rusia
atau tanggal 8 Maret menurut kalender Gregorian (kalender Masehi
yang juga kita gunakan). Dan sejak saat itulah Hari Perempuan
Sedunia diperingati pada hari yang sama oleh perempuan di
seluruh dunia..

1920

Hari Perempuan ini mulai menghilang

1960

Hari Perempuan diperingati kembali seiring dengan bangkitnya
feminisme

1970 - Sekarang
Pada tahun 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasional.
_______________________________________________________________

Sekilas Gambaran 7 Perempuan Internasional yang mendapat
penghargaan Hadiah Nobel
________________________________________________________________

1.Malala Yousafzai (2014)
Merdeka.com - Lahir: 12 Juli 1997, Mingora, Pakistan









"Untuk perjuangannya dalam melawan penindasan anak-anak dan kaum muda,
serta memperjuangkan hak semua anak untuk mengenyam pendidikan"

Malala Yousafzai dikenal sebagai aktivis dari Pakistan yang gigih
dalam memperjuangkan hak pendidikan untuk perempuan. Karena
keberaniannya, Malala berhasil menyabet Hadiah Nobel Perdamaian
dan sekaligus menjadi peraih Nobel termuda dalam sejarah.

Di usianya yang masih 11 tahun, dia sempat menulis blog - dengan
nama samaran - untuk BBC dan merinci tentang bagaimana kehidupannya
di bawah kekuasaan Taliban. Bagaimana Taliban berusaha menguasai
Lembah Swat di mana dia tinggal. Dia juga membahas tentang bagaimana
pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak-anak
perempuan di tempat tinggalnya.


2.Ellen Johnson Sirleaf (2011)
Merdeka.com - Lahir: 29 Oktober 1938, Liberia










"Perjuangan tanpa kekerasan untuk keselamatan perempuan dan hak-hak
perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam upaya membangun perdamaian"

Lulusan Harvard University ini merupakan presiden ke-24 Liberia
dan masih menjabat saat ini. Karir Ellen bisa dikatakan sangat
gemilang karena sebelumnya dia sempat terpilih sebagai Menteri
Keuangan di bawah pimpinan Presiden William Tolbert dari tahun
1979 sampai 1980.

Dia maju dalam pemilihan presiden Liberia tahun 1997, namun
akhirnya kalah dari Charles Taylor dan harus puas di posisi
kedua. Tak pantang menyerah, Ellen kembali mencalonkan diri
dalam pemilihan presiden Liberia tahun 2005 dan berhasil
menang. Dia pun kembali menang dalam pemilihan presiden
tahun 2011.

3.Tawakkol Karman (2011)
Merdeka.com - Lahir: 7 Februari 1979, Ta'izz, Yaman









"Perjuangan tanpa kekerasan untuk keselamatan dan hak-hak perempuan
untuk berpartisipasi penuh dalam upaya membangun perdamaian"

Wanita bernama lengkap Tawakkol Abdel-Salam Karman ini adalah
seorang jurnalis terkemuka dari Yaman. Dia juga merupakan seorang
politisi senior di partai politik Al-Islah.

Aktif sebagai aktivis hak asasi manusia, Tawakkol mendirikan
sebuah kelompok yang disebut Women Journalists Without Chains
pada tahun 2005. Di Yaman, dia sering dijuluki sebagai Wanita
Besi dan Ibu Revolusi.

4.Shirin Ebadi (2003)
Merdeka.com - Lahir: 21 Juni 1947, Hamadan, Iran










"Perjuangannya untuk demokrasi dan hak asasi manusia. Dia
memfokuskan perjuangannya terutama pada pembelaan hak-hak
perempuan dan anak-anak"

Shirin Ebadi adalah aktivis hak asasi manusia Iran yang membela
hak-hak perempuan dan anak-anak. Mantan hakim ini dianugerahi
Hadiah Nobel Perdamaian pada tanggal 10 Oktober 2003 karena
usahanya dalam membela hak asasi manusia dan memperjuangkan
demokrasi.

Ebadi sebelumnya tinggal di Teheran, tetapi dia telah diasingkan
ke Inggris sejak bulan Juni 2009, karena sikapnya yang kritis
terhadap berbagai kasus penganiayaan yang menimpa warga Iran
yang kritis terhadap rezim saat ini. Karena keberaniannya,
dia pun masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh
sepanjang masa versi Forbes.


5.Leymah Gbowee (2011)
Merdeka.com - Lahir: 1 Februari 1972, Liberia









"Perjuangan tanpa kekerasan untuk keselamatan perempuan dan
hak-hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam usaha
membangun perdamaian"

Lulusan Eastern Mennonite University, Harrisonburg, Virginia,
Amerika Serikat ini, dikenal sebagai aktivis perdamaian dari
Liberia. Dia adalah tokoh yang berjasa dalam memimpin gerakan
perdamaian yang membantu mengakhiri Perang Saudara Liberia II
pada tahun 2003.

Bersama dengan sahabatnya, Ellen Johnson Sirleaf, mereka
mengantar Liberia memasuki gerbang perdamaian. Dia juga ikut
mendorong terselenggaranya pemilihan yang bebas pada tahun 2005,
yang kemudian memenangkan Sirleaf sebagai Presiden Liberia.

6.Wangari Muta Maathai (2004)
Merdeka.com - Lahir: 1 April 1940, Tetu, Kenya









"Atas kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan,
demokrasi dan perdamaian"

Wangari Muta Maathai menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun
2004. Dia menamatkan pendidikannya di University of Pittsburgh,
dan University of Nairobi di Kenya. Maathai kemudian mendirikan
sebuah organisasi non-pemerintah Green Belt Movement yang
fokus pada penanaman pohon, pelestarian lingkungan, dan
hak-hak perempuan.

Dia juga menjadi wanita Afrika pertama yang menerima Hadiah Nobel
Perdamaian untuk segala kontribusinya untuk pembangunan
berkelanjutan, demokrasi dan perdamaian. Sebelumnya, dia
sempat dianugerahi Right Livelihood Award pada tahun 1986.

7. Aung San Suu Kyi (1991)
Merdeka.com - Lahir: 19 Juni 1945, Yangon, Myanmar









"Perjuangan tanpa kekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia"

Aung San Suu Kyi menduduki posisi ke-61 sebagai wanita paling
berpengaruh di dunia tahun 2014 versi Forbes. Dia adalah seorang
politisi sayap kiri dan ketua National League for Democracy (NLD)
di Myanmar.

Meski dalam pemilihan umum 1990, NLD memenangkan 59% suara nasional
dan 81% (392 dari 485) dari kursi di parlemen, Aung San Suu Kyi
telah dijadikan tahanan rumah sebelum pemilu digelar. Dia pun
kemudian menjadi salah satu tahanan politik paling terkenal di
dunia. Dia juga menerima Hadiah Rafto dan Hadiah Sakharov untuk
Kebebasan Berpikir tahun 1990.

Inilah tujuh wanita tangguh yang berhasil menerima Hadiah Nobel
Perdamaian. Mereka berjuang tanpa pernah berpikir untuk menyerah,
dan karena perjuangan mereka, semua perempuan di dunia bisa
merasakan kebebasan dan mendapatkan hak-hak mereka. Selamat
merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret!

_______________________________________________________________

Sekilas Gambaran Peringatan Hari Perempuan Internasional 
di Indonesia 2014
_____________________________________________________________











Pemahaman sejarah yang feodalistik dan mengadalkan maskulinitas
ini kemudian ditentang oleh kaum feminis karena menomor duakan
perempuan. Gerakan-gerakan feminis awal yang mulai berkembang
di Amerika Serikat pada abad ke-19 tersebut ingin mengangkat
harkat perempuan dan semakin berkembang pada tahun 1960-an
dengan tokoh-tokohnya seperti Helene Cixous.

Perayaan tanggal 8 maret sebagai "Hari Perempuan Internasional"
dikaitkan dengan peristiwa unjuk rasa besar-besar yang dilakukan
oleh buruh perempuan di New York pada tahun 1857 yang menandai
lahirnya serikat buruh perempuan pertama.

Memperingati "Hari Perempuan Internasional" ini sudah selayaknya
perempuan Indonesia mesti bangga akan catatan yang telah dilakukan
oleh kaum perempuan bangsanya. Dalam sejarah, ternyata banyak
peerempuan Indonesia yang berkarir cemerlang seperti "Ratu Sima"
maupun "Putri Cempa" dalam menyebarkan islam di tanah Jawa
sehingga mempunyai kebanggaan tersendiri tentang tokoh p
erempuan nusantara masa lalu. (pim)

Lebih lanjut di :
http://pedomannusantara.com/berita-hari-perempuan-internasional-perempuan-indonesia-mesti-muculkan-tokoh-perempuan-nasional.html
________









Sejumlah mahasiswi dari Korpri PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII) Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung,
Jawa Barat, Senin (10/3/2014). Dalam Aksi terkait Hari Perempuan
Internasional ini, massa menyampaikan enam petisi yaitu tolak impor
sembako, selamatkan penyelenggaraan pemilu dari intervensi dan
intimidasi penguasa, hapus UU yang bersifat diskriminasi terhadap
perempuan, stop kekerasan seksual, stop human trafficking, dan
stop eksploitasi geothermal.

Lebih lanjut di :

_____________________________________________________________

Sekilas Gambaran Peringatan Hari Perempuan Internasional 
di Indonesia 2015
_____________________________________________________________



















TEMPO.CO, Bandung - Perayaan Hari Perempuan Internasional yang
diperingati setiap tanggal 8 Maret akan diperingati oleh kalangan
masyarakat di seluruh dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Sejumlah
aktivis perempuan yang menamai Perempuan Indonesia Anti Korupsi
Bandung, akan merayakan hari tersebut dengan kampanye mendukung
pemberantasan korupsi di Indonesia.

Lebih lanjut di :

_____















Google – Hai gan.. Tanggal 8 Maret 2015 ini resmi diperingati
hari perempuan internasional 2015. Google pun memajang gambar
Doodle “Hari Perempuan Internasional” didepan halamannya.

Hari Perempuan Sedunia atau Hari Perempuan Internasional
adalah sebuah hari spesial yang diperingati pada tanggal
8 Maret setiap tahun di berbagai negara. Tujuan dari
peringatan Hari Perempuan Sedunia yaitu untuk menghormati
perempuan dan menghargai pencapaian perempuan di bidang
politik, ekonomi, dan sosial.

Lebih lanjut di :

_________________________________________________________________

Sekilas Perempuan Tanah Batak Angkola : Parumaen Sitiruon 
Naburju, Hipas Karejo, Ringgas Marsipaingot, Malo Manganju 
Roha, Marlayangluyung Pamakena,Lambok Panailina Manis 
Parmikimna, Marcahayo bohina haran ni Aek Sumbayangna.
________________________________________________________________

"Hari Perempuan Internasional dirayakan pada tanggal 8 Maret setiap
tahun. Ini adalah sebuah hari besar yang dirayakan di seluruh dunia
untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi,
politik dan sosial di antara peristiwa-peristiwa historis yang
terkait lainnya".

Demikian wikipedia Indonesia mengartiakan sekilas "Hari Perempuan
Sedunia" ini para Perempuan Tanah Batak Angkola.

Karena memang hari ini menyangkut keberhasilan, maka sebenarnya
dalam banyak hal "Perempuan Tanah Batak Angkola" itu dapat di
katakan "Sudah dan/atau cukup Berhasil".

Tentunya keberhasilan ini jika kita perwakilkan 1 wakil mewakili
kegiatan Sosial, Politik, Budaya dan Agama termasuk dibidang perang
atau bela Negara. Semuanya ada Perempuan Angkola yang ikut mengukir
prestasi.

Dengan kata lain, "Perempuan Tanah Batak Angkola sudah sejajar
dengan para prianya dalam banyak aspek kehidupan".

Karena itu...!

Dengan tanpa perlu lagi memperinci bidang-bidang apa saja yang
sudah di ukir prestasinya tersebut, penulis angkolafacebook.blog
spot.com, mengucapkan :


"Selamat Hari Prempuan Internasional dan selamat mengukir Prestasi 
Para Perempuan Tanah Batak Angkola"













Jadilah Parumaen Sitiruon Naburju, Hipas Karejo,
Ringgas Marsipaingot, Malo Manganju Roha, Marlayangluyung Pamakena,
Lambok Panailina Manis Parmikimna, Marcahayo bohina haran ni
aek Sumbayangna.


________________

Penutup
________________

Demikian infonya para kawan sekalian, khsusnya para ito pun
Boru Tlang sebagai istilah perwakilan pada Perempuan Tanah Batak
Angkola.

...Dan.....Selamat malam...!

bersama Lagu Prestasi Matubekbek sebagai gambaran Prestasi
Perempuan Boru Tanah Batak Angkola dalam Marsipaingot dan
Parumaen Naburju, sebagai gambaran Parumaen Sitiruon :

Musik...!


____________________________________________________________________
Cat :


__________________________ 

No comments:

Post a Comment