Selasa, 07 Juli 2015

Tionghoa/Cina dalam 8 bab : Pengertian Tionghoa dan Pemahaman Umum (Bab 1)

#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Pengertian Tionghoa dan Pemahaman Umum tentang
Warga Tionghoa dalam hubunganya dengan Nama-nama, Bahasa, Populasi, Agama
dan asal daerah yang di infokan dengan tujuan di "Renungkan Dikit)
________________________________________________________________

________________

Kata Pengantar
________________

"Tuntutlah Ilmu itu walau ke Negeri Cina Sekalipun" adalah salah satu
slogan Islami yang cukup terkenal atau Populerdi Nusantara ini. Iyakan...?

Nah...!

Postingan yang penulis tulis dengan judul Tionghoa/Cina dalam 8 bab ini
bukanlah hasil tuntutan dari Negeri Cina, tapi hasil tuntutan dari Wiki-
pedia Ind dan macam sumber lainnya yang berhubungan dengan Cina tersebut.

Adapun tujuan penulisannya, "Disamping sebagai perluwasan pengetahuan
juga diharapkan dapat menimbulkan sikap postif, sikap terhindar dari
rasa irihati, rasa dengki atas nilai lebih dan nilai kurangnya warga
Tionghoa ini dalam menjalani hidup dibumi yang katanya 'Bumi Pribumi'
ini".

Hal ini menjadi sangat penting mengingat Sejarah Indonesia mencatat
"Cukup banyak penderitaan yang dialami warga Tionghoa ini selama mereka
atau nenek moyang mereka berada di Nusantara tercinta ini.

Lewat postingan ini mari sama belajar tentang keberadaan mereka dengan
segala macam seluk beluknya, hingga kitapun dapat melaksanakan slogan
umum bangsa Indonesia tentang perkenalan yaitum, "Maka kenal maka
sayang".

Terlepas dari slogon perkenalan ala bangsa Indonesia, Allah Swt berfirman
lewat surah Al Hujarat :


Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki
dan perempuan, dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling
bertaqwa di sisi Allah. “[al-Hujurat:13].


Para pembaca angkolafacebook.blogspot.com sekalian...!

Selamat Menyimak lewat lagu pengiringnya, "Yu lie ang dai".

________________________

Asal kata Tionghowa
_______________________

Kata Tionghwa telah digunakan dalam surat setia kepada tentara Nippon ini.
Tionghoa atau tionghwa, adalah istilah yang dibuat sendiri oleh orang
Tionghoa di Indonesia, yang berasal dari kata zhonghua dalam Bahasa
Mandarin. Zhonghua dalam dialek Hokkian dilafalkan sebagai Tionghoa.

Wacana Cung Hwa setidaknya sudah dimulai sejak tahun 1880, yaitu adanya
keinginan dari orang-orang di Tiongkok untuk terbebas dari kekuasaan
dinasti kerajaan dan membentuk suatu negara yang lebih demokratis dan
kuat. Wacana ini sampai terdengar oleh orang asal Tiongkok yang bermukim
di Hindia Belanda yang ketika itu dinamakan Orang Cina.

Sekelompok orang asal Tiongkok yang anak-anaknya lahir di Hindia Belanda,
merasa perlu mempelajari kebudayaan dan bahasanya. Pada tahun 1900,
mereka mendirikan sekolah di Hindia Belanda, di bawah naungan suatu
badan yang dinamakan "Tjung Hwa Hwei Kwan", yang bila lafalnya
diindonesiakan menjadi Tiong Hoa Hwe Kwan (THHK).
THHK dalam perjalanannya bukan saja memberikan pendidikan bahasa dan
kebudayaan Tiongkok, tapi juga menumbuhkan rasa persatuan orang-orang
Tionghoa di Hindia Belanda, seiring dengan perubahan istilah "Cina"
menjadi "Tionghoa" di Hindia Belanda.
_____________________________________________________

Tionghoa Indonesia dalam Pemahaman Umum
_____________________________________________________

* Tionghoa Indonesia

Tionghoa-Indonesia adalah salah satu etnis di Indonesia yang asal usul
mereka dari Tiongkok. Biasanya mereka menyebut dirinya dengan istilah
Tenglang (Hokkien), Tengnang (Tiochiu), atau Thongnyin (Hakka).

Dalam bahasa Mandarin mereka disebut Tangren (Hanzi: ??, "orang Tang")
atau lazim disebut Huaren (Hanzi Tradisional: ?? ; Hanzi Sederhana : ??).

Disebut Tangren dikarenakan sesuai dengan kenyataan bahwa orang
Tionghoa-Indonesia mayoritas berasal dari Tiongkok selatan yang menyebut
diri mereka sebagai orang Tang, sementara orang Tiongkok utara menyebut
diri mereka sebagai orang Han (Hanzi: ??, Hanyu Pinyin: Hanren, "orang Han").

Leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi secara bergelombang sejak
ribuan tahun yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Peran mereka
beberapa kali muncul dalam sejarah Indonesia, bahkan sebelum Republik
Indonesia dideklarasikan dan terbentuk. Catatan-catatan dari Tiongkok
menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara telah berhubungan
erat dengan dinasti-dinasti yang berkuasa di Tiongkok.

Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas
barang maupun manusia dari Tiongkok ke Nusantara dan sebaliknya.

Setelah negara Indonesia merdeka, orang Tionghoa yang berkewarganegaraan
Indonesia digolongkan sebagai salah satu suku dalam lingkup nasional
Indonesia, sesuai Pasal 2 UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan
Republik Indonesia.

* Nama Nama Populer Suku Tionghoa-Indonesia

Kwik kian gie.

Mari Pangestu

Ciputra.

Rudy hartono kurniawan

Susi Susanti

Alanbudikusuma

Angelique Widjaja

Agnes Monica

Dll

* Bahasa

Indonesia, Hokkien, Hakka, Tiochiu, Mandarin, Jawa dan
bahasa-bahasa daerah lainnya.

* Agama

sebagian besar penganut agama Kristen, Katolik dan Buddha,
sebagian kecil menganut Kong Hu Cu dan Islam.

* Populasi di Indonesia

Berdasarkan Volkstelling (sensus) pada masa Hindia Belanda, populasi
Tionghoa-Indonesia mencapai 1.233.000 (2,03%) dari penduduk Indonesia
pada tahun 1930.

Tidak ada data resmi mengenai jumlah populasi Tionghoa di Indonesia
dikeluarkan pemerintah sejak Indonesia merdeka. Namun ahli antropologi
Amerika, G.W. Skinner, dalam risetnya pernah memperkirakan populasi
masyarakat Tionghoa di Indonesia mencapai 2.505.000 (2,5%) pada
tahun 1961.

Dalam sensus penduduk pada tahun 2000, ketika untuk pertama kalinya
responden sensus ditanyai mengenai asal etnis mereka, hanya 1% dari
jumlah keseluruhan populasi Indonesia mengaku sebagai Tionghoa.
Perkiraan kasar yang dipercaya mengenai jumlah suku Tionghoa-Indonesia
saat ini ialah berada di antara kisaran 4% - 5% dari seluruh jumlah
populasi Indonesia.

Gambaran umumnya :
1.739.000 (sensus 2000)
2.832.510 (sensus 2010)
7.670.000 (perkiraan 2006)

* Daerah asal di Tiongkok
























Ket :
Peta Distribusi Daerah AQsal Leluhur Tionghoa Indonesia

http://historychina-xe.blogspot.com/2012/03/sejarah-china-tionghoa-di-indonesia.html

Ramainya interaksi perdagangan di daerah pesisir tenggara Tiongkok,
menyebabkan banyak sekali orang-orang yang juga merasa perlu keluar
berlayar untuk berdagang. Tujuan utama saat itu adalah Asia Tenggara.
Karena pelayaran sangat tergantung pada angin musim, maka setiap tahunnya
para pedagang akan bermukim di wilayah-wilayah Asia Tenggara yang disinggahi
mereka. Demikian seterusnya ada pedagang yang memutuskan untuk menetap
dan menikahi wanita setempat, ada pula pedagang yang pulang ke Tiongkok
untuk terus berdagang.

Orang-orang Tionghoa di Indonesia, umumnya berasal dari tenggara
Tiongkok. Mereka termasuk suku-suku:

Hakka
Hainan
Hokkien
Kantonis
Hokchia
Tiochiu

Daerah asal yang terkonsentrasi di pesisir tenggara ini dapat dimengerti,
karena dari sejak zaman Dinasti Tang kota-kota pelabuhan di pesisir
tenggara Tiongkok memang telah menjadi bandar perdagangan yang ramai.
Quanzhou pernah tercatat sebagai bandar pelabuhan terbesar dan tersibuk
di dunia pada zaman tersebut.[butuh rujukan]

* Daerah konsentrasi atau Tempat Tinggal

Sebagian besar dari orang-orang Tionghoa di Indonesia menetap di
pulau Jawa. Daerah-daerah lain di mana mereka juga menetap dalam
jumlah besar selain di daerah perkotaan adalah: Sumatera Utara,
Bangka-Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Lombok, Kalimantan Barat,
Banjarmasin dan beberapa tempat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Hakka :
Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Batam, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung,
Lampung, Jawa, Kalimantan Barat, Banjarmasin, Sulawesi Selatan, Manado,
Ambon dan Jayapura.

Hainan :
Pekanbaru, Batam, dan Manado.

Hokkien :
Sumatera Utara, Riau (Pekanbaru, Selatpanjang, Bagansiapiapi, dan
Bengkalis), Padang, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa, Bali
(terutama di Denpasar dan Singaraja), Banjarmasin, Kutai, Sumbawa,
Manggarai, Kupang, Makassar, Kendari, Sulawesi Tengah, Manado,
dan Ambon.

Kantonis :
Jakarta, Medan , Makassar dan Manado.

Hokchia :
Jawa (terutama di Bandung, Cirebon, Banjarmasin dan Surabaya).

Tiochiu :
























Ket :
Pernikahan Cina Medan
http://tugaskab.blogspot.com/2013/01/mengenal-lebih-jauh-komunitas-tionghoa.html 

Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan,
dan Kalimantan Barat (khususnya di Pontianak dan Ketapang).

Di Tangerang Banten, masyarakat Tionghoa telah menyatu dengan penduduk
setempat dan mengalami pembauran lewat perkawinan, sehingga warna kulit
mereka kadang-kadang lebih gelap dari Tionghoa yang lain.

Istilah buat mereka disebut Cina Benteng. Keseniannya yang masih
ada disebut Cokek, sebuah tarian lawan jenis secara bersama dengan
iringan paduan musik campuran Tionghoa, Jawa, Sunda dan Melayu.

Gambaran umumnya :

Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung,
Bangka-Belitung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur,
dan Papua.

* Kelompok etnik terdekat

Mayoritas suku Han dan minoritas suku Hui di Tiongkok.
____________________________

Penutup dan Renungan
____________________________

Demikian yang dapat penulis sampaikan lewat postingan ini para pembaca
angkolafacebook.blogspot sekalian. Semoga dapat menjadi bahan renungan
kita bersama untuk dapat lebih bersikap bijak dalam berurusan dengan
warga Tionghoa ini di tempat manapun kita berada.

Adapun stimuli atau pemancing renungannya sebagai berikut :

Jika Warga Tionghoa ada disetiap Provinsi di Indonesia ini adalah
sesuatu gambaran yang hebat dalam mencari makan, maka jangankan
di Inonesia di Negara-Negara Lainnyapun mereka banyak termasuk di
Erofa sana. bagaimana dengan warga Indonesia...?

Mana lebih banyak Warga Tionghoa yang ada di Indonesia atau Warga
Indonesia yang banyak di Tionghoa atau Cina....? Renungkanlah.

Selamat malam...!
_____________________________________________________________
Cat :
* Postingan ini berlanjut ke :

Bab 1 :
Tionghoa/Cina dalam 7 bab : Pengertian Tionghoa dan Pemahaman Umum, Link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2015/07/tionghoacina-dalam-8-bab-pengertian.html

Bab 2 :
Sejarah Warha Tionghoa (Cina) dari Masa ke Masa di Indonesia, Link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2015/07/sejarah-warga-tionghoa-cina-dari-masa.html

Bab 3 :
Kerusuhan Rasial terhadap Warga
Tionghoa di Indonesia dari masa ke masa, Link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2015/07/kerusuhan-rasial-terhadap-warga.html

Bab 4 :
Peran warga Tionghoa dalam Macam Aspek Kehidupan Guna
Kelancaran Pembangunan Nasinoal dari Masa ke Masa, Link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2015/07/peran-warga-tionghoa-dalam-macam-aspek.html

Bab 5 :
Laksamana Chengho Kasim Muslim dari Tiongkok, Link :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2013/09/cheng-ho-kasim-muslim-dari-tiongkok.html

Bab 6 :

Muslim Tionghoa/Cina Indonesia dan Seluk Beluknya
http://angkolafacebook.blogspot.com/2015/07/muslim-tionghoacina-indonesia-dan-seluk.html

Bab 7 :

Download Lagu-Lagu Mandarin Lagu Tionghoa, Lagu
Cina, Lagu Hogkong)

http://angkolafacebook.blogspot.com/2015/07/download-lagu-lagu-mandarin-lagu.html

Bab 8 :
Kota China Kota Medan Asalnya Orang Cina ada di Medan disebut juga Marelan
Kota Medan ate Kedan
http://angkolafacebook.blogspot.com/2015/07/kota-china-kota-medan-asalnya-orang.html

Bab 9 :
Lagu Mandarin : Pemahaman Umum, Sejarah dan Artis / vocalis
http://angkolafacebook.blogspot.com/2015/07/lagu-mandarin-pemahaman-umum-sejarah.html

Bab 10 :
http://angkolafacebook.blogspot.com/2015/08/marboru-cino-mahal-nya-mahar-boru-cino.html

* Postingan ini di sponsori oleh :
http://popcash.net/register/63033







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar