Selasa, 18 Juni 2013

Ratna Sarumpaet dan Taruli Artha Pangaribuan (Uli Artha)

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak otobigrafi Ratna Sarumpaet dan Uli Artha Pangaribuan
dalam hubungannya dengan Kartini-kartini Tanah Batak)
________________________________________________________









Para kawan...!

Alasan pertama saya memposting tulisan ini adalah untuk pengembangan
tulisan sebelumnya dengan judul "Kartini-Kartini Tanah Batak ". Pada
tulisan tersebut penulis hanya memberitahu secara umum bahwa kartini-karti
ni tanah batakitu telah mencapai emansivasi (Tanpa meberitahu siapa kartininya).
lewat postingan ini, penulis akan memberitahunya hinga tulisan
tersebut lebih operasional.

Ratna Sarumpaet dan Uli Artha bisa jadi hanya sebagian dari kartini-
kartini batak itu yang telah mencapai emansivasi. Tapi kesamaan bidang
mereka (berhubungan dengan dunia film / theather / aktris) menjadi
alasan penulis lainnya memposting tulisan ini.

Keduanya jelas merupakan boru halak hita dan keduanya juga adalah
muallaf. Begitupun "Muallaf" tidak menjadi bahasan, tapi mencari
keterangan  bahwa mereka adalah muallaf mungkin penting.

Alasan lainnya, "Innalillahiwainnailahirojiun" Telah berpulang
ke Rahmatulloh Uli Artha Pasaribu pada hari Minggu, 16 Juni 2013.
Semoga Almarhumah di tempatkan Allah Swt di tempat yang
di ridhoiNya.

Demikian alasan-alasannya para kawan dan pada penutup tulisan
penulis akan memberi pendapat tentang Harga "Emansivasi Bagi
Kartini-kartini tanah Batak"

Selamat menyimak...!
_________________________

Sekilas Ratna Sarumpaet
_________________________

http://id.wikipedia.org/wiki/Ratna_Sarumpaet
adalah alamat dari info tulisan sekitar Ratna Sarumpaet :

* Hal Tanggal lahir dan keluarga

Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet (lahir di Tarutung, Tapanuli
Utara, 16 Juli 1949; umur 63 tahun) adalah
seniman Indonesia yang banyak mengeluti
dunia panggung teater, selain sebagai aktivis
organisasi sosial dengan mendirikan Ratna
Sarumpaet Crisis Centre. Ratna terkenal
dengan pementasan monolog Marsinah
Menggugat, yang banyak dicekal
di sejumlah daerah pada era administrasi
Orde baru.

Ratna Sarumpaet dibesarkan di
keluarga Batak Kristen yang aktif
dalam politik. Dia adalah anak ke
lima dari 9 bersaudara - 7
perempuan dan 2 laki-laki. Dia menjadi Islam setelah menikah
dengan seorang pengusaha Arab-Indonesia, Achmad Fahmy Alhady.
Dari pernikahannya dia melahirkan 4 anak, Mohammad Iqbal Alhady,
Fathom Saulina, Ibrahim Alhady dan Atiqah Hasiholan serta
dikaruniai 5 cucu laki-laki dari dua anaknya yang sudah menikah.

* Hal Kuliah

Sempat menempuh kuliah di Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas
Hukum UKI, Ratna memilih kesenian sebagai alat perjuangannya.
Keberpihakannya pada orang-orang kecil dan marginal menjadi
tema setiap karya yang dilahirkannya yang mengupas secara
terbuka masalah-masalah kemanusiaan, kebenaran dan keadilan
serta mempertanyakannya secara frontal ke hadapan pemerintah.

* Hal Penyusunan Naskah Drama

Dalam lima belas tahun terakhir, di tengah kesibukannya sebagai
aktivis HAM dan kemanusiaan, Ratna telah menghasilkan sembilan
naskah drama, yang membuatnya dikenal dalam bidangnya. Seluruh
naskah itu ditulis untuk memprotes adanay tindak ketidakadilan
dalam pemerintahan yang cenderung menindas kaum kecil dan
kelompok minoritas. Semua naskah diatas disutradarainya sendiri
dan diproduksi / dipentaskan kelompok drama Satu Merah Panggung,
yang didirikannya 1974.

* Hal Hubungan dengan kasus Marsinah

Di era 90-an Ratna dikenal karena terlibat sebagai aktivis dalam
kasus Marsinah dan membela penderitaan rakyat Aceh yang terjebak
dalam perang antara TNI dan GAM. Hal ini menyebabkan timbulnya
masalah antara dia dengan administrasi Orde Baru kala itu. Pada
kampanye Pemilu 1997 menjelang jatuhnya administrasi Orde Baru,
ia bersama kelompok teaternya bergabung dengan kampanye Partai
Persatuan Pembangunan (PPP). Dia sempat dikurung ketat oleh
kepolisian di sepanjang jalan Warung Buncit, dimana Ratna dan
kawan-kawan mengusung sebuah keranda bertuliskan “DEMOKRASI”.
Karena hal ini Ratna dan kawan-kawannya sempat ditangkap dan
diinterogasi selama 24 jam.

Pada September 1997 Kepala Kepolisian RI menutup kasus pembunuhan
Marsinah dengan alasan bahwa DNA Marsinah dalam penyelidikan telah
terkontaminasi. Setelah penutupan kasus ini, Ratna menulis monolog
"Marsinah Menggugat" dan mengusungnya dalam sebuah tur ke sebelas
kota di Jawa dan Sumatera. Monolog ini dianggap sebagai karya
provokatif, di setiap kota yang mereka datangi, Ratna dan timnya
terus mendapat tekanan ketat dari pihak aparat pemerintahan kala
itu. Di Surabaya, Bandung dan Bandar Lampung, pertunjukan ini
bahkan dibubarkan secara represif oleh pasukan anti huru-hara.

Dengan tingginya kontroversi Marsinah Menggugat, Ratna berhasil
membuat kasus pembunuhan Marsinah mencuat. Sebaliknya, sejak itu
rumah Ratna di Kampung Melayu Kecil sekaligus menjadi sanggar
Satu Merah Panggung terus diawasi intel.

* Hal aktivitas di bidang penegakan demograsi dan HAM dalam
hubungannya dengan Soeharto

Lelah menjadi obyek intimidasi aparat, pada akhir 1997 Ratna
memutuskan melakukan perlawanan. Ia menghentikan sementara
kegiatannya sebagai seniman dan mengumpulkan 46 LSM dan
Organisasi-organisasi Pro Demokrasi di kediamannya, lalu
membentuk aliansi bernama Siaga. Sebagai organisasi pertama
(pertama???) yang secara terbuka menyerukan agar Suharto turun,
Siaga menjadi salah satu organisasi paling diincar oleh aparat.

Menjelang Sidang Umum MPR, Maret 1998, ketika pemerintah
mengeluarkan larangan berkumpul bagi lebih dari lima orang,
Ratna bersama Siaga justru menggelar sebuah Sidang Rakyat
“People Summit” di Ancol. Pertemuan ini kemudian dikepung
oleh aparat dan Ratna, tujuh kawannya dan putrinya (Fathom)
ditangkap dan ditahan dengan banyak tuduhan, salah satunya
makar. Sesaat setelah Ratna ditangkap, Edmund William, Atase
Politik Amerika di Indonesia waktu itu mengatakan dihadapan para
wartawan, "Perempuan ini memberikan nyawanya untuk perubahan.
Kualitas pemimpin yang dibutuhkan Indonesia kalau Indonesia
betul-betul mau berubah". Hal yang sama di saat yang sama juga
diucapkan Faisal Basri "Kita kehilangan seseorang yang mau
memasang badannya untuk demokrasi".
.............................................................

Awal Desember 1998, ARTE, sebuah stasiun televisi Perancis dan
Amnesty International mengabadikan perjalanan Ratna sebagai
pejuang HAM dalam sebuah film dokumenter (52 menit) berjudul
"The Last Prisoner of Soeharto". Pada peringatan 50 tahun Hari
HAM sedunia, film ini ditayangkan secara nasional di Perancis
dan Jerman. Pada saat yang sama, Ratna hadir di Paris di tengah
kongres para pejuang HAM yang berlangsung di sana. Di tengah
pertemuan bergengsi ini hati Ratna miris mendengar bagaimana
dunia mengecam Indonesia sebagai salah satu Negara pelanggar
HAM terburuk. Ia mendengar secara lebih lengkap berbagai
pelanggaran HAM yang dilakukan Orde Baru seperti di Timor Timur
dan Aceh.

Ia mendengar nama mantan presidennya dan nama sejumlah tokoh militer
RI disebut-sebut sebagai dalang berbagai pelanggaran HAM di Indonesia.
Namun ketika pada acara puncak, 10 Desember 1998, Ratna menyampaikan
pidato (di samping tokoh dunia lainnya seperti Dalai Lama dan Jose
Ramos Horta), tanpa maksud membela pelanggaran HAM yang dilakukan
Orde Baru, Ratna mengkritik keras negara-negara besar seperti AS,
Jerman dan Inggris. Sebagai pensuplai senjata, pendidikan tentara
dan peralatan perang, Ratna menuding mereka ikut bertanggungjawab
atas berbagai pelanggaran HAM di Indonesia.

* Hal Film "Jamila dan Sang Presiden"

...Tahun 2007 Ratna menyadur Pelacur & Sang Presiden ke dalam
sebuah skenario film. 2008 – 2009 dia memperjuangkan skenarionya
itu bisa diwujudkan dalam film layar lebar dan berhasil.
Dia menyutradarai sendiri film tersebut dan diberi judul
“Jamila dan Sang Presiden”. Jamila dan Sang Presiden berhasil
mendapat perhatian dunia di berbagai Festival. Bangkok
International Film Festival, Hongkong International Film Festival,
Asia Pacific Film Festival. Di Vesoul Asian International Film
Festival, Jamila dan Sang Presiden memperoleh dua penghargaan,
Youth Prize dan Public Prize. Di Asiatica Film Mediale Festival,
Roma, "Jamila dan Sang Presiden" berhasil memperoleh NETPAC Award,
dan pada 2010, film ini diterima oleh panitia Academy Award sebagai
film yang mewakili Indonesia, kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.

Berikut kutipan filmnya (Ekstrana bahasa hitana) :



* Hal video Aktivitas di acara TV 

Berikut salah satu video aktivitasnya :




* Hal Lainnya :

1. Suami dan anak

Padasitus "Artikel Saya" dengan alamat
http://fajar-aryanto.blogspot.com/2010/01/ratna-sarumpaet-aktivis-
perempuan.html  dikatakan :

Bercerai Karena Poligami. Keinginannya untuk membantu masyarakat
luas melalui dunia seni teater yang digelutinya mungkin sudah
tercapai saat ini sesuai dengan keinginan sang ayah. Namun,
kegagalan dalam berkeluarga yang dibinanya sejak tahun 1970
bersama pengusaha keturunan Arab, Achmad Fahmy Alhady harus
berujung dengan perceraian setelah membina usia pernikahan
15 tahun. “Saya tidak mau dipoligami, dan saya lebih memikirkan
nasib anak-anak,” kilah Ratna ketika ditanya alasan perceraiannya.
Pernikahannya tersebut telah menghadirkan empat anak, yakni
Mohammad Iqbal Alhady, Fathom Saulina, Ibrahim Alhady, dan
Atiqah Hasiholan. Ia juga telah dianugerahi lima cucu laki-laki
yang kini mewarnai kehidupannya di waktu senggang. “Apa yang saya
lakukan, selalu saya diskusikan dengan keluarga dan anak-anak
terlebih dahulu,” tutur Ratna. “Saya lebih baik mati karena
memperjuangkan sesuatu daripada harus mati berdiam diri,”
tegasnya. Fajar

2. Agama

Pada situs wikipedia memasukkan nama Ratna Sarumpaet kedalam
"Kategori tokoh yang masuk agama Islam". Sedangkan situs
"Artikel Saya" menyebutkan Ratna Sarumpaet telah menjadi
muallaf.".

"Dia menjadi Islam setelah menikah dengan seorang pengusaha
 Arab-Indonesia, Achmad Fahmy Alhady. Dari pernikahannya
dia melahirkan 4 anak, Mohammad Iqbal Alhady,
Fathom Saulina, Ibrahim Alhady dan Atiqah Hasiholan serta
dikaruniai 5 cucu laki-laki dari dua anaknya yang sudah menikah"
Tulis wikipedia.
__________________________________

Sekilas Taruli Artha (Uli Artha)
__________________________________

Para kawan berikut info sekitar "Uli Artha"
yang di kutif dari situs "Berita Terbaru" lewat alamat http://talliumelkom.com/biodata-artis-
senior-ully-artha-atau-ali-arta/

* Hal Lahir dan wafat :

Terlahir dengan nama Taruli Artha Sortiana
Pangaribuan akrab dipanggil Ully Artha,
(lahir 17 Oktober 1953 – meninggal di
Jakarta, 16 Juni 2013 pada umur 59 tahun)

* Hal Karir

Ully mengawali karier sebagai pemain drama di TVRI
pada dekade 1970-an,  Dengan gelar ‘Miss Teenager
Metropolitan’ (1970), kemudian dia di rekrut
oleh  produser Tati & Son untuk bermain dalam film
Tjisadane (1971).

* Hal Filmografi

Flamboyant (1972)
Pengantin Tiga Kali (1972)
Seribu Janji Kumenanti (1972)
Intan Perawan Kubu (1972)
Ayah (1973)
Ketemu Jodoh (1973)
Cinta Pertama (1973)
Neraka Perempuan (1974)
Sarah (1974)
Maria, Maria, Maria (1974)
Rahasia Gadis (1975)
Liku-Liku Panasnya Cinta (1976)
Kembang-Kembang Plastik (1977)
Direktris Muda (1977)
Bersemi di Akhir Badai (1978)
Pengemis dan Tukang Becak (1978)
Sopirku Sayang (1978)
Anna Maria (1979)
Kabut Sutra Ungu (1979)
Sang Guru (1981)
Dia Yang Tercinta (1984)
Dia Sang Penakluk (1984)
Kejarlah Daku Kau Kutangkap’ (1985)
Demam Tari (1985)
Di Dadaku Ada Cinta (1986)
Telaga Air Mata (1986)
Keluarga Markum (1986)
Siapa Menabur Benci Akan Menuai Bencana (1988)
Laura Si Tarzan (1989)
Tamu Tengah Malam (1989)
2 Dari 3 Laki-Laki (1989)
Kipas-Kipas Cari Angin (1989)
Turangga (1990)
Suamiku Sayang (1990)
Potret (1991)
Asmara (1992)
3 dalam 1 (1992)
40 Hari Bangkitnya Pocong (2008)
Jagad X Code (2009)
Bebek Belur (2010)

* Hal Sinetron

Buku Harian I-III (SCTV, 1994-1996)
Mody Juragan Kost (RCTI, 1995)
Harkat Wanita (RCTI, 1996)
Suami-Suami Takut Istri 1996)
Bunga Malam (RCTI, produksi MD Entertainment)
Keluarga Didi
Janjiku (RCTI, produksi Multivision Plus, 1996-1997)
Mama (RCTI)
Kisah Adinda (RCTI)
Ikhlas (RCTI)
Putri Cahaya (RCTI)

* Hal Kehidupan pribadi

Ully Artha relatif tertutup mengenai kehidupan pribadinya.
Ully pernah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia lebih
ingin menikmati hidup dengan keluarga besarnya daripada
memikirkan mengenai hubungan asmara. Namun demikian,
ia ternyata telah menikah pada tahun 2012 tanpa memberi
tahu banyak orang, Hanya orang terdekat yang mengetahui
hal ini.

* Hal Meninggal Dunia

Ully Artha meninggal dunia pada tanggal 16 Juni 2013 pkl. 17.00
di Rumah Sakit Gatot Soebroto akibat penyakit komplikasi jantung,
paru-paru, dan liver yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir.
Beliau meninggal sebagai muslim, dan dimakamkan secara muslim.

* Hal Penghargaan-Penghargaan.

Nominasi Aktris Pembantu, Piala Citra FFI Pengemis dan Tukang Becak (1979)
Nominasi Aktris Pembantu, Piala Citra FFI Kejarlah daku kau kutangkap (1986)
Nominasi Aktris Pembantu, Piala Citra FFI Potret (1991)
Nominasi Aktris Pembantu, Piala Vidia FSI 1995 Pakaian dan Kepalsuan
Nominasi Aktris Utama Komedi, Piala Vidia FSI 1996 Suami-suami Takut Istri
Nominasi Aktris Pembantu Indonesian Movie Award 2011 Bebek Belur

* Hal wawancara di "Empat Mata"

Berikut link videonya (Tidak bisa disematkan kawan) :
https://www.youtube.com/watch?v=PF0MCzCwBiU
___________________________________________________

Hal Lainnya Seputar Almarhumah Uli Artha Pangaribuan
___________________________________________________

1. Hal Suami dan anak (Sumber Berita)

Situs dengan alamat http://hot.detik.com/read/2013/06/17/161049/
2275818/230/belum-dikaruniai-anak-ully-artha-sudah-jadi-ibu-bagi-
adik-dan-keponakan
dalam tulisan yang berjudul, "Mengenang Ully Artha
Belum Dikaruniai Anak, Ully Artha Sudah Jadi Ibu Bagi Adik dan Keponakan "
mengatakan :

Gatot (Suami Uli Artha/almh)
Jakarta - Meninggalnya Ully Artha menguak
sebuah fakta bahwa artis yang selama ini dikenal
melajang itu ternyata sudah menikah setahun
lalu. Namun, Ully belum sempat dikarunia anak.

Kendati demikian, hal itu tak mengurangi arti
hidup Ully sebagai perempuan. Sebab, selama ini
ia sudah menjalankan peran ibu bagi
para keponakan dan adik-adiknya.

Hal tersebut diungkapkan oleh
adik kandung Ully, Tigor Pangaribuan
saat ditemui di Jalan Petojo 2, Tanah Abang 3, Jakarta Pusat,
Senin (17/6/2013).

"Anak nggak ada, anak angkat itu keponakan-keponakan yang dianggapnya
anak. Dia sudah puas karena mengurus kita semua. Nggak ada duanya
kakak seperti dia," tuturnya.

Meski sudah 15 tahun menderita penyakit jantung, Tigor mengisahkan,
Ully tak pernah mengeluh. Bahkan kala itu menurutnya Ully masih
tetap merokok.

"Dia nggak pernah ngeluh sakit, atau berhenti rokok. Dia bilang,
iya saya berhenti. Tapi, tetap saja merokok," kenangnya.

2. Hal Titip keponakan, kemesraan dan dan firasat

Situs "Vi va Live" dalam tulisannya yang berjudul "Pesan terkahir Uli Artha
pada suami" mengatakan :

Sebelum menghembuskan nafas terakhir di
RSPAD Gatot Soebroto, Minggu, 16 Juni 2013
pukul 16.45, Ully Artha sempat menyebutkan
pesan terakhir. Pesan itu disampaikan pada
suaminya, Gatot. Ditemui di TPU Tanah Kusir,
Senin, 17 Juni 2013 ia mengungkapkan
pesan Ully itu. "Titip anak (angkat),
keponakan-keponakan.
Ada banyak ya," kata kepada
VIVAlife sambil tersenyum.

Gatot nampak sekali menyembunyikan kesedihannya. Ia menuturkan,
dirinya takkan mungkin melupakan kenangan-kenangan yang dilalui
bersama sang istri. Apalagi, mereka nyaris tak terpisahkan.
Jalan selalu berdua.
"Nggak banyak orang tahu, tapi kita cocok. Kita makan bareng,
jalan-jalan berdua," ujar Gatot menyebutkan. Menurutnya, Ully
merupakan sosok yang menyenangkan. Tak heran, banyak sahabat
yang melayatnya.

ntuk itu, Gatot menyampaikan terimakasih. "Sama sahabat almarhumah
yang sudah lama tidak datang. Akhirnya bisa berkumpul lagi yang
sudah lama nggak ketemu," katanya.
Ia mengaku masih merasa kehilangan dan bersedih. Namun, ia pun
mengikhlaskan. "Ya sudahlah, itu tempatnya yang abadi," Gatot
melanjutkan.

Selama ini, istrinya memang tak banyak mengeluh soal sakitnya.
Hanya saja, sebulan belakangan ia memang merasa sesak nafas.
Karena tak ada waktu, ia tak kontrol ke dokter. Selama tiga minggu
belakangan, Ully sibuk syuting FTV. Ia berpikir, sesaknya itu
karena terlalu lelah bekerja. Ternyata, itulah yang menyebabkan
ia meninggal dunia.

"Sesak nafas karena ada kerusakan di jantung. Menyebar, akhirnya
komplikasi. Cepat sekali ya," ucap Gatot lagi menerangkan. (eh)

3. Agama (Sumber Berita)

Situs dengan alamat http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/ully-
artha-menikah-diam-diam-dan-pindah-agama-tahun-lalu-58f0d5.html
Kapanlagi.com - Selama hidupnya, almarhumah Ully Artha kerap kali
menutupi tentang kisah asmaranya. Namun saat jenazah sampai di
rumah duka di Petojo Sabangan 2, Tanah Abang, Jakarta Pusat,
barulah terungkap kalau ternyata almarhumah sudah menikah dengan
laki-laki bernama Gatot.

Ya tahu, hampir setahun. Nikah tahun kemarin, bulan apa lupa,
sebelum ini tahu," ujar Tigor Pangaribuan, adik almarhumah
dirumah duka, Minggu (16/6).

Memang pernikahan almarhumah dilakukan secara diam-diam dan
tanpa diketahui pihak keluarga. Namun adik kandung almarhumah
tak pernah mempermasalahkan hal tersebut. "Itu pilihan dia,"
katanya.

Karena pihak keluarga tidak ada satupun yang diberitahu, Tigor
mengaku tak tahu dimana tepatnya kakaknya itu menikah. "Enggak
tahu dimana, Cibubur kalau enggak salah, keluarga enggak datang,"
tandas Tigor.

Jenazah yang tutup usia sekitar pukul 16.45 WIB ini rencananya
akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (16/6).
Sempat ada perdebatan antar pihak keluarga, akhirnya Ully Artha
yang diketahui telah berpindah agama akan dikuburkan secara
Islam pada Senin (17/6). (kpl/aal/rzm)

Mengenai pemakamannya situs
http://life.viva.co.id/news/read/421434-suami-serukan-adzan-di-telinga-ully-artha

TPU Tanah Kusir
Jenazah artis senior Ully Artha akhirnya dikebumikan
di TPU Tanah Kusir, Senin, 17 Juni 2013. Proses
pemakaman berlangsung khidmat sekaligus haru.
Rintik hujan mengiringi pemakaman itu. Prosesi
dijalankan menurut Islam, agama yang telah dipeluk
Ully dua tahun belakangan ini.

Sebelum jenazah ditutup tanah dan
ditaburi kembang, sang suami
Gatot mengumandangkan adzan
di telinga jenazah istrinya. Sejak
awal, ia memang terus mendampingi sang istri. Kemarin, ia
terlihat menunggui jenazah istrinya di RSPAD Gatot Soebroto,
sampai ke rumah duka di Jalan Petojo Sabangan 2 Nomor 8,
Jakarta Pusat. Ia juga ikut membacakan yasin untuk Ully.

Saat mengantarkan istrinya ke TPU Tanah Kusir, Gatot pun turut
membopong keranda istrinya. Ia seakan ingin mengantarkan jenazah
istrinya sampai ke peristirahatan terakhir. Meski tak menitikkan
air mata, ia terlihat sedih.

Apalagi, sejak menikah setahun lalu ia mengaku ke mana-mana
selalu berdua dengan sang istri. Kini, ia harus menghadapi hidup
seorang diri, karena pernikahan mereka memang belum dikaruniai anak.

Sebelumnya sang suami juga mengaku lega telah memenuhi keinginan
terakhir Ully Artha, meninggal di pelukannya. Sayang, beberapa
keinginan Ully lainnya ada yang belum terwujud. Ully belum sempat
melaksanakan ibadah umroh. Belakangan ia disibukkan syuting FTV.
Dituturkan Gatot, minggu lalu Ully masih syuting FTV, sebelum
akhirnya mengeluh sesak, susah tidur, dan sakit di bagian lambung.

Rencana umroh itu seakan makin mengukuhkan mualafnya Ully. Menurut
Gatot, istrinya sudah masuk Islam sejak September 2011, setahun
sebelum menikah dengannya pada Juni 2012 di Lubang Buaya. Gatot
mengaku tak punya firasat apapun Ully akan meninggalkannya. (eh)
___________

Penutup
__________

Para kawan...!

Mengacu pada postingan penulis dengan judul "Kartini-kartini tanah batak"
dan uraian mengenai Ratna Sarumpaet dan Uli Artha Pangaribuan" penulis
ingin berkata :

"Ternyata emansivasi kartini-kartini tanah batak itu harus dibayar
boru halak hitai dengan  mahal., seperti mahalnya Ibu kita Kartini
membayarnya. Bisa menjadi terlambat dalam membentuk
keluarga, masuk penjara dan menjadi pindah agama. Alohu Akbar...
Allohu Akbar...Allohu Akbar. Allah Mahakuasa dan kuasa atas
segalanya".



















Dan terhadapnya, terhadap kartini-kartini tanah batak itu rasanya pantas
juga untuk dibantu, untuk diperlakukan dengan penuh kasih sayang, untuk
lebih di haholongi dalam mencapai setiap cit-citanya dalam mendapatkan
emansifasi itu. Semoga para putra batak, para putra lainnya yang
telah menikah dengan boru hal hita mengerti akan hal ini.

Dan kepada almarhumah Uli Artha Pangaribuan, angkolafacebook.blogspot.
com beserta para kawan lainnya yang mau diwakili, mengucapkan kepada
pihak keluarga :

Turut berduka cita atas berpulangnya iboto kami (Para putra batak)
yaitu "Uli Artha Pangaribuan" pada hari Minggu, 16 Juni 2013.
Semoga almarhumah ditempatkan Allah Swt di tempat yang di
Ridhoinya. Dan pada pihak keluarga yang di tinggal semoga diberikan
ketabahan.

Adapun pada macam aktifitasnya dalam memajukan media TV , Sinetron,
Film Nasional kami mengucapkan terimakasih.

Selamat jalan ito,
Selamat jalan kartini tanah batak...!
_________________________

"Boru Panggoaran" penutup kawan. Tetaplah sehat dan horas...!

  _______________________________________________________
Cat :
" Sarumpaet" adalah salah satu marga di tanah Batak
* Ratna Sarumpaet ini adalah adiknya "Mutiara Sani
Sarumpaet" (suaminya Asrul Sani / Sutradara)

* Sampai 21 April 2014 dilihat 769 kali

br />
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar