Minggu, 06 Desember 2015

Edelweis di Ambang Kepunahan

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Bunga Edelweis atau Bunga Senduro)
_________________________________________________________________












___________________

Kata Pengantar
___________________

Dari beberpa info yang penulis pelajari lewat internet ini dapat
disimpulkan, bhwa Bunga Edelweis ini dibeberapa tempat Gunung-
Gunung Tinggi Indonesia sudah diambang kepunahan.

Hal ini mengingat kurangnya kesadaran masyarakat atau para
wisatawan yang berkunjung kegunung-gunung tersebut untuk membawa
bunga Edelweis ini pulang ketempat asalnya dengan tanpa pertimbangan
tertentu.

Berikut info gambaran kelengkapannya.

Selamat menyimak...!
________________________________________

Sekilas info tentang Bunga Edelweis
________________________________________

* Pemahamaman Umum

Anaphalis javanica, yang dikenal secara populer sebagai Edelweiss
jawa (Javanese edelweiss) atau Bunga Senduro, adalah tumbuhan endemik
zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara.

Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 meter dan dapat memiliki
batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 meter.
Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka.

Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di
hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya
di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan
jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang
dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari
zat hara.

Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan
Agustus, sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis
serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan
lebah terlihat mengunjunginya.

Anaphalis javanica ("Javanese Edelweiss") dijual oleh warga
Bromo setelah diberi warna.

Jika tumbuhan ini cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh,
edelweis dapat menjadi tempat bersarang bagi burung tiung batu
licik Myophonus glaucinus.

Bagian-bagian edelweis sering dipetik dan dibawa turun dari
gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual, atau sekedar
kenang-kenangan oleh para pendaki.

Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang
tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,
yang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir tumbuhan ini.

Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil
yang dipetik, tekanan ini dapat ditoleransi. Di Taman Nasional
Bromo Tengger Semeru, tumbuhan ini dinyatakan punah.

Sayangnya keserakahan serta harapan-harapan yang salah telah
mengorbankan banyak populasi, terutama populasi yang terletak di
jalan-jalan setapak.

Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa edelweis dapat
diperbanyak dengan mudah melalui pemotongan cabang-cabangnya. Oleh
karena itu potongan-potongan itu mungkin dapat dijual kepada
pengunjung untuk mengurangi tekanan terhadap populasi liar.

Salah satu tempat terbaik untuk melihat edelweis adalah di Tegal Alun
(Gunung Papandayan), Alun-Alun Surya Kencana (Gunung Gede), Alun-Alun
Mandalawangi (Gunung Pangrango), dan Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).

* Galeri












_____________

Penutup
_____________

Demikian infonya para kawan sekalian...
Kiranya info ini dapat memberikan kesadaran bagi kita untuk
mengendalikan keinginan yang melampai batas pada saat mengambil
Bunga Edelweis ini dari pengunungan-pengunungan tinggi di Nusantara
ini.

Selamat malam...!

________________________________________________________________
Cat :


http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar