Friday, April 5, 2013

Endeng - Endeng

#SELAMAT MALAM TAPANULI#
(Menyimak keberadaan endeng-endeng di wilayah Tapanuli Selatan
dan di luar wilayah Tapanuli Selatan Najolo)
__________________________________________________

"Endeng ni endeng, situkkol ni dong-dong. Ise nai dikonang siboru
na lom-lom" adalah syair umum tentang endeng ni endeng yang tentunya
telah kita ketahui bersama.

Tapi bagaimana dengan :

1.  Arti endeng-endeng, sudahkah kita ketahui bersama

2. Tentang cara pelaksanaanya, apakah tarinya yang dimaksud endeng-
endeng atau lagunya

3. Siapa pemilik endeng-endeng ini sebenarnya, mengingat endeng-endeng
ini juga cukup memasyarakat dilingkungan orang Melayu

4. Dan apa sebenarnya makna lagu dari endeng-endeng tersebut

Ah...! Bagi anda yang ingin tahu jawaban diatas silakan kawan turun tu toru,
menyimak, menangkap, mengamati dan mencermati kata demi kata, hata-hata
uraiannya dan jangan lupa "palu juga videonya" aso rap jelasbe . Botima puang...!






__________________________

Arti Endeng-Endeng Patujolona
___________________________

Baginda Raja dalam comentar youtubenya pada video endeng-endeng
mempertanyakan, "sebenarnya apa sich arti endeng endeng ini....?"

Dan kemudian hal ini dijawab oleh Mahludin Matondang :
"Endeng-endeng = ende-ende=nyanyi-nyanyian." katanya.

Sedangkan Ketua Kesenian Dos Ni Roha Tabagsel Panjang Harahap
Mengatakan lewat situs http://www.medanbisnisdaily.com/news/
read/2012/12/10/1020/endeng-endeng_di_pesta_budaya/#.TLxGSWVX3Fw

"Endeng-endeng artinya pesta panen pada syukuran panen kopi, karena
hasil kopi itu pun berlimpah jadi dibuat satu kegiatan muda-mudi
dimuka bumi untuk mensyukuri hasilnya itu, begitulah kira-kira" katanya
____________________________________________________

Tari atau tor-tor Endeng-endeng dan paduan alat musik pengiringnya
____________________________________________________

1. Dipadukan dengan Gondang Sambilan

"Dalam pagelaran tersebut ada salah satu tarian dari daerah Tapanuli
bagian Selatan (Tabagsel) yang menampilkan tarian endeng-endeng dengan
diiringi alunan alat musik gordang sembilan, tari endeng-endeng itupun
disebut juga dengan tarian pesta panen dari muda-mudi warga Tabagsel"
ungkap berita pada medan bisnis.

2. Dipadukan dengan alat musik melayu atau musik modern

"Endeng-endeng yang ada di Labura ini memakai alat organ didampingi
oleh gendang dan tamborin" kata Amri Munthe dalam situsnya. Labura
Labuhan Batu Utara.
_________________________

Pemilik Endeng-endeng
_________________________

Pada konser Nusantara yang dilaksanakan di Istana BudayaMalaysia
dikatakan pada situs http://www.kbrikualalumpur.org/web/index.php?
option=com_content&id=1011:konser-nusantara-di-istana-budaya-malaysia

Kebudayaan dan seni Indonesia pada kesempatan ini dipersembahkan oleh
para siswa-siswi Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), mahasiswa Indonesia
asal Aceh di Universitas Islam Internasional (UIA) Malaysia, masyarakat
Bawean, masyarakat Mandailing.

Adapun kesenian Indonesia yang ditampilkan adalah kolaborasi Gamelan
dan Angklung (SIKL), Rampak Bedug Banten (SIKL), tari Jathilan
Ponorogo (SIKL), tari Jaipong (SIKL), tari Anging Mamiri (SIKL),
tari Saman (UIA), kesenian Hadrah (Bawean), tari Endeng-Endeng
(Mandailing), dan Gordang Sambilan (Mandailing).

Konser Nusantara merupakan gagasan dari Menteri Penerangan,
Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Rais Yatim yang disambut dengan
baik oleh KBRI Kuala Lumpur. Hal ini dalam rangka lebih mengharmoniskan
dan memperkuat hubungan dua bangsa dan rakyat ini, khususnya dalam
bidang seni dan budaya.

Sedangkan pada deskripsi sumutculture youtube dikatakan :
....................................................................
Endeng -- Endeng bukan hanya dikenal di Mandailing, akan tetapi juga
seluruh wilayah Tapanuli Bagian Selatan yang meliputi Angkola,
Sipirok, Barumun dan Padang Lawas/Padang Bolak.

"Tari ini menggambarkan semangat dan ekspresi gembira masyarakat sehari-
hari. Tari endeng-endeng merupan tari tradisi yang berasal dari daerah
Tapanuli Selatan" tulis situs  http://www.reocities.com/agustinustriyanto/perangdkk.htm
lewat blognya dengan judul "Ragam Tari Di Sumatra Utara.
______________________________________________

Tari atau tor-tor Endeng-Endeng diwilayah Tapanuli Selatan
______________________________________________

1. Endeng-endeng sebagai tarian atau tor-tor ungkapan rasa syukur
masyarakat Tapanuli Selatan atas terlaksannya panen padi

Tari dan Endeng-Endeng
sebagai ungkapan rasa sukur
Pada diskripsi sumutculture di video
youtube dikatan :

Tari Endeng -- Endeng merupakan
ungkapan rasa suka cita dari Naposo
Nauli Bulung (muda - mudi) saat
bertanam dan panen raya
..................................................
Tari ini ditampilkan pada Pagelaran
Malam Kesenian Kabupaten Mandailing
Natal pada tanggal 17 Maret 2012 di open
stage Pekan Raya Sumatera Utara 2012.

Namun demikian, ada hal yang perlu dikritisi dari tarian ini terutama
dari segi pakaiannya. Penari wanita dalam tarian ini menggunakan
"Bulang" (mahkota) yang seharusnya tidak digunakan untuk muda --
mudi karena Bulang hanya digunakan oleh permaisuri raja dan hanya
digunakan saat pelantikan raja/perkawinan saja.

Dengan demikian, endeng-endeng ini jelas sebagai bagian dari
budaya Tapanuli Selatan ini.

2. Endeng-endeng Sebagai tarian atau tor-tor dalam pesta pernikahan

Bayo daulay sipemilik 97 video di youtube dengan 116 pelanggan
mengatakan :

Tari atau tor-tor dalam iringan
lagu endeng-endeng
produksi real music entertaiment
jakarta,kami menawarkan hiburan
atau tarian tradisional dr tapanuli
selatan untuk acara pesta pernikahan
atau acara perkumpulan orang btak
bagian selatan dan untuk acara adat
dr tapanuli selatan jika anda
berminat untuk memakai alat gondang
kami silakan hub:021-94808924 atas
nama hamzah daulay, gondang ini
berasal dr padang bolak tapanuli selatan.

Dengan demikian, jelas endeng-endeng ini juga kadang dikutkan
dalam acara pernikahan.
_______________________________________________________

Tari atau tor-tor Endeng-Endeng Luar Wilayah Tapanuli Selatan Najolo
_______________________________________________________

1. Endeng-Endeng di Labura (Labuhan Batu Utara) sebagai
tarian atau totr-tor dalam pesta pernikahan

pada situs http://amrimunthe.wordpress.com/2012/04/03/endeng-endeng-
ala-masyarakat-batak-muslim-labura-sebuah-metamorfosa-hakikat-nilai-
adat-dari-sakralisme-menuju-hedonisme-dan-dari-sosialisme-menuju-
materialisme/ dikatakan :

Lagu dan tari endeng-endeng
dalam pesta pernikahan
Pada dekade tahun 1970-an hingga
akhir tahun 1980-an, tidak begitu
jelas tahun-tahun sebelum kelahiran
penulis, sebagian masyarakat
Batak Muslim di Labura memiliki
tradisi dan adat budaya yang unik
dan tidak ditemukan di daerah lain.
Adat istiadat ini biasanya
akan terlihat pada acara-acara
perkawinan (walimatul ‘ursy) yang
dikenal dengan istilah “PABAGAS BORU”
(mengawinkan anak perempuan).

Dari serangkaian acara pabagas boru ala masyarakat Batak Muslim
Labura ini, kelihatan bahwa acara tersebut mengadopsi tradisi tiga
suku sekaligus, yakni Melayu, Batak Toba dan Batak Mandailing.

Pencamburbauran tradisi tersebut membuat adat yang berlaku tersebut
menjadi kabur dan tidak kelihatan identitas pribadinya. Namun,
anggaplah bahwa adat tersebut sebagai adat tersendiri yang telah
baku tanpa harus mengklaim bahwa adat ini adalah milik suku Batak
Toba atau milik suku Melayu atau milik suku Batak Mandailing.

Persoalan yang akan dibahas di sini adalah metamorfosa yang saat
ini terjadi dan nyaris meninggalkan makna dan hakikat acara pabagas
boru itu sendiri.

Saat ini, zikir berdah telah tiada. Zikir berdah telah diubah dan
ditinggalkan dengan munculnya grup model baru bernama “Endeng-Endeng”.
Mendengar kata “endeng-endeng”, yang terlintas di benak kita adalah
kebudayaan adat Mandailing yang disertai gendang dan suling dengan
lagu-lagu bersyair bahasa Mandailing. Isi liriknya adalah do’a bagi
pengantin. Namun tidak demikian halnya, meskipun tidak boleh dinafikan
bahwa ada beberapa lagu yang juga mengandung isi yang sama dengan
esensi endeng-endeng ala Batak Mandailing.

2. Endeng-endeng di Kota Pinang sebagai perpaduan tari dan
pencak silat

Lagu dan tari endeng-endeng
dalam perpaduan budaya
"Sama dengan kebudayaan di daerah lainnya,
Cenggok-cenggok dan Endeng-
endeng dapat dikategorikan sebuah perpaduan
tarian dan pencak silat. Tradisi ini lazimnya
dilakukan masyarakat yang sedang menggelar pesat
khitanan (sunat rasul) atau malam pesta perkawinan
oleh masyarakat di Kotapinang.

Malam sebelum digelarnya pesta besar,
biasanya pemilik hajatan mengundang
warga sekampung untuk melakukan kenduri.
Kenduri itu biasanya digelar
untuk menyampaikan doa-doa dan pujian kepada Nabi Besar Muhammad SAW.
Selain itu, kegiatan tersebut bermaksud untuk menjamu warga sekampung
khususnya kaum pria dan orang-orang tua untuk bersantap malam di rumah
pemilik hajatan".

Demikian tersaji lewat link :
http://kotapinang.wordpress.com/2010/08/18/cenggok-cengok-dan-endeng-
endeng-budaya-warga-mandailing-di-kotapinang-labuhanbatu-selatan/

Selanjutnya dikatakan :

Di sela-sela nyanyian tersebut, biasanya sejumlah pemain Endeng-endeng
melakukan pancak silat mengikuti hentakan gendang yang diiringi
seruan-seruan warga yang menyaksikan. Makin larut malam, suara
gendang yang ditabuhpun makin kencang. Tak jarang sang pengantin juga
diajak berpencak untuk mengusir kegelisahannya menjelang pesat besar
perkawinan.
___________________________________

Macam video Endeng-endeng di youtube
___________________________________

Dengan terketahuinya sitirip terpahaminya seluk beluk endeng-endeng
di atas, maka marilah kawan kita nikmati macam tari endeng-endeng
di bawah ini. Mari...mari...! Mari para kawan ataupun boru tulang.
Jonjong hamu...! Ahadope kedan, pasang musik....!

Musik...!

1. Lagu endeng-endeng dalam  tari atau tortor di  namar borutulang



*Lirik Tari Endeng-endeng dari Tapsel Madina :

Endeng hu endeng si pucuk  ni dulang-dulang
elek do pupu elek dohot si boru tulang

Endeng ma endeng kalettek dohot sipatu
ulang au elek-elek ho anak ni namboru

Endeng hu endeng si pucuk  ni bulu tolang
ulangma pupu menjeng ale boru tulang

Endeng ma endeng sibarebe tu sikkoru
ulang dok au namenjeng o anak ni namboru

Mandurung di aek sosa  dodas dapotan bulu kola
mangan hurkur au rela asalma ho anggi margambira

Sipirok tu Sidippuan boluson mada pargarutan
sadarion do abang rela atcogot roma parbadaan

Endeng hu endeng siratting ni riang-riang
homaia anggi parumaen ni dainang

Endeng ni endeng bahatma maratti batu
bahat dope nalain baen parumaen ni namboru

Roda-roda roda jait jaitonna abit salendang
bahatpe anggi nalain ho do anggi mangoban sonang

roda-roda roda jait ulang ma gutting bola-bola
ra do au abang satahi asal ulang man dua roha

Endeng ni endeng melati tu bunga raya
anggo nung songoni satahi hita saroha

Endeng ni endeng sitangkis sipartappua
marema tapa boa tu ama inanta

Endeng ni endeng melati tu bunga raya
anggo nung songoni satahi hita saroha

Endeng ni endeng sitangkis sipartappua
marema tapa boa tu ama inanta

2. Lagu endeng-endeng sebagai ungkapan rasa yukur atas hasil panen



*Lirik Lagu Tari Endeng-endeng dari sebagai ungkapan syukur

3. Lagu endeng-endeng dalam lingkungan pergaulan kemasyarakatan



*Lirik dan  tari endeng-endeng dari Rayhan :

On ma endeng-endeng ihut tari di topu gondang
luhut koum sude mambaen sonang nadi roha

Onma endeng-endeng dioban doi mardongan-dongan
ulang sai dikonang arian borngin tarangan-angan

Moofkon ma amang songoni muse da inang
di sudena kasalahan sian menek sampe mangodang

Harop doi amang do'a restu ni dainang
mangalakka tu tujuan onma ia jodoh sian Tuhan

On ma endeng-endeng dakka ni rude baen soban
hatcit di hangoluan ulang gabe marsidokkonan

Onma endeng-endeng dioban doi mardongan-dongan
ulang sai dikonang arian bongin tarangan-angan

Magodang aek bilah hara ni nonat di juluan
malo mambuat roha isudena mambaen sonang

Dung lalu tutujuan jalaki patcur paridian
satahi saoloan aso denggan di hangoluan

Manat-manat manopi maroban boban nasa gobang
moof marsimoopan muda adong da kasalahan

sobar diparkatcitan ulang lupa dihasonangan
parange di padenggan so ulang ro da parbadaan

On ma endeng-endeng ihut tari di topu gondang
luhut koum sude mambaen sonang nadi roha

Onma endeng-endeng dioban doi mardongan-dongan
ulang sai dikonang arian borngin tarangan-angan

Moofkon ma amang songoni muse da inang
di sudena kasalahan sian menek sampe mangodang

Harop doi amang do'a restu ni dainang
mangalakka tu tujuan onma ia jodoh sian Tuhan

On ma endeng-endeng, dakka ni rude baen soban
hatcit di hangoluan ulang gabe marsidokkonan

Onma endeng-endeng dioban doi mardongan-dongan
ulang sai dikonang arian borngin tarangan-angan

Magodang aek bilah hara ni nonat di juluan
malo mambuat roha isudena maroban sonang

Dung lalu tutujuan jalaki patcur paridian
satahi saoloan aso denggan di hangoluan

Manat-manat manopi maroban boban nasa gobang
moof marsimoopan muda adong da kasalahan

sobar diparkatcitan ulang lupa dihasonangan
parange di padenggan so ulang ro da parbadaan

Onma endeng-endeng si tanggis bulung ni haloban
torkis nian sude maranak boru nasa roha








4. Lagu endeng-endeng dalam tarian pengantin di Labuhan Batu



*Lirik dan  tari endeng-endeng dari Labuhan Batu
__________________

Kesimpulan dan Saran
__________________

Kesimpulan :

1. Endeng-endeng adalah salah satu sub dari bagian budaya/kesenian yang
berasal dari Tapanuli selatan dengan wilayah khusus Mandailing.

2. Isi pesan pada tari atau lagu endeng-endeng ini pada umumnya
disesuaikan dengan tujuan dilaksanakannya tari atau tor-tor karena
itu bisa sifatnya pujian, saran atau do'a

3. Adapun makna syair lagu secara umum dalam setiap tarian
endeng-endeng lebih ungkapan rasa senang atau gembira
(kebalikan dari ungut-ungut beda sedikit dengan kijom-kijom
dan onang-onang)

4. Sebagai kesenian, maka fungsinyapun dalam budaya sangat luas.
Bisa dimasuk dalam hiburan pada pesta pernikahan, pada ungkapan
rasa syukur dibidang pertanian, bahkan pada hiburan-hiburan
sebagai tari dalam lingkungan masyarakat termasuk lingkungan sekolah.

5. Endeng-endeng ini juga adalah salah satu budaya yang punya pengaruh
besar pada budaya lain, khususnya budaya Melayu dilingkungan
kota pinang dan sekitarnya. Karena itu tari dan lagu endeng-endeng ini
sudah variatif.

6. Karena luasnya pengertian dan pemahaman umum mengenai endeng-
endeng ini maka dalam prakteknyapun alat  musik tradisional Tapsel
bukan lagi merupakan suatu keharusan dalam pelaksanaannya.

7. Membicarakan endeng-endeng, sama artinya kita dengan membicarakan
kebudayaan Tapsel. Membicarakan endeng-endeng berarti kita juga
membicarakan lagu /syair dan tari atu tor-tor (saling berkaitan/satu kesatuan)

Saran :

Kiranya kedepan kelastarian endeng-endeng ini tetap terjaga dengan
baik. Perubahan bisa jadi tak dapat dicegah, karena endeng-endeng
bukanlah milik pripadi. Begitupun, kiranya kedepan ciri khas pakaian
Tapsel itu harus tetap ditujukkan dalam setiap pementasannya.

Begitupun dengan gaya mengungkapan syairnya dan hal ini akan
sangat diperlukan jika endeng-endeng tersebut dilaksanakan pada
acar-acara adat.

Selamat malam para kawan, "Jayalah kebudayaan Tapsel"
dan horas...!
_____________________________________________________
Cat : Pada semua pemilik video endeng-endeng, penulis angkola.
facebook.com mengucapkan terimakasih.
*Sampai 11 Des 2013 dilihat 220 kali

No comments:

Post a Comment