Rabu, 13 Juli 2016

Museum Indonesia TMII dan Kesalahan Teknis-nya


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Museum Indonesia yang
di Taman Mini Indonesia Indah)
________________________________________________________








________________

Kata pengantar
________________

Lewat link :
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/07/museum-bank-indonesia-itu-bukan-museum.html
penulis mengurai mengenai Museum Bank Indonesia dalam
Hubungannya dengan Museum Indonesia. Entah betul entah
tidak uraian tersebut penulis tidak tahu, karena sampai
saat ini belum ada yang memberi pendapat.

Para Kawan dimana-pun berada...!

Tentu tak susah mengurai Museum Indonesia ini, jika kita
hanya mengacu pada uraian wikipedia. Tapi sedikit menjadi
agak susah ketika pertannyaan :

1. Mengapa Museum Indonesia, letaknya di TMII dan Bukannya
   diyilayah sekitar Jakarta Pusat atau jakarta Kota...?

2. Mengapa Bentuk Bangunan Museum Indonesia menyerupai
   candi, bukankah Candi itu sebagai tempat beribadat...?

3. Mengapa Museum Indonesia terkesan sunyi sepi dibanding
   Museum Fatahillah, museum Bank Indonesia atau mungkin
   museum Bahari atau museum Trnsportasi.

4. Adakah hubungan Kesunyi Sepian Museum Indonesia dengan
   anggapan Museum Indonesia itu museumnya orang Bali.

Dan lain-lainnya para kawan sekalian. Dan semua ini tak
dapat dijawab oleh wikipedia Indonesia sebagai sumber
informasi penting bagi masyarakat Indonesia.

Para kawan sekalian...!

Tak terketahuinya secara umum jawaban pada pertanyaan
diatas, menyebabkan penulis pribadi berkesimpulan, "Ada
kesalahan Teknis Pada Museum Indonesia".

Kesalahan teknis ini bukan menyangkut koleksi museum,
tapi menyangkut bentuk Bagunan dan Lokasi Museum.

Museum Indonesia seharusnya lebih ditujukan pada
masyarakat Indonesia dibanding masyarakat lainnya.

Andai saja lebih ditujukan pada masyarakat luar Indonesia,
mungkin nama Museum ini akan lebih baik bernama, "Museum
Wonderful Indoonesia".

Kawan-Kawan sekalian...!

Yang lalu biarlah berlalu, seperti berlalu-nya Orde Lama
dan Orde Baru guna memasuki Orde Reformasi.

Museum Indonesia TMII, mungkin saja perlu untuk direformasiu
guna lebih sesuai dengan perkembangan jaman alias tidak
memberi kesan kesukuan.

Tapi juga...!

Mungkin tak perlu direformasi karena kita sepakat :

- Bagimana-pun Bentuk Bagunan Museum Indonesia tidak masalah
- Dimana-pun Lokasi Museum Indonesia juga tidak masalah

Masalah yang sesungguhnya, jika Indonesia tidak punya
Museum. Bagaimana...? Kita sepakat...?

Jika memang sepakat...!

Mari kedepannya, kita lebih meramaikan kujungan ke Museum
Indonesia yang ada di TMII. Dan berikut info sekilas
mengenai keberadaan museum tersebut.

Selamat menyimak...!

___________________________________________________

Sekilas info Museum Indonesia TMII
___________________________________________________










* Pengertian

Museum Indoesia adalah museum antropologi dan etnologi
yang terletak di Taman Miini Indonesia Indah (TMII),
Jakarta, Indonesia.

Museum ini berkonsentrasi pada seni dan budaya berbagai
suku bangsa yang menghuni Nusantara dan membentuk negara
kesatuan Republik Indonesia.

Museum ini bergaya arsitektur Bali dan dihiasi beraneka
ukiran dan patung Bali yang sangat halus dan indah.

Museum ini menyimpan koleksi beraneka seni, kerajinan,
pakaian tradisional dan kontemporer dari berbagai
daerah di Indonesia.

* Sejarah

Museum ini dirancang sebagai bagian dari kesatuan kompleks
Taman Mini Indonesia Indah. Bertujuan sebagai pusat
informasi dan pembelajaran mengenai Kebudayaan Indonesia,
sebagai "satu perhentian untuk belajar mengenai Indonesia".

Museum dan keseluruhan komplks TMII dibangun dan kemudian
diresmikan pada tahun 1975 atas prakarsa Ibu Tien Suharto.

Museum ini dihiasi berbagai ornamen dan patung Bali dan
bergaya arsitektur Bali yang sangat indah. Beberapa
gapura besar bergaya Paduraksa dan Candi Bentar (gerbang
terbelah) khas Bali, demikian pula beberapa menara
sudut menghiasi kompleks museum. Taman dan bangunan
museum mengambil tema kisah Ramayana, misalnya jembatan
menuju bangunan utama berbentuk ular Naga dan Wanara,
pasukan kera yang membangun jembatan menuju Alengka.

Bangunan utama terdiri atas tiga lantai yang berdasarkan
pada falsafah Bali Tri Hita Karana, konsep moral yang
menekankan pada tiga aspek yang dapat membawa manusia
kepada kebahagiaan sejati yakni; memelihara hubungan
yang harmonis dengan Tuhan, dengan sesama manusia,
dan dengan alam dan lingkungan sekitar.

* Koleksi

Patung peraga menampilkan aneka pakaian tradisional
suku bangsa di Indonesia

Ukiran pohon Kalpataru setinggi 8 meter, koleksi
utama di lantai ketigaRuang pamer permanen Museum
Indonesia memamerkan koleksi yang terbagi atas tiga
bagian yang masing-masing terletak di tiga lantai:

* Lantai Pertama

Ruang pamer lantai pertama bertema Bhinneka Tunggal Ika
(Berbeda-beda tapi satu jua). Bagian ini menampilkan
pakaian tradisional dan pakaian pernikahan dari 27
provinsi di Indonesia (jumlah provinsi Indonesia
tahun 1975 sampai 2000).

Ruang pamer ini juga menampilkan berbagai kesenian khas
Indonesia, seperti beraneka ragam tari, wayang, dan
gamelan, serta lukisan kaca bergambar peta Indonesia.

Pameran ini menampilkan kekayaan dan keanekaragaman
budaya masyarakat Indonesia, yang terdiri atas berbagai
bahasa, tradisi, agama, budaya, dan adat istiadat
masyarakat Indonesia.


* Lantai Kedua

Manusia dan Lingkungan adalah tema dari ruang pamer di
lantai kedua. Bertujuan untuk menjelaskan mengenai
interaksi masyarakat Indonesia dengan alam dan
lingkungannya. Dipamerkan berbagai rumah miniatur
rumah tradisional, bangunan peribadatan, lumbung padi,
dan tata letak bangunan dan ruang tinggal masyarakat
Indonesia. Sebagai contoh, rumah panggung, rumah yang
didirikan di atas pohon atau di atas sungai, serta
bebagai bangunan tradisional lainnya.

Diorama dari bagian rumah tradisional Indonesia juga
dipamerkan, seperti kamar pengantin adat Palembang,
ruang tengah masyarakat Jawa, serta dapur masyarakat
Batak. Dipamerkan pula berbagai benda keperluan sehari-
hari untuk berburu, mengumpulkan makanan, dan alat-
alat pertanian. Beberapa diorama menampilkan upacara
adat menyangkut daur hidup manusia, seperti upacara
Mitoni (nujuh bulanan), Turun Tanah (upacara untuk
bayi), Khitanan, Mapedes (upacara potong gigi
masyarakat Bali), upacara pelantikan Datuk, dan P
elaminan Minangkabau.


* Lantai Ketiga

Seni dan Kriya adalah tema ruang pamer lantai ketiga.
Ruangan ini menampilkan seni dan kerajinan tradisional
dan kontemporer masyarakat Indonesia. Kerajinan kain
tradisional seperti Songket, Tenun, dan Batik
dipamerkan, demikian juga benda-benda kerajinan dari
logam seperti ukiran tembaga dan kuningan.

Seni ukir kayu yang sangat teliti dan rumit juga
ditampilkan, seperti seni ukir Jepara (Jawa tengah),
Bali, Toraja, dan Asmat. Benda seni utama di lantai
ketiga adalah ukiran kayu yang sangat besar berbentuk
Kalpataru, pohon hayat. Ukiran pohon setinggi delapan
meter dan lebar empat meter ini melambangkan alam
semesta dan mengandung lima unsur dasar; langit, air,
angin, bumi, dan api. Benda seni utama ini menutup
pameran di museum ini.

* Pagelaran Lainnya

Terkadang museum ini menggelar pameran tidak tetap
atau sementara dengan tema tertentu, seperti pameran
topeng, kain tradisional, senjata tradisional, lukisan,
serta peragaan pembuatan seni kerajinan tradisional;
seperti demonstrasi pembuatan membatik, dan menatah
wayang kulit.

Selain bangunan utama, di dalam kompleks Museum
Indonesia terdapat taman Bali, Bale Panjang, Bale
Bundar, dan bangunan Soko Tujuh building yang dapat
disewakan untuk berbagai keperluan umum.

Museum Indonesia adalah museum yang populer dikunjungi
oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, baik pelajar,
mahasiswa, umum, bahkan tamu negara. Kebanyakan
pengunjung bertujuan untuk menangkap kilasan pesona
kekayaan dan keanekaragaman budaya Indonesia dalam
kunjungannya, sebagai "satu perhentian untuk belajar
mengenai Indonesia".

* Galeri Museum Indonesia
















_____________

Penutup
_____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan jika ada diantara Cle'an yang sekarang ini sedang
belajar atau sedang menggeluti dunia ke-arsitekan, maka
ketahui-lah kawan, bahwa disamping menguasai dunia ke-
arsitekan anda juga harus menguasai masalah sosial
khususnya untuk bagunan yang dibuat untuk kepentingan
sosial, untuk kepentingan orang banyak.

Arsitek Bagunan Museum Indonesia adalah Orang Bali yang
sesungguhnya bukan seorang arsitek yang berasal dari
Pendikan Formal.

Beliau memang Ahli untuk membangun bagunan yang bergaya
Bali, tapi keahlian ini ternyata tidak memuaskan untuk
seluruh suku yang ada di Indonesia, tapi mungkin
memuaskan untuk suku Bali.

Belajar dari Ke-Arsitekan RK yang sekarang ini menjadi
Walikota Bandung mungkin cukup baik, jika kita mengacu
pada keberadaan Museum Tsunami Aceh.

Museum Tsunami itu sungguh memenuhi unsur Etika, Estetika,
dan perasaan keadilan Masyarakat Aceh. Padahal kita
tahu, museum tersebut lebih dekat pada "Duka" dari pada
"Suka". Dan kita tahu, duka itu lebih sensitif daripada
suka.
.
Para kawan sekalian...!

Sungguh Luar Biasa itu Museum Tsunami Aceh

...dan...

Sungguh membigungkan itu Museum Indonesia yang ada di
Taman Mini Indonesia Indah. Ada kesalahan Tenis. Dan
Kesalahan Teknis ini sepertinya susah untuk diperbaiki
karena kita semua takut akan melakukan kesalahan teknis
lainnya.

Selamat malam...!









______________________________________________________________
Cat :
Museum Indonesia TMII Segmen.2 - TVPlus! 25UHF - YouTube

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar