Sabtu, 09 April 2016

Kawat Las / Elektroda : Pengertian, Jenis, Fungsi, Kode dan Perawatan



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Kawat Las / Elektroda)
________________________________________________________________________

____________________

Kata Pengantar
____________________

Postingan ini adalah bagian dari beberpa link dibawah ini yang
berhubungan dengan Bengkel Las, al :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/04/pagar-pengertian-kegunaan-desain-tips.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/04/las-pengertiansejarah-jenis-proses-dan.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/04/las-karbit-pengertian-deskripsi-kawat.html

Untuk melengkapinya, berikut info sekitar "Kawat Las" atau
"Eektroda". Selamat menyimak...!
________________________________________________________

Sekilas info Kawat Las /Elektroda
________________________________________________________






















* Pengertian

Elektroda atau kawat las ialah suatu benda yang dipergunakan untuk
melakukan pengelasan listrik yang berfungsi sebagai pembakar yang
akan menimbulkan busur nyala.

* Elektroda Berselaput

Elektroda berselaput yang dipakai pada Ias busur listrik mempunyai
perbedaan komposisi selaput maupun kawat Inti. Pelapisan fluksi
pada kawat inti dapat dengah cara destrusi, semprot atau celup.

Ukuran standar dia­meter kawat inti dari 1,5 mm sampai 7 mm dengan
pan­jang antara 350 sampai 450 mm. Jenis-jenis selaput fluksi
pada elektroda misalnya selulosa, kalsium karbonat (Ca C03), titanium
dioksida (rutil), kaolin, kalium oksida mangan, oksida besi,
serbuk besi, besi silikon, besi mangan dan sebagainya dengan
persentase yang berbeda-beda, untuk tiap jenis elektroda. Tebal
selaput elektroda berkisar antara 70% sampai 50% dari diameter
elektroda tergantung dari jenis selaput. Pada waktu pengelasan,
selaput elektroda ini akan turut mencair dan menghasilkan gas CO2
yang melindungi cairan las, busur listrik dan sebagian benda kerja
terhadap udara luar.

Udara luar yang mengandung O2 dan N akan dapat mempengaruhi sifat
mekanik dari logam Ias. Cairan selaput yang disebut terak akan
terapung dan membeku melapisi permukaan las yang masih panas.

Elektoda ( Kawat las) memiliki kode spesifikasi yang dapat
kita lihat pada kardus pembungkusnya.

* Spesifikasi kawat las terbungkus untuk untuk Mild Steel diatur
  dalam AWS A5.1

Berdasarkan peraturan American Welding Society (AWS), Spesifikasi
kawat las terbungkus untuk untuk Mild Steel diatur dalam AWS A5.1

Dua digit pertama menunjukan Kekuatan tariknya dalam kilo-
pound-square –inch ( Ksi )

E6010 = kekuatan tarik nya nya 60 ksi, (60000 psi),
E7018 = kekuatan tarik nya nya 70 ksi, (70000 psi),
Digit ketiga adalah Posisi pengelasan

Exx1x – untuk semua posisi
Exx2x – untuk posisi flat dan horizontal
Exx3x – hanya untuk posisi flat
Contoh : Elektroda E6010

E = Elektroda
60 = Kekeuatan Tarik
1 = Posisi Pengelasan
10 = tipe coating dan arus

* Spesifikasi kawat k las terbungkus untuk Low k Steel diatur pada
  AWS A5.5

Empat digit pertama sama pembacaanya dengan kode untuk mild steel
Diikuti dengan garis (dash) dan huruf serta angkasebagai sebagai
unsur paduan

A ditambahkan unsur carbon molybdenum
B ditambahkan unsur chromium molybdenum
C ditambahkan unsur nickel steel
D ditambahkan unsur manganese molybdenum molybdenum
G ditambahkan unsur lainnya
R akhir kode mengindikasikan ketahanan terhadap serapan uap uap
  (moisture pickup) (80% humidity, , 80 °F, 9 jam)

Contoh:

Kode kawat las : E7018-H8R

E7018-H8R artinya kekuatannya 70ksi, mengandung mengandung “iron powder
iron oxide iron powder iron oxide”, mengandung sedikit hidrogen (low
hydrogen), ketahanan terhadap uap air dan untuk dipakai pada pada
pengelasan pengelasan mild steel.

Kode Kawat Las : E8018-B2H4R

E8018-B2H4R artinya kekuatannya 80ksi , mengandung, iron powder iron
oxide, dipadu dengan chrome moly serta low hydrogen, ketahanan
terhadap uap air serta digunakan untuk mengelas paduan baja chrome moly

* Spesifikasi kawat las terbungkus untuk Stainless Steel
 diatur dalam AWS A5.4

Tiga (3) digit pertama adalah nomor tipe AISI dari stainless steel
Kemudian diikuti dengan garis dan 2 angka

Angka 15 = lapisannya mengandung CaO,TiO2& arusnya DCRP.
Angka 16 = lapisannya mengandung TiO & K2O & arusnya DCRP atau AC.
Angka 17 = lapisannya mengandung CaO, TiO2 K2O SiO O SiO2& arusnya
           DCRP atau AC.. Bead lasnya halus dan pelepasan slagnya
           sangat mudah.

Contoh: Kode kawat las : Elektroda E 308L-16

* Elektroda Baja Lunak

Dan bermacam-macam jenis elektroda baja lu­nak perbedaannya
hanyalah pada jenis selaputnya. Sedang kan kawat intinya sama.

E 6010 dan E 6011[sunting | sunting sumber]

Elektroda ini adalah jenis elektroda selaput selulosa yang dapat
dipakai untuk pengelesan dengan penembusan yang dalam. Pengelasan
dapat pada segala posisi dan terak yang tipis dapat dengan mudah
dibersih­kan.

Deposit las biasanya mempunyai sifat sifat mekanik yang baik dan
dapat dipakai untuk pekerjaan dengan peng­ujian Radiografi.
Selaput selulosa dengan kebasahan 5% pada waktu pengelasan akan
menghasilkan gas pelindung. E 6011 mengandung Kalium untuk mambantu
menstabil­kan busur listrik bila dipakai arus AC.

E 6012 dan E 6013

Kedua elektroda ini termasuk jenis selaput rutil yang dapat
manghasilkan penembusan sedang. Keduanya dapat dipakai untuk
pengelasan segala posisi, tetapi ke­banyakan jenis E 6013 sangat
baik untuk posisi pengeles­an tegak arah ke bawah. Jenis E 6012
umumnya dapat di­pakai pada ampere yang relatif lebih tinggi
dari E 6013. E 6013 yang mengandung lebih benyak Kalium
memudah­kan pemakaian pada voltage mesin yang rendah. Elektroda
dengan diameter kecil kebanyakan dipakai untuk pangelasan pelat tipis.

E 6020

Elektroda jenis ini dapat menghasilkan penem­busan las sedang dan
teraknya mudah dilepas dari lapisan las. Selaput elektroda
terutama mengandung oksida besi dan mangan. Cairan terak yang
terlalu cair dan mudah mengalir menyulitkan pada pengelasan
dengan posisi lain daripada bawah tangan atau datar pada las sudut.

* Elektroda dengan Selaput Serbuk Besi

Selaput elektroda jenis E 6027, E 7014. E 7018. E 7024 dan E 7028
mengandung serbuk besi untuk meningkatkan efisiensi pengelasan.
Umumnya selaput elek­troda akan lebih tebal dengan bertambahnya
persentase serbuk besi. Dengan adanya serbuk besi dan bertambah
tebalnya selaput akan memerlukan ampere yang lebih tinggi.

* Elektroda Hydrogen Rendah

Selaput elektroda jenis ini mengandung hydrogen yang rendah (kurang
dari 0,5 %), sehingga deposit las juga dapat bebas dari porositas.
Elektroda ini dipakai untuk pengelasan yang memerlukan mutu tinggi,
bebas porositas, misalnye untuk pengelasan bejana dan pipa yang akan
mengalami tekanan Jenis-jenis elektroda hydrogen rendah misalnya
E 7015, E 7016 dan E 7018.

* Kondisi Pengelasan

Berikut ini diberikan daftar kondisi pengelasan untuk elektroda
Philips baja lunak dan baja paduan rendah.

* Elektroda Untuk Besi Tuang

Elektroda yang dipekai untuk mengelas besi tuang adalah sebagei berikut :

elektroda baja
elektroda nikel
elektrode perunggu
elektroda besi tuang
Elektroda nikel

Elektroda jenis ini dipakai untuk mengelas besi tuang, bila hasil
las masih dikerjakan lagi dengan mesin. Elektroda nikel dapat
dipakai dalam sagala posisi pengelasan.
Rigi-rigi las yang dihasilkan elektroda ini pada besi tuang adalah
rata dan halus bila dipakai pada pesawat las DC kutub terbalik.
Karakteristik elektroda nikel dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

* Elektroda baja

Elektroda jenis ini bila dipakai untuk mengelas besi tuang akan
menghasilkan deposit las yang kuat se­hingga tidak dapat dikerjakan
dengan mesin. Dengan demikian elektroda ini dipakai bila hasil las
tidak di­kerjakan lagi. Untuk mengelas besi tuang dengan elektroda
baja dapat dipakai pesawat las AC atau DC kutub terbalik.

* Elektroda perunggu

Hasil las dengan memakai elektroda ini tahan ter­hadap retak, sehingga
panjang las dapat ditambah. Kawat inti dari elektroda dibuat dari
perunggu fosfor dan diberi selaput yang menghasilkan busur stabil.

* Elektroda dengan Hydrogen rendah

Elektroda jenis ini pada dasarnya dipakai untuk baja yang mengandung
karbon kurang dari 1,5%. Tetapi dapat juga dipakai pada pengelasan
besi tuang dengan hasil yang baik. Hasil lasnya tidak dapat
dikerjakan dengan mesin.

* Elektroda Untuk Aluminium

Aluminium dapat dilas listrik dengan elektroda yang dibuat dari
logam yang sama. Pemilihan elektroda aluminium yang sesuai dengan
pekerjaan didasarkan pada tabel keterangan dari pabrik yang
membuatnya. Elektroda aluminium AWS-ASTM AI-43 untuk las busur
listrik adalah dengan pasawat las DC kutub terbalik dimana
pemakaian arus dinyatakan dalam tabel berikut

* Elektroda untuk palapis Keras

Tujuan pelapis keras dari segi kondisi pemakaian yaitu agar alat
atau bahan tahan terhadap kikisan, pukulan dan tahan aus. Untuk
tujuan itu maka Elektroda untuk pelapis keras dapat diklasifikasikan
dalam tiga macam Yaitu :

elektroda tahan kikisan
elektroda tahan pukulan
elektroda tahan aus.
Elektroda tehan kikisan.

Elektroda jenis ini dibuat dari tabung chrom karbida yang diisi dengan
serbuk-serbuk karbida. Elektroda dengan diameter 3,25 mm - 6,5 mm
dipakai peda pesawat las AC atau DC kutub terbalik. Elektroda ini
dapat dipakai untuk pelapis keras permukaan pada sisi potong yang
tipis, peluas lubang dan beberapa type pisau.

* Elektroda tahan pukulan.

Elektroda ini dapat dipakai pada pesawat las AC atau DC kutub
terbalik. Dipakai untuk pelapis keras bagian pemecah dan palu.

* Elektroda tahan keausan.

Elektroda ini dibuat dari paduan-paduan non ferro yang mengandung
Cobalt, Wolfram dan Chrom. Biasanya dipakai untuk pelapis keras
permukaan katup buang dan dudukan katup dimana temperatur dan
keausan sangat tinggi.

____________


Kawat las atau yang sering disebut dengan elektroda adalah suatu
material yang digunakan untuk melakukan pengelasan listrik yang berfungsi
sebagai pembakar yang akan menimbulkan busur nyala.

Sebagai salah satu bagian penting dalam proses pengelasan, maka pengguna
harus memahami kegunaan dari masing-masing jenis elektroda.

* Jenis Kawat Las

Berdasarkan Selaput Pelindungnya, Elektroda Dibedakan Menjadi
Dua Macam Yaitu:

1. elektroda polos
2. elektroda berselaput

* Elektroda Berselaput

Elektroda berselaput terdiri dari dua bagian dengan fungsi yang
berbeda, yaitu:

1. Bagian Inti Elektroda, fungsi:

- Sebagai penghantar arus listrik dari tang elektroda ke busur yang
terbentuk, setelah bersentuhan dengan benda kerja.


- Sedangkan untuk bahan, inti elektroda dibuat dari logam ferro dan
non ferro, seperti baja karbon, baja paduan, aluminium, kuningan
dan lain-lain.

2. Bagian Salutan Elektroda, fungsi:

- Untuk memberikan gas pelindung pada logam yang dilas, melindungi
kontaminasi udara pada waktu logam dalam keadaan cair.

- Membentuk lapisan terak, yang melapisi hasil pengelasan dari oksidasi
udara selama proses pendinginan.

- Mencegah proses pendinginan agar tidak terlalu cepat.

- Memudahkan penyalaan.

- Mengontrol stabilitas busur.

Salutan pada elektroda yang telah dibuka dari bungkusnya, harus disimpan
di dalam kabinet pemanas atau oven dengan suhu 15 derajat lebih tinggi
dari suhu udara luar, sebab lapisan tersebut sangat peka terhadap
kelembaban. Apabila dibiarkan lembab, maka akan menyebabkan hal-hal
sebagai berikut:

- Salutan mudah terkelupas, sehingga sulit untuk dinyalakan
- Percikan yang berlebihan
- Busur tidak stabil
- Asap yang berlebihan

* Pemilihan Elekroda

Dari dua jenis elektroda tersebut, maka pemilihannya haruslah tepat
dengan memperhatikan beberapa hal, yaitu:

Jenis logam yang akan dilas
Tebal bahan yang akan dilas
Kekuatan mekanis yang diharapkan dari hasil pengelasan
Posisi pengelasan
Bentuk kampuh benda kerja

* Fungsi Kawat Las Edzona

Kawat las sendiri juga digolongkan dalam beberapa jenis, tergantung
dari logam yang akan dilas. Salah satunya adalah elektroda yang digunakan
untuk problem steel atau penyangga dan stainless steel atau baja tahan
karat. Untuk kebutuhan aplikasi tersebut, ada beberapa macam yaitu:

EDZONA-100,

digunakan untuk penyambungan baja yang tidak sama jenisnya. Eletroda
ini memiliki ketahanan terhadap keretakan yang sangat baik dan sangat
cocok untuk menyambung baja yang sulit dilas serta sebagai buffer layer
yang ulet untuk baja yang sangat sensitif terhadap keretakan, atau sebagai
landasan sebelum dilakukan pengelasan hard facing.

EDZONA-108,

elektroda stainless steel yang sangat umum dan luas penggunaannya.
Memiliki kekuatan tensile tinggi serta deposit lastanpa porosity, membuat
EDZONA 108 cocok untuk kontruksi berat.

Selain itu, kawat las ini juga digunakan untuk perbaikan atau untuk
pengelasan seperti tangki dan pipa pengolahan makanan, obat-obatan,
minuman, farmasi, kosmetik, arsitektural, dll.

EDZONA-109,

kawatlas stainless steel yang serbaguna, dapat menyambung denganbaik
stainless steel dengan baja karbon atau baja paduan. Elektrod aini
cocok digunakan untuk perbaikan atau pengelasan seperti baja karbon,
baja alloy rendah, besi, berbagai jenis stainless steel dan penggabungan
dari bahan-bahan tersebut.

EDZONA-110,

memiliki ketahanan panas yang sangat tinggi, termasuk 1100ºC-1200ºC,
tanpa ada tanda-tanda rusak atau karbonasi. Sangat sesuaiuntuk problem
steel, terutama pada cast steel juga cast iron dengan kandungan karbon
rendah.

Proses perbaikan yang menggunakan elektroda ini adalah komponen industri
logam, oven, tungku pembakaran, boiler, komponen incinrator, galvanizing,
komponen hydrolic, perbaikan as dan roda gigi, dll.

EDZONA-112,

solusiun tuk segala problem dalam pengelasan berbagai macam baja. Memiliki
banyak kelebihan yang membuatnya cocok untuk pengelasan baja karbon,
baja perkakas, baja pegas, baja mangan dan baja tuang stainless steel.

EDZONA-116,

elektroda dengan kandungan Molibdenum yang memberikan ketahanan extra
terhadap korosi bahan kimia, sehingga cocok untuk keperluan pengelasan
stainless steel pada pabrik pengolahan bahan kimia.

* Pengaruh kecepatan elektroda pada hasil las

Untuk menghasilkan rigi–rigi las yang rata dan halus, kecepatan
tangan menarik atau mendorong elektroda waktu mengelas harus stabil.
Apabila elektroda di gerakkan:

Tepat dan stabil, menghasilkan daerah perpaduan dengan bahan dasar
dan perembesan luasnya baik.

Terlalu cepat, menghasilkan perembesan las yang dangkal karena
pemanasan bahan bakar dasar

Terlalu lambat, menghasilkan alur yang lebar (lihat gambar). Hal
ini dapat menimbulkan kerusakan sisi las, terutama bila bahan dasar
yang dilas tipis.


_________

Penutup
_________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!



_________________________________________________________________________
Cat :
http://amzn.to/1VW0ktU
cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar
cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar