Kamis, 05 Maret 2015

Cap Go Meh + Pesta Rakyat Bogor 2015 : Harmonisasi dalam Budaya Kerukunan Ummat Dalam Beragama


#SELAMAT MALAM PARA PEMBACA BLOG SEKALIAN#
(Menyimak info sekitar Cap Go Meh + Pesta Rakyat Bogor 2015
serta memberikan pendapat tentang kesan-kesan Penulis Blog
pada Presiden RI, Pak Jokowi di Acara Peresmian tersebut pun
memberikan sekilas masukan bagi Kota/Pemda Tapsel tentang
pengharmonisan dua budaya dan Perukunan  Ummat Beragama
dalam kontrol Kota/Pemda Bogor)
* Penulis adalah orang yang lahir di Tapanuli Selatan dan
  menjadi penduduk Bogor selama kurang lebih 23 Tahun
____________________________________________________________________










_________________

Kata Pengantar
_________________

Horas..horas...horas...!
Horas masyarakat Tanah batak...
Horas Masyarakat Sunda...
Horas Para peneyelenggara Kota/Pemda Bagor...dan...
Horas Presiden Republik Indonesia, Pak Jokowi Siregar...!

Begini para pembaca angkolafacebookblogspot.com sekalian...!

Alkisah...!

Si Boru Angin, si Boru Bonbon, si boru bekbek/cerewet Megawati Hutasuhut
menelopon penulislah jam 12 siang, "Ada Pak Jokowi yah di Bogor entar
jam 13.00 Wib untuk meresmikan acara Pesta Rakyat" katanya pada penulis.

Dan terhadap hal ini penulis jawab, "Biarkan saja dia ada, di internet
juga banyak Pak Jokowi" jawab penulis, untuk kemudian mengahiri
pembicaraan.

Eh...!

Setengah jam kemudian, istri penulis ini sudah ada ditempat penulis
berusaha, untuk kemudian mengajak pergi melihat Pak Jakowi ke Jl. Surya
Kencana - Bogor (penulis tinggal di Sukahati-Cibinong)

Bagaimana para kawan...!

Harus kita bilang tetap tidak mau melihat Pak Jokowi...? Yah...! mau
tidak mau berangkat juga. Dan Honda Yamaha Motor itupun pada akhirnya
di "Kuncang/dihidupkan" untuk kemudian dilurus-luruskan dan dibelok-
belokkan, hingga sampai ke Depan Istana Bogor untuk kemudian lutcat/
tembus ke Jl. Surya Kencana tersebut (Honda=Motor: Motor Yamaha/
Suzuki di Tapsel disebut Honda-pen)

Setelah sampai...!

Ternyata acara peresmiannya jam 16.00 Wib-nya. Jadi mau tidak mau
menunggu Pak Jakowilah awa selama kurang lebih 3 jam.

Para kawan sekalian...!

Berikut info-info hasil melihat Pak Jokowi tersebut dalam hubungannya
dengan Perayaan Cap Go Meh dan Pesta Rakyat Bogor.

Selamat menyimak...!
_________________________________

Sekilas tentang Istilah Cap Gomeh
_________________________________



Ket :


Cap Go Meh (Hokkien: ???) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir
dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh
dunia.

Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti
hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam).
Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan
ia dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai
hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah
berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut - suatu adat yang
berasal dari Penang, Malaysia.

________________________________

Sekilas Tentang Judul Postingan
________________________________







Penulis menulis judul postingan, Cap Gopmeh + Pesta Rakyat Bogor 2015 :
Harmonisasi dalam Budaya Kerukunan Ummat Dalam Beragama", karena
memang seperti itulah penulis merasakan "Manfaat acara ini".

"Satu sisi dia memberi kesan urusan agama dan sisi lainnya memberi
kesan urusan Budaya". Dan pada keduanya tidak ada istilah yang
paling pas kecuali "Harmonisasi dan kerukunan ummat". dan
sangat tercermin dalam setiap event yang dipawaikan.
_______________________________________________

Macam Info Berita Cap Gomeh di Bogor 2015
_______________________________________________

Kutipan 1 :





















Jakarta - Presiden Jokowi senang luar biasa dengan perayaan Cap Go Meh
di Kota Bogor yang menggelar Pesta Rakyat. Jokowi meminta acara semacam
ini harus ditiru oleh daerah lain.

Jokowi yang mengikuti penuh acara ini memang terlihat sangat menikmati.
Bahkan acara ini menciptakan kegembiraan tersendiri bagi warganya.

"Ini perayaan Cap Go Meh, pesta rakyat Bogor ini, yah kita lihat
sendiri berikan kegembiraan kepada masyarakat," kata Jokowi di
depan Vihara Dhanagun, Jalan ?Suryakencana?, Bogor, Jawa Barat,
Kamis (5/3/2015).

Lebih lanjut di :
http://news.detik.com/read/2015/03/05/185047/2850992/10/jokowi-ajak-daerah-lain-tiru-bogor-yang-gelar-pesta-rakyat

Kutipan 2




















Jakarta - Pesta Rakyat Bogor Cap Go Meh 2015 resmi dibuka Presiden
Joko Widodo. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bogor
Bima Arya juga ikut hadir menemani Jokowi saat membuka festival ini.

Sambil mengayunkan bendera, Jokowi memberi tanda dimulainya acara yang
dipusatkan di halaman Vihara Dhanagun di Jalan Suryakencana, Bogor,
Jawa Barat, Kamis (5/3/2015). ?Jokowi berdiri di atas sebuah panggung
yang dipersiapkan persis di depan Vihara.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, Pesta Rakyat Bogor
Cap Go Meh saya buka dan dimulai," kata Jokowi sambil mengibarkan
bendera.

Link Sumber :

____________________________________________________________________

Macam Photo Kenangan Penulis Blog pada Peresmian Cap Go Meh +
Pesta Rakyat Bogor 2015 dalam Iringan Musik 
____________________________________________________________________





























_________________________________________________________________

Analisa Penulis pada Photo-Photo Peresmian dan Acara Pesta Rakyat
Bogor + Cap Gomeh sebagai Masukan untuk Kota / Pemda Tapanuli
Selatan - Sumatra Utara
__________________________________________________________________

Para penyelenggara Kota/Pemda Tapsel yang penulis hormati...!

* Dalam Hubungannya dengan istilah Cap Go Meh

- Jika kita menyimak pada pengertian "Cap Go Meh" dan tanggal kejadian
  Cap Go Meh, maka dapat kita katakan bahwa acara Pesta Rakyat Bogor
  ini sesugguhnyalah acara dari para saudara orang Cina atau Thionghoa
  yang berada di Bogor.

* Dalam Hubungannya dengan Pesta Rakyat

- Menurut hemat penulis jika acara ini desebut "Pesta Rakyat" kurang
  pas dan kurang tepat, karena pihak Kota/Pemda Bogor tidak mengundang
  semua elemen masyarakat dalam pesta ini. Seperti, para alim ulama,
  para Ustat-Ustat Bogor yang sudah kesohor namanya tidaklah hadir
  dalam Pesta Rakyat tersebut.

- Pesta rakyat Bogor akan selalu lebih tepat jika dilaksanakan
  dihari ulang tahun Bogor dengan tidak ada larangan untuk menyebut
  pesta rakyat di luar hari ulang tahun Bogor.

* Dalam hubungannya dengan Cap Go Meh + Pesta Rakyat

Bagi penulis...!

- Acara seperti yang terlihat di photo-photo di atas adalah acara-nya
  warga Cina sesuai dengan pengertian Cap Go Meh dan Hari Cap Go Meh

  Karena itu...!

  Jika acara ini banyak dikikuti oleh Warga Cina di Bogor dan banyak
  pula yang menjadi Panitia Acaranya adalah warga keturunan Cina,
  "Menjadi hal yang wajar dan masuk di akal".

- Menurut hemat penulis, keterlibatan macam oraganisasi atau macam
  persatuan yang ada dibogor ini dalam perayaan Cap Go Meh ini
  bukanlah sesuatu, "Yang menyatukan ajaran agama, budaya Sunda
  dan Budaya Cina".

  Tapi...!

  Suatu pengharmonisan antara Budaya Sunda dengan Budaya Cina yang
  mana Cina dalam hal ini lebih dekat urusannya ke agama mereka
  sedangkan masyarakat Sunda tidak menghubungkannya dengan agama
  Islam pada umumnya.

  Dengan kata lain...!

  "Hanyalah bersifat pengharmonisan hubungan bermasyarakat lewat
   macam acara budaya yang pelaksanaannya di bikin atau di buat
   seperti pesta rakyat".

- Dan ini sangat terasa juga pada, banyaknya orang pribumi ummat
  Islam yang justru jadi pemain barongsainya (Tidak berwajah Cina)

* Dalam Hubungannya dengan Pemahaman Ummat Cina pada keterlibatan
  ummat Islam di acara Cap Go Meh Bogor.

  Para ummat Cina dimanapun berada...!

  Jika anda bertanya-tanya dan melihat Perayaan Cap Gomeh dari
  sisi keterlibatan ummat Muslim, maka penulis memberitahu :

- Ummat Islam yang keimanan dan ketaatan beragamanya tinggi (dengan
  perkecualian para karyawan Pemda), pada umumnya menghindari
  intraksi yang berbau agama dengan agama lainnya. Dan ini bukanlah
  kehendak pripadi, tapi kehendak ajaran agama Islam.

  Karena itu...!

  Jangan heran, jika dalam Pesta rakyat tersebut hanya satu perwakilan
  yang dapat diberikan ummat Islam padahal kita tahu ummat muslim di
  Bogor adalah pendudk mayoritas dan penulis adalah muslim yang
  sudah tinggal di bogor lebih kurang 23 tahun.

Cat :
Untuk masukan bagi Kota/Pemda Tapsel dalam pengharmonisan dua budaya
dalam kontrol Pemerintah Daerah (cina dan Batak Angkola).
_________________________________________________________________

Kesan-Kesan Penulis tentang Jokowi dalam hubungannya dengan
Istilah Jokowi yang merakyat, Boetoenzorg dan Kemanan Presiden
__________________________________________________________________


Para kawan...!
Khususnya masyarakat Tanah Batak Angkola yang jadi Pemilih Jokowi
sebagai Presiden Republik Indonesia...! (Penulis bukan pemilihnya)

Penulis memberitahu...!

- Jika anda memilih Presiden Jokowi dengan alasan merakyat, maka anda
  tidak salah dalam memilihnya. Tentu jika merakyat dipikiran anda
  artinya beliau dekat dengan rakyat = Mau bersalaman = Tidak terlalu
  takut pada masyarakat = Penampilan sederhana = Murah Senyum = Tak
  mau bermewah-mewah dalam setiap acara kegiatannya.

Alasannya begini...!

1. Hal Kedekatan Pada Rakyat

   Penulis pada saat menghadiri acara peresmian Pesta Rakyat / Cap Gomeh
   ini ada di sebelah kanan Panggung dan penulis bukan siapa-siapa di
   Bogor ini / hanya anak rantau Tanah Batak Angkola / Tapanuli Selatan
   yang mencoba mencari rezeki "Hais Manyogot Tuduk Potoang = mencari
   makan pagi hari untuk dimakan sore hari".

   Dipikiran penulis...!

   "Sungguh tidak mungkin si Jokowi dapat dilihat masyarakat biasa dalam
   jarak 10 meter, tapi nyatanya memang dapat terlihat langsung. Asal
   tahu saja ketika Presiden USA berkunjung ke Bogor beberapa Tahun Lalu
   juga Presiden SBY, tidak ada yang mau sedekat Jokowi ini pada rakyat
   Bogor.

   Bahkan dalam radius 1 Km dari Istana Bogor sudah sudah ditutup
   oleh pihak Kepolisian ketika Presiden USA dulu berkunjung.

2. Hal Panggung yang Sederhana

Bisa jadi jika anda melihat di Internet ini Panggung Jokowi pada saat
peresmian tersebut akan sangat mewah dan sangat indah, karena bogor
memang terkenal kalau soal keindahan dalam penciptaan taman dalam
bentuk apapun.

Ternyata tidak para kawan-kawan...!

Begitu sederhanya paggung itu dan begitu kecilnya, hingga kita tak
percaya bahwa panggung tersebut akan digunakan Oleh nomor 1 Indonesia.
bunga penghias panggungpun nyaris tak terlihat ada. Padahal kalau
soal bunga, mungkin di daerah Bogor inilah tempatnya.

Dengan kata lain..!

Dipikiran penulis, "Panggung Jokowi ini sama kwlaitasnya dengan
panggung-pangungnya para Kepala Desa atau Lurah di Nusantara ini".

Begitupun kursi-kursi para tamunya, "Nyaris begitu sederhannanya
hingga penulis tidak merasa pantas untuk diduduki oleh para pejabat
kota Bogor".

Bahkan penulis yakin, "Para pejabat kota Bogor ini-pun merasa keberatan
dengan kursinya, tapi tak bisa berkata-apa-apa. Bahkan mereka nyaris
tak ada jarak dengan masyarakat biasa yang terdiri dari berbagai
macam bau, maklumlah para penonton datang dari macam profesi ada tukang
sayur, tukang ikan bahkan tukang angkut sampah, berkerumun semua tanpa
ada satu petugas keamananpun yang berani membentak.

Hebat memang Jokowi...!

Itu yang ingin penulis sampaikan. Benar-benar datang dari rakyat,
tidak meyusahkan rakyat dan bekerja untuk rakyat...!

Para kawan pemilih Jokowi...!

"Anda tidak salah pilih dan yakinlah...!"

3. Jokowi dan Boetenzourg

Para kawan...!

Entah apa yang ada dipikiran Jokowi ini tentang Masyarakat Bogor.
Setelah selesai acara, belia masih menyempatkan diri untuk bersalaman
dengan para rakyat masyarakat Bogor di sepanjang jalan Surya Kencana
ini.

Penulis sudah hampir bersalaman dengan Orang Nomor 1 Indonesia ini,
tapi karena penulis terdorong dari belakang karena banyaknya orang,
"Ngak jadi-jadi-nya ba". Sayang kali ba...! Agh...! Macam mana la ini.
Belum tentu ada kesempatan seperti ini untuk masa mendatang.

Begitupun...!

Penulis masih sempat memotretnya mengkodaknya diantara dari celah-
celah para petugas keamanan dan para wartawan. Dan ini hasil
cepretannya.

Oya Kepalanya ngak dapat ba...!
Maklumlah banyak orang. Ini photonya :



P





ara kawan...!

Apakah menurut anda yang menyebabkan Jokowi dapat sedekat seperti yang
penulis gambarkan diatas pada masyarakat Bogor...?

Mungkinkah karena pemahamannya pada sebutan "Boettonzorg" yang mana
memang bogor terkenal dengan sebutan tersebut dari sejak Zaman Belanda.

Entahlah...!

Dari satu sisi saya merasa bangga, "Jokowi mau sedekat itu dengan rakyat".

Dari sisi lain...!

"Saya merasa kuatir dengan keamanannya". Karena beliau adalah seorang
Presiden, orang nomor 1 Indonesia yang dengan sendirinya "Menjadi landasan/
dasar penilaian dunia tentang keamanan Indonesia tercinta ini".

Para Pasukan Pegawal Presiden RI...!
Para kepolisian Republik Indonesia...!
atau Instansi apapun yang bertanggungjawab pada keamanan Presiden RI

Jika boleh bersaran mewakili masyarakat biasa atau rakyat Republik Indonesia,
penulis ingin berkata :
-
1. Paten-lah, mantap-lah, sep-lah Bapak-Bapak bikin dalam mengawal Presiden
   kita ini, hingga kemanapun beliau keamannya tetap terjamin.

2. Yang penulis rasakan pada saat beliau melihat langsung, sepertinya
   memberi kesan, "Belia yakin seyakin-yakinnya / Haqqul Yakin bahwa
   Taqdir ada di tangan Allah Swt.

   Memang bukan suatu hal yang salah, bahkan agama Islam juga menghendaki
   demikian. Hanya sanya, "Rakyat ini sendiri tak bisa dibaca bagamaima
   isi pikiran setiap orang".

   Fakta kunjungannya berkata...!

   "Sebelum beliau menghadiri acara peresmian tersebut, ada juga yang
   kecopetan bukan...?" Itu artinya, tak semua orang yang menghadiri
   setiap acara keperesidenan punya niat baik.

3. Hal Warga Bogor yang setiap hari lewat Istana Bogor

Dapat dibilang, "Penulis adalah salah seorang warga Bogor yang setiap
harinya melewati jalur-jalur jalan diwilayah Istana Bogor sekitarnya,
Ps. Anyar sekitarnya, Jogya Sekitarnya. Karena itu penulis-pun cukup
sering mengetahui bahwa Jokowi lagi di Istana Bogor.

Dalam hubungannya dengan penulis yang terkadang harus terlambat berusaha
karena kunjungan Presiden ke Istana Bogor dan jalan harus ditutup atau
di alihkan, "Penulis sama sekali tidak pernah keberatan meskipun
penulis bukan pemilih beliau".

Yang ada dalam diri penulis setiap mengetahui beliau ada di Istana Bogor,
hanyalah do'a. Do'a dalam hati, "Semoga Pak Jokowi ini dalam semua
urusannya di Istana Bogor dapat berjalan lancar, hingga tujuan kita
berbangsa dan bernegara ini dapat lebih mudah diwujudkan.". Itu do'a
penulis dan amin ya rabbal alamin.

* Hal Kota/Pemda Bogor yang Membikin Kesedihan

Jika kita memperhatikan, Cap Gomeh + Pesta Rakyat ini, maka sangat
terasa unsur budaya Sunda-nya. Sedangkan unsur kelengkapan ummat
bergamanya "Sedikit menimbulkan kesedihan dengan catatan kecuali
penulis tidak melihatnya.

Unsur agama Thionghoa/Cina, Agama Islam, Budha dan Hindu Bali
sangat terasa pada acara ini. Sedangkan unsur agama Kristennya tidak
terasa, padahal ummat kresten juga cukup banyak di Bogor ini.

Dan terhadap hal ini...!

"Penulis merasa sedih pada Kota/Pemda Bogor sebagai pelaksana
utama-nya".





























































_____________

Penutup
______________

Demikian info "Cap Gomeh dan Pesta Rakyat Bogor" yang dapat penulis
sampaikan pada para kawan sekalian. Semoga dapat memperluas wawasan kita
khusunya dibidang pengetahuan cap gomeh dan budaya rakyat bogor.

Tetaplah sehat dan semangat dan para kawan sekalian dan mari kita
akhiri postingan ini dengan lagu dari daerah Bogor dengan judul :
.....

Majulah Budaya Bogor dalam Perbaduannya dengan Budaya Cina lewat Cap
Go Meh-nya dan maju pulalah Budaya Tanah Batak Angkola Tapanuli
Selatan."

Musik ...!

__________________________________________________________________
Cat :

__________________________ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar