Senin, 05 Desember 2016

Pakkobar Angkola / Mandailing dan Sepak Terjang-nya


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Pakkhobar dan Makkhobar dan
Hata Khobar dalam Budaya Batak Angkola Sekitarnya)
_________________________________________________________











_________________

Kata Pengantar
_________________

Para kawan sekalian...!

Ada banyak yang seru dari Tanah Batak Angkola / mandaling
dan sekitarnya dalam pelaksanaan macam kegiatan acara
budaya atau adat Batak.

Salah satu yang seru itu adalah "Makkobar". yang secara
umum, semua orang Batak bisa melakukannnya, tapi
kenyataannnya, hanya orang-orang tertentu yang dapat
melakukannnya, khsusnya untuk acara-acara yang mengatas
namakan "Utusan".

Yah seperti halnya Utusan dari Angkatan Darat, Utusan
dari Angktan laut dan Utusan dari Angkatan Udara dalam
menyelesaikan suatu persoalan kemiliteran.

Mereka semua akan mengutus orang-orang terhebat dari
kesatuannnya, orang-orang terpintar dan orang-orang
terjago dalam komunikasi, guna memenangkan suatu argumen
atau guna mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Begitu-pun Pakkobar itu, dia dapat menjadi utusan dari
Mora, Kahanggi atau Anak Boru, sebagai perbandingan
dengan utusan AD, AU, dan AL.

Jika yang demikianya halnya, maka jelas "Pakkobar adalah
pelaksana utama dari macam acara Budaya atau Adat Batak.

Lantas...!

Lantas apa...?

"Lantas macam mana, Sepak Terjang Para Pakkobar ini dalam
macam Aacara Budaya dan Adat tersebut...?"

Aku pula yang kau tanya, mana-la aku tau-tau semua itu,
tanya saja langsung sama pakkobarnnnya...!

Kalau kau ngak tau...!
Sampaikan aja-la dulu sebatas yang engkau tau-tau.

Oke, kalau begitu...!

"ini-lah info seputar Sepak Terjang pakkobar Angkola /
mandialing sekitarnya".

Geser dikit...!

...dan...

Selamat menyimak...!

_________________________________________________________

Sekilas info tentang Makkobar Dalam Budaya
Batak Angkola Sekitarnya
_________________________________________________________










* Pengertian

Hata Bakkobar adalah pernyataan-pernyataan atau ungkapan-
ungkapan yang disampikan oleh seseorang kepada orang
lainnnya dalam suatu acara Adat Resmi di Tanah Batak
Angkola sekitarnya

...atau...

Hata Makobar adalah komunikasi dua arah dari seorang
komunikator pada komunikannnya dalam usahannnya
menyampaikan isi pernyataannnya, sehingga motif
komunikasinya tercapai atau terpenuhi

* Varisasi Penyampaian

Karena adat batak itu, berlandaskan pada 3 unsur pokok
dalam kehidupan masyarakatnnnya, maka variasi
penyampaiaannnya berdasar istilah Mora kahanggi Anak Boru,
sebagai (3 Unsur Pokok) berikut :

- Komunikasi dari Kahanggi ke Mora atau sebaliknya
- Komunikasi dari Kahanggi ke Anak Boru atau sebaliknya
- Komunikasi dari mora ke Anak Boru atau sebaliknya

* Alat Ukur keseriusan pembicaraan

Dalam Budaya Batak Angkola, jika sesuatu dikatakan sudah
disampaikan dengan cara "Makkobar". Maka dapat dipastikan
yang disampaikan tersebut telah postif atau telah pasti.

* Khobar sebagai Keputusan ala Militer









Kekuatan pernyataan atau perintah dalam Makkobar ini hampir
sama kuatnnnya dengan "Keputusan Militer". Karena itu
konsekuensi-konsikuensi yang harus diterima dalam bakkobar
pun cukup banyak dan Cukup Berisiko jika tidak hati-hati
dalam menyampikan atau menerima khobar.

* Gelanggang Adu Argumen

Secara umum, tempat makkobar di tanah batak itu disebut
Galanggang. Karena sifatnya seperti Galanggang, maka
makkobar dalam budaya Batak Angkola-pun seperti suatu
pertandingan adu argument diantara pihak pembicara.

* Ruang Kuasa Raja-Raja Adat Batak

Dapat dikatakan, makkobar ini sangat dikuasai oleh raja-
raja adat tanah batak. Yaitu mereka-mereka yang sering
menjadi utusan dalam macam acara adat di tanah batak.

* Menguasai Ilmu Budaya Dasar Tanah Batak Angkola

Jelas dan cukup jelas, bahwa salah satu syarat untuk
dapat menjadi Pakkobar di Tanah batak adalah penguasannnya
terhadap, Ilmu Budaya Dasar Tanah Batak Angkola.

Karena Ilmu Budaya Dasar ini sendiri, pelajarannnya
cukup banyak, maka pakkobar di Angkola dapat dikatakan
tidak ada yang timbul dengan sendirinya.

* Telah Melaksanakan Sendiri Acara Adat

Misalnya, pakkobar Horja di Tanah Batak Angkola tidak
akan bisa menjadi Pakkobar horja bagi orang lain, jika
dia sendiri belum melaksanakan horjanya.

* Jago-jago Pantun dan Pribahasa atu Umpasa

Umumnya Pakkobar di Tanah Batak Angkola adalah orang-
orang yang jago atau menguasai macam pantun atau pribahasa
yang berhubungan dengan yang mau dihobarkannnya.

* Merokok

Memang sudah merupakan bagian khas dari makkobar tersebut.
Hampir tak ada tuan rumah yang tak mau menyediakan rokok
pada para pakkobar.

Dan dari hasil pengamatan penulis, "Justru rokok inilah
bagi sebagian besar yang jadi pemacu mereka dalam makkobar.

Dan sepertinya, dari cara mangalsik pakkobar pada sigaretnya
tergambar kepuasannnya dalam acara tersebut. Yang merasa
puas dengan hobarnnnya akan mangalsik dengan santai. Yang
tidak puas akan sedikit tegang dan sangat cepat-cepat
cara mangalsiknya. Begitupun gambaran kesipannya, akan
sangat terketahui dari caranya mangalsik. Kayaknya...!

* Kode Kopi sebagai Ruang latihan makkobar

Raja-Raja Adat Tanah batak Angkola tidak punya ruang
latihan khusus dalam Makkobar. Mereka dapat berlatih
di rumahnya sendiri dan cukup banyak pula yang melacar
kannya di Lopo-lopo kopi tanah batak Angkola.

* Hata Nakkinani

Hampir semua pakkobar Angkola / mandaling menggunakan
kata "nakkinani" dalam setiap hobarnnnya. Dan terhadap
hal ini cukup banyak pendengar yang tak terlibat dalam
makkobar tersebut merasa keberata.

Padahal...dan...pdahal, "Tidak ada yang perlu di
keberatkan". Karena itu adalah teknik dalam makkobar
guna mendapatkan ispirasi tentang hata berikutnya yang
mau di hobarkan.

Artinya, ketika si pakkobar berkata nakinani, maka dia
menyuruh pendengarnya berpikir kebelakang atau mengingat
kebelakang tentang yang disampaikan.

Ketika pendengarnya berpikir kebelakang, maka si pakkobar
tersebur berpikir ke depan, sehingga dia dapat menyambung
perkataannnya dengan tenang dan santai.

Dan istilah ini sebanarnnnya dapat menjadi alat ukur
seorang pakkobar sudah ahli atau belum. Artinya semakin
banyak seorang pakkobar mengunakan istilah nakinani,
semakin ketahuan dia belum ahli betul.

Dan ini-lah sebabnya, mengapa orang yang tidak terlalu
bisa berbicara di Angkola disebut orang "si Nakkinani".
Karena semua ucapannnya pake nakkinani. Kelamaan
berpikir maksudnya.


* Faktor Keturunan

Cukup besar pengaruh faktor keturunan pada kemampuan
seseorang dalam makkobar di Tanah batak Angkola, dengan
tetap tidak menutup kemungkinan siapa saja-pun boleh atau
bisa, jika mau mempelajarinya.


* Sama Hak dalam Suatu Kahanggi

Karena semua orang di Tanah batak punya kahanggi, maka
semua orang-pun sama Hak untuk dapat menjadi pakkobar
di lingkungan kekerabatannnya (Dinamarkahanggi).

* Makkobar sebagai gambaran Perang

Jika dilihat dari penerapannnya, maka makkobar itu hampir
sama dengan berperang. Jika dalam perang menggunakan senjata
sebagai alat beladirinya, maka dalam makkobar menggunakan
Ilmu atau pengetahuannya dalam membela dirinya atau
kelompoknya.

* Makobar = Hepeng = Ladang hepeng / Hemat Hepeng

Makobar tanah Batak Angkola juga dapat dikatakan sama dengan
Hepeng. Maksudnya, sesorang yang punya kemampuan makkobar
dapat membuat belanja pengeluaran orang lain lebih banyak
dari yang seharusnya.

Atau sebaliknya...!

Dapat membaut dirinya atau kelompoknya lebih hemat dalam
mengeluarkan anggaran dalam suatu pesta. Letleti doi.

Karena itu...!

Acara Makkobar di Tanah Batak bisa juga menjadi ladang
penghasilan tambahan bagi seseorang yang jago makkobar
di Tanah batak. Dan itu sesuatu yang wajar, karena
makkobar juga suatu keahlian yang perlu dipelajari,
meskipun tidak ada pendidkan formalnnya.

* Pakkobar Yang Mate-mate di Dalan










Karena pakkobar umumnya mengenal atau berkoum dengan
orang-orang yang mau diurusnya, maka tak jarang pula
terjadi sebaliknya.

Maksud penulis...!

Justru pakkobar itu yang rugi. Hepengnya akan dikeluar
kannnya demi terlaksanannnya suatu acara. Karena
pakkobar juga umumnya menyadari, "Lancar tidaknya
suatu acara akan sangat dipengaruhi kesiapan mereka".

Jadi, mau tidak mau mereka juga cukup sering menjadi
korban dalam suatu acara adat. Korban Hepeng, korban
waktu dan korban perasaan. Luar biasa...!

Kenapa begitu...!

Karena cukup banyak juga pakkobar itu lebih punya
dari yang diurusnya. Jadi mau tidak mau dia-lah
yang berkorban.


* Korban-Korban Para Pakkobar

Dapat dikatakan, tapi mungkin tak boleh dikatakan. Tapi kalau
tidak dikatakan tak tahu pula orang lain, maka yang tak
dapat dikatakan-pun menjadi dikatakan.

Perkatannnya adalah, "Para korban Pakkobar Tanah batak ini
adalah para perantau yang pulang kampung untuk melaksanakan
acara adat.

Mereka cukup banyak yang jadi bulan-bulanan pakkobar karena
keahlian mereka dalam memutar perkataan. Sementara perantau
itu sendiri banyak yang tak tahu prosedur adat.

Mereka para perantau ini umumnya hanya bisa berucap,
"Mangihut ma songoni" atau berkata, "Bagi nabiama so pade".

Sama artinya dengan, saya mengikuti sajalah atau bagaimana
baiknya-lah. Dan jika perkataan seperti ini keluar dari
para perantau, maka dia-pun akan mencoba mengatur strategi
dengan prinsif, "Sattappul dua lancim".

Maksudnya, "Acara dari para perantau tersebut tetap ter
laksana, tetapi dia juga dapat bagian".

Karena itu pula, tak heran jika "Biaya pengeluaran suatu
acara pesta dari orang yang merantau terkadang lebih
besar dari biaya pesta, jika yang melaksanakan orang
kampung itu sendiri.

Dan terhadap hal ini umumnya para perantau itu pasrah,
tapi dibelakang layar mereka komentar. banyak yang merasa
keberatan, tapi tak tahu dia cara menyampaikan keberatannya
tadi.

Degan kata lain banyak para perantau ini mensyukuri acara
adatnya dapat dilaksnakan di kampung halamannnya, tapi dia
mensykurinya dengan cara mungut-ungut.

Ungut-ungut ini biasanya akan disembuhkan kaum kerabatnnya
yang tinggal di kampung dengan perkataan, "Memang songoni
do dison" katanya. Padahal memang songoni.

Maksudnya, "Para perantau yang polit itu, memang harus di
akal-akali, agar uangnnnya keluar. Bila perlu dianggap
dia orang luar yang tahu apa-apa tentang huta.

Kerabat lainnnya bisa juga berkata, "yang penting mura
rasoki, hepeng nai jalahando" katanya pula untuk meredam
hati yang marungut-ungut karena biaya pesta ini.

* Juguk Markuliang

Ini dia salah satu ciri khas dari makkobar itu. Mereka
semua harus duduk secara melingkar, sehingga satu
sama lainnnya saling melihat dan memberi kesan
sederajat dalam menyelesaikan suatu persoalan.

Mereka duduk biasanya diatas tikar yang dalam bahasa
batak disebut lage.


* Hata-Hata Khobar dan Hapalannya








Tentunya hata-hata khobar dalam Budaya batak Angkola
bukan sesuatu yang perlu di hapal. Dan dari hasil
pengalaman penulis, hata khobar yang dihapal akan
jauh lebih sulit menyampaikannnya dari pada tidak
dihapal.

Dan ini salah satu kelebihan khobar dalam Ilmu yang
disebut sebagai Ilmu Komunikasi.

* Hobar sebagai bagian dari Cabang Ilmu Komunikasi

Seperti kita ketahui, cabang cabang dari Ilmu Komunikasi
itu antara lain Ilmu Retorika, Ilmu Propaganda, Ilmu
Psyword, dll.

Menurut hemat penulis Hobar Batak itu stingkat dengan
Ilmu Retorika dan Ilmu ropaganda dan Ilmu Psyword.

Hanya sanya, hobar ini, hanya ada di tanah batak.
Tanah yang lingkupnya kecil jika dibandingkan dengan
lingkup dunia.

Sehingga wajar tidak terlalu diketahui orang dan tidak
pula, mungkin ada ide yang mencoba membuat hobar ini
sebagaiIlmu.

Karena itu pula...!

Jika ada diantara Anda yang Kuliah dibidang Komunikasi
dengan pengambilan Fakultas, fakultas Komunikasi, maka
cobalah membuktikan bahwa "Hobar batak ini pantas di
katakan sebagai suatu Ilmu Komunikasi".

Menurut hemat penulis, unsur-unsur khobar atau segala
sesuatu yang menjadi bahan pembuktian, untuk dapat
dikatakan sesuatu itu jadi ilmu, ada dalam khobar.

Maksud saya, "Posisi hobar Batak sampai saat ini baru
hanya sebatas pengetahuan, belum menjadi Ilmu
Pengetahuan.

Bedanya Pengetahuan dengan Ilmu, "Semua Ilmu sudah
pasti jadi Pengetahuan, sedangkan Pengetahuan belum
tentu Ilmu.

Dan inilah sebabnya, mengapa Ilmu dapat mengeluarkan
Teori, sedangkan pengetahuan tidak dapat.

Pengetahuan itu hanya dapat mengeluarkan Hipotesis.
Dan hipotesis itu sendiri masih berlu di uji kebenarannya
sebelum dapat dikatakan sebagai suatu Ilmu.

Semoga ini menjadi tantangan pengujian bagi para
mahasiswa/i Fakultas Komunikasi Tanah Batak Angkola
untuk masa mendatang. Sekian...!

* Efek Komunikasi dalam Makkobar









1. Menangis

Menagis adalah efek yang paling sering terjadi dalam
makkobar di Adat batak Angkola / mandailing.

Dan tangisan dalam makkobar umumnya berbeda dengan
tangisan biasa. Tangisan ini tak bisa dikeluarkan
lewat suara, karena banyak orang. Sementara kalau
di tahan, air mata akan lebih banyak ke luar. Dan
tak jarang pula, air mata ini mengundang tetangganya
untuk ikut keluar, yaitu air hidung.

Karena itu tak heran, jika orang sudah sampai menagis
dalam hobar, maka dia tidak lagi tertarik pada apa
yang dikatakan pakkobar, tapi justru dia sibuk
mengurus air matanya yang setiap saat keluar.

Dan jika hal seperti ini terjadi maka banyak pakkobar
itu senyum-senyum, "Ma hona ho" katanya dalam hati,
karena memang yang dihobarkannya kesalahan orang
yang menanis tadi.

2. Tertawa

Efek ini juga bisa terjadi, meski agak jarang. Karena
umumnya masalah yang dihobarkan adalah sesuatu yang
serius.

3. Mattak makobar

Bisa juga terjadi, ketika kesepakatan tak ditemukan.
Tapi biasanya akan bersambung. Nyaris semua yang di
hobarkan dalam adat batak itu diselesaikan sampai
tuntas. Karena makkobar sampai tuntas memang sudah
merupakan prinsif para pakkobar.


_____________

Penutup
_____________










Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Bagaimana, "Anda ingin jadi pakobar Tanah Batak atau mau'
ingin jadi Oppu ni Kotuk, seorang yang ahli dibidang Adat
Batak Angkola...?

Yah terserah anda....!

Dan jika mau, maka belajar-lah. Sekarang ini halak hita
sian Angkola-an umumnya sudah mulai tarbuka di bidang
berbagi informasi.

Macam hal ataupun aspek yang berhubungan dengan Budaya dan
adat batak telah ada di internet ini mereka suguhkan.
Bahkan videonya juga lengkap.

"Dimana ada kemauan, disitu ada jalan"

...dan...

Selamat malam...!

Oya...!

Ini salah satu contoh, bagaimana Makkobar dalam Adat
Angkola / mandaling dilaksanakan.

Perhatikan bagimana cara merangkai katanya, juga cara
memasukkkan macam pribahasa pada saat yang pas.









_______________________________________________________________
Cat :
Adat Istiadat Pertabalan Raja Mandailing Continued of PART 1
Adat Istiadat Pertabalan Raja Mandailing PART 1




.













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar