Friday, October 9, 2015

Dari Surat Kabar ke Televisi (Kompas, Metro, Jawa Pos, Radar Cirebon)

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Nama-Nama Surat Kabar / Media Cetak yang
mengembangkan sayapnya ke Televisi /Media elektronik)
~ Di posting untuk mendukung situs Angkola Pers~
___________________________________________________________












_______________

Kata Pengantar
_______________

Malam ini penulis ingin mengetahui, "Surat kabar apa saja (Media Cetak) 
di Nusantara ini yang mengembangkan sayapnya ke Televisi (Media
Elektronik). Itu jasa...!

....dan...


Selamat menyimak...!

_________________________________

Kompas TV dan Seluk Beluknya
_________________________________











* Pemahaman Umum

Kompas TV adalah salah satu stasiun televisi swasta terestrial
nasional di Indonesia.[2][3] Kompas TV dimiliki oleh Kompas
Gramedia. Stasiun televisi ini hadir menggantikan stasiun televisi
yang pernah dimiliki oleh Kompas Gramedia, yaitu TV7. Sejak
saham TV7 dibeli oleh pihak Trans Corp yang berdiri di bawah
kepemimpinan Chairul Tanjung pada tahun 2006 dan nama TV7
diganti menjadi Trans7, maka saham Kompas Gramedia terhadap
Trans7 menurun menjadi hampir setengah dari Trans Corp.

Pada tanggal 11 September 2011, Kompas TV mengubah logonya
yaitu dengan menghilangkan tulisan TV pada logo tersebut,
dan tulisan TV tersebut kembali digunakan mulai 5 Oktober 2012
hingga sekarang.


* Jaringan siaran

Kompas TV mulai mengudara secara luas pada tanggal 9 September 2011
melalui jaringan televisi lokal di daerah. Siaran stasiun televisi
lokal tersebut terdiri dari 70% siaran yang direlai dari Kompas TV
dan sisa 30%-nya merupakan siaran yang dikelola sendiri.
Stasiun televisi lokal yang termasuk ke dalam jaringan Kompas TV
sejak tanggal 1 Maret 2012 adalah :

    Kompas TV Jabodetabek
    Kompas TV Jawa Barat
    Kompas TV Jawa Tengah
    Kompas TV Surabaya
    Kompas TV Dewata
    Kompas TV Pontianak
    Kompas TV Makassar
    Kompas TV Sumsel
    Kompas TV Banjarmasin
    Kompas TV Kendari
    Kompas TV Pelaihari
    ART TV (Purworejo)
    Batanghari TV (Jambi)
    JMTV (Jember)
    RBTV (Yogyakarta)
    AFB TV (Kupang)
    Bengkulu TV (Bengkulu)
    Pacific TV (Manado)
    Antero TV (Banda Aceh)

Kota-kota besar lain akan menyusul kemudian. Bahkan, sebagian besar
kota sudah siap menyiarkan jaringan Kompas TV dengan membangun
stasiun relai dan dalam tahap siaran percobaan, seperti di
Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, dan kota-kota besar lain yang
memiliki jaringan Kompas Gramedia atau disesuaikan dengan
terbitnya koran Kompas di seluruh Indonesia.

Pada awalnya Kompas TV di Jabodetabek bersiaran di frekuensi 28 UHF
dengan menggandeng stasiun televisi lokal KTV, tetapi mulai tanggal
28 Juni 2015, Kompas TV di Jabodetabek pindah frekuensi menjadi 25 UHF.
Frekuensi ini dulunya digunakan oleh TV Plus! sebelum pindah
frekuensi ke 32 UHF dan berganti nama menjadi Megaswara TV.

Sejak tanggal 9 September 2011, Kompas TV juga dapat disaksikan
di televisi berlangganan sebagai berikut:

    K-vision
    aora
    BiG TV
    First Media
    Groovia TV
    OrangeTV
    Skynindo
    TransVision
    Max3
    viva+

Kompas TV dapat juga disaksikan secara siaran gratis melalui parabola
di satelit Palapa D.
Kompas HD

Kompas TV juga menjadi stasiun televisi pertama di Indonesia yang
mengadopsi kualitas gambar beresolusi tinggi atau High Definition
yang dinamakan Kompas HD. Kompas HD sendiri hadir di K-Vision HD,
Max3 dan live streaming di kompas.tv/live


* Pembawa acara

    Akbari Madjid
    Aiman Witjaksono
    Alwiyah Husin
    Amie Ardhini
    Claudia Soraya
    Cindy Sistyarani
    Daniar Achri
    Fajar Syahbana
    Fristian Griec
    Glory Rosary Oyong
    Alycia Evita
    Anita Mae
    Indah Dian Novita
    Mercy Tirayoh
    Mutiara Tobing
    Nurina Savitri
    Teuku Parvinanda
    Timothy Marbun
    Duma Riris Silalahi
    Dian Ardianti
    Dentamira Kusuma
    Woro Windrati
    Nadine Chandrawinata
    Pandji Pragiwaksono
    Rahmat Ibrahim
    Raditya Dika
    Bima Marzuki
    Donna Agnesia
    Darius Sinathrya
    Mohammed Kamga
    Chevrina Anayang
    Ramon Y. Tungka
    Abu Marlo
    Adi Taroepratjeka
    Anita Firdaus
    Witri Epilia Koswara
    Monica Desideria
    Liviana Cherlisa Latief
    Widya Dharma
    Fiba Fitrisia
    Yan Rahman
    Hardjuno Pramundito
    Paramita Ayu
    Nessha Lalita
    Nitia Anisa
    Riko Anggara
    Nandita Erisca
    Novieta Putri
    Feliciano Haryanto
    Frisca Clarissa
    Andre Sinaga
    Yasir Nene Ama

* Mantan presenter

    Bayu Andrianto (ke tvOne)
    Sakti Al Fattah (ke NET.)
    Amie Ardhini (ke BeritaSatu TV)
    Kartika Oktaviana (ke MetroTV)
    Tascha Liudmila (ke BeritaSatu TV)
    Shafira (ke NET.)
    Utrich Farzah (ke Indosiar)
    Mehulika Sitepu (ke RTV)
    Nina Melinda (ke CNN Indonesia)

* Kontroversi

Kehadiran Kompas TV dipersoalkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia
(KPI) melalui siaran pers tertanggal 7 September 2011. Dalam siaran
pers tersebut, KPI menilai Kompas TV belum memiliki izin sebagai
lembaga penyiaran sehingga belum dapat mengatasnamakan diri sebagai
badan hukum lembaga penyiaran.

KPI juga berpendapat bahwa praktik sistem siaran berjaringan hanya
dapat dilakukan pada sesama lembaga penyiaran yang telah memiliki
Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) tetap, sementara Kompas TV
bersiaran melalui sejumlah stasiun televisi lokal yang sebagian
besar hanya memiliki IPP prinsip. Logo Kompas TV pada layar televisi
di sejumlah stasiun televisi lokal juga dinilai menyembunyikan/
mengaburkan/memperkecil identitas atau logo stasiun televisi lokal
tersebut, tidak sesuai dengan eksistensi dari stasiun televisi
lokal tersebut yang telah cukup lama menempuh proses perizinan
dengan semangat lokal yang perlu didorong.[6][7] Kompas TV menanggapi
siaran pers KPI tersebut dengan menegaskan bahwa Kompas TV hanya
merupakan penyedia konten, sehingga yang memerlukan izin siaran
adalah stasiun-stasiun televisi lokal yang menjadi mitra siaran
berjaringan di daerah.

* Ketersediaan Nasional - Terestrial

Banda Aceh     24 UHF (melalui Antero TV)
Bandung     34 UHF
Banjarmasin     23 UHF
Bengkulu     38 UHF (melalui Bengkulu TV)
Denpasar     23 UHF
Jakarta     25 UHF
Jambi     47 UHF (melalui Batanghari TV)
Jember     54 UHF (melalui JMTV)
Kendari     32 UHF
Kupang     40 UHF (melalui AFB TV)
Makassar     23 UHF
Manado     46 UHF (melalui Pacific TV)
Palembang     52 UHF
Pelaihari     32 UHF
Pontianak     39 UHF
Purworejo     59 UHF (melalui ART TV)
Semarang     47 UHF
Surabaya     40 UHF
Yogyakarta     40 UHF (melalui RBTV)
Satelit
aora     919
BiG TV     677
K-Vision     131
OrangeTV     910
TransVision     312
Palapa D     4051/V/1600
Kabel
First Media     15
Max3     15 (SD)
85 (HD)
IPTV
Groovia TV     114
Televisi Internet
UseeTV     Kompas TV
Situs resmi Kompas TV     Live Streaming
Indostreamix     Kompas TV (Dari Perangkat Mobile)

* Ringkasan

Kompas TV
PT Gramedia Media Nusantara
Kompas-TV.png
Diluncurkan     9 September 2011
Pemilik     Kompas Gramedia
Tokoh penting     Jakob Oetama
Agung Adiprasetyo
Slogan     Inspirasi Indonesia
Negara      Indonesia
Kantor pusat     Jl. Palmerah Selatan No.1 Jakarta Barat 10270, Indonesia[1]
Saluran saudara     KTV (2011-sekarang)
Situs web     www.kompas.tv

___________________________________

Metro TV dan Seluk Beluknya
__________________________________
















* Ringkasan

MetroTV
PT Media Televisi Indonesia
New MetroTV Logo 2010.png
Diluncurkan     25 November 2000
Pemilik     Media Group
Tokoh penting     Adrianto Machribie
Surya Paloh
Slogan     Leading the Change
(2007-2008)
Be Smart Be Informed
(2008-2010)
Knowledge to Elevate
(2010-sekarang)
Kantor pusat     Jakarta, Indonesia
Saluran saudara     RCTI (2000-2003)
Papua TV (2007-2009)
Celebes TV (2011-2013)
Situs web     www.metrotvnews.com
Ketersediaan
Satelit
aora     917
Indovision     97
Centrin TV     813
OkeVision     113
Top TV     97
OrangeTV     908
Skynindo     207
TransVision     140
Topas TV     57
BiG TV     659
Kabel
First Media     7
Gedung Media Group di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jakarta.

MetroTV adalah sebuah stasiun televisi swasta berita yang berkedudukan
di Indonesia. MetroTV didirikan oleh PT Media Televisi Indonesia, resmi
mengudara sejak 25 November 2000 di Jakarta. Metro TV dimiliki Media
Group pimpinan Surya Paloh yang juga memiliki harian Media Indonesia
dan Lampung Post.

* Sejarah

PT Media Televisi Indonesia merupakan anak perusahaan dari Media Group,
suatu kelompok usaha media yang dipimpin oleh Surya Paloh, yang juga
merupakan pemilik surat kabar Media Indonesia. PT Media Televisi
Indonesia memperoleh izin penyiaran atas nama "MetroTV" pada tanggal
25 Oktober 1999. Pada tanggal 25 November 2000, pertama kali MetroTV
mengudara dalam bentuk siaran ujicoba di 7 kota.

Pada awalnya, hanya bersiaran 12 jam sehari, namun sejak tanggal
1 April 2001, MetroTV mulai mengudara selama 24 jam. Hanya mengandalkan
280 orang stasiun ini beroperasi pada awalnya. Tapi seiring perkembangan
dan kebutuhan, MetroTV mempekerjakan lebih dari 900 orang, sebagian
besar di ruang berita dan daerah produksi.

* Logo dan slogan baru

Pada tanggal 20 Mei 2010, MetroTV memperkenalkan logo dan slogan barunya.
Logo baru tetap menggunakan lambang burung elang dan warna dasar biru
dan kuning, tetapi dengan jenis huruf Handel Gothic kursif yang memberikan
kesan modern, segar dan futuristik.

Penempatan logo pun juga diubah dari posisi semula di pojok kanan atas
menjadi di pojok kanan bawah, penempatan ini pun berbeda dari stasiun-
stasiun televisi yang ada di Indonesia yang letaknya masih di pojok
kanan/kiri atas.

* Konsep

Stasiun TV ini memiliki konsep agak berbeda dengan stasiun televisi lain,
sebab selain mengudara selama 24 jam setiap hari, stasiun TV ini hanya
memusatkan acaranya pada siaran warta berita saja. Tetapi dalam
perkembangannya, stasiun ini kemudian juga memasukkan unsur hiburan
dalam program-programnya, meski tetap dalam koridor news. MetroTV
adalah stasiun pertama di Indonesia yang menyiarkan berita dalam
bahasa Mandarin: Metro Xin Wen, dan juga satu-satunya stasiun TV
di Indonesia yang tidak menayangkan sinetron.

MetroTV juga menayangkan siaran internasional berbahasa Inggris pertama
di Indonesia Indonesia Now yang dapat disaksikan dari seluruh dunia.
Stasiun ini dikenal memiliki presenter berita terbanyak di Indonesia

MetroTV juga menayangkan program e-Lifestyle, yakni program talkshow
yang membahas teknologi informasi dan telekomunikasi.

* Kontroversi

Peristiwa penyanderaan kru MetroTV

Pada 18 Februari 2005, Meutya Hafid dan rekannya, juru kamera, Budiyanto
diculik dan disandera oleh sekelompok pria bersenjata ketika sedang
bertugas di Irak.

Kontak terakhir MetroTV dengan Meutya adalah pada 15 Februari, tiga
hari sebelumnya. Mereka akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005.
Sebelum ke Irak, Meutya juga pernah meliput tragedi tsunami di Aceh.
Pada tanggal 28 September 2007, Meutya melaunching buku yang ia tulis
sendiri, yaitu 168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang
Disandera di Irak.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun turut menyumbangkan tulisan
untuk bagian pengantar dari buku ini. Selain presiden, beberapa tokoh
lainnya pun menyumbangkan tulisannya yakni Don Bosco Selamun
(Pemimpin Redaksi MetroTV 2004-2005) dan Marty Natalegawa (Mantan
Juru Bicara Departemen Luar Negeri).

Berjilbab saat membawakan berita

MetroTV pernah dikecam karena melarang salah satu presenternya,
Sandrina Malakiano, mengenakan jilbab pada saat siaran, meskipun
Sandrina sudah memperjuangkannya selama berbulan-bulan dengan mengajak
jajaran pimpinan level atas MetroTV untuk berdiskusi panjang.

Larangan inilah yang menyebabkan Sandrina keluar dari MetroTV pada
Mei 2006. Menurut pihak MetroTV, mereka hanya akan mengizinkan
presenternya berjilbab di depan kamera ketika Ramadan atau hari-
hari besar Islam.

Pemberitaan yang bias

Secara umum, Metro TV dikecam berbagai pihak, salah satunya KPI karena
dianggap memberikan porsi pemberitaan mengenai Partai Nasdem lebih
banyak dibanding partai lain.

Pada pemilihan umum Presiden 2014, Metro TV memperoleh kritikan tajam
karena memberikan porsi berita lebih banyak kepada pasangan Joko Widodo -
Jusuf Kalla ketimbang pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.
Kritikan yang sama juga dilontarkan kepada 4 stasiun televisi lainnya.
KPI secara pribadi juga menyorot Metro TV dan tvOne karena dianggap
tidak berimbang dalam pemberitaan seputar Pilpres 2014.
Satelit

* Satelit-satelit yang digunakan oleh MetroTV:

JCSAT 4B (BiG TV)
Palapa D (Topas TV, OrangeTV, Skynindo, K-Vision)
SES 7 (Indovision)
Telkom 1 (TransVision)
Measat 3a (aora)


Presenter
Bahasa Indonesia/Inggris

    Amanda Manuputty
    Aviani Malik
    Desi Anwar
    Elvita Khairani
    Eva Julianti
    Fessy Alwi
    Fifi Aleyda Yahya
    Frida Lidwina
    Gilang Ayunda
    Indra Maulana
    Isyana Bagoes Oka
    Kartika Octaviana
    Krizia Alexa
    Najwa Shihab
    Prita Laura
    Putra Nababan
    Putri Ayuningtyas
    Ralph Tampubolon
    Rory Ashari
    Zackia Arfan
    Zelda Savitri

Bahasa Mandarin
    Sumi Yang
_____________________________________

 Jawa Pos dan Seluk Beluknya
______________________________________












* Ringkasan

Jawa Pos TV
Logo Jawa Pos TV
Nama sebelumnya     JPMC
Jenis     Stasiun televisi berjaringan
Merek     Jawa Pos TV
Negara      Indonesia
Bahasa     Bahasa Indonesia
Tanggal peluncuran     2007 (sebagai JPMC)
17 Agustus 2015 (sebagai Jawa Pos TV)
Pemilik     Grup Jawa Pos
Tokoh kunci     Dahlan Iskan, Joko Intarto

* Pemahaman Umum

Jawa Pos TV (sebelumnya bernama JPMC) adalah sebuah stasiun
televisi swasta berjaringan di Indonesia. Jawa Pos TV
merupakan bagian dari Grup Jawa Pos.

* Program Acara


Nusantara Kini (relay)
Warna Warni Nusantara (sindikasi)

* Jaringan

Stasiun televisi lokal yang termasuk ke dalam jaringan Jawa Pos
TV antara lain:

    JTV (Surabaya)
    SBO TV (Surabaya)
    Jambi TV (Jambi)
    Jek TV (Jambi)
    Padang TV (Padang)
    Triarga TV (Bukittinggi)
    Batam TV (Batam)
    Karimun TV (Karimun)
    Riau TV (Pekanbaru)
    Rohil TV (Rokan Hilir)
    Rohul TV (Rokan Hulu)
    RBtv (Bengkulu)
    PAL TV (Palembang)
    Tanjung Pinang TV (Tanjung Pinang)
    Radar TV Lampung (Bandar Lampung)
    CB Channel (Depok)
    Bogor TV (Bogor)
    Radar TV (Jakarta)
    Baraya TV (Serang)
    PJTV (Bandung)
    RCTV (Cirebon)
    Citra TV (Lamongan)
    Radar TV Tasikmalaya (Tasikmalaya)
    Fajar TV (Makassar)
    Nirwana TV (Singaraja)
    Lombok Post TV (Mataram)
    Balikpapan TV (Balikpapan)
    Samarinda TV (Samarinda)
    PonTV (Pontianak)
    Simpang5 TV (Kabupaten Pati)
    SMTV (Sumedang)
    Radar TV Palu (Palu)
    Medan TV (Medan)
    BE TV (Bengkulu)
    Subi TV (Sukabumi)
    Radar TV Palu (Palu)
    TV Sultra (Kendari)

* Adapun stasiun yang sedang persiapan siaran adalah:

    Kawanua TV (Manado)
    Sulbar TV (Mamuju)
    Kuningan TV (Kuningan)
    Garut TV (Garut)
    PKTV (Purwakarta)
    Radar TV Kalianda (Kalianda)
    Bungo TV (Bungo)
    Tanjab TV (Tanjung Jabung)

Adapun mantan jaringan Jawa Pos TV yaitu :

Jak tv (Jakarta) (kini bergabung dengan City TV Network)
Linggau TV (Lubuk Linggau) (kini bergabung dengan iNews TV
dan berubah nama menjadi iNews TV Lubuk Linggau)

Berita ekonomi

    Maria Kalaij
    Leonard Samosir
    Suryopratomo

Berita olahraga

    Aries Fadillah
    Aviani Malik
    Boy Noya
    Lucia Saharui
    Hariman Chalid
    Widya Saputra

Dialog/talk show

    Chandra Dewi

Non-berita
    Alvin Adam (di Just Alvin)
    Andy F. Noya (di Kick Andy)
    Mario Teguh (di Mario Teguh Golden Ways)
    Hilbram Dunar (di Mario Teguh Golden Ways)
    Pandji Pragiwaksono (di Stand Up Comedy Show)

Mantan presenter

    Brenda Yu
    Chantal Della Concetta
    Deti Supandi
    Dian Krishna
    Fiona Yuan
    Gadiza Fauzi
    Githa Nafeeza
    Helmi Johannes
    Jason Tedjasukmana
    Kania Sutisnawinata
    Meutya Hafid
    Rahma Sarita
    Sandrina Malakiano
    Tascha Liudmila
    Timothy Marbun
    Tommy Tjokro
    Wanda Hamidah
    Yasha Chatab
    Wianda Pusponegoro
    Prabu Revolusi
    Cheryl Tanzil

_____________________________________

Radar Cirebon Televisi dan Seluk Beluknya
_____________________________________















* Ringkasan

Radar Cirebon Televisi
Jaringan     JPMC
Wilayah siaran     Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan
Situs web     radarcirebon.tv
Ketersediaan
Terestrial
Kota Cirebon     58 UHF

* Pemahaman Umum

Radar Cirebon TV (RCTV) adalah saluran televisi lokal yang ada di
wilayah Cirebon, Jawa Barat. Stasiun televisi yang dimiliki oleh
Radar Cirebon ini bermarkas di Jl. Perjuangan By Pass no 9 Cirebon,
Jawa Barat. RCTV berada di Channel 58 UHF.

RCTV mengusung berbagai program daerah, informasi dan hiburan
yang disajikan juga memiliki ciri khas kota Cirebon, isu-isu k
edaerahan mendominasi konten berita. Bahkan ada beberapa program
yang menggunakan bahasa Cirebon yang mengidentikan bahwa RCTV
merupakan TV lokal kota Cirebon yang dapat diterima berbagai
kalangan masyarakat.

Namun begitu RCTV juga bukan hanya konsumsi
masyarakat Cirebon saja, melainkan kota-kota lain yang berada di
Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning) dan
beberapa kota Jawa Tengah juga dapat menikmatinya, karena daya
siar RCTV dapat melewati kota-kota tersebut.

Dalam durasi 12 jam siar, yakni dari jam 07.00 sampai jam 00.00,
RCTV menyajikan program berita sebanyak empat kali, yaitu Wewara
Pagi, Siang, Petang dan Malam dan masing-masing berdurasi satu
jam, yang berisi isu-isu lokal kota Cirebon. Akan tetapi tidak
menutup kemungkinan juga isu-isu nasional yang besar menjadi
bagian dari berita program Wewara RCTV, karena bagian dari
televisi jaringan JPMC yang ada di Indonesia.

* Program

Dilihat dari jumlah program pemberitaan RCTV yang cukup banyak,
tentu membutuhkan tim yang cukup untuk memenuhi kebutuhan materi
berita, terlebih untuk bagian pemburu berita atau reporter.

Perannya sangat besar terhadap kelangsungan program, serta programnya
dapat dinikmati berbagai kalangan. Dalam hal penyajian informasi
juga RCTV meramu dengan apik, hal ini dilakukan untuk menjadikan
program berita tetap dapat dinikmati dengan asyik dan menarik.

Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.

Pada tanggal 25 November 2012 RCTV resmi berganti logo baru
yang menggambarkan penampilan dan semangat baru.

* Acara

    Wewara Pagi
    Wewara Siang
    Wewara Hari Ini
    Wewara Malam
    Tembang Pantura
    Moregan
    Now Playing
    Bugar Bahagia
    Lejel Home Shopping
 _______________________

Penutup dan Kesimpulan
________________________

Dari uraian diatas dapat kita ketahui, mediacetak yang mengembangkan
sayap-nya ke media elektronik itu al :

- Kompas
- Metro
- Pos Kota
- Radar Cirebon










Para kawan ...!


























______________________________________________________
Cat :



cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar cara cara membuat link pada gambar cara membuat link pada gambar

No comments:

Post a Comment