Selasa, 06 Desember 2016

Tari Motcak Angkola / Mandailing dan Sejarahnya


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Tari Motcak Angkola / Mandailing
dan Sejarahnya)
_______________________________________________________














___________________

Kata Pengantar
___________________

Tak pala susah memahami postingan ini para kawan sekalian,
dengan urutan pemahaman :


1. Pada masa lamapu si Raja Lottung sebagai penurun 7
   generasi besar di tanah Batak untuk kemudian kita
   sebut sebagai penurun 7 Marga bear (Seperti batang
   besar) dengan macam cabang-nya yang juga bagian dari
   batangnya atau marga, berantam atau duel atau adu
   kekuatan dengan Harimau atau Babiat.


2. Pada saat mereka beradu, ternyata si Raja Lottung
   kalah pada babiat tersebut, untuk kemudian Harimau
   itu dijadikannnya jadi guru beladirinya.

3. Bela diri ini kemudian diarkannnya pada anak-anaknya
   yang memang jumlahnya 7, untuk kemudian diajarkan
   anak-anaknya ini pula pada generasi berikutnya

4. Di masa generasi masyarakat batak masih berbentuk
   kerajaan, macam alat bedari tersebut-pun mereka
   pakai untuk membela kerajaannnya masing-masing.

5. Habis masa menggunaan motcak di masa kerajaan,
   masuk pula masa penjajahan Belanda, yang mana
   motcak juga digunakan orang batak sebagai alat
   beladirinya untuk melawan Belanda.

6. Habis masa Belanda, fungsi motcak sebagai alat bela
   diri mulai berkurang karena memang tidak ada lawan
   lagi pada masa itu, baik perang antara kerajaan
   ataupun perang antara marga di Tanah Batak.

7. Sadar akan hal ini, maka motcak-pun mulai beralih
   dari Seni Beladiri menjadi seni menghibur diri,
   atau menghibur orang lain.

8. Dan akhirnya menjadi Tari pengiring dalam berbagai
   macam acara budaya Batak Angkola mandailing di
   sekitar tahun 1960'an sampai sekarang

Dan berikut info lengkapnnnya yang bersumber pada
hasil penelitian Motcak di Tapanuli Selatan Tempoe
doeloe dan macam Animasi Tari Motcak.

Selamat menyimak...!

___________________________________________________________

Sekilas info tentang Sejarah Motcak Angkola mandailing
(Tapseljaman dulu) sebagai Seni Beladiri
___________________________________________________________










Para kawan sekalian...!

Jelas dan cukup Jelas, Motcat adalah seni bela dirinya orang
Batak yang diperkirakan ada sejak adanya Raja Lottung di Tanah
Batak.

Hal ini menjadi logis, karena sejarah batak memang mencatat
Raja Lottung sangat berhubungan erat dengan harimau atau
babiat.

Waktupun terus berlalu, hingga masyarakat Batak-pun menjadi
lebih banyak jumlahnya dan menjadi lebih banyak pula yang
tahu tentang motcak hasil turunan pelajaran dari Raja Lottung
tersebut.

Pada suatu situs, yang merupakan hasil penelitian pada
Motcak Tapanuli selatan dikatakan :

"Berdasarkan hasil Penelitian yang telah dilakukan dapat
diketahui bahwa Tari Moncak pada Masyarakat Tapanuli Selatan
merupakan kronologis dari sebuah pristiwa seseorang yang
bernama Siraja Lottung yang bertarung dengan babiat (harimau).

Sejauh ini, belum diketahui pasti pada abad berapa Moncak
ini mulai ada di Tapanuli Selatan, belum dapat ditemukan
catatan-catatan tentang awal mula kehadiran Moncak di
Tapanuli Selatan.

Akan tetapi para orang tua atau seniman tokoh masyarakat
Tapanuli Selatan mengatakan Moncak sudah ada sebelum Islam
masuk kedaerah Tapanuli Selatan yaitu pada abad ± 800 tahun".

Kawan sekalian,...!
kita masuk ke Jaman Belanda di Tanah Batak untuk lebih
melihat motcak sebagai seni beladiri.

Karena masyarakat batak suduh cukup banyak, maka dengan
sedndirinya pula lahan pertanian perkebunan-pun menjadi
lebih banyak, sehingga Belanda yang telah terlebih dahulu
menjajah Tanah Jawa meluaskan daerah jajahannnya ke Tanah
Batak.

Tidak suka dengan jajahan ini, maka masyarakat batak-pun
mencoba mengadakan perlawanan dengan seni beladiri yang
mereka punya, yaitu motcak.

Lewat link :
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=12&jd=Moncak+Batak+Telah+Punah%3F&dn=20090524224540
Kabar Indonesia mengatakan :


Pada zaman kolonial Belanda puluhan
tahun yang silam, menurut kisah, banyak orang Batak
yang berjuang melawan penjajah dengan tangan kosong.

Mereka melawan kompeni dengan keahlian beladiri
khas Batak yang disebut Moncak (baca: Mossak) Batak.

Menurut cerita para orangtua dan manuskrip Batak kuno
(laklak), para jagoan beladiri Batak tersebut konon
memiliki keahlian dan keistimewaan tersendiri, seperti
tidak mempan senjata tajam (sajam), bisa meloncat jauh,
berlari dengan kencang, bahkan kebal terhadap timah
panas dari bedil-bedil penjajah.

Ilmu dan jurus para ahli Moncak zaman dahulu bervariasi.
Ada Moncak jurus bodat (monkey), jurus alogo (wind),
jurus udan (rain), dan yang paling kesohor jurus
harimo (tiger).

Dan masih banyak lagi jurus Moncak Batak yang sangat
ditakuti oleh penjajah pada saat itu. Jurus-jurus
tersebut nampak dari gerakan-gerakan para Parmoncak
(pemain Moncak) pada saat unjuk kebolehan, atau ketika
bertarung melawan musuh.

Di samping itu, para ahli beladiri khas Batak itu
juga ceritanya mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Dengan ramuan-ramuan tradisional, semacam herbal atau
jamu-jamuan sekarang, mereka membantu sesama yang sakit,
atau menolong rekan-rekan seperjuangan mereka yang
terluka di medan laga.

Semakin tinggi ilmu atau jurus-jurus yang dimiliki
seorang Parmoncak, semakin banyak penyakit yang bisa
disembuhkan. Parmoncak yang sudah ahli itu disebut"











Para kawan sekalian...!

Dan perlawanan ini-pun seperti kita ketahui berakhir di
sekitar tahun 1945, 1946 atau 1947.

Karena Motcak sebagai Seni Beladiri, khsusnya untuk melawan
Belanda, maka motcak-pun sedikit-demi sedikit mulai mengalami
penurunan ke popleran.

Penurunan kepopuleran ini juga seiring dengan kesadaran
masyarakat untuk tidak lagi bersaing diantara macam kerajaan
atau macam marga yang ada di Tanah batak.

Dan keadaan ini sangat bersesuaian pula dengan program
Pemerintah RI yang mulai dengan gencarnnnya menggalakkan
persatuan dan kesatuan di Nusantara.

Hubungannnya dengan motcak...!

Maka motcak-pun pada masa ini yaitu disekitar di
tahun 1947 - 1960, mulai berkurang yang mempelajarinnnya
karena kesibukan masyarakat batak untuk membenahi
ekonominya yang telah porak poranda di bikin Belanda.











Lewat hasil penelitian pada, "Keberadaan Motcak di Tapanuli
Selatan tempoedoeloe atau Angkola Madina saat ini, dikatakan :

"Berdasarkan hasil Penelitian yang telah dilakukan dapat
diketahui bahwa Tari Moncak pada Masyarakat Tapanuli Selatan
merupakan kronologis dari sebuah pristiwa seseorang yang
bernama Siraja Lottung yang bertarung dengan babiat (harimau).

Sejauh ini, belum diketahui pasti pada abad berapa Moncak
ini mulai ada di Tapanuli Selatan, belum dapat ditemukan
catatan-catatan tentang awal mula kehadiran Moncak di
Tapanuli Selatan.

Akan tetapi para orang tua atau seniman tokoh masyarakat
Tapanuli Selatan mengatakan Moncak sudah ada sebelum Islam
masuk kedaerah Tapanuli Selatan yaitu pada abad ± 800 tahun.

Dan pada ± 1960 tahun samapai dengan ±1980 tahun Moncak
dihadirkan sebagai sarana hiburan dan diperkenalkan kepada
masyarakat Tapanuli Selatan.

Sumber :
http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/4669
__________________________________________________________

Sekilas info tentang Motcak Sebagai Tari di Angkola 
dan Mandailing (Tapsel doeloe)
__________________________________________________________














* Pengertian

Tari Motcak Angkola / mandailing adalah Tari Peralihan dari
Motcak sebagai Seni Bela diri Tanah Batak untuk kemudian
menjadi Tari pengiring dalam berbagai acara budaya atau
adat di Angkola Mandailing.

* Gerakan Tari

Gerakan tari dengan sendirinya diambil dari macam gerakan
motcak tersebut untuk kemudian di seuaikan dengan gerakan
pada saat melaksanakan pengiringan.

* Posisi Penari










Posisi penari ada di depan orang yang diiringi, sehinnga
beliapun dapat dilihat langsung oleh orang yang di iring.

* Fungsi Tari 

Fungsi utama tari ini sebenarnnnya untuk melndungi orang
yang diiring dalam acara tersebut. Karena itu tati ini-pun
tidak lepas dari gerakan Motcak yang sesungguhnya.

* Jumlah Penari










Umumnya jumlah penari terdiri dari dua orang, yang sekali-
sekali memperagakan gerakan motcak tersebut dalam bentuk
saling menyerang.

* Pakaian Penari

Umumnya menggunakan pakaian kuning dan Hitam dengan tetap
memperboleh pakaian lainnya sesuai dengan jenis, fungsi
dan tujuan acara budayanya.

* Musik Pengiring










Karena umumnya tari pake musik, maka demikian pula halnya
dengan Tari Motcak Angkola mandailing. Seperangkat Gondang
Angkola atau seperangkat Gondang 9 akan mengiringinya
dengan dominasi pada ketukan gondangnnya.

____________

Penutup
____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!





















______________________________________________________________
Cat :
adat mandailing rokan hulu pencak silat - YouTube
Adat Istiadat Pertabalan Raja Mandailing Continued of PART 1
Video moncak pabuat boru - YouTube






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar