Tuesday, February 14, 2012

"DALIHAN NATOLU JOJAK DI BONDUL NA OPAT"

#SELAMAT PAGI BAYO DAN BORU REGAR SEDUNIA#
 (Untuk Tambahan Pengetahuan Adat Budaya Tapsel) ____________________________________________
Para bayo dan boru Regar Sedunia...! secara umum tentunya kita sudah paham pada istilah nalihan natolu yaitu kahanggi, mora dan anak boru. Untuk keharmonisannya kita pula mengenal istilah :

1. Manat/jamot markahanggi
2. Elek marboru
3. Hormat Marmora
_________________________
Deskripsi Dalihan Natolu
_________________________
- Dalihan na tolu secara umum kita mengartikan tiga tungku yang terbuat dari tiga batu dengan susunan abstraksinya segi tiga.

- Dalihan ini bisa dipasang langsung diatas tanah / diluar rumah/dapur.

 - Jika mau dipasang di dapur/dalam rumah pada masa lampau harus terlebih dahulu dikasih besi sebagai tempat tanah yang kemudian digunakan untuk menancapkan ketiga batu tersebut

 - Penggunaan besi ini sebagai landasan tanah sangat diperlukan , karena pada masa lampau dapur rumah umumnya di tapsel pakai lantai. Itulah dulu para BBR sedunia, sebelum masuk pada info penting tulisan ini. ___________________________________________

Deskripsi Dan Arti Konotatif Bondul Na Opat ___________________________________________
Bayo Regar berikut deskripsinya:
- Pada umumnya juga, orang dahulu itu menempatkan empat tiang diluar dalihan natolu/tataring yang kemudian dirang kai rapi untuk selanjut nya dikasih landasan sebagai tempat barang-barang tertentu yang berhubungan dengan tataring tersebut. Boru Regar, berikut arti konotatifnya :

- Tiang penyangga pada dalihan natolu/tataring inilah yang disebut "Bondul na Opat" itu. - Didalam kehidupan bermasyarakat, bondul ini samalah dengan apa yang disebut "Hatobangon ni Huta" dalam istilah budaya atau para "ustat" dalam budaya islami.

 - Adapun tugas keduanya "Marap tabotobe/sudah sama kita ketahui yaitu penasehat/pembimbing/pemberi pendapat atau opinion leader bahasa sikolana.

- Para pembimbing ini (Hatobangon-Ustat) tidaklah melihat dari sisi kahanggi, anak boru atau mora lagi, tapi rata semuanya dalam pemahaman "Rap namarkoum sisolkot do". _____________
Kesimpulan
_____________
Para bayo dan boru Regr sedunia...! jadi yang dimaksud dengan Dalihan natolu jojak di bondul na opat dalam budaya tapsel adalah Kahanggi, Anak Boru, dan mora sebagai dalihan natoluna, hatobangon atapun ustat sebagai jojak ni bondulna. Mantap bukan ?

Hahahaha... Para kahanggi ataupun ito, berdasarkan semua uraian di atas, saya berpikir memang hebatlah halak hita itu dalam menyusun aturan adat. Dan bukan tidak mungkin, ini pula salah satu landasan yang kuat mengapa sampai sekarang halak hitai tetap hidup rukun damai di hitaan.

Meskipun begitu, saya juga kadang berpikir, seberapa kuatkah tatanan adat ini mampu bertahan dalam mengharmoniskan kehidupan bermasyarakat di Tapsel. Sementara informasi via internet, moder nisasi, inovasi datang bertubi-tubi menghantam tatanan adat ini.

Semoga kita semua menyadarinya, hingga sikap kitapun atau perbuatan kitapun tetap mendukung agar tatanan hidup ini terjaga dengan baik.

Kakakakak....kkk...bayo dan boru regar sedu nia. Kalau bukan kita siapa lagi. Anggo naso hitado, ise dope. Selamat pagi dan selamat beraktivitas. Full maaf jika ada yang kurang berkenan. Enter...!(rfs)
_________________________________________________________________
Khairul Adi Putra Siregar, Ramtani Ritonga, Bob Moiz Siregar, Erianto Siregar dan 4 lainnya menyukai ini.

No comments:

Post a Comment